Aku Pulang Mas...

Aku Pulang Mas...
48. Kisah Kasih


__ADS_3

Flashback,


Winda menangis sambil menulis surat untuk kedua orangtuanya agar merelakannya pergi, ia tak bisa menerima keputusan orangtuanya untuk memintanya menikah dengan orang lain selain Yanto yang belum jelas masa depannya.


Yanto yang masih sibuk kuliah dan nyambi kerja sampingan menjadi penjaga warnet, jelas seolah terlihat sama sekali tidak menjanjikan sekali untuk nantinya menjadi suami.


Tapi...


Winda jelas sudah kadung jatuh cinta sepenuhnya pada Yanto.


Apalagi, hubungannya dengan Yanto sudah terjalin sejak lama, jauh sejak mereka masih sama-sama sekolah.


Winda juga sudah melepas kehormatannya untuk Yanto, bahkan sudah cukup sering melakukannya jika sedang bertemu.


Namun...


Belakangan, hubungan mereka merenggang karena Yanto ditemui perwakilan keluarga Winda, yang meminta terang-terangan agar Yanto lebih baik menjaga jarak dengan Winda karena Winda akan segera dinikahkan.


Yanto yang masih dalam posisi menjelang persiapan wisuda, jelas cukup terpukul dengan hal itu, ia merasa Winda telah mengkhianatinya.


Sekian bulan, mereka putus kontak, prasangka buruk Yanto pun semakin besar, kecewa Yanto pun semakin dalam.


Di tengah kegalauan itu, muncul gadis ayu yang juga sama tengah dilanda prahara.


Posisi mereka yang sama-sama sedang dalam kondisi tidak menyenangkan, membuat keduanya akhirnya cepat dekat dan akhirnya Yanto menerima kehadiran sang gadis menjadi pengganti Winda.


Namun...


Siapa yang menyangka, hari itu, di mana Yanto baru pulang dari kampus, di kos-kosan, tiba-tiba Winda duduk dengan satu tas pakaian besar.


Kedua matanya sembab, wajahnya merah padam.


Yanto kaget bukan kepalang, karena Winda ada di kos-kosannya, jelas saja, ia tak pernah menyangka ini.


"Brengsek!"


Maki Winda begitu Yanto mendekat.


"Ada apa Winda? Ke... Kenapa kamu bisa sampai di sini?"


Tanya Yanto.


Winda berdiri dan lantas menampar pipi Yanto sekuat tenaga.


Yanto mengusap pipinya yang terasa begitu panas.


"Tetangga kos mu sudah mengatakan semuanya, kamu punya cewek lain selain aku rupanya!"


Winda marah bukan kepalang.


Yanto meraih tubuh Winda, tapi Winda sekuat tenaga berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


"Kita ke kamarku, dan kita bicarakan semuanya baik-baik, kamu jauh-jauh ke sini, pasti kamu ada hal penting bukan?"


Yanto menatap Winda dengan selembut mungkin, tapi tampaknya Winda sudah terlanjut kalap.


Ia mendorong Yanto, dan tak mau lagi disentuh Yanto.


"Aku sudah memberikan semuanya, tapi... tapi apa yang kamu lakukan!!!"


Winda dadanya terasa begitu sesak, ia sampai harus menepuk-nepuk dadanya beberapa kali saking sesaknya.


Yanto matanya berkaca-kaca,


"Kamu sudah berapa bulan tak bisa dihubungi, bahkan aku minta tolong Mbak Ukha pun kamu tak gubris, jadi ini alasannya."


Winda tangisnya benar-benar pecah.


"Winda, bukan itu, bukan itu alasannya. Kamu harus dengar dulu."


Winda menggelengkan kepalanya,


"Sudah cukup, aku tak mau dengar lagi Yanto! Aku sudah tahu sekarang, seb**jingan inilah memang kamu aslinya. Pergilah jauh-jauh dariku Yanto!! Aku membencimu sejak detik ini!!"


Winda lantas meraih tas pakaiannya, dan berlari meninggalkan kos Yanto.


Yanto mengejar Winda, berulangkali mencoba meraih tangannya, tapi Winda selalu menepis.


Sampai jalan raya, Winda langsung naik ojek yang kebetulan memang di dekat gang menuju jalan raya di dekat kos Yanto ada tukang ojek mangkal, sialnya sore itu tukang ojek benar-benar tinggal satu-satunya.


