Andai Cinta Bisa Memilih

Andai Cinta Bisa Memilih
Cerita Bayu


__ADS_3

"Mas Bayu..." Panggil Yunia agak ragu. Bayu yang sedang menyalakan rokoknya melirik Yunia sesaat. Setelah menghisap rokok itu beberapa kali, dan memastikan kalau rokok sudah menyala dengan benar, baru dia memandang Yunia.


"Apa?" Tanyanya sambil menghembuskan asap rokok berbentuk lingkaran. Yunia ingat, dulu, saat bapak belum berhenti merokok, bapak juga sering membuat asap berbentuk lingkaran seperti itu... Yunia biasanya dengan senang hati akan menyelipkan jari telunjuknya di tengah lingkaran, lalu membuat gerakan acak, hingga asap itu hilang, larut dalam udara. Nah, kan... saat bapak sudah tidak ada, hal sepele seperti itu saja bisa langsung mengingatkan Yunia pada bapak...


Hugh ... Yunia membuang nafas kasar, sekedar ingin melegakan dadanya yang terasa sesak.


"Yun!" Giliran Bayu sekarang yang manggil Yunia, saat Yunia tidak merespon pertanyaannya.


"Eh?!... Eng... Itu... Sekarang siapa yang menjaga Sabina?" Tanya Yunia terkejut.


"Ada pengasuh Sabina... tapi Ratna menginap di rumah selama kami tinggal..." Jawab Bayu.


"Mas Bayu masih pacaran sama mbak Ratna?" Tanya Yunia lagi saat mendengar nama Ratna. Bayu mengangguk.


Ya, Yunia tahu. Ratna pacar Bayu, mereka sudah lama pacaran, Yunia sendiri sempat beberapa kali berbicara lewat telepon dengan Ratna, saat Bayu kebetulan menelpon bapak. Tapi mereka belum pernah bertemu muka.


"Pacaran kok lama banget, mas... kapan mau nikah?" Tanya Yunia dengan gaya meledek.


"Ya... Karena sudah melihat mas Wisnu sama kamu, mungkin aku akan segera melamarnya..." Jawab Bayu.


"Jadi selama ini, Mas Bayu nunggu mas Wisnu nikah duluan?" Tanya Yunia lagi.


"Sebenarnya, iya... engga enaklah... masa yang muda nikah duluan... "


"Lah?! Terus... kalau mas Wisnu engga nikah-nikah... mas Bayu juga bakal tetap nunggu?" Bayu meringis mendengar pertanyaan Yunia.


"Sebenarnya, beberapa bulan belakangan ini sempat bikin stres aku soal ini...." Jawab Bayu membuat kening Yunia berkerut.


"Maksudnya?"


"Iya.... selama ini kan aku nunggu mas Wisnu jalan duluan ke pelaminan, rencananya kalau mas Wisnu sudah mentas*.... aku bakal langsung ngikutin dengan Ratna... eh tiba-tiba muncul kasus Sabina...." Kata Bayu setengah curhat.


"Bukannya bagus, ada kasus Sabina, bikin mas Wisnu punya alasan untuk segera menikah...?" Sahut Yunia.


"Iya, kalau seperti itu.... Ini malah kebalikannya...." Bayu mulai menjelaskan.


".... Setelah muncul kasus Sabina, mas Wisnu malah jadi enggan untuk menikah. Dia khawatir, kalau perempuan yang dia nikahin nanti engga bakal terima Sabina..." Bayu berhenti sejenak untuk menghisap rokoknya.

__ADS_1


"Rasa bersalah dan rasa sayangnya mas Wisnu pada Sabina, membuatnya memutuskan tidak akan menikah selamanya..." Lanjut Bayu.


"Sampai seperti itu?" Tanya Yunia hampir tidak percaya.


"Iya... makanya aku jadi agak stress kalo mikir soal itu..."


"Gitu aja sampai stress..." Cela Yunia meledek.


"Ya, gemana engga stress... Keluarga Ratna sudah minta aku untuk segera meresmikan hubungan kami... karena ternyata, adiknya Ratna mempunyai kasus serupa denganku...." Bayu kembali menghisap rokoknya.


"....Adiknya Ratna engga bisa nikah sebelum Ratna menikah... Aku engga bisa menikahi Ratna, karena kakakku juga belum menikah... kan, seperti lingkaran setan jadinya..." Keluh Bayu.


"... Tapi untunglah, ayah berinisiatif menjodohkan kalian..."


"Untungnya dimana?!" Cetus Yunia engga paham.


"Ya untunglah... kamu engga usah susah-susah cari suami..."


"Eh! Sembarangan!" Umpat Yunia sambil refleks memukul bahu Bayu. " ... Mas pikir aku engga laku apa?!" Serunya kesal.


"Ha ha ha... engga... engga... bukan seperti itu..." Elak Bayu sambil mengelus-elus bahu yang tadi dipukul Yunia. Pukulan refleks itu lumayan sakit juga rasanya....


"Maksudnya....Dengan pernikahan kalian... Sabina punya ibu ... mas Wisnu punya istri... kamu punya pelindung, seperti yang diinginkan oleh bapak.... Lalu aku, bisa menikahi Ratna.... Win win solution, kan?" Akhirnya Bayu menjelaskan. Yunia hanya mencebik mendengar jawaban Bayu.


