
"kok malah nelfon sih dia di instageruem, duh angkat tidak ya tapi ini orang mau ngobrolin apa ya sampai mau ketemu aku segala gitu"
"yaudah deh aku angkat saja dari pada penasaran kan ini orang beneran mantan aku atau bukan"
Akhirnya yaya memutuskan untuk mengangkat telfon dari orang misterius yang DM di instageruemnya, betapa terkejutnya yaya bahwa yang ia lihat barusan adalah mantannya sendiri, tapi buat apa ia ingin ketemu dengan yaya?
Percakapan telfon
"halo"
"iya halo, maaf ini siapa ya?"
"maaf kamu sudah lupa ya sama aku"
"aku mantan kamu"
"hah mantan aku?"
"aku dika mantan kamu"
"hah kamu dika?"
"iya, kamu lupa ya sama aku?"
"hehe bukan lupa hanya saja kan aku tidak tau kalau ini kamu dik"
'ngapain juga ni mantan telfon aku kurang kerjaan banget' gumam yaya dalam hati.
"aku hanya mau ketemu saja sama kamu, bolehkan? Btw aku udah ada di samping kantor kamu nih dekat apa ya ini resto seafood ya"
"kamu tau dari mana kalau aku kerja disana?"
"maaf aku tanya sama teman aku dan kebetulan teman aku beberapa hari lihat kamu pulang karena teman aku kalau pulang kerja itu searah dengan arah kamu pulang"
'nah ini yang ku takutkan sebaiknya aku kasih tau jae biar dia tidak salah paham, soalnya dia sering banget lewat kantor aku meskipun cuman 2-3 menitan tapi kalau ada teman jae yang tau kantor aku dan disana ada laki-laki asing yang cari aku, bisa-bisa aku kena ceramah dari dia' gumamnya dalam hati.
"oh jadi begitu"
"kita bisa ngobrol sebentar? Kalau bisa aku tunggu di restoran seafood ya"
"eh iya"
"okay"
TELFON BERAKHIR
"haduh ini harus kasih tau jae" gumamnya sembari mencari kontak jae di kakakakonya.
PANGGILAN TELFON KAKAKAO
BERDERING...........
"halo"
"halo jae"
"kamu kenapa nelfon?"
__ADS_1
"oh kamu lagi take ya buat acara tv? Aduh aku lupa kalau kamu jadi host ya... Maaaf ya jae"
"nonono, i'm fine nggak papa kok santai aja, kamu panik ya? Kenapa?"
"jadi gini, waktu aku mau medipedi tiba-tiba ada yang DM instageruem aku terus orang ini tu nungguin aku di luar kantor katanya mau ngobrol sama aku"
"kamu kenal tidak sama orangnya? Kalau kamu tidak kenal ya udah lebih baik jangan dari pada kamu disana panik apalagi aku yang disini juga ikut panik"
"awalnya aku sama sekali nggak kenal sama orangnya tapi tadi tu orangnya nelfon dia bilang kalau dia mantan aku"
"mantan kamu?"
"iya yang pernah aku ceritain sama kamu itu"
"oh si dika?"
"iya, makanya aku bilang sama kamu dan aku bingung harus gimana disisi lain kita udah mau menikah disisi lain juga....."
"stttt aku percaya kok sama kamu, dah sekarang kamu temuin itu mantan kamu selesaiin dulu dan kalau dia macam-macam sama kamu, kamu bisa langsung telfon aku"
"jae..."
