AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 26 : Merindukannya


__ADS_3

Rembulan malam menyinari malam yang indah, langit gelap yang bertabur bintang membuat suasana semakin romantis bagi yang memiliki pasangan.


Sayangnya malam indah ini hanya ada sekumpulan makhluk Tuhan yang sedang mencari kebahagiaan. Hati mereka terasa asing satu sama lain meski raga mereka dekat.


David terus memandang wajah yang nampak ceria dari luar namun dalam hatinya hancur seperti butiran debu.


Velia dan David duduk selonjoran di atas pasir putih. Velia lalu mendongkakkan wajah nya ke atas pandangan nya tertuju ke langit yang penuh dengan bintang-bintang.


Buliran bening jatuh dari sudut mata wanita cantik itu, ia merasa malaikat kecil nya sedang menatapnya dari atas sana.


''Itu pasti dia!!," tunjuk Velia ke arah bintang yang paling terang.


David mengikuti arah yang di tunjuk Velia.


Ia melihat bintang yang bersinar itu lalu mengalihkan pandangan nya ke wajah Velia.


Pria tampan itu menghapus air mata yang membasahi pipi Velia. "Jangan berpura-pura kuat Ve kalau memang kenyataan kau sangat rapuh!, menangis saja sepuas hati mu!, keluarkan semua yang tertahan agar tidak lagi menyesakkan dada!," ucap David.


Setelah mendengar ucapan David tak lama kemudian Velia terisak, bahunya bergetar hebat ia lalu memeluk kedua lutut nya. "Aku sangat merindukan nya!!," ucap Velia sambil terisak.


David mengelus-elus pundak wanita yang duduk di samping nya. Kinara dan Luna yang mendengar Velia terisak berjalan ke arah mereka.


Tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Luna dan Kinara langsung menghambur memeluk Velia. Dua wanita itu tahu Velia sedang tidak baik-baik saja.


Beberapa detik kemudian David juga ikut memeluk ketiga wanita itu. Saat Carlos dan Alden ingin ikut juga, kepalan tangan David sudah mengarah ke mereka.


Alden dan Carlos tersenyum kaku lalu kembali duduk dan melanjutkan obrolan mereka tentang klan Red Dragon.


Sedangkan Deon dan Jovi hanya sebagai penonton setia drama yang ada di depan mata nya.


"Apa yang terjadi??!! haruskah kita ikutan juga??!!," celetuk Deon.


"Apa Bos mau di hajar David!!??, kalau ingin peluk seseorang, peluk aku aja bos!!," balas Jovi sambil merentangkan tangan nya.


"Kau sudah gila terlalu lama sendiri!!," gerutu Deon.


"Ini semua gara-gara Bos!! aku tidak sempat cari jodoh!!, Bos saja tidak punya pacar apa lagi aku!!," curhat Jovi.


"Itu sih deritamu!! nggak usah curhat!!," ketus Deon membuat Jovi bungkam.


"Kita kembali ke kamar saja istirahat!!, besok kita harus ketemu Tuan Jordan!," ajak Deon kemudian mereka meninggalkan tempat itu.


"Lepaskan aku!! aku sesak napas kalian memeluk ku seperti ini!!," protes Velia yang sudah mulai tenang.


Mereka berempat duduk sejajar sambil menikmati semilir angin yang meniup tubuh mereka.

__ADS_1


"Aku ngantuk banget!!," ucap Kinara yang mulai menguap.


"Kau duluan saja istirahat! biar Alden dan Carlos yang mengantarmu!," ucap David.


"Apa kau yakin?!," Kinara merasa ragu dengan kedua pria itu.


"Sebutkan saja ada berapa jari mereka yang menyentuh mu!! aku akan memotong nya!!," tegas Velia.


"Kau sadis sekali sekarang!!, baik lah aku duluan yah!!," Kinara bangkit dari duduk nya lalu melangkah menuju Villa.


"Alden! Carlos! antar Kinara ke kamar nya!!," perintah David.