"Emang, kalian yakin. Aku bisa jadi ibu yang baik untuk Sabina?" Tanya Yunia kemudian, setelah keduanya terdiam beberapa saat.


"Kamu itu anaknya ibu.... Kami percaya sifat welas asih ibu menurun padamu...." Sahut Bayu sambil menepuk punggung Yunia pelan. Dalam benaknya, tergambar lagi sosok ibu yang telah merawat dia dan kakaknya bertahun-tahun, saat ibu kandungnya sendiri sedang berjibaku mengais rezeki di negara orang.


Yunia tertunduk.... Dia sendiri tidak mempunyai banyak kenangan tentang ibunya. Ibu meninggal dunia saat ia masih kelas tiga SD.


"Sudah... jangan sedih.... " Ucap Bayu, saat melihat wajah Yunia kembali berkabut. Yunia mendongakkan kepalanya kembali menghadap Bayu, tapi kemudian sudut matanya menangkap sosok lain yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Mau pulang jam berapa?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Wisnu, pada adiknya. Wisnu mendekat lalu duduk di samping Bayu.


"Kereta berangkat jam 4 sore ini..." Jawab Bayu. sambil mematikan batang rokoknya yang sudah pendek ke dalam asbak.


"Oh, jadinya naik kereta...." Ujar Wisnu. Setahu dia, semalam Bayu mencari tiket pesawat.

__ADS_1


"Iya, engga dapet tiket pesawat.. Ini aja kereta, karena kebetulan ada yang cancel...." Sahut Bayu. Wisnu mengangguk paham, weekend begini, memang susah dapet tiket mendadak. Dia lalu menoleh ke arah Yunia...


"...Mau ikut nganterin?" Tanyanya.


"Eh? Aku...?" Yunia kaget, saat tiba-tiba ditanya Wisnu. Yunia tidak menyangka kalau perhatian Wisnu mendadak beralih padanya.


"Ya, kamulah... Yun. Masa Bayu...." Yang menjawab malah suara wanita. Bu Winoto. Wanita itu melangkah mendekat lalu ikut duduk di samping Yunia.


"Yun... Ibu minta maaf ya... Ibu harus pulang duluan..." Ujar Bu Winoto sambil menyentuh pundak Yunia. Sekilas beliau merapikan letak jatuhnya rambut Yunia yang panjang sepunggung.


"Oh, iya Bu.... Mas Bayu tadi sudah cerita. Terima kasih banyak, ibu sudah ada di sini menemani Yun...." Sahut Yunia.


"Sayang, jangan bicara seperti itu... Dari dulu kita ini terikat hubungan keluarga ..... sekarang apalagi, kamu sudah jadi mantu ibu..."Ujar Bu Winoto sambil membelai bahu Yunia penuh sayang. Yunia mengangguk, menanggapi ucapan Bu Winoto dan langsung menunduk. Kata "mantu" yang diucapkan Bu Winoto tadi memberi efek jengah padanya, sehingga dia menundukkan wajahnya yang mendadak terasa panas.


"Seandainya bisa, ibu ingin langsung membawamu pulang bersama ibu ... tapi ibu tahu, ada banyak urusan yang harus kalian selesaikan di sini... "Ujar ibu sambil memandang Wisnu penuh arti. Wisnu mengangguk paham. Selain urusan hati yang belum sinkron... masih ada urusan legalitas yang masih menunggu diselesaikan.


"Aku sudah meminta Pak Teguh untuk membantu menyelesaikan urusan legalitas pernikahan kami, juga tentang kematian bapak..." Ujar Wisnu memberi tahu. Ibu mengangguk setuju. Pak Teguh adalah seorang lawyer handal yang biasa mengurus segala macam urusan legalitas di perusahaan mereka.


"Lakukanlah apa yang musti kamu lakukan... Jangan lupa berkoodinasi dengan paman dan bibi... jangan sampai kamu dianggap ngelunjak dan lancang hanya karena salah paham.... Ingat! Sekarang paman dan bibi adalah wali dari Yunia..." Nasehat ibu pada Wisnu. Sekali lagi Wisnu mengangguk paham.


"Wah... udah sore ini... ibu mau siap-siap dulu..." Kata ibu lagi. "Bayu, kamu jadi mau cari oleh-oleh dulu?" Tanya ibu pada Bayu.


"Iya, Bu. Buat upah baby sitter dadakan di rumah..." Jawab Bayu.


"Sekalian cari barang sogokan buat camer..." Celetuk Yunia pelan tapi bisa didengar oleh mereka yang duduk di sana.


"Pinter kamu..." Komentar Bayu. Yunia tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Sudah... sudah... ayo yang mau ikut ke setasiun segera bersiap..." Potong Ibu melerai candaan mereka, karena waktu keberangkatan semakin dekat.


_________________________


mentas \= lepas dari tanggungan keluarga.


💌 Buat kakak-kakak semua, terima kasih untuk dukungannya selama ini... Penulis sadar kalau karya ini masih sangat jauh dari sempurna, tapi kakak-kakak masih mau meluangkan waktunya untuk membaca cerita yang remeh ini... Terima kasih yang banyaaaak sekali untuk kakak... 🙏😇


.

__ADS_1


__ADS_2