AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 51 : Modus David


__ADS_3

Papa Gio dan Mama Shela pun meninggalkan Mansion Jordan. Velia mengembuskan napas panjang.


"Semoga kalian baik-baik saja!, aku harap masalah ini cepat menemukan akhirnya!," batin Velia.


Daddy Jordan melihat kecemasan di raut wajah Velia. "Ayo masuk!, kalian berutang penjelasan padaku!," ucapnya.


David, Luna dan Velia pun masuk ke dalam mansion. Mereka berjalan menuju ruang kerja Daddy Jordan.


"Sepertinya aku tidak bisa ikut dengan kalian, aku harus memastikan keadaan Alden dan rombongannya sampai dengan aman di tempat tujuan," ucap Luna.


"Oke Kak, kabari kami kalau ada sesuatu yang genting!," ucap Velia. Luna pun mengangguk lalu pergi menuju kamarnya.


Krieett..


Daddy Jordan membuka pintu ruangan. Mereka semua masuk ke dalam ruangan lalu Daddy Jordan mengunci pintu.


Daddy Jordan duduk di kursi kebesarannya sambil menyandarkan tubuhnya.


Sedangkan Velia dan David duduk di hadapan Daddy mereka.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi??," tanya Daddy Jordan tanpa berbasa basi.


"Besok Klan King Darkness akan menyerang kita Dad saat menuju desa tempat Mama dan Papa akan tinggal!," ucap Velia.


"Kenapa dia mengincar orang tuamu juga??, ada apa??,'' tanya Daddy Jordan yang merasa bingung.


"Sebenarnya begini Dad, intinya keluarga Tristan itu salah paham dengan Papa, padahal mereka dulu bersahabat bahkan perusaan yang Papa kelola itu mereka bangun bersama. Jadi keluarga mereka mau membalas dendam atas kematian ayah mereka," jelas Velia.


"Wah, aku tidak menyangka kalian punya musuh yang sama dengan Daddy!," ucap Daddy Jordan spontan.


"Dad aku harus istirahat, besok kita berpesta!," mohon Velia.


"Kau istirahat saja kalau begitu, besok jika ada sesuatu yang tidak terduga kabari Daddy, Daddy akan membantu membereskannya!," ucap Daddy Jordan.


"Maaf yah Dad, Klan Daddy ikut masuk juga dalam masalah keluargaku!," ucap Velia.


"Jangan berkata begitu, kita semua adalah keluarga sekarang!, istirahatlah!," ucap Daddy Jordan.


"Kau David, jaga dia!," perintah Daddy Jordan.


"Iya Daddy, tanpa Daddy suruh juga aku akan melakukannya!," balas David.


Mereka berdua keluar dari ruangan Daddy Jordan. Velia menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Kau mau apa??," tanya Velia ke David yang juga ikut masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Kau dengar sendiri kan, Daddy menyuruh ku menjagamu!," ucap David.


"Moduss deh!!," ucap Velia.


Velia memutar bola matanya lalu menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


Tak lama kemudian Velia keluar dengan piyama tidur nya.


"Astagaaaa!!," seru Velia ketika melihat David yang sedang membuka baju kemejanya.


Tubuh atletis David terekspos dengan indahnya di mata Velia. Tubuh kekar dengan perut sobek itu sempat menggoda hati Velia.


Glekk..


Velia menelan air ludah nya dengan berat. "Lumayan juga sih!," batinnya.


"Kenapa kamu masih di sini??, cepat ganti baju mu!!," seru Velia dengan wajah memerah.


David tersenyum miring. Ia tahu Velia menatapnya sedari tadi.


"Jangan takut, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu. Aku tidur di sini saja!," ucap David menunjuk sofa besar di depannya.


"Bukan itu yang aku takutkan!," ucap Velia.


"Jangan sampai aku tidak bisa mengendalikan diriku lalu memperk*sa mu bagaimana??," ucap Velia.


"Nggak apa-apa!, aku pasrah!," balas David.


Velia mengacak acak rambutnya. "Terserah deh, jangan minta tanggung jawabku kalau terjadi sesuatu padamu yah!," kesal Velia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.


David menggelengkan kepala sambil tersenyum. Ia pun merebahkan tubuhnya di atas sofa besar yang tak jauh dari tempat tidur Velia. David merasa enggan pergi dari kamar itu.


Mereka berdua akhirnya tertidur dengan lelap, berbanding terbalik dengan Luna yang masih berjaga untuk memastikan semuanya aman.


Luna mengambil ponselnya lalu menghubungi Alden.


''Alden, apa keadaan baik-baik saja?," tanya Luna.


''Sampai saat ini masih aman sayang!," goda Alden.


"Sayang kepalamu!," kesal Luna.


"Aku akan mengabari mu kalau ada apa-apa!," ucap Alden lalu memutuskan sambungan telpon.


"Awas saja kau Alden, bisa-bisanya kau matikan telpon ku duluan. Aku kan mau tanya keadaan Papa dan Mama Velia!," kesal Luna.

__ADS_1


Luna keluar dari kamarnya lalu menuju kamar Velia untuk tidur di sana.


Krieett..


Luna membuka pintu kamar Velia dengan perlahan. Karena suasana kamar sangat gelap Luna menekan saklar lampu yang ada di dekat pintu.


"ASTAAGAAAAA!!," teriak Luna ketika melihat adiknya tidur di samping Velia.


Velia yang terbangun karena teriakan Luna langsung terduduk di atas tempat tidur.


Mata Velia membelalak sempurna lalu ikut berteriak. "DAAVIIIIIIIDD!!,"


Dengan spontan Velia menendang tubuh David hingga terjatuh dari ranjang.


"Aduhh sakit!!," pekik David sambil memegang pinggangnya.


"Apa yang kau lakukan????!!," tanya Luna dan Velia serempak.


Dengan wajah polos David menjawab. "Aku tidak melakukan apa-apa!,"


"Terus kenapa kau bisa tidur di sini?," tanya Velia.


"Mungkin aku mengigau!," jawab David beralasan.


"Keluar kau!!," usir Luna.


Dengan acuh nya David justru pindah dan kembali merebahkan tubuhnya di sofa.


"Bocah ini benar-benar menyebalkan!," gerutu Luna.


Velia membeku di tempat. Ia terdiam dalam duduknya sambil mengingat-ingat jika ada hal penting yang terjadi.


"Jangan takut Ve, aku akan menemanimu!!," ucap Luna lalu ia merebahkan tubuhnya di samping Velia.


Velia pun kembali merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut.


"Santai saja jangan takut, kalau dia macam-macam aku tendang dia keluar jendela!," ucap Luna.


Mereka kembali tertidur menuju alam mimpi indah mereka.


Bersambung...


Author ada rekomendasi novel bagus buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya. Yukk pada mampir yahh


__ADS_1


__ADS_2