Aku Pulang Mas...

Aku Pulang Mas...
45. Hantu Lain


__ADS_3

Mobil taksi onlen yang mengantar Ibu, Yanto dan Tita pulang akhirnya sampai di depan pelataran rumah Ibunya Yanto.


Bibik Nur di dalam yang tengah menemani Mbak Ukha yang masih dalam posisi ketakutan, begitu mendengar suara mobil berhenti di pelataran rumah akhirnya mengalah beranjak untuk menuju ruang depan guna membuka pintu.


Tampak di luar, tepat di pelataran depan rumah, Ibunya Yanto keluar dari mobil, disusul Yanto yang keluar dari pintu yang lain, baru kemudian Tita.


Tita tampak berjalan terhuyung-huyung karena mengantuk, Bibik Nur yang tak tega, akhirnya mendekati Tita untuk kemudian menggandengnya agar tidak sampai tersandung lalu jatuh.


Mobil taksi onlen pun kemudian bergerak meninggalkan pelataran rumah, Ibu membantu Yanto berjalan menuju rumahnya.


"Tita ngantuk, mau bubu."


Kata Tita, yang kemudian berjalan ke kamar depan.


Melihat Tita masuk ke kamar depan, Mbak Ukha yang dari ruang tengah bisa melihat Tita masuk ke sana langsung berteriak.


"Jangaan!!"


Teriakan Mbak Ukha yang cukup keras membuat Ibu dan Yanto serta Bibik Nur jadi kaget, termasuk juga Tita.


""Ada apa sih Kha? Kenapa harus berteriak begjtu,"


Omel Ibu pada Mbak Ukha yang kini berdiri dan tampak menatap mereka yang jadi menghentikan langkahnya juga di depan kamar depan di mana Tita semula akan masuk.


"Jangan, kamar itu berhantu."


Kata Mbak Ukha.


Ibu menghela nafas,


"Kha, sudah Kha, jangan bicara aneh-aneh, Tita mau tidur."

__ADS_1


Kata Ibu yang khawatir Tita jadi takut.


"Han... Hantu apa Mbak?"


Yanto dengan tatapan takut ke arah kakaknya.


Mbak Ukha membalas tatapan Yanto,


Jelas ia akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan sangat tidak menyenangkan untuk didengar.


Ibu yang tak mau nantinya mereka akan terlibat masalah, akhirnya memberikan isyarat ke arah Bibik Nur agar membawa Tita masuk ke dalam kamar saja.


Bibik Nur pun tentu saja mengangguk.


Meski sebetulnya Ibu merasa memang kamar itu benar tak patut ditinggali lagi, namun setelah ditumbal Nyi Parijem, harusnya kamar depan itu sekarang akan nyaman-nyaman saja.


"Ada hantu selain Mirna, tapi dia penampakan dengan wajah Mirna."


Kata Mbak Ukha tiba-tiba, setelah Bibik Nur mengantar Tita masuk kamar untuk melanjutkan tidurnya di dalam mobil taksi onlen tadi yang terpaksa terputus.


Yanto membawa langkahnya menghampiri Kakaknya, begitu pun juga Ibu.


"Hantu lain? Hantu lain apa Kha?"


Ibu juga jadi penasaran,


Mbak Ukha menggelengkan kepalanya.


"Entahlah Bu, entahlah, aku juga tidak tahu, aku juga takut sebetulnya apa yang sedang terjadi, kau pasti tahu sesuatu kan Yanto? Kau harus jujur pada kami agar kami paham."


Cecar Mbak Ukha.

__ADS_1


Yanto tubuhnya kembali bergetar, wajah Mirna saat tadi di supermarket berada tepat di depan wajahnya kembali terbayang.


"Ada sesuatu di balik semua ini, Mirna datang mengatakan jika penampakan di luar sana bukan dia."


Kata Mbak Ukha,


"Mir... Mirna mengatakan itu padamu?"


Ibu jelas seperti tak bisa percaya,


"Sungguh Bu, sungguh, demi Tuhan aku merasakan dia memegang bahuku dan mengatakannya,"


Mbak Ukha menatap Ibunya dengan wajah yang teramat serius, yang jelas-jelas ia memang sedang tidak berbohong.


Ibu menoleh ke arah Yanto yang kini terhuyung-huyung menuju kursi meja makan dan duduk di sana.


Ia meraih satu gelas air yang ada di sana, yang merupakan milik Mbak Ukha.


Yanto meneguknya hingga habis,


Jantungnya seperti akan lepas.


Mbak Ukha menghela nafas dan ikut terduduk di kursi meja makan pula.


"Besok, kita ke rumah Nyi Parijem."


Kata Mbak Ukha lirih,


Yanto tampak diam saja.


Tak mengiyakan, tak juga menolak.

__ADS_1


Maka, Mbak Ukha anggap saja jika Yanto setuju.


**---------------**


__ADS_2