Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Siapa yang salah?


__ADS_3

Pagi harinya yaya memutuskan pergi ke salah satu acara televisi untuk menemui jae suaminya, setelah ia bertanya kepada petugas yang ada di sana yaya langsung mencari keberadaan suaminya tersebut di ruangan yang sudah di beritahu oleh satpam.


Setelah masuk ke dalam ruangan yaya pun berdiri sejenak di dekat tembok untuk istirahat terlebih dahulu sebelum lanjut menemui suaminya, saat ia ingin melanjutkan langkahnya ada tiga orang wanita dari grub lain yang tidak suka akan keberadaan yaya, salah satu wanita itu langsung membuat yaya hampir saja naik darah sebelum bertemu dengan suaminya.


"Heh kamu..."


Yaya yang sedang melihat handponenya terlonjak kaget karena seseorang memanggil dirinya dengan cukup keras.


Karena tidak adanya jae di ruangan ini dan mereka juga tidak tau siapa yaya yang tiba-tiba nyelonong masuk, maka mereka berani menantang yaya hari ini.


Ia mendongak menatap 3 wanita yang ia tidak kenal.


'Mau ngapain lagi sih ni orang manggil-manggil gua kagak sopan gitu'


"Apa?" ucap yaya menantang.


"Kamu itu siapa main nyelonong masuk disini, kamu dancer boygrub or girlgrub mana?" Tanya salah satu wanita itu yang bernama juli.


"Maaf saya tidak ada urusan dengan anda dan saya ada janji mau ketemu sama seseorang di gedung ini.. kalau mau tanya-tanya nanti" Ucap yaya dengan candaannya.


"Heh..kita serius ya kamu tu ke sini itu sebagai backdance nya siapa grub apa?" Ucap salah satu wanita lagi dengan mata melotot namanya juli.


"Hmm ..." gumam yaya santai.


"Pertemuan kita hari ini aku sudah heran sama lo yang tiap hari kesini, dan ucapan kamu ke kami itu menurut kami sangat tidak sopan" Ucap wanita lainnya yang bernama nini.


"Maap nih ye, ucapan aku yang mana dulu nih, soalnya kan kemarin banyak loh yang nanya ke aku, jadi ya agak lupa ngomong sama siapa dan yang mana" balas yaya santai sembari memainkan ujung kukunya.


Ketiga wanita itu geram mendengar ucapan yaya yang kelewat santai.


Berani sekali gadis satu ini.


"Heh ... kamu itu siapa, kesini itu mau ketemu sama siapa, orang yang penampilannya kayak lo tu ke sini kalau enggak jadi backdancer ya fans, so lo harus hargai kita dong disini !!" bentak nini.


"Penyanyi kok etikanya gitu sih, nggak ada contoh baiknya sama sekali" kata yaya masih santai.


"Lo bilang apa barusan!?" geram juli.


"Enggk ada"


karena sudah kesal salah satu dari mereka menumpahkan kopi panas milik yaya mengenai lengannya.


Yaya melotot kaget sembari memegangi tangannya yang memerah karena siraman air panas itu karena tangannya yang panas matanya pun memerah menahan tangis dan juga menahan perih di lengannya.


Plakk ..


Merasa tak terima dengan perlakuan wanita itu Yaya menampar sisi karena ia telah menyiram yaya dengan air panas, untung saja tamparan itu tidak terlalu keras karena tangan yaya tidak cukup kuat untuk menampar orang saat ini. Sisi memegang pipinya yang sedikit perih baginya akibat tamparan yaya.


"Eh lo apa-apaan nih?" tanya yaya sedikit membentak.


"Lo yang apa-apaan" bentak nini mendorong bahu yaya keras sehingga yaya terdorong ke tembok yang tidak jauh dari tempat ia berdiri saat ini.


Karena kehebohan itu, membuat para karyawan dan idol yang lain menghampiri mereka karena penasaran.


