Andai Cinta Bisa Memilih

Andai Cinta Bisa Memilih
Ulang Tahun Rico


__ADS_3

Waktu bubaran sekolah....


Yunia masih mengemasi alat tulisnya yang tadi dia pakai saat pelajaran terakhir. Kalau biasanya saat jam perpulangan adalah saat yang dinantikan oleh hampir semua siswa sekolah, tapi tidak untuk Yunia saat ini.


Sambil memasukkan alat-alat itu ke dalam tas pikirannya sedikit kosong.


"Untuk apa pulang cepat-cepat... di rumah juga tidak ada orang yang menunggunya..." begitu pikirnya.


Nasib orang yang hidup sebatang kara... Bebas ... sebebas-bebasnya ... mau apa dia sekarang, tidak ada orang yang akan melerai.


"Yun...!" Panggil seseorang memecah pikiran Yunia. Yunia menoleh...


"Eh, Rico..." Katanya saat melihat Rico yang sudah berdiri di samping tempat duduknya.


"Emmmm... kamu mau kan datang ke acara ku sore ini?" Tanya Rico.


"Oh... acara ulang tahun kamu ya... Wah, selamat ulang tahun, ya Rico... Semoga panjang umur... banyak rezeki... sehat terus..." Ujar Yunia langsung menampilkan wajah cerianya sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Rico.


"Terima kasih... tapi kamu mau datang kan..." Sahut Rico sambil menerima uluran tangan Yunia dan tidak segera melepaskannya.


"Emmmm... gemana ya....." Yunia menimbang-nimbang.


"Udahlah.... engga usah gemana-gemana. Ikut aja, ya?!" Bujuk Rico sambil menggoyangkan tangan Yunia yang masih ia genggam.


"Tapi, Rik.... Masa aku pakai seragam..."


"Engga apa-apa... Ini bukan pesta ulang tahun seperti acaranya Naning ... Ini cuma acara kumpul-kumpul biasa. Kamu mau pakai seragam boleh, mau pulang dulu ganti baju juga boleh... nanti aku anter pulang, ya..."


"Udah, kita pakai seragam aja, Yun... Suka males kalau pulang dulu..." Santi ikutan membujuk Yunia.

__ADS_1


"Iya, Yun... ya...ya..." Listi yang duduk di bangku belakang ikutan membujuk. Rico tersenyum gembira, ada orang yang mendukung keinginannya.


Yunia menatap Rico. Yang ditatap langsung memberikan senyum termanisnya, membuat jantung Yunia berdesir. Senyum itu sempat membuatnya tidak bisa tidur beberapa hari lalu. Tanpa terasa kepalanya mengangguk.


"Yes!" Pekik Rico penuh semangat. "Terima kasih..." Katanya sambil mencium punggung tangan Yunia masih di genggamannya. Seketika Yunia menarik tangannya. Dia tersipu, saat teman-temannya mendadak ber aham ehem di belakangnya.


Dalam hatinya, Yunia merasa melakukan suatu kesalahan... tapi dorongan untuk melanggar itu terasa begitu kuat. "Ah, ini kan cuma acara ulang tahun biasa... engga akan ada apa-apa..." Pikir Yunia. "Lagi pula ... kalau pun aku pulang cepat, engga ada yang akan menungguku di rumah..." Yunia mulai mencari pembenaran.


Akhirnya, setelah menyempatkan menelpon Bik Sumi untuk memberi tahu kalau dia akan pulang terlambat, Yunia pergi mengikuti teman-temannya.


Tidak seperti biasanya, hari ini Rico sengaja membawa mobilnya ke sekolah. Rupanya dia sudah memperhitungkan, Kalau dia akan membonceng Yunia dan teman-temannya. Dia tahu, kalau pakai motor, dia tidak akan bisa pergi bersama Yunia. karena Yunia tidak akan pernah mau hanya berdua dengannya.


Seperti yang dikatakan Rico... acara itu hanya seperti acara kumpul-kumpul biasa. Teman-teman yang hadir pun sebagian besar masih memakai seragam sekolahnya. Membuat Yunia tidak merasa salah kostum karenanya.


