AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 59 : Jodoh orang


__ADS_3

Kebahagiaan di rasakan saat ini oleh David. Harapannya untuk mendapatkan wanita impiannya terwujud.


Serasa tak ingin waktu ini terlewat begitu saja, David terus menatap wajah indah Velia yang berada dalam pelukannya. Sesekali David juga mencium kening wanitanya itu yang masih tertidur pulas.


Velia menggeliat lalu perlahan membuka matanya.


"Astaga!!," seru Velia. Ia pun lalu terduduk sambil menatap David.


''Pelukanku sangat nyaman kan??, kau bahkan sampai lupa semalaman tidur di sini??," ucap David yang menunjuk lengannya.


Velia tertawa geli mendengar ucapan David. Ia pun kembali berbaring dalam pelukan David.


David merasa tubuhnya memanas memandang bibir kenyal Velia.


Velia menatap wajah David, semakin lama semakin mendekat ke wajah David. Velia pun merasakan deru nafas David yang memburu.


Velia akhirnya mengecup bibir David, membuat sang empunya terbelalak. David membalas kecupan Velia, ia ******* bibir kenyal itu dengan rakus.


Cium*n panas mengawali pagi mereka. Dengan nafas yang terengah-engah mereka saling menatap penuh hasrat.


Tiba-tiba David langsung dari tempat tidur lalu berlari ke kamar mandi.


Velia terperangah dengan sikap David yang meninggalkannya begitu saja di saat yang tidak tepat.


''Apa-apaan pria itu!!??" gerutu Velia. Ia merasa kesal namun di sisi lain merasa lucu. David sudah berjanji akan melakukan hal itu setelah mereka menikah agar mereka benar-benar menikmati bulan madu mereka nanti.


Beberapa saat kemudian David keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.


David mengacak-acak rambutnya yang masih basah apa lagi dengan tubuh atletis dan roti sobek yang terekspos membuat mata Velia enggan berkedip.


"Mana pakaian ku??," tanya David.


“Veliaa??,” Panggil David dengan keras karena wanita itu tak menjawab pertanyaan David.

__ADS_1


“Eehh I-Iya, kenapa??,” jawab Velia. Lamunannya seketika buyar mendengar suara David.


“Pakaian ku mana??,” David mengulang pertanyaannya.


Velia berjalan mengambil beberapa paper bag lalu memberinya ke David.


"Ini dia!!, Aku menyuruh manajer hotel yang belikan langsung!," Ucapnya.


"Memangnya dia mau??," Tanya David.


"Pasti mau dong, dia sayang dengan nyawanya!!. Sudahh jangan banyak tanya, cepat pakai baju mu!, aku juga mau mandi!," Perintah Velia.


David mengambil paper bag itu lalu masuk lagi ke akar mandi.


"Aku kira dia mau pakai baju di sini!, mungkin saja yang tadi itu bisa dilanjutkan!,"" gumam Velia. Pikirannya masih melayang ke cium*an panas mereka tadi.


Velia menepuk-nepuk kedua pipinya. "Sadar Velia!, sadarr!! dan sabar!!," ucapnya.


Begitu David keluar dari kamar mandi, Velia lalu menerobos masuk dengan membawa pakaian gantinya. Ia lalu mengunci pintu rapat-rapat.


Di depan pintu kamar mandi David hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Velia.


"Mungkin aku terlalu lama di dalam kamar mandi, sepertinya dia sudah sangat kebelet sekali yah?!," gumam David sambil berjalan ke depan cermin.


Sambil bercermin dia menggulung lengan kemejanya yang berwarna putih lalu membuka satu kancing atasnya.


Bulu-bulu halus di dada David nampak menggoda kaum hawa. Ia juga memakai celana jeans pendek yang membuat ketampanannya semakin terpancar.


Tak lama Velia keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan dres selutut berwarna army dengan motif bunga di sudut bagian bawah.


"Cepat sekali kau mandi??," David bertanya sambil mengangkat satu alisnya.


"Untuk apa aku berlama-lama, di kamar mandi itu banyak hantu!!," Ucap Velia. Ia pun berjalan ke depan cermin lalu menarik tubuh David. "Minggir dulu!!,"

__ADS_1


"Duduk!!, Aku akan menyisir rambutmu!!," Perintah David, dengan patuh Velia menurutinya.


"Kau ini ketua mafia tapi takut dengan hantu!!," ucap David sambil menyisir rambut Velia yang mulai memanjang lagi.


"Aku juga wanita biasa!!," ketus Velia. Ia menatap David dari pantulan cermin, tidak bisa dipungkiri hatinya menghangat dengan perlakuan David.


"Alasan!!," balas David.


"Aku punya pengalaman buruk tentang kamar mandi. Dulu aku pernah di buliy waktu sekolah, aku di kunci di kamar mandi yang gelap terus mereka menakuti ku dengan pakaian hantu. Meskipun aku menangis histeris namun mereka tidak menghentikannya, untung saja ada yang menolong ku. Dia adalah Kinara!," jelas Velia panjang lebar.


"Ohh Kinara yang datang ke mansion waktu itu??," tanya David.


Velia mengangguk. "Iya, sejak kejadian itu kami bersahabat baik hingga saat ini. Aku menganggapnya lebih dari sahabat tapi sudah seperti saudari ku!!," Ucap Velia.


"Ayo kita carikan dia jodoh!!," Lanjut Velia yang membuat David tertawa.


"Hahaha, kau ini!!. Kita saja belum jelas mau urus jodoh orang juga?, ingat di rumah juga masih ada yang jomblo!!," ucap David.


"Ahh Iya yah, kak Luna masih jomblo!," balas Velia. Mereka berdua pun tertawa.


"Ayo kita turun makan dulu, aku sudah lapar sekali!!," ajak Velia lalu ia bangun dari duduknya.


Velia merangkul lengan David sambil berjalan keluar kamar.


Mereka akhirnya tiba di restoran hotel itu. Mereka menikmati sarapan pagi dengan lahap.


Setelah selesai mereka pun check out dari hotel lalu menuju ke mobil David.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu tancap gas meninggalkan hotel.


Bersambung...


Author bawa rekomendasi dari sesama teman author, yukk pada mampir yahh..

__ADS_1



__ADS_2