
Sudah berjam-jam nampak seorang pria yang sedang gelisah. Sedari tadi mencoba menghubungi istrinya namun hanya suara operator yang terdengar.
''Kemana Tania?! sudah pagi dia belum juga pulang!!,'' gumam Revan sambil terus mencoba menghubungi istrinya.
Di markas Red Dragon, Bos Cantik klan itu sedang duduk sambil menyilangkan kaki dan melipat kedua tangan nya di dada.
Pandangan Velia beralih ke arah ponsel Tania yang berada di tangan Luna. "Kak berikan padaku!," pinta Velia langsung mengambil ponsel itu.
Velia menghidupkan ponsel yang berada di genggamannya. Ada begitu banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari mantan suami nya.
"Seperti nya bekas suami ku sangat mengkhawatirkan mu sekarang?? apa hubungan kalian sudah baik??," tanya Velia dengan tersenyum kecut lalu mendekat ke arah Tania. Wanita itu tak bisa berbuat banyak karena terikat tali.
Langkah Velia terhenti di hadapan Tania yang duduk di sebuah kursi. Velia mendekatkan wajah nya ke telinga Velia lalu berbisik.
"Apa kau sudah tidur Revan??!! bagaimana rasanya bekas suami ku itu?!,"
Tania menatap tajam Velia, Bos Cantik itu mencengkram kedua pipi Tania dengan kuat hingga terdengar suara rintihan dari Tania.
"Sakit!! lepaskan!!," seru Tania.
Velia melepaskan cengkraman nya dengan kasar. "Sial*n kau!!," pekik Velia.
Dddrrtt!!
Dddrrtt!!
Dddrrtt!!
Ponsel Tania bergetar, ada panggilan masuk dari Revan. Velia mengambil ponsel itu lalu berkata pada Tania.
"Jawab telpon ini!! bilang kau ada urusan mendadak dengan keluargamu!!," perintah Velia.
"Jangan coba-coba melanggar perintah ku!, jika kau mencobanya! aku akan menjemput anak manis mu juga!!," ancam Velia.
Tania mengangguk lalu menjawab telpon dari suaminya. "Maaf aku tidak sempat mengabari mu!! kakak ku kecelakaan yang parah jadi aku buru-buru pergi!!," ucap Tania yang berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
Velia mengangkat jempol nya sambil berkata dengan pelan. "Bagus!,"
"Aku akan menghubungi mu lagi!! aku masih di rumah sakit!!," ucap Tania lalu memutuskan sambungan telpon nya.
Velia kemudian membuang ponsel itu ke lantai.
"Aku ada hadiah kecil untuk mu!!," ucapnya lalu mengambil sebuah botol kecil dari sakunya.
Ia membuka botol itu lalu dengan paksa memberikannya ke Tania. Meskipun berusaha menolak namun tetap saja ia meminum isi dari botol itu.
"Kau pasti akan suka dengan hadiah ku ini!!," Velia tersenyum licik.
"Kalian masuk lah!!," teriak Velia. Tak lama kemudian muncul dua pria dari balik pintu.
"Ve kau lanjutkan saja kegilaan mu ini!! aku harus kembali ke ruangan kita!," ucap Luna lalu bangun dari duduk nya.
"Kenapa kakak mau pergi sekarang??!! apa Kak Luna tidak mau nonton film biru secara live streaming!! gratis lagi!!," seloroh Velia membuat Luna terbelalak.
Luna mentoyor kepala adik nya itu lalu berkata. "Dasar Janda mesum!!," ucapnya lalu meninggalkan ruangan itu.
''Eeuum. itu Bos! Eumm kami malu kalau langsung di lihat sama Bos!!," ucap salah satu pria itu dengan malu-malu.
"Ppuuffthh!!," Velia menahan tawa nya.
"Kalian ini sungguh munafik!! pokoknya aku tidak perduli!! aku akan tetap disini sebagai sutradara nya!!," seru Velia.
Kedua pria itu pun pasrah, mereka meneguk beberapa gelas minuman beralkohol untuk mengurangi rasa canggung mereka sambil menunggu reaksi obat yang di berikan Velia pada Tania.
"Kalau aksi kalian bagus!! akan aku jadikan kalian aktor utama di film biru kita selanjutnya!! sepertinya itu ide yang bagus!! selain menjual senjata kita juga jual film biru!!," celetuk Velia membuat kedua pria itu tersedak.
"Bos kita sepertinya sudah gila!!," gumam pria itu dalam hati sambil menatap ke arah ketua klan mereka.
"Untung saja kak David lagi keluar bertemu dengan pria menyebalkan itu!! kalau dia disini pasti aku sudah di seret keluar!! hahaha!," pikir Velia.
Tania sudah nampak gelisah di atas ranjang dengan tangan yang terikat.
__ADS_1
"Kenapa?? apa kau butuh bantuan?? hahaha!!," seru Velia.
"Kalian mendekat ke arahnya!! jangan menyentuhnya lebih dulu! biar dia yang memohon pada kalian untuk di puaskan!!," perintah Velia.
"Kau benar-benar gila Velia!!," bentak Tania.
"Aku hanya mengembalikan perbuatan mu padaku!! jadi nikmati saja!!," ketus Velia.
"Bagaimana reaksi Revan kalau melihat ini!!," ucap Velia dengan senyum devil.
"Jangan!! aku mohon Ve!," mata Tania mulai berkaca-kaca, ia tidak sanggup kebahagian yang baru saja datang di hidupnya kini hilang.
"Aarrgghh panas sekali!!," racau Tania yang sudah nampak tidak tahan dengan reaksi obat yang di berikan padanya.
''Awas kau Veliaaa!!," teriakan Tania menggema di ruangan itu.
Velia menepuk jidat nya, ia baru teringat kalau ada Kinara yang menunggunya. Mereka berencana jalan-jalan ke pantai hari ini.
''Kalian lanjutkan saja!!,'' seru Velia lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Setelah Velia keluar, teriakan Tania masih cukup terdengar dari luar. Velia tersenyum kecut lalu berkata. ''Aku baru saja memulainya Tania!!,'' gumamnya.
Begitu masuk ke dalam mobil Velia langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi menuju mansion Daddy nya.
****
Author ada rekomendasi novel menarik untuk kalian baca, jangan lupa mampir yah di novel teman author.
Wil, bocah SMP kelas 9, harus berpetualang menemukan siapa bapak kandungnya, agar nama yang tertulis di ijasah betul-betul tidak salah. Selama ini nama bapak kandung di ijasah SD dan beberapa surat penting lainnya tidak sama.
Perjuangannya begitu berat, petunjuk yang ia punya hanya tiga lembar KK. Tak ada tempat bertanya, karena satu-satunya orang terdekat yang ia punya, yaitu ibunya, sudah meninggal.
Petualangan Wil dimulai berdasarkan alamat pada lembar KK, dan tanpa diduga, Wil mengalami hal-hal dahsyat yang begitu luar biasa.
__ADS_1
Akankah Wil berhasil menemukan bapak kandungnya?