Dengan semangat kedua pria itu langsung menyusul langkah Kinara.


"Selama aku di Klan Red Dragon, baru kali ini kita bisa liburan!!," ucap Carlos yang di angguki Alden.


Setelah ketiga orang itu pergi, tersisa Luna, David dan Velia yang masih setia duduk di atas pasir putih itu.


Mereka berpindah ketika air laut mulai padang dan menyentuh kaki mereka.


Sebuah tenda transparan yang beralaskan matras tipis menjadi tempat yang dipilih mereka bertiga.


Mereka bertiga berbaring sambil memandang langit.


''Apa kalian pernah melihat secara langsung Ketua Klan King Darkness??," tanya Velia.


"Kenapa kau menanyakan itu??," sahut David.


Velia menghela napas panjang lalu berkata. ''Sepertinya masalah ku ini bukan hanya antara Tania dan Aku saja! tapi Mama dan Papa ku juga terlibat, mereka dalam bahaya saat ini!,''


''Mungkin kau benar Ve!! aku mendengarnya langsung kalau Tania menyebut keluargamu!!,'' ucap Luna.


''Tapi yang masih aku tidak mengerti dari mana Tania bisa bersekongkol dengan anggota Klan King Darkness??!! anggota Klan tidak mungkin menjalankan perintah selain dari Bos mereka!," ucap David.


''Kecuali memang Tania bos mereka!!,'' sahut Velia membuat David dan Luna terduduk.


''Mungkin Kau benar, tapi apakah mungkin Ketua Klan tidak ada pengawalan ketat??!! wanita itu juga seperti nya tidak tahu apa-apa!!,'' ucap Luna.


''Kalau bukan dia ketua nya mungkin saja dia hanya keluarganya!!,'' ucap David.


''Aku harus menemui Mama dan Papa ku!!, aku juga ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka dan keluarga Tania!!,'' ucap Velia dengan serius.


''Kita harus pindahkan Tania dari markas!!, aku tidak mau Klan Red Dragon dalam masalah besar hanya karena aku!!,'' lanjut Velia.


''Kau juga harus bicara dengan Daddy masalah ini!!,'' saran David.

__ADS_1


''Besok pagi kita harus kembali! aku akan ke Negara A sekalian mengantar Kinara pulang, aku takut dia juga dalam bahaya!!,'' ucap Velia lalu berdiri.


''Kita kembali ke kamar saja!,'' ajak Velia.


''Ayoo!!,'' sahut Luna.


Merek bertiga berjalan bersama menuju Villa.


''Kak David ada bisnis apa dengan Deon?!,'' tanya Velia penasaran.


''Apa kau tidak tahu dia siapa??!!,'' balas David.


''Orang!!,'' jawab Velia.


''Aiisshh kau ini!!, dia itu Ceo Alpha Corporation!!,'' ucap David.


''Oohh!!,'' ucap Luna dan Velia serempak.


''Terus untuk apa kita bekerja sama dengan nya?? apa kakak mau pindah jurusan lagi dari dokter ke ahli Teknologi??,'' seloroh Velia.


''Otak ku sudah tak mampu!!, kalau masalah Teknologi dan Sains Luna juga lumayan!,'' ucap David.


''Kau bilang lumayan??,'' David langsung mendapat sorotan tajam dari Luna.


''Kita juga butuh teknologi tinggi untuk memperkuat Klan kita, lagi pula dia juga bisa membantu kita mencari solusi dari Pil Biru yang kau minum!!,'' jelas David.


''Rencana yang bagus kak!'' sahut Velia.


Mereka pun sampai di dalam Vila dan menuju kamar mereka masing-masing.


Karena tidak banyak kamar yang tersedia, para wanita ada dalam satu kamar. Deon bersama Jovi, sedangkan kamar lainnya ada Carlos dan Alden dan David hanya sendiri.


****


Para pembaca author yang baik hati, emak ada rekomendasi novel yang bagus dari teman emak jadi pada mampir yah



Blurb.


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.

__ADS_1


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.


__ADS_2