"aku udah pikirin ini semua kok yaya pasti kejadian ini akan terjadi, beginilah cara Tuhan menguji kita berdua ya dengan mendatangkan salah satu orang dari masalalu termaksud mantan entah mantan kamu atau mantan aku, dan karena ini mantan kamu yang tau semua itu kamu jadi aku harap kamu bisa nyelesein dulu ya, aku disini percaya sama kamu"
"jae bukannya aku nggak mau nemuin dika disisi lain aku juga harus menjaga perasaan calon suami aku sendiri, aku merasakan saat ini aku udah mengecewakan kamu jae"
"nonono, nggak yaya udah percaya sama aku, ikutin aja apa yang aku bilang tadi, dan cincin pertunangan kita akan jadi bukti kalau kamu sudah ada yang punya okay"
"okay"
"aku juga akan ke kantor kamu, sekarang shareloock tempat mantan kamu mau ketemu sama kamu sekarang"
"oke oke aku ke sana ya, ini acara tv nya sebentar lagi selesai habis itu aku kesana"
"iya"
PANGGILAN TELFON BERAKHIR
"okey sekarang kamu percaya aja sama ucapan calon suamimu yaya" ucap yaya sembari keluar dari mobil.
"kalau ada paparanzi di sekitar sini bisa bahaya" gumamnya sembari melangkah memasuki resto seafood.
"hey" panggil dika mantan yaya sembari melambaikan tangannya.
"ini buat kamu" ucap dika sembari memberikan sebuah buket bunga kecil untuk yaya.
"ini apa? Dan dalam rangka apa kamu kasih aku ini?" tanya yaya sembari menatap wajah dika.
"oh itu sebagai tanda bahwa aku sudah bertemu lagi denganku.
"okay"
"kamu mau pesen apa?" tanya dika.
"enggak usah kebetulan aku udah makan dan udah bawa bekal kok" ucap yaya.
"oh okey, jadi kehidupan kamu bagaimana, terus kerjaan kamu gimana, kamu kerja apa sekarang?" tanya dika.
__ADS_1
"ya seperti biasa, aku sekarang kerja jadi sekretaris" jawab yaya.
"wah bagus dong, kamu tidak lupa kan sama aku?" tanya dika.
"sedikit sih, ya kan kita lama tidak ketemu ya kan? Terus kamunya juga gimana sekarang kamu kerja apa gimana?" tanya yaya balik.
"kalau aku sih kerja, sekarang aku jadi admin toko ya bisnis aku sendiri sih lebih tepatnya" jelas dika.
"wih bagus no, bisnis apa?" tanya yaya.
"bisnis ya makanan" jawab dika.
SEMENTARA ITU
"resto nya pasti yang ini" ucap jae.
"aku harus ke sana" lanjutnya.
Kakakakao jae
"aku sudah di resto seafoodnya, aku duduk enggak jauh dari kamu"
Kakakako yayayaya
"okay"
Jae melambaikan tangan pada yaya begitu pun dengan yaya yang hanya menoleh ke arah jae sembari memberikan kode bahwa ia sudah melihatnya.
"ehem yaya, kamu kenapa?" tanya dika.
"nggak kenapa" jawab yaya.
"oh kirain kamu kenapa" ucap dika.
"hmm jadi itu yang namanya dika mantannya yaya, kalau aku lihat dia sepertinya pembisnis, masih bagusan aku lah" gumam jae yang melihat mereka berdua dari jauh.
"eh tunggu dulu, kok ada buket bunga, itu bunganya siapa? Sejak kapan yaya beli bunga dan untuk apa ia beli bunga?" gumam jae sembari bertanya siapakah yang memberikan bunga itu pada yaya.
"yaya nanti aku kontak lagi ya soalnya aku ada urusan yang nggak bisa aku tinggalin" ucap dika pada yaya.
"iya dika"
"sampai jumpa lain waktu ya yaya" ucap Dika.
Setelah Dika meninggalkan resto seafood jae langsung bertanya pada yaya tentang asal buket bungga itu.
"udah ngobrolnya?" tanya jae pada yaya.
"udah" jawab yaya singkat.
"itu bunga dari siapa? Kamu beli buket bunga? Buat apa sih yay, kurang cukup ya bunga yang aku kasih setiap annive kita?" tanya jae secara mendetail.
"ini bunga dari dika katanya sih buat ucapan setelah ketemu aja kok" jelas yaya.
"ucapan apanya?" tanya jae sembari mengambil buket bunga itu dan melihat bahwa ada secarik kertas di buket bunga.
"ini apa? Ini surat?"
__ADS_1
'nah kan, apakah ini beneran ujian sebelum pernikahan' -