
Pagi, 06.30
Disaat mereka berdua sedang sarapan pagi di meja makannya tiba-tiba jae bertanya pada yaya yang menambah suasana menjadi hening.
"Yaya, kamu ada janji kan sama orang hari ini, kamu mau berangkat bareng aku?" Tanya jae saat mereka sedang sarapan.
"enggak jae, aku mau berangkat sendiri aja" jawab yaya kikuk.
"Naik apa?" Tanya jae.
"Terus nanti kamu pulang jam berapa?" lanjutnya.
"Naik mobil aku lah kalau enggak ya naik bis kalau enggak kan ada taxi" ucap yaya.
__ADS_1
"Nanti aku pulangnya sekitar jam 06.30 pm, emang kenapa jae?" lanjutnya sembari bertanya pada jae.
"Kalau kamu tidak naik mobil nanti aku yang jemput kamu" ucap jae.
"Yaya memangnya kenapa sih berangkatnya nggak sama aku aja, kamu malu ya punya suami seperti aku?" lanjutnya sembari ia bertanya pada yaya tentang dirinya.
"Nggak, bukan begitu jae aku hanya belum terbiasa aja" ucap yaya.
Jae hanya diam lalu melanjutkan sarapannya.
"Jae kamu marah ya? maaf kalau jawaban aku seperti itu, tapi nanti sesekali kamu boleh kok antar aku ke kantor, kamu kan juga berhak tau siapa teman-teman kantor aku karena aku sekarang kan sudah jadi istri sah kamu dan kamu pasti juga tidak mau kalau istri kamu ini salah bergaul ya kan, aku paham kok jae apa yang kamu pikirkan ... aku berangkat sekarang ya, nanti papa aku hukum aku lagi hanya karena aku telat masuk kerja" ucap yaya. Ia mengucap salam lalu entah sadar atau tidak ia mencium penggung tangan jae.
Jae cukup terkejut dengan apa yang dilakukan yaya, tapi ia memakluminya, itu lebih bagus kan?
__ADS_1
Di garasi rumah "Astaga malu bat dah salaman sama jae. Walaupun ini baru pertama kali dan jae tu kan juga suami sendiri, tapi kok rasanya beda ya" gumam yaya sambil berjalan kearah mobilnya.
"Eh bentar itu bukannya mobil jae" ucapnya bermonolog sendiri. Saat membuka pintu mobilnya tak sengaja melihat mobil berwarna putih milik jae.
"Eh kok itu mobilnya blaret ya seperti kena senggol sama mobil atau montor orang"
"Kenapa dia enggak bilang ke aku ya? Enggak tau lah nanti juga dia cerita tentang mobilnya" ucapnya lagi lalu masuk ke dalam mobilnya dengan kecepatan lumayan kencang menuju lokasi dimana ia janjian sama seseorang.
Sementara itu
"Yaya kenapa ya? Kok sikapnya agak aneh? Iya sih aku pengen banget antar yaya ke kantor karena aku juga sebagai suami juga harus tau cirkel pertemanan yaya seperti apa, aku juga tidak mau kalau istri aku sampai salah berteman" gumam jae sembari mencuci piring yang ada di meja makan.
"Tapi walau begitu pun yaya tetap wanita yang jujur, tanggung jawab juga, ya mungkin juga yaya butuh waktu buat menyesuaikan keadaan ini kali ya, tidak kenapa istriku tetap istriku yang terbaik, masakannya juga enak, baru tau yaya bisa masak se-lezat itu apa dia khursus masak ya? Ya meski begitu aku mencintai istriku sendiri" lanjutnya sembari sedikit memuji yaya di belakang yaya.
__ADS_1