
Pagi hari jalanan kampung terlihat ramai orang berkumpul karena ada mobil polisi yang tiba-tiba datang mencari rumah Pak penjual kerupuk.
Selentang-selenting orang yang ingin tahu kenapa ada polisi kemudian akhirnya berkabar ke sana ke mari bahwa Pak penjual kerupuk mengalami kecelakaan saat naik angkutan untuk pulang selepas isya.
Angkutan yang ditumpangi Pak penjual kerupuk bertabrakan dengan truck adu depan karena angkutan memaksa menyalip sebuah pickup.
Tentu saja, berita ini membuat gempar seluruh pelosok kampung.
Sudah belakangan heboh kasus gentayangan Mirna, isteri Pamong Yanto, kini pun ditambah pula kabar jika Pak penjual kerupuk meninggal di lokasi karena angkutan terguling dan ringsek di tempat.
Para Bapak yang semalam melihat saat duduk-duduk ngopi di warung tentu saja sulit percaya karena jelas mereka melihat Pak penjual kerupuk turun dari angkutan dan melewati warung mereka.
Tapi...
"Benar juga sepertinya semalam memang bukan manusia, kita harusnya tahu jika tengah malam tidak mungkin masih ada angkutan."
Ujar salah satu Bapak.
"Wah, bagaimana ini, kenapa kampung kita jadi angker begini, ada yang salah ini pasti, ada yang sedang main-main dengan hantu ini pasti, tidak mungkin tidak."
Sambut Bapak yang lain.
Sunguhlah memang aneh, karena sebelumnya memang belum pernah ada apapun di sekitar kampung.
__ADS_1
Baru kali ini ada orang-orang mati yang penampakan dengan jelas dan bisa dilihat oleh banyak orang.
"Sepertinya kita harus tanya pada Nyi Parijem, dia kan harusnya sebagai kuncen di wilayah ini ikut andil dan bertanggungjawab, kenapa ada kekuatan-kekuatan asing yang sampai bisa masuk ke dalam kampung kita."
"Ya benar, ini bisa saja kan adalah perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab, yang hanya ingin memanfaatkan situasi."
Kata Bapak di antara bapak yang lain,
"Kita kumpulkan warga saja untuk membicarakan hal ini sebelum datang ke Nyi Parijem."
"Ya benar, kita pastikan dulu ke depannya bagaimana, apa nanti akan ada penampakan lagi di sekitar sini, baik penampakan isteri Pamong Yanto, maupun penampakan Pak penjual kerupuk."
Para bapak pun lantas mengangguk setuju, mereka terlihat bicara sambil tetap sibuk memantau situasi terbaru di jalanan yang menuju makam di mana di sana sudah penuh sesak orang yang saking penasarannya.
"Iya lho, padahal saya jelas-jelas melihat dia pulang semalam, tahu-tahu ada kabar seperti ini ya jelas kaget banget lah, ini yang lain juga sama."
Salah satu Bapak yang semalam memang sempat menyapa bapak penjual kerupuk bercerita,
"Wah serem banget lho, mana aku rumahnya dekat."
"Duh apalagi aku ini tinggal lurus sama pemakaman, ribut-ribut penampakan kuntilanak Mirna saja sudah membuat ketakutan setiap hari, sekarang ada lagi."
Emak-emak pun tak kalah heboh,
__ADS_1
Mbak Ukha dan Bibik Nur yang mendengar kasak-kusuk warga yang di mana kini masih pada sibuk berkerumun melihat pak polisi yang ada di rumah Pak penjual kerupuk akhirnya jadi penasaran.
"Ada apa to Bu?
Tanya Bibik Nur pada salah satu emak yang tampaknya sedang mencuci tapi langsung ngacir ikut berkerumun karena tidak mau ketinggalan berita begitu ramai ada polisi.
"Katanya semalam ada kecelakaan angkutan dan truck yang korbannya pak penjual kerupuk, tapi tengah malam si Bapak-bapak yang pada kumpul di warung depan jalan itu katanya melihat Pak penjual kerupuk pulang."
Tutur salah satu emak.
"Waduh, kok bisa?"
Bibik Nur tentu saja sama seperti semua orang yang baru mendengar cerita itu.
Mbak Ukha pun jadi kembali celingak-celinguk takut, ia tiba-tiba merasa ada yang mengawasi.
"Apa jangan-jangan ada yang sedang mainan ilmu hitam ini di kampung kita, tidak biasanya ini ada orang mati pada penampakan begini."
Salah satu emak pada Bibik Nur, yang begitu melihat Mbak Ukha tiba-tiba langsung minta maaf karena takut Mbak Ukha marah.
Ya bagaimanapun, yang sedang ramai dibicarakan penampakan salah satunya kan isteri Pamong Yanto yang merupakan adik Mbak Ukha, jadi wajar jika emak-emak merasa takut dan tak enak hati.
**------------**
__ADS_1