Andai Cinta Bisa Memilih

Andai Cinta Bisa Memilih
Batal


__ADS_3

Wisnu selesai mandi dan sudah mengenakan pakaian santai untuk tidur. Biasanya dia akan langsung mapan di atas kasurnya. Nonton TV sambil tiduran ditemani oleh Yunia. Tapi sekarang, Yunia malah milih nonton di ruang keluarga, jadi Wisnu memutuskan untuk menyusulnya ke sana.


"Yun... " Panggil Wisnu sambil berjalan mendekat, saat melihat Yunia tiduran di sofa.


"Yun..." Panggil Wisnu lagi, karena tidak mendengar sahutan dari Yunia.


"Halah... tidur lagi.... katanya mau nonton film..." Gumam Wisnu saat menyadari, ternyata Yunia bukannya nonton film tapi malah tidur.


"Yun... Katanya mau nonton film .... " Ujar Wisnu sambil duduk di samping Yunia dan menepuk pipinya pelan. Yunia belum bergeming.


"Yun, kalau mau tidur di dalam aja..." Ucapnya lagi, sambil terus menepuk pipi Yunia.


"Eum..." Gumam Yunia antara sadar dan tidak.


"Eh, ayo pindah tidurnya..." Bujuk Wisnu. Yunia bergerak, tapi bukannya bangun untuk pindah, Yunia malah memperbaiki posisi, bergelung nyaman dengan posisi wajah menghadap kearah perut Wisnu.


"Lah... kok malah lanjut tidur lagi..." Ucap Wisnu setengah bingung setengah geli dengan polah Yunia. Karena gemas, akhirnya dia mencium Yunia. Di kening... di pelipis... di pipi... Yunia masih diam. Akhirnya Wisnu mencium bibir Yunia yang setengah terbuka dan terlihat begitu menggoda. Tadinya Yunia masih tetap diam, tapi saat kecupan beralih jadi *******, lama-lama jalan pernafasan Yunia terhambat, dia terbangun dengan gelagapan.


"Eummm mas..." Ucapnya sambil melepaskan diri dari ciuman Wisnu. Nafasnya agak tersengal. Yunia menatap bingung kearah Wisnu, yang ditatap malah terkekeh pelan melihat ekspresi wajah istrinya.


"Kenapa bangun...?" Sindir Wisnu sambil menyibakkan rambut Yunia yang menjura ke depan, menutupi sebagian kecil wajah imut Yunia.


"Mas nya sih...." Ujar Yunia dengan nada merengek manja. Wisnu mengira setelah berkata demikian, Yunia akan bangkit duduk dan melanjutkan nonton film, tapi ternyata, Yunia malah memejamkan matanya kembali, setelah memposisikan kepalanya senyaman mungkin di pangkuan Wisnu.


"Lah...?! Katanya mau nonton film..." Ujar Wisnu mengingatkan.


"Yunia ngantuk..." Gumam Yunia kurang jelas karena wajahnya terlalu rapat dengan perut Wisnu.


"Ya, kalau ngantuk ayo pindah ke dalam..." Ajak Wisnu. Mata Yunia kembali terbuka, tapi dia diam tak bicara. "Hei...!" Sentak Wisnu pelan karena Yunia cuma diam seperti bengong. Yunia meringis...


"Gendong..." Katanya manja.


"Ya... Memangnya kamu Sabina, minta gendong?" Goda Wisnu.

__ADS_1


"Enggak mau gendong ya udah... Yunia tidur di sini aja..." Sahut Yunia merajuk.


"Ya... jangan gitu dong... masa mas Wisnu tidur sendiri..." ujar Wisnu keberatan.


"Biarin..."


"Ya... kamu kok gitu sih, Yun..."


Tidak menjawab keberatan Wisnu, Yunia malah memposisikan tubuhnya kembali senyaman mungkin.


"Ya udah, ayo mas gendong. Tapi nanti diupahin ya..." Wisnu bernegosiasi disertai senyuman miringnya.


"Hem..." Gumam Yunia seperti asal jawab tanpa memikirkan apa yang diminta Wisnu sebenarnya, membuat Wisnu gemes jadinya. Sebenarnya istrinya itu sadar enggak sih dengan maksudnya?


"Ayo gendong..." Pintanya sambil merentangkan tangan. Wisnu membungkuk, Yunia lalu melingkarkan lengannya di leher Wisnu. Saat lengan Wisnu terulur kebagian belakang tubuh Yunia, otomatis wajah mereka sangat dekat. Wisnu menyempatkan untuk mencium bibir Yunia sebelum mengangkatnya ke pelukan.


"EHEM... EHEM...!"


Suara deheman yang sengaja di keraskan menginterupsi kegiatan mereka. Refleks keduanya menoleh ke arah asal suara. Di sana, di ambang pintu penghubung garasi, Ada Bayu yang sedang berdiri entah sejak kapan...