Mereka menggelar acara di halaman belakang rumah Rico. Di dekat kolam ikan... Eh? Kolam ikan? Iya... kolam ikan. Di daerah itu, engga ada rumah yang punya kolam renang. Tapi kalau yang punya kolam ikan, banyak... dan kolam ikan di rumah Rico termasuk yang paling luas... 😅


Sementara teman-teman Rico berlagak memancing .... Ibu Rico dan anak buahnya (ART maksudnya) sudah menyiapkan ikan bakar, dibantu oleh teman-teman perempuan Rico.


Rico duduk bersama sahabat-sahabatnya yang laki-laki, walaupun matanya tetap saja sering mencuri pandang ke arah Yunia. Maunya dia duduk di sebelah Yunia, tapi malu sama ibu yang duduk sekelompok dengan anak-anak perempuan termasuk Yunia.


"Hei... say cheese!" Seru Nugraha sambil mengarahkan ponselnya. Rupanya dia menjadi petugas dokumentasi. Segera saja teman-temannya berpose. Ada yang sok cool, ada yang lebay, ada yang norak... Pokoknya bikin ibu geleng-geleng kepala deh.


Selesai makan, ibu meminta mereka semua berpose untuk foto bersama.


"Ini bakal jadi kenang-kenangan seumur hidup kalian...." Katanya. Tanpa diminta dua kali, mereka langsung ambil posisi. Yang ulang tahun otomatis berada di tengah. Yunia yang semula berdiri di tepi, di dorong-dorong oleh sahabat Rico dan Yunia sendiri untuk berdiri di samping Rico. Rupanya untuk hal ini mereka semua sudah berkomplot untuk menjodohkan Yunia dan Rico. Rico cuma cengengesan seneng saat mendapati Yunia berdiri disampingnya.


"Satu.... dua... ti...."


Cekrek!

__ADS_1


BYUUUUR!


Hanya dalam hitungan detik, tubuh Rico sudah berpindah ke kolam ikan.


Rico memaki-maki kesal sambil berdiri dan berjalan menepi. Dia pikir setelah sampai selesai acara makan-makan tadi, dirinya akan selamat dari inisiasi khas ulang tahun... Tapi nyatanya tidak... teman-temannya menunggu sampai dirinya lengah.


"Kurang ajar ya... Awas kalian... " Ancam Rico sambil segera mencari teman terdekat untuk bisa dia lempar ke kolam untuk membalas dendam. Tanpa disuruh semuanya menyingkirkan menjauh sambil tertawa terbahak-bahak. Akhirnya terjadi kejar-kejaran... satu persatu teman yang berhasil Rico raih dia lempar ke kolam. Sekarang bertambah lagi orang yang memaki-maki.


Mendadak mata Rico menangkap sosok Yunia di depannya.


"Please... please... jangan aku, Rik..." Pinta Yunia sambil menangkupkan telapak tangan di depan wajahnya, tapi dengan ekspresi menahan tawa, membuat Rico tambah gemes. Rico cepat menangkap tangan Yunia. Maunya Rico melempar Yunia juga, tapi ternyata dia engga tega kalau Yunia nanti berbasah-basahan. Beberapa detik dia ragu... Cuma beberapa detik... tapi ....


BYURRR!


Rico kembali terlempar ke kolam.... bersama Yunia di sampingnya.


Rico engga tahu siapa yang sudah melempar mereka. Tercabik antara kekesalan dan kebahagiaan, Rico segera bangkit dan membantu Yunia untuk berdiri.


Kolam ikan itu tidak dalam hanya sebatas pinggul tingginya, tapi karena dilempar mendadak, tetap saja membuat Yunia gelagapan. Yunia terbatuk-batuk.


"Kamu engga apa-apa?" Tanya Rico penuh perhatian sambil merapikan rambut Yunia yang menjuarai ke wajahnya. Sambil masih terbatuk-batuk Yunia menggeleng.


SUIT ...SUIT...!


Terdengar olok-olok dari tepi kolam.


Yunia menoleh ke arah teman-teman yang berdiri di tepi memperhatikan mereka berdua. Menyadari sesuatu, Yunia lalu menoleh ke arah Rico. Dilihatnya wajah Rico seperti bercahaya saking gembiranya. Wow... Alarm dalam hatinya berdering... There's something gone wrong in here...


"Hei...! Kalian, cepat mentas! Mabok ikan-ikan itu nanti...!" Omel ibu dari tepi kolam sambil mengangkat roknya sampai ke lutut siap menyeret anaknya.

__ADS_1


.🎉🎉🎉


__ADS_2