
"Ada apa sebetulnya? Ada apa?"
Ibu tampak begitu panik mendatangi klinik di mana Yanto dilarikan.
Yanto yang saking takutnya, berusaha lari dan malah tersandung lalu jatuh terantuk dinding dan akhirnya tak sadarkan diri.
Yanto pun akhirnya dilarikan ke klinik yang paling dekat dengan Rumah Sakit, pihak keamanan Supermarket yang ikut mengantar Yanto ke klinik kemudian menghubungi pihak keluarga di rumah, tentu saja dengan hp Tita, karena hp Yanto dikunci dengan kata sandi yang hanya Yanto yang bisa membukanya.
Ibunya Yanto tampak menghambur ke arah Yanto yang kini terbaring dengan kepala di perban, karena masih pusing, Yanto memang masih belum bisa turun dari tempat tidur.
"Paman."
Tita menghampiri Lukman yang mengantar Ibunya,
"Tita tidak apa-apa?"
Tanya Lukman perhatian,
Lukman memang sangat perhatian pada Tita.
"Tidak apa-apa Paman, Tita tidak apa-apa."
Ujar Tita, lalu...
"Tapi... Tita lapar."
Kata Tita polos.
Lukman membulatkan matanya,
"Tita belum makan?"
Tanya Lukman akhirnya heran, Tita mengangguk,
"Tadi mau makan di warung langganan yang biasanya sama Mama, tapi Bapak malah pingsan di supermarket, Bapak lihat hantu."
Tutur Tita.
Lukman tampak tersenyum,
__ADS_1
"Ya, baguslah, biar sadar."
Kata Lukman nyengir, yang tentu saja tidak bisa dimengerti oleh otak Tita yang terbatas karena masih kecil.
"Kalau Tita lapar, ayok mau makan apa? Sama Paman saja."
Ujar Lukman akhirnya.
"Tita ingin makan nasi goreng Paman, nasi goreng yang paling telor orak arik."
Tita bersemangat menyebutkan makanan kesukaannya, Lukman pun mengangguk,
"Baiklah, ayok."
Ujar Lukman.
"Pamit Nenek dulu."
Kata Tita, Lukman mengangguk lagi,
Tita lantas berjalan mendekati Neneknya yang tampak duduk di kursi dekat tempat tidur Yanto kini terbaring, Nenek tampak pula berurai air mata.
Tangannya memijat lengan sang anak dengan telaten, mencoba memberikan kekuatan agar sang anak jangan sampai berlarut-larut ketakutan.
Lirih Tita memanggil sang Nenek,
"Ada apa Tita?"
Tanya Ibunya Yanto pada Tita sang cucu,
"Nek, ini hp Bapak."
Tita memberikan hp Bapaknya kepada Nenek, karena mengingat ia akan pergi membeli makan dengan Pamannya.
Ibunya Yanto menerima hp Yanto dari tangan Tita, dan kali ini aman saja, tak ada tangan pucat seperti cat dinding yang ikut terulur seperti tadi saat Yanto akan mengambilnya dari tangan Tita.
Yanto sempat melirik hp nya yang kini ada di tangan Ibunya, ketakutan pun kembali melanda dirinya.
Takut yang bukan lagi hanya pada hantu, tapi lebih dari itu, ketakutan yang membuatnya takut Ibu akan memarahinya dan bisa-bisa akan ada masalah besar timbul karenanya.
__ADS_1
Tapi...
Meminta hp itu dari Ibu juga Yanto masih trauma,
Ah Yanto pun jadi dilema.
"Nek, Tita mau makan nasi goreng dulu ya sama Paman Lukman."
Ujar Tita.
"Oh Tita belum makan?"
Tampak Tita pun menggeleng,
Ibu kemudian sedikit mendelik pada Yanto, karena sampai membiarkan anaknya tidak makan.
"Tadi mau makan belum sempat Bu."
Kata Yanto lirih,
Tita mantuk-mantuk mendukung Bapaknya,
Ibu akhirnya hanya bisa menghela nafas, lalu akhirnya berdiri,
"Ya sudah, ayok Nenek mau sekalian minta dibelanjakan ke minimarket depan, mana Pamanmu?"
Tita mengikuti Neneknya menuju pintu ruangan klinik di mana Yanto dirawat,
Ibunya Yanto baru akan keluar dari ruang rawat inap Yanto, manakala ia tak sengaja melihat ada bayangan melintas di depan kamar tepat ketika pintu klinik dibuka,
"Ya Tuhan,"
Ibu sempat memekik,
Perempuan paruh baya itu baru akan mengatakan sesuatu pada Tita, saat tiba-tiba Lukman muncul dari arah kiri Ibunya,
"Ada apa Bu?"
Tanya Lukman seraya mendekat,
__ADS_1
Ibu menghela nafas, matanya melirik Tita lalu memberi isyarat pada Lukman, bahwa Ibu tak akan cerita dulu karena ada Tita.
**-------------**