Andai Cinta Bisa Memilih

Andai Cinta Bisa Memilih
Ngapel...


__ADS_3

Hari sudah masuk Maghrib... Yunia sudah mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur serupa kaos dan celana panjang. Rasanya baru sekarang dia begitu merasa santai, setelah seminggu penuh dia disibukkan dengan berbagai macam acara persiapan sampai pelaksanaan acara tahlilan untuk bapak.


Seharian tadi, setelah menyelesaikan acara beres-beres rumah, Yunia melanjutkan pekerjaannya untuk menyiapkan segala sesuatunya selama tinggal di rumah Wisnu nanti, untuk menyelesaikan tugas PKL dari sekolahnya. Berhubung tempat PKL nya itu juga merupakan bakal rumah Yunia yang selanjutnya, jadi jatuhnya seperti mau pindahan... Semua kebutuhannya sehari-hari langsung masuk koper. Itu saja, sampai Yunia sekarang duduk di kursi sambil nonton TV, dia masih mengingat-ingat.... apa kira-kira yang ketinggalan ya?


Tiba-tiba terdengar suara lagu Attention-nya Charlie Puth. Yunia celingukan mencari ponselnya. Saking seriusnya bekerja, sampai-sampai dia tidak begitu memperhatikan ponselnya, dia agak lupa, dimana dia tadi menaruh ponselnya. Ah, ternyata ponsel itu tergeletak di kursi, tertutup oleh bantalan kursi. Saat dia ambil ponsel itu, tanda panggilan terhenti. Yunia lalu memeriksa, siapa yang barusan menelponnya.


"Mas Wisnu?" Gumam Yunia heran. Setahu dia Wisnu tadi sore keluar, katanya mau ke rumah temannya. Lalu kenapa sekarang dia nelpon? Karena penasaran Yunia menelpon balik Wisnu.


'Hallo..." Sapa Yunia saat terdengar sahutan Wisnu.


"Tunggu aku di rumah bibi..." Kata Wisnu langsung tanpa prolog apapun. Setelah itu dia langsung mematikan sambungan telepon. Yunia memandang ponsel ditangannya dengan kening berkerut.


"Di rumah bibi? Ngapain musti nunggu dia di sana?" Tanyanya dalam hati. Tapi daripada mencari masalah, akhirnya Yunia memutuskan untuk memenuhi perintah Wisnu.


"Bu... Yunia mau ke rumah bibi, dulu...!" Pamit Yunia setengah berseru pada ibu yang berada di dalam kamar.


"Mau ngapain ke rumah, bibi?" Tanya ibu sambil melongokkan badannya memandang Yunia.


"Disuruh mas Wisnu, enggak tahu mau apa..." Ujar Yunia. Setelah itu dia bergegas pergi menuju rumah bibinya itu diikuti pandangan heran dari ibu.


Karena dekat, Yunia berjalan kaki ke rumah Bik Sumi.


"Assalamualaikum..." Salam Yunia dan tanpa menunggu jawaban, dia langsung masuk ke dalam rumah.


"Waalaikum salam..." Sahut orang yang ada di dalam. Diruang tamu, Yunia melihat Anto, sepupunya, sedang duduk di kursi sambil bermain ponsel. Yunia celingukan mencari Wisnu.


"Nyariin apa, mbak?" Tanya Anto saat melihat Yunia celingukan.


"Mas Wisnu di sini...?" Tanya Yunia langsung.


"Enggak. Ada perlu apa mas Wisnu ke sini?" Anto bertanya lagi.


"Enggak tau. Tadi aku disuruh kesini sama mas Wisnu.... Ya, udah. Mungkin masih di jalan...' Sahut Yunia. Anto cuma angkat bahu menanggapinya. "Ulfa sama Rara dimana?" Tanya Yunia kemudian.


"Di kamarnya kali..." Jawab Anto. Mendengar itu Yunia langsung melangkah menuju kamar Ulfa dan Rara. Yunia memutuskan untuk menunggu Wisnu di kamar sepupunya itu saja sambil ngobrol-ngobrol dengan mereka.


Hampir sepuluh menit, Yunia di sana, bibi melongok ke dalam kamar.


"Kamu di sini, Yun..." Katanya.


"Iya Bik..." Sahut Yunia. Yunia akan melanjutkan ucapannya, saat suara Charlie Puth kembali terdengar. Dari Wisnu lagi. Yunia segera mengangkat telponnya.


"Halo. Assalamualaikum." Salam Yunia.

__ADS_1


"Waalaikum salam... kamu sudah di rumah bibi?" Tanya Wisnu.


"He em."


"Ya udah, tunggu aku di sana..." Perintah Wisnu.


"Iya...."


"Eh, Yunia mau roti bakar atau martabak?" Tawar Wisnu. Seketika wajah Yunia berseri... Wisnu mau membawakannya oleh-oleh! 😍


"Hei, kalian mau roti bakar atau martabak?" Tanya Yunia pada sepupunya yang sejak tadi menyimak percakapan mereka.


"Roti bakar!"


"Martabak!"


Sahut Rara dan Ulfa hampir bersamaan. Yunia melongo menatap mereka. Kok enggak kompak sih?


"Jadi maunya martabak atau roti bakar?" Tanya Yunia sekali lagi. Kali ini keduanya malah saling pandang menebak keinginan masing-masing.


"Halah.... kelamaan... Mas, terserah mas aja deh. Roti bakar mau, martabak juga oke..." Putus Yunia akhirnya. Wisnu yang mendengar percakapan mereka tadi jadi tertawa karenanya.


