Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Hot News


__ADS_3

Yaya terbangun dari tidurnya ia hendak pergi ke kamar mandi namun ada sesuatu yang menindihi perutnya, pandangannya kini menuju kebawah terpampang jelas jae sedang tidur sembari memeluk pinggang yaya.


Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, melihat jae yang masih tertidur sembari memeluknya ia tersenyum tipis karena jae masih perhatian pada yaya.


'Apa sekarang aku udah suka ya sama dia?"


'Diakan rapper pula'


'apa ini saatnya aku harus buka hati sepenuhnya kali ya untuk dia?'


Yaya melirik jam sudah hampir jam 6 lagi, ia harus segera bersiap menuju kantornya karena banyak yang harus dikerjakan apalagi ia sekarang yang menggantikan sang ayah untuk sementara waktu.


Ia hendak menyingkirkan tangan jae sedikit menjauh dari pinggangnya namun tangan putih halus, sedikit kekar layaknya idol itu masih melingkar di pinggangnya malah kini mempererat pelukannya seakan-akan jae saat ini tidak ingin yaya melepaskan pelukannya.


Yaya menghela nafasnya.


"Jae... " panggil yaya sembari mengusap-ucap rambut jae dengan perlahan.


"Say... bangun udah pagi, aku mau ke kantor ini nanti telat lagi, kalau kayak gini kan sudah fiks ini karena kamu mas" ucap yaya sembari berusaha membangunkan suaminya.


Merasa mimpinya dirusak oleh yaya, jae akhirnya bangun dari tidur nyenyaknya lalu menatap yaya dengan tatapan khasnya setelah bangun tidur.


Seketika yaya juga menatap jae dan manik mata mereka berdua saling bertemu.


Mereka saling bertatapan selama beberapa menit membuat jantung yaya hampir tidak aman.


Yaya segera mengedipkan matanya agar ia tersadar dari lamunannya lalu berdehem singkat.


"Awas mas, aku mau mandi" ucap yaya.


Jae menaikan satu alisnya tidak mengerti, kalau mau mandi ya mandi aja, kenapa dia harus mengusirnya?


Mengerti apa yang dipikirkan jae, yaya sontak menatap tangan jae yang saat ini sudah pindah diperutnya karena yaya berbalik memberi kode untuk menyingkirkan tangannya, jae juga menoleh ke arah yaya cepat-cepat jae menyingkirkan tangannya dari perut yaya, seketika dia pun salah tingkah.


Yaya menahan senyumannya yang melihat jae salah tingkah dihadapannya.


Dengan cepat yaya beranjak dari ranjangnya lalu menuju kamar mandi.


"Hari ini berangkat bareng aku ya" pinta jae mendadak.


"Em-heh, what berangkat bareng?" Mendadak yaya cengo mendengar pinta jae, ada apa dengan jae? Apa ia sudah kembali ke stelan pabriknya yang perhatian namun cuek atau ia begini karena ada something wrong?.


Terkadang yaya tidak mengerti jalan pikiran jae yang abstrak, terkadang berubah sesuai mood ketika bersama orang lain, kadang juga terlalu humble juga sama orang lain seperti tidak punya pendirian tetap. Kini yang ia lihat adalah sebuah perhatian jae yang seperti biasa hanya saja wajahnya saja yang nampak datar tampa ekspresi sama sekali.


"Tumben banget nih, pasti ada maunya" ujar yaya tersenyum tipis.


"Ya kalau kamu enggak mau ya udah, aku mau ke kantor dulu" ucap jae datar lalu berjalan ke luar rumah.


"Eh... bentar, ikut woy" ucap yaya menghentikan langkah jae.


Jae berbalik menatap yaya dengan satu alis terangkat bingung dengan istrinya sendiri.


"Aku berangkat bareng mas aja, kalau aku naik bis umum nanti kelaman, kalau naik mobil hehe mobilnya belum aku service" jawab yaya cepat.


"Yaudah, ayo nanti yang ada kita berdua malah yang telat ini jadinya" ucap jae lalu melanjutkan langkahnya menuju mobil jae yang sudah siap di depan rumahnya.