"Aku duluan, mas..." Katanya. Tanpa ba bi bu lagi. Dia langsung ngacir ke kamar meninggalkan Wisnu yang sedikit syok karena ditinggal begitu saja.


Bayu terbahak... Wisnu meringis sambil mengusap tengkuknya grogi.


"Tega kamu..." Umpat Wisnu kesal bercampur geli.


"Lah, mas sendiri... pacaran enggak lihat tempat..."


"Hei...! Setahu ku... ruangan ini tadi sepi, sebelum kamu datang tanpa permisi..." Bantah Wisnu.


"Iya, saking asyiknya pacaran, sampai suara mobilku lewat aja enggak kedengaran..." Tuduh Bayu tak mau kalah.


"Heleh....!" Gerutu Wisnu geli, malu bercampur dengan jengkel pada adiknya. Lalu dia ngeloyor pergi menyusul Yunia. Diikuti kekehan Bayu yang berjalan mengikutinya. Bukan mau ikut ke kamar Wisnu, tapi ke kamar Bayu sendiri, kan kamar mereka berdekatan, cuma terhalang oleh kamar Sabina aja ...

__ADS_1


Di kamar, Wisnu menemui Yunia sudah melanjutkan tidur, telungkup dengan menyembunyikan wajahnya dalam tumpukan bantal.


"Yun... katanya tadi minta gendong, kok malah ngeduluin sih..." Kata Wisnu sambil duduk di tepi kasur menghadap ke arah Yunia dan membelai punggungnya. Yunia tidak menjawab, tapi Wisnu merasakan tubuh Yunia bergetar. Mencurigai sesuatu, Wisnu meraih tumpukan bantal yang menutupi kepala Yunia. Bantal terakhir dicengkeram Yunia erat.


"Yun, kamu kenapa...?" Tanya Wisnu khawatir. Beberapa saat terjadi tarik-tarikan bantal. Dia agak memaksa untuk merebut bantal dari tangan Yunia. Dan Yunia kalah. Kini yang Wisnu lihat adalah wajah Yunia yang sudah berurai air mata.


"Hei... kamu kenapa nangis...?" Sekarang Wisnu terlihat bingung bercampur panik.


HUA....! Tangis Yunia.


Yunia bangkit dan melemparkan tubuhnya ke pelukan Wisnu. Wisnu yang tidak mengerti kenapa Yunia menangis membalas pelukan Yunia dan membelai punggungnya lembut.


"Udah... cup ... cup... jangan nangis terus, kasih tau dong, kenapa kamu nangis ? Memangnya mas salah apa?" Bujuk Wisnu.


Masih sambil terisak, Yunia melepaskan pelukannya. tapi tidak berani mengangkat wajah menatap Wisnu.


"Yunia malu.... sama mas Bayu...." Gumam Yunia pelan tapi masih bisa di dengar oleh Wisnu. Seketika Wisnu menggigit bibirnya sendiri berusaha menahan tawa yang hampir meledak.


"Tuh, kan... mas Wisnu sekarang ngetawain Yunia..." Ujar Yunia marah saat melihat ekspresi wajah Wisnu yang sedang menahan tawa itu.


"Enggak... mas Wisnu enggak ngetawain Yunia..." Ujar Wisnu segera.


"Enggak percaya...! Mas Wisnu jahat...!" Seru Yunia kesal lalu kembali ke posisi semula... menumpuk bantal di atas kepalanya.


"Yun... jangan gitu dong.... mas Wisnu enggak ketawa kok... " Bujuk Wisnu.


"Mas Wisnu jahat...!" Seru Yunia kesal setengah berteriak. Untung kepalanya ditutup bantal, kalau enggak pasti bisa bikin orang serumah bangun mendengarnya. Wisnu sampai kaget mendengarnya. Selama ini, belum pernah Wisnu melihat Yunia marah seperti ini. Ya, kecuali saat Yunia masih kecil dulu pastinya...


"Ya... Yun... mas enggak ngetawain Yunia kok, sungguh..... Tapi kalau menurut Yunia begitu, mas minta maaf ya..." Bujuk Wisnu lagi. Tangannya terulur untuk mengambil bantal dari kepala Yunia. Tapi Yunia menepisnya, membuat Wisnu urung untuk mengambil bantal itu.


"Yun... jangan marah dong... mas minta maaf ya..."


Yunia masih tak bergeming. Dia tetap dalam posisinya. Akhirnya Wisnu bangkit berdiri. Dia bermaksud memberi Yunia waktu untuk berdamai dengan rasa malunya sendiri. Dalam hati Wisnu memaki adiknya... gara-gara Bayu dia batal tidur dalam pelukan istrinya.... 😟

__ADS_1


🍃 🍃 🍃


__ADS_2