Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Apa aku pantas untukmu?


__ADS_3

"jadi awal aku masuk ke dunia seni itu aku bukan sebagai penyanyi tapi sebagai rapper, terus aku debut dan salah satu grub yang waktu itu kekurangan anggota adalah grub wonder boys so aku yang menggantikan posisi yang kosong just it, lalu kenapa kamu bertanya seperti itu?" jelas jae sembari bertanya pada yaya.


"wah jadi seperti itu ya, bagus dong jadi kamu dan grub kamu bisa go internasional dong kan grub kamu bagus terus kamu juga bagus hehe" ucap yaya sembari sedikit menggoda jae.


"aku bagus? Bagus apanya visual aku saja belum sesempurna itu" ucap jae.


"yeh malah insecure ni anak, jae denger ya meskipun visual kamu kurang tapi lihat sisi baiknya kamu itu bagus saat bagian rappernya kamu dan jika kamu tidak ada di posisi rapper juga bagus kok jae" jelas yaya sembari menatap mata jae.


"aku tidak insecure yaya tapi itu kenyataannya, dari dulu memang visual aku tu kur-" ucap jae yang ucapannya sedikit terpotong oleh yaya.


"stttt.... Jae jangan kamu terus-terusan insecure lagi pula kan lihat kamu yang sekarang kamu sudah punya lagu sendiri kamu bisa composer lagu kamu bisa bikin lirik lagu itu saja sudah bagus jae dan tidak semua orang bisa seperti kamu, so stop insecure lagi okay" ucap yaya sembari meletakkan jari telunjuknya di mulut jae agar jae berhenti melanjutkan obrolannya.


Seketika pergelangan tangan yaya pun di pegang jae karena salah satu jari telunjuk yaya yang masih menempel di bibir jae, sontak yaya merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya


"makasih ya yaya, ucapan kamu barusan itu menurut aku ada benarnya juga aku sempat kecewa dengan perkataan kalau visual aku tu kurang tapi dengar ucapan kamu barusan aku jadi melihat kembali ke masa lalu kalau memang benar visual aku tidak sesempurna mereka tetapi aku bisa membuktikannya dengan semua kemampuanku dan kemampuankulah yang menutup semua kekurangan aku selama ini" ucap jae sembari masih memegang pergelangan tangan yaya.

__ADS_1


"E..... Maaf ini sesi curhatnya apakah sudah selesai? Kalau sudah selesai bisakah dibubarkan sekarang?" tanya lingga yang sedari tadi diam melihat yaya dan jae yang masih mengobrol.


"eh iya sorry ya lingga , jae kalau begitu aku pulang dulu ya soalnya jarak dari sini ke rumah aku juga lumayan jauh dan lingga yang jagain aku dari belakang" ucap yaya sembari berpamitan pada jae.


"kamu ke sini naik apa? Mau pulang bareng? Tenang tidak ada media kok" tanya jae pada yaya sembari menawarkan pada yaya untuk pulang bersama.


"aku tadi naik mobil dan sepertinya tidak usah deh jae makasih atas tawarannya, kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap yaya sembari melambaikan tangan pada jae dan melangkah keluar dari lokasi konser menuju parkiran mobil.


"iya hati-hati"


'ternyata ada ya cewek sebaik dia di dunia ini, ternyata selama ini aku insecure dengan diriku sendiri padahal aku punya segudang kemampuan yang mungkin jarang ada orang yang bisa seperti aku, terimakasih tuhan sudah mempertemukan aku dengan gadis baik sebaik yaya' ucap jae bermonolog ria sembari melihat langkah yaya yang semakin menjauh.


"ngga lihat kunci mobil aku enggak?" tanya yaya.


"kan kamu yang bawa, coba cari dulu di tas atau di kantong rok kantong baju atau kantong yang lain" jawab lingga santai.

__ADS_1


"ihhhhh... Sudah aku cari kok ngga kok masih enggak ada ya apa kuncinya ketutupan sama benda lain ya yang ada di tas aku?" tanya yaya pada lingga untuk meyakinkan.


"iya coba cari dulu yang benar" jawab lingga.


"huft... Okay aku cari lagi, ayo yaya jangan panik dulu coba cari ulang" ucap yaya sembari berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak panik.


beberapa menit kemudian kunci mobinya pun ketemu di kantong tas yaya yang masih tertutup resleting


"eh ini udah ketemu ngga kuncinya ternyata di kantong tas aku yang ada lerekannya, yuk pulang keburu kemalaman" ucap yaya sembari membuka pintu mobilnya.


"yeh kan ketemu, dirimu tu kalo enggak panik dikit bisa enggak coba dicari dulu tenangin diri kamu habis itu kalau benar-benar belum ketemu baru panik, ya udah ayo pulang aku di belakang ya soalnya aku bawa mobil jadi aku nanti di belakang mobil kamu aja" ucap lingga.


Setibanya di rumah yaya pun masih memikirkan ucapannya barusan yang serasa seperti sedang memberikan sebuah petuah pada jae padahal ia baru pertama kali bertemu jae, dan di sisi yang sama pula jae yang sudah berada di dalam kamarnya sembari menatap bintang di langit pun bingung dengan ucapan yaya yang baru pertama kali di dengarnya.


"tadi aku terlalu menggurui tidak ya? Duh mana jae tidak kirim message lagi, tapi jae itu hebat banget meskipun visualnya biasa saja tapi kemampuannya itu diatas rata-rata" gumam yaya sembari menatap bintang di langit.

__ADS_1


"aku baru tau ada wanita seperti yaya yang open mind dan baru kali ini aku di nasehatin buat jangan insecure, ya mungkin aku terlalu insecure dan aku tidak melihat kalau diriku sendiri itu saja sudah sempurna" gumam jae sembari menatap bintang di langit.


"apakah ini takdir atau memang dialah yang aku cari, tapi setelah dia tau pekerjaan aku, apakah dia masih mau menerima aku lagi?" tanya yaya dan jae yang berada di kamar dan rumah masing-masing sembari melihat bintang di langit.


__ADS_2