AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 23 : Mata Nakal


__ADS_3

Pemandangan matahari terbenam sangat indah di pandang dari ketinggian.


Wanita cantik tetap memandang keluar jendela menikmati momen indah itu.


Semua penumpang nampak sedang sibuk dengan ponsel mereka kecuali seorang pria yang sedari sedang memperhatikan Bos Cantik Red Dragon.


''Ckk! Dia pikir aku tidak tahu kalau dia memperhatikan ku dari tadi?! rasa nya aku ingin sekali mencolok kedua mata di balik kacamata hitam itu!!," gerutu Velia dalam hati.


"Kenapa dengan raut wajah nya?! seperti akan memakan ku saja!!," batin Deon sambil menatap ke arah Velia.


Velia berusaha tidak memperdulikan nya, tapi pria di seberang nya malah menopang dagu sambil menatap Velia.


"Haisshh!! benar-benar pria ini!!," geram Velia lalu menghampiri Deon.


Velia menarik lengan Jovi yang duduk di samping Deon. "Pindah sana!!," seru Bos Cantik itu dan dengan patuh Jovi mengikuti nya.


Jovi akhirnya pindah di kursi belakang.


Velia lalu duduk di samping Deon membuat pria itu membeku sesaat, ia tak menyangka Velia akan bereaksi seperti ini.


"Apa maksud mu menatap ku seperti itu??," ketus Velia.


Deon menggelengkan kepala lalu berkata. "Aku tidak menatap mu?! jadi wanita jangan terlalu baper lah!," balas Deon dengan santai namun dalam hati rasanya ingin terjun dari pesawat itu.


Velia membuka kacamata Deon lalu membuangnya ke belakang. Jovi sangat terkejut namun dengan sigap menangkap kacamata yang senilai satu tahun gajinya itu.


"Aman dari potong gaji!!," batin Jovi.


"Turun dari pesawat ini sekarang!! aku tidak suka dengan pria buaya darat seperti mu!!," geram Velia.


Jovi yang mendengar ucapan Velia dengan spontan berdiri lalu berkata. "Maafkan Bos saya Nona!! memang mata nya itu sangat nakal! tapi dia bukan buaya darat!! pacaran saja tidak pernah!!,"


Deon langsung menatap tajam asisten pribadinya itu. "Kau ini!!,," ucap nya tanpa suara.


Jovi menggaruk tengkuk nya yang tak gatal itu kemudian kembali duduk, ia memilih memasang earphone lalu mendengarkan musik dan tak ingin ikut campur lagi.


"Dari penampilan mu kau bukan seperti orang yang tak punya duit! apa kau sudah bangkrut sampai harus menumpang di pesawat orang!!," serbuan pertanyaan dari Velia.


"Kau ini cerewet sekali!!," balas Deon.


"Kenapa kau menghadap ke jendela?? ayo tatap aku, aku sudah di sini!!," tantang Velia.


Deon menoleh lalu berkata. "Jangan terlalu berlebihan seperti itu, nanti kau tidak laku!!,"


"Setidak nya aku pernah laku!!."


Mereka saling menata, Velia menatap bola mata biru milik Deon yang seindah lautan lalu beberapa detik kemudian ia membuang wajah nya ke arah lain.


"Aku ingin istirahat!! jangan coba-coba mengganggu ku!!," ancam Velia lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


Deon hanya membalas dengan mengangkat bahunya.


Setelah berjam-jam menempuh perjalanan udara akhirnya mereka sampai di Negara B.


Anggota klan sudah siap menyambut kedatangan Bos Cantik mereka.


Velia turun bersama Kinara yang masih setengah sadar karena bangun dari tidurnya yang nyenyak.


"Seharusnya kau tidak usah bangun saja!!," celoteh Velia sambil menopang Kinara.


"Efek obat anti mabuk! aku sangat mengantuk sekali!," balas Kinara dengan suara khas bangun tidur.


Velia membantu Kinara masuk ke dalam mobil.


"Tunggu sebentar yah!? kau tidur saja kalau nggak kuat!!," ucap Velia lalu berjalan ke arah anggota nya.


"Kau bawa wanita satu nya ke markas utama!! sudah ada ruangan khusus untuk dia!," perintah Velia.


Para anggota itu mengangguk mengerti. "Baik Bos!!,"


Deon mendekat ke arah Velia lalu berkata.


"Terima kasih tumpangannya!,"


"Aku tunggu transferan nya!!," balas Velia lalu meninggalkan Deon.


"Ckckck!! dasar wanita itu!! aku berharap tidak usah bertemu dengan nya lagi!!," gumam Deon.


"Kau teman nya Velia!!??," tanya Jordan.


"Iya Tuan!! kami berteman sejak masa sekolah sampai sekarang!!," balas Kinara dengan tersenyum.


"Jadi hanya kau teman Velia!?," sahut David yang juga penasaran dan Kinara membalas dengan menganggukkan kepala.


"Kasihan!!," ejek David membuat Velia mengambil makanan kakaknya itu lalu melahap nya tanpa sisa.


"Rakus sekali!!," seru David.


Suasana yang berbeda di alami Tania.


Saat sadar ia terkejut dirinya sudah berada di dalam sebuah kamar yang cukup luas namun hanya ada beberapa ventilasi udara yang kecil dan sebuah pintu besi.


"Buka pintunya!!," teriak Tania sambil menggedor-gedor pintu.


Terdengar suara seseorang sedang membuka pintu dari luar.


Krieet.


Pintu pun terbuka, nampak dua wanita masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Selamat datang di neraka mu!!," ucap Velia.


"Keluarkan aku dari sini dasar wanita jal*ng!!," teriak Tania.


Plaakkk!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Tania. Ia mengusap pipinya yang terasa panas.


"Kau yang jal*ng!! kau sudah merebut suami ku bahkan anak ku!!," teriak Velia.


"Mungkin aku akan memaafkan mu telah merebut suamiku!! tapi tidak untuk anak ku Tania!," ucap Velia dingin.


"Kau pikir ini akan berakhir setelah aku mati?? tidak Velia!! ini baru awal nya!! keluarga Selkova akan berakhir di tangan kami!!," Tania tersenyum licik.


"Nikmati pembalasan dari kami!!," lanjutnya.


"Ada siapa lagi selain kamu?? apa masalahnya?? aku bahkan tidak mengenalmu??," ucap Velia.


"Kau memang tidak mengenal ku!! tapi orang tuamu pasti mengenal keluarga kami!!," ucap Tania.


******


Para pembaca yang baik hati, author ada rekomendasi novel yang bagus dari temenku. Ayoo pada mampir yah!!



Blurb:


Kalian percaya nggak sih sama yang namanya isekai dan sistem?


Della juga awalnya nggak percaya... sampai akhirnya ia mengalaminya sendiri.


...


Entahlah, Della sendiri tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.


Tapi yang pasti... begitu dia membuka matanya kembali semuanya tampak berbeda, atau lebih tepatnya aneh!?


Della baru menyadari kalau dirinya masuk ke dalam novel bergenre romansa—fantasi barat setelah melihat dirinya dan keadaan sekitarnya.


Tidak.


Della tak menjadi tokoh antagonis ataupun protagonis.


Tapi ia memiliki akhir yang sama tragisnya dengan sang antagonis.


Hingga suatu hari suara kaku terdengar.


[Sistem telah siap!]

__ADS_1


[Misi telah ditentukan, menerimanya atau menundanya?]


__ADS_2