
"Selamat pagi....!" Seru Yunia begitu masuk ke area restoran pagi itu. Orang-orang yang ada di area restoran segera menoleh kearahnya.
"Pagi...!"
Sahut mereka hampir bersamaan.
Muach! Muach! Yunia dan beberapa teman perempuannya ber cipika-cipiki, seakan mereka tidak bertemu sudah berbulan-bulan lamanya.
"Kapan balik?" Tanya Yuli, salah seorang waitress. Para waiter dan waitress itu sedang mengelap meja tamu dan mengganti taplak nya.
"Kemarin sore..." Jawab Yunia sambil ikutan mengelap meja.
"Oleh-oleh nya mana?" Tanya Ipul, waiter yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Tuh ..." Sahut Yunia sambil menunjuk ke arah keresek yang barusan dia taruh di kursi tamu yang mejanya sedang dia lap. "Meja ini dipasangi taplak yang itu juga?" Tanyanya.
"Iya..." Jawab Pedra sang kapten dari team FB (FB di sini bukan singkatan dari Facebook ya... tapi singkatan dari Food and Bar.)😅 sambil mendekat dan membuka bungkusan keresek yang ditunjuk Yunia. Teman-teman yang lain mendekat dan ikutan melongok ke dalam keresek. Yunia membawakan beberapa bungkus keripik tempe sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya.
Setelah mendengar jawaban Pedra, Yunia lalu mengambil selembar taplak meja berwarna krem dan membentangnya di atas sebuah meja yang sudah dia bersihkan tadi. Sementara para crew FB menghentikan kegiatannya sebentar untuk menikmati keripik tempe yang dibawa Yunia.
"Enak, Yun..." Celetuk mereka.
"Iyalah... tinggal makan aja mau ngomong enggak enak..." Balas Yunia sambil tertawa, dibalas tawa juga oleh teman-temannya.
Sementara sebagian temannya makan keripik, Yunia mengikuti contoh dari sebagian teman lainnya yang masih menata meja. Selesai memasang taplak meja, Yunia memasang vas bunga yang telah di isi oleh bunga-bunga baru yang masih segar.
"Hei... cepat dirangkai balonnya...!" Seru seseorang menarik perhatian Yunia dari bunga-bunga itu.
Rupanya, tak jauh dari mereka, ada beberapa waiter yang sedang meniup balon menggunakan pompa tangan. Salah seorang dari mereka malah asyik bermain sepak balon, membuat teman lainnya protes kesal. Teman yang ditegur cengengesan sambil memungut balon yang terbang jauh karena tendangannya tadi.
"Untung enggak pecah..." Gerutu teman lainnya.
"Ada acara hari ini?" Tanya Yunia saat memperhatikan ada sesuatu yang istimewa dari dekorasi ruangan restoran pagi ini.
"Iya... ada acara ulang tahun..." Jawab Yuli.
"Kamu tahu siapa yang ulang tahun?" Tanya Ester tiba-tiba dari arah belakang Yunia. Yunia menoleh kearahnya segera. Terlihat senyum aneh diwajahnya. Ester berdiri di samping Yuli, keduanya menunjukkan cengiran yang mencurigakan dimata Yunia.
"Emang siapa?" Tanya Yunia penasaran.
"Adelia..." Jawab Ester dan Yuli hampir bersamaan.
__ADS_1
"Adelia? Adelia siapa?" Tanya Yunia lagi. Dia sama sekali enggak kenal orang yang bernama Adelia itu.
"Adelia... penyanyi cilik itu..." Kata Ester memberi tahu. Tapi Yunia masih juga enggak kenal. Ya, dia bukan salah seorang penggemar lagu anak-anak kan?
"Oh..." Cuma itu saja komentarnya. Tapi saat memperhatikan raut wajah teman-temannya yang masih saja cengengesan, Yunia merasa bukan Adelia yang membuat teman-temannya bersemangat menyelenggarakan acara ulang tahun ini. Walaupun seorang Adelia bisa dibilang seorang selebritis... tapi Yunia yakin Adelia tidak akan membuat teman-temannya se-semangat itu menyambutnya.
"Apa?" Tanyanya
Nah, kan... ditanya seperti itu cengiran di wajah temannya itu terlihat semakin lebar. Seakan senang sudah bisa membuatnya penasaran.
"Kamu tahu siapa Adelia?" Tanya Yuli.
"Ya, dia penyanyi cilik itu kan?" Sahut Yunia meniru keterangan dari Ester tadi.
"Ish...! Dasar enggak gaul..." Gerutu Ester. Yunia menatap Yuli dan Ester bingung. Yang ditatap balik menatap dengan pandangan kesal bercampur kecewa. Umpannya untuk membuat Yunia penasaran atau gegap gempita karena senang tidak berhasil. Yunia malah dingin-dingin saja menerima berita tentang sosok Adelia itu.
