
"Halo... Assalamualaikum..." Salam Yunia.
"Waalaikum salam... sedang apa, sayang ....?" Tanya Wisnu memulai cerita malam mereka, seperti yang biasa dia lakukan sejak mereka berpisah hampir sebulan yang lalu. Seperti biasa juga, Yunia akan bercerita tentang hari-harinya bersama teman-temannya, kecuali tentang detil perasaannya yang selalu berdesir tak menentu tentang Rico... 😅
🍃🍃🍃
Siang itu, saat bubaran sekolah....
Yunia melangkah bersama teman-temannya melewati gerbang sekolah. Menurut rencana, mereka akan pulang diantar Rico, semetara Rico sendiri sedang mengambil mobilnya di pelataran parkir.
Saat sedang menunggu Rico itulah, terdengar suara orang memanggil namanya.
"Yunia..!"
Yunia celingukan mencari asal suara. Suasana begitu ramai, hingga agak sulit menemukan orang yang memanggilnya. Hingga matanya menemukan sosok yang dikenalnya, sedang duduk di sebuah bangku panjang, milik pedagang bakso keliling, yang biasa mangkal di situ setiap jam sekolah.
"Mas Wisnu...!" Serunya hampir tidak percaya. "Mas ada di sini?" Katanya lagi sambil mendekat setengah berlari. Wisnu berdiri menyambutnya. Yunia menyalami Wisnu dan mencium punggung tangannya. Itu, adalah hal yang biasa dilakukan kepada orang yang dianggap lebih tua. Yang tidak biasa adalah, saat Wisnu kemudian meraih belakang kepala Yunia mendekat lalu mencium dahinya penuh sayang, membuat pipi Yunia merona seketika.
"Sudah mau pulang kan?" Tanya Wisnu seolah tidak menyadari sikap Yunia yang menjadi salah tingkah. Bagaimana tidak... Jika mendadak terdengar suara Aham ehem disekitarnya.
"Iya..." Jawabnya sambil menoleh kearah teman-temannya yang masih berdiri menunggu. Mereka seketika melempar pandangan ke arah lain saat Yunia menoleh. Sementara tak lama kemudian, terlihat mobil Rico sudah mendekat lalu berhenti di samping teman-temannya itu.
"Ayo kita pulang..." Ajak Wisnu yang memang tidak mengetahui rencana Yunia.
"Em... Mas. Sebentar ya, aku pamit sama temen-temen ku dulu..." Izin Yunia.
"Oh, ya sudah... Kalau gitu, mas ke mobil duluan ya. Kamu langsung ke sana aja... Itu, mobilnya mas parkir di sana..." Wisnu berkata sambil menunjuk sebuah mobil MPV berwarna silver yang terparkir tidak begitu jauh dari tempat mereka. Yunia mengangguk, lalu dia kembali menghampiri teman-temannya.
Tak berapa lama kemudian, Yunia masuk kedalam mobil, dimana Wisnu sudah menunggu.
"Kenapa?" Tanya Wisnu saat melihat wajah Yunia yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Eh?!" Yunia tidak paham akan maksud pertanyaan Wisnu.
__ADS_1
"Kenapa kok ...." Wisnu meniru ekspresi wajah Yunia barusan. Sesaat Yunia berpikir.
"Oh...!" Ucapnya saat paham maksud dari Wisnu... "Engga, itu... Anak-anak kecewa aku engga jadi ikut mereka.... Biasa, sepi mereka kalau enggak ada bintang tamunya...." Jawab Yunia asal dengan nada jumawa, diikuti tawanya untuk menetralisir keadaan.
"Ge eR..." Cetus Wisnu sambil tertawa.
"Eh, emang beneran kok..." Ujar Yunia membela diri. "Mas kapan datang? ... Kok tadi malam engga bilang kalo mau datang hari ini?" Lanjut Yunia setelah dia duduk di samping Wisnu.
"Tadi pagi..." Jawab Wisnu. Mobil sudah bergerak meninggalkan area sekolah dan mulai menyusuri jalan besar. "Waktu mas telpon itu sebenarnya mas sudah ada di jalan tol menuju ke sini..." Lanjut Wisnu. Sementara perhatian Yunia terarah ke depan.
Agak di depan, Yunia masih bisa melihat mobil Rico bergerak sedikit lambat.
"Jadi engga ya mereka mampir ke rumah Rico?" Pikir Yunia.