'Sifat gemininya keluar nih hedeh, sabar yay dirimu tu istrinya dia, salah-salah nanti yang ada dirimu berdosa'

__ADS_1


Suasana di mobil pun serasa hening seperti pertama kali bertemu, yaya yang setiap perjalanan selalu diam tak berkutip seperti patung.


'Situasi macam apa ini weh'


Selang beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di kantor ayah mertuanya tempat istrinya bekerja, akhirnya ia bisa bernafas lega karena ia bisa bergerak bebas.


Ia langsung turun dari mobil tanpa ia sadari banyak orang yang melirik curiga padanya dan jae, yaya merasa gelisah saat ini.


'Aish ..... gini lagi, gosip apalagi yang bakal diriku denger pagi ini'


'Gini banget punya suami terkenal ya, segalanya di pantau'


Terdengar bisikan-bisikan dari semua karyawan kantor saat yaya akan berjalan menuju ruang kerjanya, selama ia berjalan menuju ruang kerjanya ia tampak mencuekan bisikan-bisikan yang menurutnya sangat mengganggu moodnya saat ini karena ia tidak ingin merusak vibrasinya saat ini karena jika ia emosi vibrasinya akan kembali turun dan itu membuat yaya sangat buruk dan hampir tidak bisa di kontrol.


"Udah biarin aja, ingat kata manager aku slow aja" ucap jae yang berjalan di samping yaya, namun ia berjalan menuju depan.


Ia benar-benar lupa kalau beberapa minggu ini ia menjadi topik hangat di seluruh dunia, yaya mau berangkat bersama jae karena ia berharap jae akan kembali menjadi jae yang dulu, dan kali ini ekspetasinya berbanding terbalik. jae tetaplah jae kim yang cool, perfect, humble, namun sedikit tegas di tambah lagi tatapan curiga dari para karyawan yang ada di kantornya.


Sebenarnya jae mengajak yaya berangkat bersama itu karena ia ingin mampir dulu ke ruang kerja ayah mertuanya karena ada titipan dari yaya yang hanya bukan karyawan biasalah yang bisa masuk ke ruang kerja ayahnya, salah-salah yaya masuk ke ruang kerja ayahnya malah terjadi masalah baru nantinya.


"Yay sini bentar" teriak dewi yang melihat yaya sudah akan masuk ke ruang kerjanya.


"Apaan sih woy, pagi-pagi udah teriak-teriak" bisik yaya.


"Maap-maap"


Semua karyawan menatap yaya sambil berbisik, membuat yaya memutar bola matanya malas.


Tangannya yang sudah mengepal karena menahan emosinya yang sudah memuncak, yaya mencoba menahannya sebisa mungkin.


"Sabar ya jangan di dengerin tu manusia, mereka kan enggak tau kronologi yang sebenarnya" ucap dewi.


"I'm okay kok len" ucap yaya.


"Eh lo udah lihat berita di info kpop dan bibir turah belum?" Tanya winda.


Yaya menggeleng.


"Ada postingan tentang hubungan mu sama kim, eh maksud aku jae sampai trending no 1 di twitter cuy" jawab dewi melotot heboh.


"Nyoh deloken dewe" dewi memperlihatkan foto-foto yaya dan jae yang baru saja turun dari mobil yang ia screenshoot dari akun gosip yang baru saja ia lihat sebelum yaya sampai ke kantor .


"Nah kan tranding di twitter" lanjut dewi.


Yaya mendengus kesal karena membaca caption itu yang bertuliskan.


"Jae rapper boygrub wonderboys tertangkap sedang bersama wanita yang di ketahui bekerja sebagai karyawan kantoran, seperti hubungan spesial di antara mereka agency jae belum juga memberikan klarifikasi"


Entah siapa admin dari akun itu yaya tidak tahu yaya akui kata-kata itu memang benar, bahwa ia dan jae memiliki hubungan, akan tetapi, sebagian orang mengartikan kata itu dengan memfitnah yaya yang tidak-tidak Seperti, yaya yang disangka genit lah, cari perhatian lah, cari sensasi lah, memanfaatkan ketenaran jae lah dan juga sebagai gadis murahan yang tidak tahu malu karena sudah menggoda seorang jae kim.


