Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
After wedding


__ADS_3

Setelah acara sarapan, kini yaya dan jae sedang mengemasi barang-barang mereka yang dibawa ke hotel tempat mereka menggelarkan acara pernikahan, seketika itu juga yaya memiliki pertanyaan yang ingin ia ajukan pada jae.


"Oh ya jae, nanti kita mau tinggal dimana?" Tanya yaya kepada jae sembari memasukan baju dirinya dan jae ke dalam tas koper.


"hmm aku udah siapin rumah buat kita berdua, jadi kita tidak perlu khawatir masalah tempat tinggal" Jawab jae sambil membereskan barang-barangnya.


'lah cepet banget, jadi selama ini dia sudah prepare semuanya sampai rumah untuk tempat tinggal aku dan jae juga dia yang siapin'


Yaya menghembuskan nafasnya lega.


"Owh"


Siang harinya pasangan muda itu sampai dirumah jae yang mewah bernuansa korean nan aestetik itu.


Sebelum mereka pergi ke rumah jae, yaya menyempatkan diri untuk pulang ke rumahnya untuk mengemasi barang-barangnya yang akan dibawa pergi ke rumah jae.


"loh nak kenapa kamu pulang?" tanya mama siti.


"mau ambil barang-barang yaya ma yang yaya merasa perlu dan penting buat keseharian yaya aja" jawab yaya sembari melangkah menuju kamarnya sementara jae menunggu di ruang tamu.


"loh jae gimana anak saya tidak merepotkan kamu kan?" tanya mama siti pada jae, ia tau bahwa yaya untuk saat ini masih berusaha bertransformasi menjadi perempuan yang lebih dewasa dan itu butuh waktu yang lama.


"tidak kok tante" jawab jae.


"loh kok manggilnya tante sih, sekarang kan yaya sudah jadi istri sah kamu jadi kamu juga panggil tante mama ya sama seperti yaya, ayo di coba dulu" jelas mama siti pada jae.


"i-iya maa" jawab jae sembari berusaha memanggil mama siti dengan sebutan mama.


"nah begitu dong harusnya ya, meskipun kamu masih beradaptasi sama peran baru kamu tapi kamu harus bisa membiasakan diri, tidak ada orang yang tiba-tiba langsung bisa dan terbiasa itu tidak ada semua orang itu pasti ada prosesnya" jelas mama siti pada jae.


"baik ma, jae akan berusaha beradaptasi dengan peran baru jae" ucap jae.


"sayang, barang-barang aku udah aku taruh tas ayo" ucap yaya.


"sudah semua barangnya?" tanya jae pada yaya.


"sudah" jawab yaya.


"ma, yaya sama jae pamit dulu ya" ucap yaya sembari mencium punggung tangan mamanya disusul jae di belakangnya yang juga mencium punggung tangan mama siti.


"yaya ingat pesan mama ya" ucap mama siti pada yaya.


"pesan yang mana ma?" tanya yaya.


"kamu harus jadi istri yang baik, yang bisa menjaga diri sendiri, suami dan keluarga karena kamu sekarang bukan anak remaja lagi kamu sudah menjadi istri orang yaya jadi kamu harus lebih mendiri lagi dan lebih bijak lagi" ucap mama siti sembari memberikan wejangan pada putrinya.


"baik ma, yaya pasti ingat pesan mama" ucap yaya.


"kalau gitu yaya sama jae pamit ya ma" lanjutnya.


"hati-hati di jalan ya" ucap mama siti sembari melambaikan tangannya pada yaya dan jae sementara jae hanya membunyikan klakson mobilnya.


Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di rumah, ya rumah mereka berdua yang sudah di siapkan oleh jae jauh-jauh hari. Yaya segera masuk ke rumah di susul jae di belakangnya, setelah yaya membuka pintu utama rumah mereka ia pun terkejut melihat bagian ruang tamu rumah baru mereka.

__ADS_1


"jae, ini rumah kita?" tanya yaya pada jae sembari melihat area ruang tamu rumah mereka.


"iya sayang ini rumah kita, bagaimana kamu suka?" tanya jae pada yaya.


"suka banget jae, ini mah sudah cukup bagus" ucap yaya.


"jadi kamu sudah prepare ini jae?" lanjutnya sembari bertanya pada jae.


"iya, aku pikir setelah kita menikah kita pasti akan memiliki momongan jadi aku prepare bentuk rumah yang cukup besar dengan balkon yang cukup luas jadi siapapun yang berkunjung ke rumah ini akan terasa nyaman baik aku, kamu, mama papa dan anak kita nanti" jelas jae pada yaya.


"makasih ya, ternyata kamu sudah berfikir sejauh itu aku saja belum berfikir ke arah sana" ucap yaya.


"hehehe"


"yuk masuk" lanjut jae sembari mengajak istrinya untuk masuk ke dalam rumah.


Yaya mengangguk lalu masuk kedalam rumah besar bercat putih itu, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ada didalam rumah itu.


'wah keren banget rumahnya, berasa jadi istri idol nih'


"Sayang kamarnya ada di atas ya kalau kamu mau istirahat." Celetuk jae masih berada dibelakang yaya.


Yaya menoleh ke belakang.


"Oh iya jae." Jawab yaya lalu berjalan keatas mencari keberadaan kamar mereka diikuti jae. Matanya masih memandang takjub pada rumahnya sendiri.