"Okelah... tunggu ya..." Jawab Wisnu akhirnya, Lalu sambungan telepon pun terputus.


"Mas Wisnu mau kesini?" Tanya Ulfa setelah Yunia terlihat meletakkan ponselnya di atas kasur.


"Iya... Mas Wisnu mau ke sini... Enggak tau Ra, Mas Wisnu mau bawa apa, mungkin roti bakar, mungkin juga martabak..." Jawab Yunia


"Mungkin aja dua-duanya..." Tebak Rara lagi. Yunia tertawa mendengar ucapan sepupunya yang masih kelas empat SD itu. Ulfa juga.


"Ngarep tuh." Kata Ulfa.


"Biarin..." Sahut Rara sambil mencibir ke arah kakaknya.


"Mbak Yun ... Mbak Yun jadi mau ikut mas Wisnu ke kota B?" Tanya Ulfa mengalihkan pembicaraan. Ulfa itu sudah kelas 2 SMP, jadi dia sudah mulai tanggap dengan situasi keluarganya.


"Iya, Ul... Mbak Yun kan sekalian mau PKL di sana..." Jawab Yunia.


"Wah... nanti enggak ada yang nemenin Ul ngerjain PR dong... " Ujar Ulfa setengah merengut.


"Kan ada mas Anto..."


"Ah, mas Anto kalo ngajarin suka sambil marah-marah..." Adu Ulfa. Yunia tertawa. Memang begitulah karakter sepupunya Anto. Sebenarnya dia enggak marah-marah, cuma suaranya yang tegas membuat kesan seakan sedang marah-marah.

__ADS_1


Beberapa saat lamanya mereka ngobrol, sampai akhirnya, Rara yang tadi keluar kamar kembali dan memberi tahu Yunia, kalau Wisnu sudah menunggunya di depan.


"Oh, iya... makasih Ra..." Kata Yunia. Lalu dia bangkit dan melangkah ke luar kamar.


Di depan kamar, Yunia melihat semua anggota keluarga bibi, kecuali Ulfa dan pamannya sedang duduk di meja makan mengerubungi sesuatu...


"Apa itu?" Tanya Yunia mendekat dan menengok apa yang sedang dirubung orang-orang itu.


"Roti bakar... ini punya Rara..." Jawab Rara sambil mencomot sepotong roti, seakan takut Yunia akan merebutnya.


"Oalah Ra.... Enggak-enggak... mbak Yun enggak akan minta..." Ujar Yunia sambil tertawa.


"Mbak Yun... ditunggu mas Wisnu di depan tuh..." Ujar Anto seakan mengingatkan. Yunia mengangguk mengerti dan melangkah meninggalkan mereka.


Di ruang tamu, Yunia tidak melihat siapapun. "Di mana mas Wisnu?" Tanyanya dalam hati. Yunia lalu melangkah ke serambi. Dari ambang pintu, Yunia melihat Wisnu sedang duduk di tembok pembatas serambi. "Kok enggak masuk, sih?" Pikir Yunia.


"Mas..." Panggil Yunia.


Wisnu yang melihat Yunia di ambang pintu segera berdiri dan menghampiri.


"Hai..." Sapanya. Lalu ia mengecup pipi Yunia kanan kiri sepintas. Saat itulah Yunia bisa mencium harum tubuh Wisnu.


"Mas... Mas Wisnu kok seperti baru selesai mandi sih?" Tanya Yunia heran sambil memperhatikan pakaian Wisnu. Seingatnya, itu bukan pakaian yang tadi Wisnu pakai saat keluar rumah sore tadi.


"Ya iyalah mandi... masa mau ngapel enggak mandi..." Jawab Wisnu, membuat kening Yunia berkerut.


"Bentar... Mas Wisnu, mandi? Emang mas Wisnu ini udah pulang?" Tanya Yunia enggak paham.


"Ya kalau enggak mandi di rumah mau mandi di mana?" Sahut Wisnu tambah enggak jelas. Yunia tambah bingung, tapi Wisnu malah cengar-cengir senang melihat istrinya bingung.


"Maksudnya, gemana sih...?"


"Ya, tadi mas udah pulang..." Kata Wisnu akhirnya menjelaskan. "Terus mandi... terus kesini..."


"Ke sini mau apa?" Tanya Yunia. Maksudnya dia bertanya, untuk apa Wisnu menyuruhnya ke rumah bibi...


"Ya mau apel-lah..." Jawab Wisnu membuat Yunia melongo.


"Maksudnya, mas Wisnu mau ngapelin ... Yun?" Tanya Yunia ragu dengan tebakannya. Tapi Wisnu mengangguk mantap.


"Sekarang, boleh mas masuk?" Tanya Wisnu.


"Boleh... sebaiknya kalau mau pacaran di dalam rumah aja, biar enggak jadi tontonan, tetangga..." Terdengar suara bibi menjawab pertanyaan Wisnu. Rupanya bibi sudah berdiri di belakang Yunia dan secara tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Wisnu mengangguk hormat seperti seorang lelaki yang sedang berusaha menarik hati calon mertuanya. Sementara Yunia hanya bisa menutup mulutnya, berusaha menahan tawa yang hampir meledak...

__ADS_1


Akhirnya, ada juga lelaki yang datang padanya dimalam Minggu untuk ngapel! 😂😂😂


🍃 🍃 💗 💗 💗 🍃 🍃


__ADS_2