AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 56 : Kesepakatan


__ADS_3

Mobil Van Tristan terhenti di sebuah hotel mewah, dimana hotel itu adalah tempat yang sama saat Velia pertama kali di culik.


Sebelum turun dari mobil Velia membuka jas hitamnya yang penuh dengan noda darah sehingga membuatnya berbau amis.


''Kau punya uang kan??," tanya Velia ke Tristan yang membalikan wajahnya ke luar jendela.


''Tentu saja, aku ini pembisnis dan pengusaha besar!!, kau butuh berapa milyar??," ucap Tristan dengan datar.


''Aku nggak butuh baju yang harganya milyaran. Cepat belikan aku beberapa pasang baju lengkap dengan ********** yah!," perintah Velia.


''Kau pikir aku ini asisten mu yang bisa kau perintah!!," hardik Tristan.


''Aku bisa saja membunuh mu sekarang juga!," ancam Velia.


''Aku juga bisa membunuh mu sekarang juga!," ucap Tristan dengan penekanan.


Velia yang malas berdebat dengan Tristan langsung turun dari mobil. Sesampainya di lobi ia langsung di sambut oleh menjerit hotel yang sudah menyiapkan kamar untuk Velia atas perintah Tristan.


''Mari Nona, saya antar ke kamar anda!," ucap manajer itu lalu berjalan menuju kamar suite mewah.


Velia pun mengikuti langkah manajer itu sambil menenteng jas di lengannya.


''Ini kamar anda Nona, saya permisi dulu!," ucap manajer hotel.


''Hey, tunggu dulu, aku butuh sesuatu!!," ujar Velia.


''Apa yang bisa saya bantu Nona," ucap Manajer hotel.


''Bawakan aku beberapa pasang baju, cari saja di tempat terdekat. Aku memberi mu waktu 15 menit dari sekarang!, jika telat sedikit saja nama mu akan tertulis di batu nisan tanpa jasad!," perintah Velia.


Manajer hotel itu menelan ludahnya dengan berat seolah tengah menelan biji kedondong.


"Benar-benar wanitanya Bos, sebelas dua belas dengan Bos juga. Sadiiisss!," batin Manajer hotel.


"Ba-Baik Nona, saya akan pergi mencarinya sekarang!," ucap Manajer itu beberapa detik kemudian ia langsung pergi.


Setelah manajer hotel itu pergi, Velia masuk ke dalam kamar. Ia menatap sekeliling lalu langkahnya menuju balkon.


Velia berdiri di balkon kamar sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Hmm, bau sekali!," gumamnya ketika mencium aroma tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Velia pun berjalan ke kamar mandi, ia meletakan beberapa pistol yang masih berada di dalam pakaiannya.


Ia pun mandi di bawah pancuran shower, setelah selesai Velia keluar dari kamar mandi sambil membawa pistol untuk berjaga-jaga.


Velia melihat beberapa paper bag sudah berada di atas ranjang. Ia lalu mengambilnya dan langsung memakai pakaian tersebut.


Krieet.


Pintu kamar terbuka, nampak seorang pria muncul dari balik pintu.


"Baguslah kau datang di saat yang tepat!," ucap Velia.


Mereka berjalan ke balkon kamar, lalu duduk bersama.


"Katakan!, sebenarnya apa yang kau inginkan dari pertemuan ini??!," ucap Tristan dengan dinginnya.


"Kau dulu!!," balas Velia dengan singkat.


Tristan menaikan satu alisnya seolah bertanya kenapa.


Velia yang mengerti maksud Tristan lalu berkata. "Aku ingin tahu sebenarnya apa yang kau inginkan lagi dari keluarga ku Tris??,"


"Kau sudah berhasil menghancurkan keluargaku. Apa lagi??, Apa masih kurang dengan mengambil perusahan Papa ku??," ucap Velia dengan lantang. Dia mulai terbawa emosi jika menyangkut keluarganya.


"Itu hanya sedikit dari penderitaan kami Velia!, aku ingin nyawa di balas nyawa!," hardik Tristan yang tidak bisa lagi menahan amarahnya.


"Itu juga sudah terjadi!," ucap Velia.


''Apa maksud mu??," tanya Tristan yang tidak mengerti ucapan Velia.


''Jangan pura-pura bodoh!, kau dan adik devil mu berencana membunuh ku kan??. Tapi sayang Tris, aku masih hidup dan hanya anak ku yang mati!," jelas Velia.


Tristan terdiam sejenak sambil berpikir.


''Oh jadi masalah ini yang membuat Velia begitu murka dengan Tania hingga menculiknya waktu itu??,'' batin Tristan.


"Itu hanya Tania, aku tidak ikut campur!," balas Tristan.


"Cckk. Sama saja!, aku hanya ingin permasalahan ini sampai di sini saja Tristan. Jangan lagi mengusik kedua orang tua ku!!," tegas Velia.


Tristan lalu bangun dari duduknya. "Aku tidak akan berhenti sampai keluarga mu menyusul ke dua orang tuaku!,"

__ADS_1


"Wah hebat!!," ucap Velia sambil bertepuk tangan.


"Rencananya sangat bagus membuat mereka reuni bersama di alam baka!, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi!," lanjut Velia.


Tristan menodongkan pistol di kepala Velia.


"Kalau begitu, kau lebih dulu!," ucapnya dengan menyeringai.


Tanpa disadari Tristan, Velia juga sudah menodongkan pistol di dada kirinya.


"Baiklah, ayo kita mati bersama!," ucap Velia lalu menarik pelatuk da siap menembak.


Tristan terperangah dengan gerakan cepat Velia. Ia jadi sedikit ragu untuk membunuh Velia sekarang.


Melihat keraguan Tristan, Velia lalu berkata.


"Semua ini hanya salah paham, bukan Papa ku yang membunuh ayahmu," ucap Velia.


"Beri aku waktu untuk mencari kebenarannya, jika memang Papa ku terbukti bersalah kami sendiri yang akan datang menyerahkan nyawa kami!!," lanjut Velia.


Setelah mendengar ucapan Velia, Akhirnya Tristan menurunkan senjatanya.


"Oke, satu Minggu!, dalam waktu itu aku tidak akan mengusik keluarga Gio Selkova!. Tapi--," ucap Tristan terhenti.


"Tapi apa??," ucap Velia.


"Tapi itu tidak berlaku dengan Klan Red Dragon!," lanjut Tristan dengan tersenyum miring.


"Baiklah, aku juga sangat mengharapkan itu!," balas Velia membuat raut wajah Tristan terlihat kesal.


Tristan tidak menyangka dengan jawaban yang keluar dari mulut Velia.


"Pergilah sekarang!! aku akan berbulan madu dulu!!," usir Velia.


Dengan langkah panjang Tristan keluar dari kamar yang terasa seperti neraka baginya bersama Velia.


Bersambung...


Author ada rekomendasi novel sesama author, pada mampir yuk..


__ADS_1


__ADS_2