AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 58 : Malam Indah


__ADS_3

Gemerlap cahaya lampu kota di malam hari membuat pemandangan malam itu sangat indah dengan semilir angin yang menyapa tubuh.


Dua insan sedang memandang pemandangan malam yang indah itu. Mereka berdua berdiri di tepi balkon, rambut indah Velia yang memulai memanjang itu berayun-ayun oleh terpaan angin.


David tanpa henti memandang wanita yang ada di sampingnya.


''Sangat cantik dan manis!!," batin David sambil tersenyum.


David berdehem lalu berkata. "Velia!, aku ingin mengatakan sesuatu!!," ucapnya tiba-tiba terbawa suasana yang menjadi romantis.


Velia menoleh ke arah David. "Apa??," tanya Velia, ia sudah bisa menebak apa yang ingin di katakan David.


"Biar saja dia mengatakannya malam ini, apa benar dia sungguh-sungguh padaku?," batin Velia.


David jadi gugup seketika, sesekali ia menghela napas.


Melihat sikap David, Velia tersenyum lalu berkata. "Apa ini pertama kalinya kau mengatakan cinta pada seorang wanita??, cepat katakan!!," ucapnya yang mulai tidak sabar.


David yang mendengar ucapan Velia lalu tersedak. "Hmm, apa??," ucapnya yang jadi salah tingkah.


"Pulang saja sana!," usir Velia.


"Aku tidak mau!!," jawab David sambil menarik kedua tangan Velia.


David menarik napas panjang lalu berkata. "Velia Selkova, aku mencintai mu, apa kau mau menikah dengan ku??," ucapnya sambil terus menatap netra cokelat milik Velia.


"Aku kira ini hanya pernyataan cinta biasa!??, ini lamaran David!!," seru Velia. Ia sedikit terkejut dan bahagia secara bersamaan.


"Aku tidak mau membuang waktu dengan berpacaran, aku ingin kita menikah dan memulai hidup baru dengan bahagia!," ucap David sambil menangkup kedua pipi Velia dengan tangannya.


"Tapi apa kau yakin??, hubungan pernikahan berbeda dengan saat pacaran David. Aku pernah gagal berumah tangga, jadi aku tidak mau terulang lagi!," ucap Velia yang menatap lekat netra cokelat David untuk menemukan kebenarannya.

__ADS_1


David tersenyum lalu berkata. "Tentu aku sangat yakin!, jangan merasa terbebani lagi dengan masa lalu Ve, kegagalan itu bukan salah mu!. Jadi bagaimana apa kau mau jadi istri ku??,"


Sebelumnya Velia ragu untuk hal ini, tapi melihat kesungguhan cinta dari mata David membuat hatinya yakin untuk mencoba membuka hati dan menerima cinta dari David.


Mata Velia mulai berkaca-kaca, ia lalu mengangguk. "Iya aku mau, tapi apakah momen ini bisa di ulang lagi??," ucapnya.


"Kenapa??," tanya David yang menjadi bingung.


"Aku nggak mau momen lamaran romantis seperti ini. Lihat dirimu hanya memakai kaus dan celana pendek, tak ada bunga atau cincin juga!, sebenarnya niat nggak sih!!," ucap Velia.


Mendengar ucapan Velia, David lalu tertawa.


"Maafkan aku!, ini pemanasan dulu. Aku akan menyiapkan yang terbaik untuk mu!," ucap David.


"Bilang saja ini percobaan!, kau ingin tahu aku menerimamu atau tidak kan??," ucap Velia yang membuat David kalah telak.


"Ternyata ini alasannya wanita selalu benar!, dia tahu segalanya!, hahaha!!," ucap David.


"David!!," ucap Velia. Raut wajahnya berubah menjadi sangat serius.


"Hmm, kenapa sayang ku??," ucap David lalu memeluk Velia dari belakang.


"Kita harus segera menyelidiki kasus Papa, kita punya waktu satu Minggu. Jika kita tidak mendapatkan bukti kalau Papa tidak bersalah, mereka akan terus mengusik kehidupan keluarga ku David!," ucap Velia.


David melepaskan pelukannya.


"Kita berangkat besok saja, malam ini kita istirahat dulu!," ucap David.


Velia mengangguk lalu mereka berjalan menuju tempat tidur.


"Aku tidak mau tidur dengan mu!," ucap Velia yah sudah berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


"Tenang saja, kita kan hanya tidur!! memangnya apa yang kau bayangkan, hmm??," ucap David.


"Aku ingin menodai mu!!," jawab asal Velia.


"Nodai aku!!, nodai aku sayang!!," goda David.


Velia lalu memukulkan bantal ke pria yang berada di sampingnya saat ini.


"Tidurlah, aku akan menjadi anak yang baik malam ini. Aku ingin bersama mu saja malam ini." ucap David lalu merentangkan tangannya.


"Tidurlah dalam pelukanku!!," lanjut David.


Velia meletakan kepalanya di lengan kekar milik David.


"Nyanyikan aku sebuah lagu agar aku tertidur!," ucap Velia sambil memejamkan mata.


"Kau ini ada-ada saja, seperti anak kecil!," tolak David.


"Ayolah sayang!!. Keluarkan suara emas mu itu!, aku ingin mendengarnya!," bujuk Velia.


"Iyaa deh, tapi janji yah jangan ketawa!," ucap David.


"Iya janji, cepat nyanyii!!," seru Velia yang sudah tidak sabar.


David akhirnya menyanyikan sebuah lagu dari 'Ed Sheeran' yang berjudul 'Perfect'. Lagu itu mewakili perasaannya saat ini.


Tak lama kemudian Velia pun tertidur mendengar suara David yang terdengar merdu di telinga Velia.


Bersambung....


Author bawa rekomendasi novel bagus buat dibaca sambil nunggu up berikutnya. Yukk pada mampir.

__ADS_1



__ADS_2