
Hari Minggu sekitar jam sebelas ...
Yunia tidak pergi ke restoran, hari ini dia off. Karena itu, dia ingin menikmati waktu istirahatnya dengan bersantai. Yunia rebahan di kasur sambil main ponsel.
Rencananya untuk kembali ke rumah bapak di tunda, karena Wisnu tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja. Wisnu berjanji akan mengantarkan Yunia beberapa hari ke depan, setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, atau setidaknya bisa memandatkan pekerjaan yang belum selesai. Yunia tidak mungkin memaksa untuk pulang sendiri, karena dia takut dimarahi oleh ibu dan bibinya. Lagi pula, dia harus membantu persiapan acara lamaran Bayu.
Kapan pastinya acara itu akan dilangsungkan, baik Yunia maupun Wisnu belum tahu pasti, karena ibu belum memberitahu. Mungkin ibu masih menunggu konfirmasi dari mbak Ratna soal itu.
"Ah, yang penting sekarang aku nyantai dulu..." Ujar Yunia pada diri sendiri.
Dia baru selesai mengajak Sabina jalan-jalan. Sekarang Sabina sedang ditidurkan oleh Alit. Tadinya Yunia mau menemani Sabina tidur, tapi kok rasanya kepalanya agak pusing jadi dia memilih rebahan saja di kamarnya sendiri.
"Mungkin karena tadi terlalu lama berada di bawah sinar matahari saat di taman kali ya..." Pikir Yunia saat mencari sebab kepalanya menjadi pusing. "Mana udara terasa panas lagi..." lanjut Yunia sedikit ngedumel.
Iseng-iseng dia buka halaman yang menampilkan beberapa resep masakan, berharap suatu hari nanti dia bisa memasak suatu masakan yang istimewa untuk suami dan anaknya.
Tanpa sengaja, matanya menangkap gambar makanan yang langsung membuat air liurnya seperti mengalir karena ingin segera menikmatinya. Salad buah!
"Duh... seger banget ya, siang-siang gini makan salad buah..." Kata Yunia pada diri sendiri. Dia segera bangkit dari kasur dan bergegas keluar kamar. Tujuannya pasti, kulkas di ruang makan, berharap ada buah-buahan yang bisa dia racik untuk menjadi salad buah.
"Bik Iyam... ini buah-buahan nya kok cuman ini...?" Tanya Yunia pada bik Iyam yang kebetulan ada di sana.
"Iya, neng.... Baru nanti sore ibu belanja lagi..." Jawab bik Iyam. "Neng Yunia kepingin buah apa?" Tanya bik Iyam kemudian.
"Yunia kepingin salad buah... ini isinya cuma pisang sama pepaya..." Keluh Yunia sambil menutup pintu kulkas itu.
"Tunggu nanti sore saja, neng. Nanti sekalian neng beli yang neng Yunia mau, Sekarang ibu sedang tidur siang..." Ujar bik Iyam. Yunia mengangguk lesu. Entahlah, rasanya kok jengkel sekali saat yang diinginkan tidak tersedia. Yunia melangkah kembali ke kamar.
Kembali direbahkan nya tubuh ke atas kasur. matanya menatap gambar salad buah di ponsel... ada pear... strawberry... jeruk... kiwi... ah, pokoknya aneka macam buah ada di sana. Tapi satu yang bikin Yunia ngiler... itu anggurnya pakai anggur hijau yang besar-besar ... emmm yummy banget. Yunia teramat sangat menginginkan salad buah itu. Semakin dipandang semakin hatinya merasa nelangsa. Cuma pengen salad buah aja kok enggak ada yang bantuin sih...
Akhirnya...
"Assalamualaikum.... mas Wisnu..." Yunia akhirnya menghubungi suaminya.
__ADS_1
"Waalaikum salam... ada apa, Yun?" Tanya Wisnu di sela pekerjaannya. Ya, buat Wisnu tidak ada hari kerja yang pasti. Karena bisnis restoran memang mempunyai jam sibuk yang bertolak belakang dengan bisnis kantoran pada umumnya. Tapi walaupun demikian, Wisnu berusaha untuk tidak terlalu hanyut dalam ritme kesibukan mencari uang. Kalo hari Minggu atau hari libur, Wisnu sendiri hanya meluangkan setengah hari untuk bekerja.
"Yunia pengen salad buah..." Jawab Yunia langsung.
"Heh?!" Wisnu hampir tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Yunia pengen salad buah..." Ulang Yunia.
"Ya beli atau bikin aja... " Kata Wisnu ringan. Dia tidak mengerti kenapa kepingin salad buah saja Yunia musti 'laporan' padanya?