Ya, semula mereka mau mampir sebentar ke rumah Rico untuk sekedar makan siang... Rico yang minta, soalnya besok Yunia sudah izin tidak masuk sekolah untuk mempersiapkan selamatan peringatan 40 hari meninggalnya bapak. Setelah itu, disambung dengan PKL...
"... Entah kapan kita bakal bisa ketemuan lagi..." Begitu alasan Rico tadi. Padahal, selama seminggu ini hampir setiap hari mereka meluangkan waktu lebih untuk sekedar hangout setelah pulang sekolah.
"Mas, bawa mobil sendiri dari sana?" Tanya Yunia mengalihkan perhatiannya sendiri. Berusaha fokus dengan orang dan pembicaraan yang sedang dia hadapi.
"Kenapa enggak naik kereta atau pesawat aja...?"
"Ibu yang maunya begitu... Katanya kan sekalian mau mboyong (\=bawa pindah) kamu..." Sahut Wisnu disertai senyuman miring membuat Yunia mendadak mikir yang macam-macam tentang senyum itu.
"Orang cuma tiga bulan aja..." Cetus Yunia.
"Sekarang mungkin cuma tiga bulan... Siapa tau, nanti kamu malah enggak usah balik lagi..."
"Lah...?!"
"Lah?!" Wisnu meniru cara Yunia mengatakannya. "Kenapa lah?! ... Emang kamu mau LDR an terus? Aku sih engga...." Ujar Wisnu dengan pasti.
Sampai sini Yunia bingung mau menyahut apa. Sesaat mereka terdiam, masing-masing hanyut dalam pikirannya sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh suara telpon dari ponsel Wisnu yang tergeletak di depan speedometer mobil. Wisnu menghidupkan headset di telinganya.
"Halo..." Sapanya. Beberapa saat dia diam mendengarkan omongan orang yang berada di seberang telpon.
"....Iya.... Iya nanti kita mampir..." Ujar Wisnu kemudian sebelum memutuskan hubungan telepon. Selama itu, Yunia terus memperhatikan Wisnu menebak-nebak siapa yang kira-kira sedang menelpon itu.
"Siapa?" Akhirnya keluar juga pertanyaan itu dari mulutnya.
"Ibu... Ibu suruh kita mampir ke rumah Tante Mia ..." Jawab Wisnu sambil melepas headsetnya.
"Tante Mia....?" Tanya Yunia menggantung. Dia samar-samar ingat siapa Tante Mia itu.
"Tante Mia, teman ibu yang suka terima pesanan kue itu ... " Jawab Wisnu lagi. Kening Yunia sedikit berkerut karenanya.
"Mau ngapain ke rumah Tante Mia?" pikirnya.
"Ibu suruh kita memastikan pesanan kue buat besok, katanya ibu tadi udah berusaha nelpon, tapi engga nyambung..." Kata Wisnu seperti mengetahui apa yang sedang dipikirkannya Yunia.
Mendengar ucapan Wisnu itu Yunia cuma mengangguk sekali lalu memalingkan wajahnya kembali menatap keluar jendela, hingga tiba-tiba dia menoleh cepat ke arah Wisnu....
"Eh...?! Tante Mia, mas?" tanya Yunia sambil kembali menatap Wisnu. Wisnu mengangguk sambil mengerutkan keningnya. kaget dengan reaksi Yunia.
"Kenapa?" Tanya Wisnu.
"Engga apa-apa..." Elak Yunia.
"Kalau enggak ada apa-apa kenapa seperti kaget gitu?" Tanya Wisnu penuh selidik.
"Enggak kaget kok... cuma mendadak aku inget ... Tante Mia itu kan Tantenya Rico... temen yang pernah Yun ceritain itu.. " Kata Yunia jujur. Yunia tahu itu, karena pas ulang tahun Rico kemarin, Tante Mia hadir, Rico bilang kalau kue ulang tahunnya itu Tante Mia yang bikin.
Bukan bermaksud sok jujur sih, tapi kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya.
"Oh ... terus kenapa kalau dia itu Tantenya temanmu?"
__ADS_1
"Ya Engga kenapa-kenapa..." Jawab Yunia sambil mempermainkan ponsel ditangannya. Dia cuma terpikir... bagaimana jadinya kalau entah bagaimana caranya Rico tahu hubungan antara dirinya dengan Wisnu dari Tantenya itu.... Aduh...! Kenapa tiba-tiba saja dia merasa seperti pencuri yang ketahuan sih?! 🤦🤦🤦