Andai Cinta Bisa Memilih

Andai Cinta Bisa Memilih
Tunik dan lagu koplo


__ADS_3

Sudah mau Maghrib, saat Yunia sampai di rumah. Biasa, Rico sengaja mengantarnya terakhir karena ingin lebih lama berada di dekat Yunia.


"Makasih ya, Ric..." Kata Yunia sebelum turun dari mobil Rico.


"Sama-sama, Yun... Eh, nanti selametan bapak itu hari Kamis malam Jumat, atau hari Jumat malam Sabtu?" Tanya Rico memastikan.


"Hari Jumat, malam Sabtu... Kenapa? Kamu mau datang?" Yunia menjawab sekaligus bertanya.


"Boleh enggak?" Rico balik bertanya.


"Ya, bolehlah... Datang aja... " Jawab Yunia. Sambil membuka pintu mobil dan bergerak turun.


"Aku engga mampir ya, udah sore..." Kata Rico.


"Iya. Engga apa-apa... "


"Yun... Ini punya kamu?" Kata Rico menyela ucapan Yunia sambil memberikan satu kantong kertas berlogo merek sebuah toko pakaian yang tadi mereka lewati saat jalan-jalan ke mall. Kening Yunia berkerut. Rasanya dia tadi engga bawa kantong apa-apa.


"Bukan, Ric. Aku engga bawa apa-apa kok...." Kata Yunia menyanggah.


"Pasti punya kamu lah... Cuma kamu yang dari tadi duduk di sini..." Rico bersikeras. Ya, memang sejak pergi dari sekolah tadi Yunia dipersilahkan (kalau enggak bisa disebut setengah dipaksa) duduk di depan, di samping Rico yang pegang kemudi.


"Nih!" Kata Rico lagi, saat Yunia ragu untuk menerima.


Perlahan tangan Yunia terulur untuk menerima tas itu.


"Dah, aku pulang dulu ya.. salam buat bibi. Assalamualaikum..." Ujar Rico cepat setelah Yunia memegang tas itu. Melihat Rico sudah menstater mesin mobilnya, Yunia pun menepi, urung untuk melihat isi tas yang dia terima. Rico melambai dan tersenyum sebelum melajukan mobilnya.


"Waalaikum salam..." Jawab Yunia hampir bergumam melihat Rico yang sudah menjauh.


Yunia melangkahkan masuk ke halaman rumahnya. Terlihat pintu rumah tidak tertutup rapat. Dia langsung menduga, kalau bibi saat ini ada di dalam rumah.


"Assalamualaikum..." Salam Yunia sambil membuka pintu lebih lebar dan melangkah masuk.


"Waalaikum salam..." Terdengar suara Bik Sumi dari arah belakang. Yunia segera menyusulnya ke sana.


"Sedang apa, Bik?" Tanya Yunia saat menemukan Bik Sumi di depan pintu kamar mandi. Dia lalu menyalami dan mencium punggung tangan kanan Bik Sumi.


"Habis mandi... Itu, baru selesai bersih-bersih. Besok bakal banyak orang yang mulai mbiodo (\=membantu persiapan hajat) ... malu kalau rumahnya kotor..." Kata Bik Sumi. Yunia menggigit bibirnya sambil menatap ke sekitar. Berkat tangan rajin bibinya itu, rumah yang dia tinggali tetap terawat dengan baik.


"Pulangnya kok sore, Yun?" Tanya Bik Sumi.


"Iya, tadi temen-temen ngajak main ke mall." Jawab Yunia. "Tadi Yun udah minta izin, kan?" Lanjut Yunia sambil berjalan ke kamarnya. Dia hendak menaruh tas-nya dan bersiap untuk mandi.


"Iya, tapi bibi kira engga sampai sore... Ditunggu biar bisa bantuin bersih-bersih kok enggak pulang-pulang.... Sampai bersih-bersih nya selesai malah..." Ujar Bik Sumi sedikit mengomel. Yunia cuma meringis menanggapinya. Dia tahu, bibi tidak marah. Beliau cuma sedikit kecewa.


"Yunia minta maaf ya, Bik.... Kan seminggu lagi udah masa PKL... kami enggak bakal bisa ketemuan sampai lama... makanya, tadi kita bikin acara ...." Ujar Yunia memohon pengertian bibinya. Bik Sumi menghela nafas memaklumi.