Hati Yanto juga tentu saja sama hancurnya, ia tak menyangka Winda sampai mendatanginya, padahal Yanto kira Winda sudah akan menikah dan bersiap menjadi isteri seorang laki-laki berduit yang bermasa depan cerah.


Yanto sungguh menyesal tak berusaha bertanya pada Winda lebih dulu.


Ia pikir perwakilan dari keluarga Winda jelas sudah menjadi bukti bahwa masa depan hubungan mereka memang tak akan pernah ada.


Winda lantas melarikan diri ke rumah Uwaknya, satu bulan tinggal di sana, sampai akhirnya dijemput kedua orangtuanya dan lalu benar-benar menikah dengan laki-laki pilihan orangtua.


Yanto meski telah memiliki pasangan baru, namun hatinya masih tetap hancur berkeping-keping manakala mendengar Winda yang akhirnya benar-benar menikah.


Selepas menyelesaikan kuliahnya, Yanto pun akhirnya memutuskan menikahi kekasih barunya yang tak lain adalah Mirna.


Yanto yang beruntung, langsung ditarik ke bale desa karena kebetulan sedang membutuhkan tenaga-tenaga muda.


Masa pernikahan Yanto dan Winda sekian tahun terlihat sama saja, Winda memiliki satu anak, dan Yanto juga masih hanya memiliki Tita saat akhirnya mereka tak sengaja bertemu lagi pertama kali di salah satu rumah makan.


Saat itu tak ada bincang-bincang apalagi tegur sapa, mereka hanya saling menatap saja, dan kemudian berlalu.


Selang satu sampai dua tahun berikutnya, mereka bertemu lagi dan Winda ternyata telah menjadi janda.


Alasan perceraiannya adalah suami Winda memiliki wanita idaman lain, karena tentu saja alasannya adalah Winda malas melayani sang suami di tempat tidur.


Dan...

__ADS_1


Itu terjadi sejak pertemuan tak sengaja dengan Yanto di rumah makan.


Yanto yang terlihat makin tampan, dan penampilannya sangat rapi, membuat Winda seperti kembali terkenang masa lalu.


Hatinya yang sejatinya belum benar-benar bisa move on, membuatnya seolah membuat perasaannya bernostalgia dan enggan lagi berada di dalam kenyataan.


Hingga...


Pucuk dicinta ulam pun tiba.


Winda kembali bertemu Yanto lagi di balai desa, dan akhirnya mereka bertukar nomor hp.


Hanya dari sekedar chat biasa, lalu akhirnya merambat ke mana-mana.


Ya...


Memang selalu demikian adanya, hubungan gelap akan terjalin bukan karena ada niat, tapi adanya kesempatan, waspadalah waspadalah ting!


Namun...


Yanto tampaknya meski menjalin hubungan dengan Winda secara diam-diam, tapi hati kecilnya sudah terlanjur sayang pada Mirna.


Bagaimanapun perempuan yang selalu menunggunya pulang di rumah itu adalah Ibu dari anak yang dilahirkannya.


Yanto pun jelas berada di dalam posisi teramat dilema.


Ia tak bisa maju terus bersama Winda, namun juga seolah tak sanggup untuk melepaskan Mirna.


Juga pun sebaliknya, ia tak bisa melepaskan Winda kembali, agar tetap bersama Mirna.


Nyatanya laki-laki memang seegois itu, jika ada dua pilihan, kenapa aku harus memilih satu saja.


Jika ada tahu dan tempe, kenapa aku tak bisa memakan keduanya?


Bahkan jika ada ikan, telur, udang, daging, ayam atau bila perlu naga goreng saus tiram, tentu saja laki-laki juga tetap menginginkannya.


Tentu, memang tak semua laki-laki begitu, tapi sembilan puluh sembilan persen, nyatanya laki-laki itu adalah kemaruk bin nggragas bin kutu kupret.


Ya...


Tapi Yanto jelas lah telah lupa, bahwa sebaik apapun orang menyimpan bangkai, maka baunya akan tercium hingga ke Amerika.


Mirna pun lambat laun tahu, dan akhirnya semua malapetaka inipun dimulai.


"Aku tidak mau lagi mengalah! Lepaskan isterimu, atau aku akan membuatnya pergi."


Begitulah Winda terakhir kali bicara pada Yanto saat ia merasa hubungan mereka seharusnya diakhiri.


Flashback berakhir,


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2