
Sebuah mobil Limosin berhenti di depan mansion Jordan Smith.
Pelayan lalu membukakan pintu mobil. Deon Alexander dengan setelan jas mewah nya turun dari mobil di susul oleh Jovi Sandler yang dengan setia mengikuti Tuan nya kemanapun Dia pergi.
Dua pria tampan itu masuk bersama-sama, mereka di langsung di sambut David yang sudah menunggu kedatangan nya.
''Selamat datang di gubuk derita ku ini!," ucap David.
''Jangan bercanda!! aku punya mata jadi bisa melihatnya David!," sahut Deon.
Mereka langsung menuju ke meja makan. Semua hidangan sudah tertata rapi di atas meja.
''Mari duduk Tuan Alexander!!," ucap Daddy Jordan.
''Suatu kehormatan bisa bertemu anda Tuan Jordan!," balas Deon lalu mereka duduk.
David yang tidak melihat kehadiran Velia akhirnya menyusul ke kamar wanita itu.
Tok..Tok..Tok..
''Ve!! ayo keluar, tamu kita sudah datang!," seru David sambil membuka pintu yang tak tertutup rapat.
Begitu pintu terbuka nampak Velia sedang berdiri sambil berkacak pinggang. Ia menatap David dengan wajah kesal.
''Aku tidak mau ganti baju lagi!!," protes Velia.
"Tapi itu bukan baju namanya!, lihat baju itu sangat kekurangan kain!!, ganti lagi!!," balas David.
"Ini sudah yang ke lima kali Kak! kalau sampai Kak David menyuruhku mengganti lagi aku akan keluar tanpa mengenakan baju!!," ancam David.
"Baiklah!!, aku yang akan memilih pakaian!," David lalu menuju ke lemari dan memilih pakaian untuk Velia.
''Pakai ini!," David memberikan Velia sebuah dres selutut berwarna army yang senada dengan pakaiannya.
Dengan wajah cemberut Velia mengambilnya.
''Apa lagi??," tanya Velia ke David yang masih berdiri di hadapan nya.
David mengernyitkan dahinya. ''Tidak ada,"
''Apa Kak David nggak ada niat mau keluar??," kesal Velia.
"Jangan-jangan kau ingin mengintip ku mengganti pakaian yah??," Velia menajamkan tatapannya.
David menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Kalau kau tidak keberatan, aku juga tidak masalah!!,"
__ADS_1
"Dasar mesum!," Velia menendang kaki David.
"Oke..Oke.. aku keluar!, jangan lama-lama!!, dua menit cukup!" David kemudian keluar dari kamar Velia sambil tersenyum, ia lalu menutup pintu. Hanya David yang tahu apa yang ada di pikirkan nya saat ini.
Velia bergegas mengganti pakaian sambil menggerutu. "Siapa sih tamu penting Daddy?? apa tidak bisa pakai piyama saja! ini kan hanya makan malam!,"
Setelah mengganti pakaian, Velia akhirnya keluar dari kamar lalu menuju ruang makan.
Velia duduk di samping Luna tepat di hadapan tamu spesial itu. "Oh orang ini rupanya!! sehebat apa sih dia ini!!," ucapnya dalam hati sambil memperhatikan Deon.
Merasa di perhatikan, Deon pun menaikan satu alisnya sambil memandang Velia.
"Aku tahu aku ini tampan!," ucap Deon yang di dengar Velia.
"Cihh,, narsis sekali orang ini!," kata Velia lalu membuang pandangan nya ke arah lain.
Mereka semua menikmati makan malam yang tersaji di hadapan mereka, tak ada seorang pun yang bersuara, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.
Setelah selesai mereka menuju ke ruang keluarga yang sudah di tata rapi beserta beberapa minuman dan camilan sudah tersedia.
"Terima kasih makan malam nya Tuan Jordan!," ucap Deon.
"Sama-sama, senang bisa menjamu anda juga!," balas Daddy Jordan.
"Bagaimana kalau kita langsung membahas langsung masalah kita!," lanjutnya.
"Iya Tuan, aku juga tidak punya banyak waktu!," balas Deon.
''Lalu apa yang anda butuhkan dari Klan kami?," tanya Jordan.
''Saya butuh dukungan dari Klan Tuan untuk membantu investor saya kembali ke perusahaan saya lagi!, saat ini saingan bisnis ku sangat licik bukan hanya bersaing dengan perusahaan ku, tapi dia juga mencuri para investor ku dengan Klan yang dia miliki!," ucap Deon.
"Tristan dan KingTech yah??," sahut Velia.
Deon mengangguk lalu berkata. ''Dari mana kau tahu?,"
''Mau tau aja atau mau banget nih??," Velia menaik turunkan alisnya.
Deon berdecak kesal, tapi setelah itu dia menarik sudut bibirnya. Ia merasa tertarik dengan wanita di hadapannya ini.
Sedangkan David tanpa sengaja melihat Deon yang sepertinya tertarik dengan Velia.
"Harus berapa pria yang akan aku bunuh untuk menyingkirkan mereka!!," batin David yang mulai kesal.
"Tuan Deon, untuk saat ini aku tidak bisa memberikan keputusan karena aku bukan lagi ketua Klan," ujar Daddy Jordan.
Deon sedikit terkejut dan bingung. "Jadi aku harus meminta keputusan dengan David?,"
__ADS_1
"Bukan aku juga!!," sahut David.
"Terus siapa??," Deon mengernyitkan dahinya.
Velia menyilangkan kakinya sambil melipat kedua tangan di dada.
"Dia ada di depan mu!!," ucap Jordan sambil mengarahkan wajah nya ke arah Velia.
"Dia??," Deon menunjuk ke arah wanita di hadapan nya.
"Iya aku!!, kenapa kau begitu terkejut?? apa kau meragukan kemampuanku??," ucap Velia dengan wajah dingin nya. Mode Devil nya akan muncul jika menyangkut Klan Red Dragon.
"Aku tidak bisa berkata-kata apa pun lagi!!," ucap Deon sambil menghela napas panjang.
"Untuk kelanjutan kerja sama ini, Tuan Deon bisa datang ke markas Klan kami besok!!," ucap Velia datar.
"Aku akan memikirkan dulu apa yang Klan ku butuhkan dari mu!!," lanjutnya.
"Oke!, aku permisi dulu!," ucap Deon.
"Tunggu!!," cegat Velia begitu melihat Deon hendak pergi.
Deon pun mengehentikan langkahnya. "Apa lagi??,"
Velia melangkah ke arah Deon. "Sini ponsel mu!!," ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
"Untuk apa??," Deon mengangkat satu alisnya.
"Tentu saja aku butuh nomor ponsel mu, kita akan bekerja sama kan!, jadi aku harus menghubungi mu jika perlu!," kata Velia.
"Modus sekali pemirsa!!," sahut Luna.
Deon menampakan senyum manis nya lalu memberikan Velia ponsel miliknya.
Setelah menyimpan nomor nya, Velia mengembalikan ponsel Deon. "Thanks, hubungi aku yah kalau tidak sibuk!!,"
David terperangah mendengar ucapan Velia.
"Aku jamin dia pulang tinggal nama saja!,"
"Sabar Dek!, ini ujian!," Luna mengelus-elus pundak David.
Velia dengan santai masuk ke dalam kamar nya, ia tidak peduli dengan tatapan tajam David. Dia memang sengaja melakukan itu.
Bersambung...
.
__ADS_1
.
Author lagi butuh dukungan dari kalian nih!, ayo semangatin emak ini dong! beri semangat di komentar yak.