"Apa-apaan ini?" Alex datang menelusup kerumunan itu.


Semua mata tertuju pada Alex, sedangkan alex menatap yaya khawatir.


"Yaya" gumam alex lalu menghampiri yaya.

__ADS_1


"Kamu nggak papa kan?" tanya alex.


"Cuman panas dan perih .." ucap yaya pelan sembari meringis.


Alex menunduk melihat keadaan tangan yaya yang sudah hampir melepuh melihat tangannya saja ia sudah meringis ngilu. Kini alex menatap ketiga wanita banyak ulah itu dengan tajam secara bergantian yang membuat mereka menunduk takut.


"Apa yang sudah kalian lakukan?" bentak alex pada juli, nini dan sisi. Mereka menunduk takut.


"Ka-an dia yang mulai duluan" Jawab sisi yang berusaha menuduh dhaya.


Seketika yaya melotot kaget enak saja dirinya yang disalahkan.


"Eh ... dasar ya jangan sembarangan lo ya" ucap yaya tak terima.


"Lo duluan kan yang nyiram gue" tunjuk yaya pada sisi.


"Stop, udah cukup" lerai alex cepat.


"Kalian tunggu disini yang lain jagain mereka jangan sampai ada yang terulang lagi, saya mau panggil jae dulu. Oh ya, kamu eli ..ambilkan salep untuk luka yaya” titah alex.


"Ok bro "Jawab mereka kompak dan salah member wonderboys bernama eli langsung mengambilkan obat untuk yaya.


"apa ini?” tanya jae menatap tajam ketiga wanita yang ada dihadapannya ini. Nini, juli dan sisi tidak sekali dua kali dalam berbuat ulah.


Pekerjaan sebagai penyanyi dan publik figur mereka sok berkuasa dimanapun, kabarnya ulah mereka kemarin tidak separah yang mereka lakukan pada yaya, tapi sekarang sangat parah sampai-sampai menyiram yaya dengan air panas, dulu mereka hanya menyuruh orang yang datang ke sana untuk bertemu dengan seseorang tidak sengaja mereka usir itu, kalau tidak mereka lakukan mereka akan diancam, dan gara-gara mereka banyak keluarga yang kerabatnya dapat job di aera situ dan pas banget ada mereka langsung pada di usir dengan alasan mereka di usir oleh juli, nini, dan sisi.


"Kenapa pada diam semua?"


"Dia yang mulai" jawab juli


"D-dia duluan yang nggak sopan sama kita”jawab nini menunjuk yaya dengan dagunya yang berdiri di samping jae


"dia nampar saya" Adu sisi.


"Horok tu mulut ya jangan asal ceplos aja dong mana buktinya" bantah yaya melotot merasa tak terima.


"Woy maemun, siapa yang udah bikin tangan gua kayak gini bukannya lu pada ya?" Bentaknya lagi sembari menunjuk tangannya yang masih memerah.


"Yay udah" titah jae.


"Ta-tap-" ucapan yaya terpotong karena jae mengangkat tangannya menyuruh yaya untuk diam.


"motivasi kalian dalam melakukan hal itu apaan?" tanya jae dengan perasaan tenang sembari menatap wajah ketiga wanita itu.


"Mau dilihat banyak orang? Mau dikira wanita ini bakal ngerebut popularitas kalian?" Tanyanya lagi yang membuat ketiga wanita itu menciut takut.


"Enggk"Jawab mereka kompak.


"So?"


mereka hanya diam tidak berani menjawab, sedangkan jae menghela nafasnya lelah hari-hari nya selalu saja dipenuhi dengan masalah sampai kapan dia akan bahagia?


"Bisa kalian ganti dengan apa tangan istri saya?" Tanya jae lagi.


Seketika ketiga wanita itu mendongak dengan mata terbelalak.


"A-apa?"


"I-istri?" Beo mereka tak percaya.