Yaya membuka kamar itu 'luas' yang ada di pikiran yaya, aroma kamarnya yang harum menyambut penciuman yaya. Yaya duduk ditepi ranjangnya yang empuk, sedangkan Jae duduk di sofa yang berada di kamarnya setelah meletakan kopernya ke sebelah sisi kiri lemarinya.


Yaya berdiri dari duduknya dan ia berjalan ke lemari pakainan milik Jae. Lalu membuka kopernya hendak memasukan baju-bajunya.


Jae menoleh. "Jae, ini gimana cara aku mau masukin baju aku kalau lemarinya saja susunannya begini, aku kan jadi bingung" ucap yaya lagi.


"Kalau di tata ulang lagi gimana, soalnya baju buat konser aku dengan boygrub wonderboys dan baju kerja aku sudah aku sendiriin. Nanti aku bantu" jawab jae.


"yaudah, yuk kita tata ulang bajunya" ucap yaya.


Mereka melipat dan menyusun rapi baju-bajunya yang di mulai dengan baju milik jae terlebih dahulu dan setelah itu barulah baju milik yaya mulai di susun rapi.


Setelah membereskan semua barang-barang selama 45 menit, kini yaya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sementara jae yang memilih untuk duduk di sofa terlebih dahulu sembari menyalakan AC kamarnya.


Malam harinya yaya dan jae makan malam berdua dengan yaya yang memasak. Dia memang malas, tapi kalau soal memasak dia jagonya.


"yaya, kamu masak buat makan malam kita?" Tanya jae sembari melihat banyak makanan di meja makan.


"Iyalah" jawab yaya.


"Emangnya kamu bisa masak?"


"Heleh ya bisa lah, gini-gini juga masakan aku tu enak tau"


Jae manggut-manggut percaya. Tanpa basa basi lagi jae mencicipi salah satu masakan william. 'Enak' pikirannya.


"Gimana?" Tanya yaya.

__ADS_1


"Lumayan, kamu bisa masak korean food dan japanese food juga." Jawab jae, yaya tersenyum sambil melihat jae menyantap lahap masakannya.


Setelah makan malam yang dilanda keheningan dan ke canggungan tadi. Kini mereka kembali ke kamar dan sudah berada di atas ranjang untuk tidur.


"Ehem.... jae jae" panggil yaya pada jae yang berada disampingnya sambil ngescrol media sosialnya.


"Hmmm?" Jawab jae dengan gumaman tanpa menoleh kearah yaya.


"Waktu kamu di kantor agencynya kamu, kamu rahasiain hubungan kita nggak?" tanya yaya.


Barulah jae menoleh kearah yaya satu alisnya terangkat. "Why?" Tanyanya binggung.


"Ya kalau sudah terlanjur kamu sebar ya tidak kenapa sih " jawab yaya jae pun semakin binggung.


"kamu apa sih?" Tanya jae lagi.


"Maksud aku gini, aku tu enggak mau aja ada netizen yang enggak suka terus heaters terus bermunculan dan aku juga belum siap untuk klarifikasi itu semua karena ini juga kan terlalu cepat, meskipun aku juga belum siap menjadi milik kamu seutuhnya" Ucap yaya pelan tanpa rasa malu.


jae tentu saja mengerti apa maksud dari perkataan yaya yang terakhir itu jae mengangguk mengerti.


"aku paham kok, lagian juga kan memang itu aku yang sudah siap untuk meminang kamu dan kamu tau kan jodoh itu kita juga tidak ada yang tau. Kalau kamu memang belum siap, aku siap nunggu kok" Lirih jae.


Yaya menelan salivannya sendiri ia merasa sedikit canggung dengan pembicaraan seperti ini.


Mendadak merinding mendengar ucapan dari jae yang merubah kata saya dan gua menjadi aku.


'kok jawabannya jae gitu'


"jae-"


"Kenapa kamu panggil aku jae jae jae, enggak ada panggilan lain gitu seperti mas kek sayang kek" Ucap jae santai memotong ucapan yaya.


"Lagian aku juga masih terlihat muda kan kalau di panggil mas atau oppa gitu" lanjutnya.


Yaya semakin merinding dibuatnya.


'jae kenapa sih? Ternyata jae juga bisa ngode?'


"Kamu kan lebih tua dari aku jae tapi kamu juga masih terlihat umur 20 an" balas yaya mengejek.


"kamu bilang apa barusan" Bantah jae cepat.


"Yaya, coba kamu merubah sedikit panggilan kamu ke aku secara perlahan" Lanjutnya.


"Ya terus aku panggil kamu apa dong?" Tanya yaya.


"Yaudah deh karena dari awal kita ketemu kamu panggil aku jae its okay no problem, tapi kalau kamu mau panggil aku mas juga boleh, hmmm aku suka kamu manggil aku mas deh sepertinya lebih mudah dan simple" jawab jae menaik turunkan alisnya.


Yaya bergidik ngeri.


"Aku belum terbiasa jae" jawab yaya dengan delikan kecilnya.


"Mulai dari sekarang dibiasain ya" Balas jae pada yaya dengan nada lembutnya.

__ADS_1


"Iya mas, my honey my leader my sweety. Aissshh" Ucap yaya lalu pergi keluar kamar hendak mengambil minum.


Sepeninggalnya yaya dari kamar, jae tersenyum lebar. Hanya dengan kata-kata tadi mampu membuat detak jantungnya berbedar lebih cepat dari biasanya


__ADS_2