"Tadi kamu bilang Adelia itu penyanyi cilik..." Ujar Yunia masih enggak paham.
"Kamu beneran enggak tahu siapa Adelia...?" Tanya Ester gemas.
"Ya, tadi kamu bilang dia itu...."
"... penyanyi cilik..." Jawaban Yunia langsung disambung oleh Yuli dan Ester kesal.
"Nih, dengerin... Adelia itu..." ujar Yuli
"Si penyanyi cilik itu..." Timpal Ester.
"... adalah keponakan dari Bastian..." Ucap mereka berdua berbarengan dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat antusias. Berlainan dengan Yunia.
"Oh..." Cuma itu komentar Yunia.
Yuli dan Ester seketika menjadi senewen melihat respon Yunia. Harapan mereka untuk membuat Yunia heboh sampai berjingkrak-jingkrak saat mendengar berita itu pupus sudah.
Buat Yunia sendiri, mendengar berita Adelia adalah keponakan Bastian seperti mendengar pertanyaan kalau gula itu manis. Itu kan cuma berita biasa? Kenapa musti heboh?!
"Yunia...!" Seru Yuli kesal. "Bastian Yunia... Bastian..." Ujarnya menekankan kata kunci kebahagiaannya.
"So...?" Ucap Yunia masih sok blo'on.
"Tau ah..." Sahut Ester sebel. Dia lalu balik lagi ke markasnya di meja kasir.
__ADS_1
Seketika Yunia tertawa geli. Dia menyusul Ester ke meja kasir.
"Duh... duh ... ada yang ngambek..." Goda Yunia. Ester masih tetap pasang muka sebel lengkap dengan bibir manyun nya... "Mbak-mbak... ngambek mbak?" Kata Yunia masih sambil cengengesan.
"Siapa yang ngambek?" Tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang Yunia. Seketika wajah bad mood Ester menghilang berganti dengan senyum manis. Yunia menoleh. Rupanya Wisnu yang sudah berdiri dibelakangnya. "Aku kok enggak dengar suara langkahnya, ya?" Pikir Yunia.
"Enggak kok pak..." Elak Ester.
"Kamu kok masih di sini?" Tanya Wisnu beralih ke Yunia.
"Itu... barusan bantuin anak-anak menata meja..." Jawab Yunia.
"Oh... ya udah ayo ke atas..." Ajak Wisnu. Yunia mengangguk.
Mereka baru saja berjalan beberapa langkah saat pak Yoga, chef restoran mereka mendekat.
"Selamat pagi, pak..." Sapa pak Yoga.
"Pagi..." Sahut Wisnu. Mereka saling berjabat tangan.
"Bagaimana, pak. Jadi test menu hari ini?" Tanya pak Yoga.
"Bisa saja sih... memangnya enggak sibuk, pak? Bukan nya hari ini ada event?" Wisnu balik bertanya.
"Enggak, pak. Anak-anak sudah prepare kok untuk menu hari ini." Jawab Pak Yoga.
Chef Yoga dan Wisnu masih terus saja ngobrol. karena merasa enggak enak kalau harus berdiri terus di samping Wisnu tanpa melakukan apa-apa, akhirnya Yunia melangkah lebih dulu meninggalkan Wisnu menuju area office melalui area kitchen. Seperti biasa, kalau dia lewat di area kitchen, sapaan-sapaan "mesra" berhamburan menyapanya.
"Hai cantik..."
"Cintaku... akhirnya kamu muncul juga..."
"Sayang... kapan balik?"
Yunia cuma cengengesan menerima sapaan absurd itu.
"Yang... udah sarapan belum? Ih baru ditinggal beberapa hari aja udah kangen..." Ujar seorang crew kitchen, bertepatan dengan munculnya Wisnu dan chef Yoga di ambang pintu dapur
"Siapa kangen sama siapa?" Tanya Wisnu tiba-tiba membuat si crew kitchen kaget. Yunia juga pastinya. Yunia menoleh. Dilihatnya raut wajah Wisnu dengan tidak enak hati. Wisnu sendiri menatap tajam ke arah anak buahnya.
"Enggak kok, pak..." Ucap si crew kitchen berusaha mengelak. Dia berusaha mengundurkan diri sambil menundukkan kepalanya sungkan. Tapi sepertinya mood Wisnu mendadak buruk pagi ini. Rupanya secara tidak sengaja, telinganya mendengar sapaan-sapaan anak buahnya itu pada sang istri. dan tanpa bisa dicegah. hatinya menjadi kesal sekali karenanya..
__ADS_1
"Siapa elo, nyebut sayang-sayang... cinta-cinta... pada istriku..." Begitu omel Wisnu dalam hati.
...🌼 🌸 🌼...