"Ya sudah... ayo cepat mandi... sudah mau Maghrib..." Katanya kemudian.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


mas, aku pengen cerito


(mas, aku ingin cerita)


tentang kita berdua


wong tuwoku ora setuju


(orang tuaku tidak setuju)


yen kowe lan aku bersatu


(jika kamu dan aku bersatu)


kondomu marang aku


(katamu kepadaku)


kowe bakal berjuang


(kamu akan berjuang)


pangingatku marang sliramu


ojo sampek salah dalan


(jangan sampai salah jalan)


aku ra mundur, dek, teko atimu


(aku tidak mundur, dik, dari hatimu)


masio sakdanya ra ngrestuiku


(meskipun seluruh dunia tidak merestuiku)


koyo tepung kanji nong nduwur mejo


(seperti tepung kanji di atas meja)


yen Gusti ngrestui, wong tuwo biso opo


(jika Tuhan merestui, orang tua bisa apa)


mas.. aku pingin cerito


tentang kita berdua

__ADS_1


wong tuoku ora setuju


yen kowe lan aku bersatu..


kondomu marang aku


kuwe bakal berjuang


pengengatku marang sliramu


ojo sampek.. salah dalan


Reff :


genggemen tanganku


(genggam lah tanganku)


kalau kamu ragu


optimis wae


(optimis saja)


Gusti mboten sare..


(Tuhan tidak tidur...)


Lagu tepung kanji itu bolak balik diputar di player ponselnya. Yunia mengikuti liriknya pelan sambil tiduran di atas kasur. Ingatan terbang pada saat mereka jalan-jalan ke mall siang tadi.


Di food court mall itu tadi, lagu bergenre dangdut koplo ini diputar sebagai backsound. Yunia ingat betul, sambil menikmati makanan mereka, teman-temannya saat itu ikut bernyanyi dengan segala macam gaya konyol khas anak sekolah jaman sekarang. Malah tanpa malu-malu (karena terbawa suasana) Listi dan Nugraha sampai berdiri dan berjoget ala-ala orang yang sedang menggulung sesuatu.


Waktu itu... dunia serasa milik mereka... engga perduli jadi tontonan orang di sekitar yang penting happy. Malah om - om yang kebetulan sedang ada di sana ikut menikmati tontonan gratis mereka. Om - om itu menghadiahi mereka minuman gratis.


Yang membuat Yunia tidak bisa lupa adalah saat Rico pura-pura berkaraoke-an dengan menggunakan sendok sebagai pengganti mic nya. Rico bernyanyi sambil menghadap padanya, seakan mempersembahkan lagu itu khusus untuknya. Hadeuh..... meleleh rasanya hati Yunia. Dan setiap dia ingat adegan itu... senyum terlukis di wajahnya tanpa bisa ditahan.


Dan sekarang, disampingnya tergeletak baju tunik yang dikasih Rico tadi Sore... Yunia engga tau, kapan Rico membeli tunik itu. Yunia tadi memang sempat melihat-lihat koleksi tunik dengan teman-temannya.


Ya, namanya juga jalan-jalan ke mall pasti enggak bakal ketinggalan melihat-lihat berbagai macam baju yang banyak dipajang di toko yang mereka lewati. Untuk ukuran anak sekolah, walaupun engga beli apa-apa, cukup window shopping udah cukup menyenangkan.


Masih untung empat sekawan itu ingat ada kaum Adam mengikuti mereka, jadi mereka enggak masuk ke hampir setiap toko yang mereka lalui. Biasanya walaupun engga niat beli, mereka akan masuk ke dalam toko untuk sekedar cuci mata dan cek harga... πŸ˜… Tapi, berhubung ada anak-anak cowok yang engga begitu saja rela mengikuti langkah mereka untuk keluar masuk toko, Yunia dan teman-temannya cuma melihat-lihat baju yang dipajang di depan toko (engga sampai masuk)... πŸ˜… Selesai berkeliling, baru mereka makan-makan di food court.


Tiba-tiba lagu tepung kanji itu terhenti, berganti dengan lagu Attention-nya Charlie Puth, refleks Yunia menyambar ponsel yang sedari tadi tergeletak di atas bantal.


"Mas Wisnu..." Gumam Yunia saat melihat id pemanggil. Tanpa sadar, Yunia segera memperbaiki posisi tubuhnya, dia langsung duduk, menghela nafas, baru menggeser icon berwarna hijau itu.


"Halo... assalamualaikum..."


.🎢🌼🎢🌼🎢🌼🎢

__ADS_1


__ADS_2