Hari yang dinantikan yaya telah tiba, hari ini ia akan merayakan hari jadi kantornya yang ke 50 tahun, Ia sudah siap dengan seragam olahraga kantor yang sudah ia kenakan, kini tinggal berangkat saja ke kantor.


"Hari ini berangkat sama aku lagi ya" pinta jae di sela-sela sarapannya.


Yaya terbelalak.


'Ogah ... nggak mau'

__ADS_1


Bagaimana caranya ia menolak? Jika ia tolak nanti jae akan bertambah marah padanya jika ia menhawab iya, maka ia harus ikhlas menjadi bahan gosipan lagi di kantornya.


"Ee ..."


"Nggak mungkinkan kamu pergi sendiri karena kamu mau ke tempat ultah kantor? Ntar kamu kenapa-napa lagi dijalan" Ucap jae protec pada yaya.


'Iya juga sih'


Sebenarnya yaya bisa saja berangkat sendiri dengan mobilnya atau pergi menggunakan bus umum, tapi biasanya jika dia sudah rapi dengan dandanan begini dan sudah memakai high heels ia tidak mau membawa mobil sendiri apa lagi naik bus umum riweh katanya.


"Iya deh" Jawab yaya pasrah.


Dari pada membuat suaminya kecewa lagi lebih baik ia iyakan saja, sesampainya yaya disekolah tempat ia menghadiri pelepasan muridnya, seperti biasa ia selalu digosipkan oleh para karyawan tapi sebisa mungkin yaya menahan emosi dan menulikan kupingnya.


"Yaampun yay lo cantik banget sih" puji dewi berjalan menuju sahabatnya.


Yaya tersenyum. "Thanks ya. kamu juga cantik kok" balas yaya tersenyum.


"aku mah emang cantik dari dulu.. Yaudah kita ke sana yuk acaranya bentar lagi mau mulai" ajak dewi.


Yaya mengagguk.


Yaya dan dewi berjalan menuju aula dimana tempat perayaan ulangtahun kantornya di laksanakan, terlihat beberapa karyawan sudah berkumpul menanti acara akan di mulai begitupun dengan yaya dan dewi yang duduk bangku yang sudah di siapkan untuk mendengarkan pembukaan dari pengganti sementara bos kantor yaya.


Acaranya berjalan dengan lancar, kini yaya, dewi dan beberapa karyawan sudah selesai memberikan kinerjanya dengan sangat baik.


"Gak kerasa ya, waktu berjalan cepat. Kita dan kantor ini udah mau glowup aja” ucap dewi sedih.


"Iya, tapi kan kita masih ada waktu buat ketemu" Kata yaya.


"Iya sih, tapi kapan? "


"Ya kapan-kalan kalau kita mau"


"Ee ... Sebenernya yay ... aku bakal pensiun tahun ini dan akan pindah kerja di dubai dan minggu depan aku udah berangkat" ucap dewi membuat yaya melotot.


"Heh? horok kok lo nggak pernah cerita ke gua?" tanya yaya sedikit kaget.


"Ya ... maaf. lupa yay" cicit dewi pelan.


"Terus kamu bakalan tinggal di sana dong?"


Dewi mengagguk pelan. Yaya pun menunduk lesuh, masih berat karena ingin ditinggal sahabat baiknya.


"aku kesana mau gapai cita-cita aku yay" ucap dewi lagi.


Yaya menghela nafasnya lagi, ia tidak mungkin juga harus menahan dewi niatnya kan mulia ingin menggapai cita-cita dan yaya tidak boleh egois.


"Iya deh, hati-hati disana. Jangan pernah lupain aku sama winda ya" ucap yaya sedih.


"Ya gak mungkin lah aku lupain kedua sahabat aku yang aku sayang.


Yaya tersenyum lalu memeluk dewi erat.


"Aku bakal kangen sama lo len, ntar deh aku bakal trip ke dubai setelah dari kampung halaman suami deh"


"aku juga bakal kangen banget sama dirimu nantinya yay"

__ADS_1


"Eh, btw soal winda, dia udah tau belum tentang ini?"


"Belum"


__ADS_2