__ADS_1


Sedangkan dhaya tersenyum smirk ada rasa bangga dihatinya kerena jae membelanya dirinya sebagai seorang istri.


"Iya, dia istri saya kalian tu ya hebat sekali kalian dalam menantang wanita saya" ucap jae.


Mereka diam ditempat, masih larut dalam pikiran mereka masing-masing mereka merutuki kesalahan mereka masing-masing yang terlihat bodoh dan kekanak-kanakan.


"Kalian pergi dari sini" ucap jae.


"Loh"


"Ya iya kalian” tutur jae datar.


"Yaya kami minta maaf, kami tidak ingin ada berita konflik antara girl grub kami dengan boygrub wonderboys karena masalah ini" Ucap sisi berlutut dihadapan yaya.


"Iya yaya, maafin saya juga" Ucap nini.


"Maafin kesalahan saya, saya mohon jangan ada konflik lagi" Sahut juli dengan wajah memelas.


Yaya mengangkat satu alisnya bingung, kenapa jadi harus bilang padanya? Dia kan hanya ingin menemui suaminya saja.


"Sorry nih ya kan saya disini mau ketemu sama jae"Jawab yaya acuh.


"Sudah, sekarang kalian pergi menjauh dari pandangan saya" finish jae.


Ketika wanita itu berdiri sembari menunduk, mereka pasrah sepasrah pasrah nya.


"Baik" Jawab mereka kompak dengan lesu. Mereka sudah tidak bisa mengelak lagi, dan sudah tidak ada harapan lagi untuk memperbaiki semuanya, jadi mau tak mau mereka harus menerima resikonya jika ada berita tentang konflik antar dua grub.


Setelah mereka pergi dari hadapan jae, jae menatap yaya datar.


"Tu lukanya udah diobatin?” tanyanya.


"Udah" Jawab yaya sambil meniup lengannya yang masih terasa perih.


"Perih?"


"Astaga bambang pake nanya lagi ya udah pasti sakit tau”


"Siapa suruh kamu ke sini? Ini kan akibatnya kalau tidak nurut sama suami" Ucap jae sementara Yaya menatap Je dengan kening berkerut.


"Horok, lah kok malah jadi nyalahin aku sih mas?"


"Bukannya nyalahin, tapi ini akibatnya kalau kamu datang ke sini, kalau kamu tidak datang kesini, kejadian seperti ini tu nggak akan terjadi” ujar jae.


'Dibelain atau apa kek, lah ini malah ngebentak'


"Tapi ini kan keputusan aku kalau masalah musibah ya nggak bisa dihindari" Balas yaya.


"Terserah kamu lah saya pusing” ucap jae sembari memijit pelipisnya pusing.


Yaya menatap jae tajam.


"Oh, jadi kamu nyalahin aku? kamu marah jae? Kamu tiba-tiba berubah seperti ini apa memang karena aku? kamu juga pusing garagara aku? ... oke fine, padahal saya kesini hanya untuk bertemu sama kamu ya" Ucap yaya menahan kesal lalu pergi dari stasiun televisi itu.


Jae mendongak menatap punggung kecil yaya yang sudah mulai menjauh, karena lelah sepertinya ia salah bicara.


"Yaya .." panggil jae yang sudah keluar dari stasiun televisi itu.


"Yaya ..”panggil jae lagi sedikit keras, tapi yaya tidak mengindahkannya, ia tetap lanjut berjalan keluar dengan hati yang masih penuh rasa emosi.

__ADS_1


Jae ingin sekali mengejarnya tapi ia tidak bisa menahan untuk tidak mengangkat panggilan telfon dari ponselnya membuat lalu ia mengurungkan niatnya mengejar yaya.


Para penyanyi yang lain pun menatap yaya heran, karena gadis itu berjalan dengan air mata yang berlinang di pipinya. Mereka bertanya-tanya ada apa dengan wanita itu?


__ADS_2