"Yunia pengen salad buah... tapi di kulkas cuma ada pisang sama pepaya..."
"Ya bikin salad buah pisang sama pepaya aja Yun..." Gurau Wisnu sambil tertawa. Enggak disangka, Yunia malah jadi kesal karenanya.
"Mas Wisnu jahat... ! Yunia cuma pengen salad buah, malah diketawain....!" Serunya kesal lalu tanpa mengucap salam dia putus hubungan telepon itu. Yunia melempar ponsel ke atas kasur kesal.
Di seberang sana Wisnu menatap ponselnya dengan bingung.
"Ini anak kenapa sih? kok mendadak aneh gini?" Pikir Wisnu. Cuma karena salad buah aja sampai ngambek. "Kayak orang ngidam aja..."
Wisnu tercenung... Sesuatu seperti menghantam kepalanya. Ngidam?! Jangan-jangan Yunia beneran ngidam? Wisnu mengingat-ingat... Semenjak Yunia tinggal bersamanya, sudah berapa kali dia dapat jatah? Ya, walaupun tidak rutin setiap hari, tapi jedanya tidak pernah lewat dari tiga hari... Terus kapan Yunia haid nya? Padahal Yunia sudah dua bulan ada bersamanya... Ya, ampun...! Wisnu menepuk keningnya sendiri.
Wisnu menelpon balik Yunia.
Yunia yang sedang kesal menoleh kearah ponsel yang tadi dia lempar. Sungguh, hatinya seperti nelangsa banget. Cuma kepingin salad buah saja kok enggak ada yang mau bantuin, malah diketawain... saking nelangsanya, Yunia enggak bisa tahan untuk tidak menangis.
"Halo..." Kata Yunia agak ketus, saat menerima panggilan telepon Wisnu dengan suara khas orang yang sedang menangis.
"Halo Yun, kamu nangis...?" Tanya Wisnu saat mendengar suara Yunia yang terdengar sengau.
"Mas Wisnu, Yunia mau salad buah, tapi mas Wisnu malah ngetawain Yunia..." Ujar Yunia sambil kembali menangis kerena merasa jengkel campur sedih.
"Iya... enggak usah nangis dong..."
__ADS_1
"Habisnya mas Wisnu ngetawain Yunia..." tukas Yunia kesal.
"Ya ampun... mas Wisnu enggak bermaksud ngetawain... ya, udah jangan nangis lagi... tunggu sebentar, Mas Wisnu suruh orang kitchen bikin, ntar mas bawain..." Ujar Wisnu menghibur.
"Beneran?" Tanya Yunia antusias.
"Iya..."
"ya udah cepetan... Yunia mau sekarang..." Rengek Yunia
"Ya tunggu dibuatin dulu, Yun..." Ujar Wisnu. Dia semakin yakin kalau Yunia sedang hamil sekarang. Mood Yunia cepat sekali berubah.
"Mas... saladnya pakai anggur hijau yang besar-besar ya..." Pinta Yunia.
"He em... ada lagi?" Tanya Wisnu.
"Enggak.... buah pear nya dibanyakin, mayones nya juga... jangan dikasih jeruk sama kiwi..." Sahut Yunia. Dia sudah membayangkan nikmatnya makan salad buah itu sekarang.
"Hem... ada lagi?" Tanya Wisnu lagi. "Katanya enggak... tapi buntutnya kok panjang juga..." pikir Wisnu.
"Enggak ada..." Jawab Yunia cepat.
"Beneran udah enggak ada tambahan lagi?" Wisnu memastikan.
"Enggak ada.... tapi jangan lama-lama, ya..."
"Iya Yunia sayang..." Ujar Wisnu sambil menekan kan setiap katanya. terdengar suara Yunia tertawa senang. "Wassalamu'alaikum."
"Wa alaikum salam..."
Sambungan telepon terputus. Yunia menatap layar ponselnya senang karena membayangkan salad buah yang akan Wisnu bawakan untuknya. Di seberang sana Wisnu juga menatap layar ponselnya, hatinya sedikit bingung. Ini kalau Yunia beneran hamil gemana? Dulu dengan Adriana, sekali tempur langsung jadi Sabina, apalagi ini udah berkali-kali tempur....? Duh, padahal ibu sudah berpesan untuk tidak membuat Yunia hamil dulu... Gemana dengan sekolahnya? Gemana dengan Sabina? Kalau memang benar begitu, rasanya acara resepsi pernikahan itu harus segera digelar, supaya tidak ada fitnah nantinya...
Hadeuh... kenapa jadi nambah kerjaan gini?... 🤦
__ADS_1
🍃 🍃 🍃