Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Alasan yaya diam


__ADS_3

Lima jam pun berlalu, jae yang masih stay di ruang tv sembari menonton acara tv kesukaannya tersadar kalau istrinya belum pulang setelah tadi sempat pergi bersama lingga.


Sudah pukul 7 sore terdengar suara mobil yaya yang baru saja sampai, ia bertanya pada dirinya sendiri apa yang dilakukan mereka berdua selama itu?


'Kan tu orang baru pulang'


'kok yaya pulangnya sendiri, itu cowok gatel di anterin sampai rumah'


'Apa aku tanya langsung aja ya?'


"Yay udah pulang, tadi pergi kemana? Soalnya tadi aku lihat kamu pergi ke luar pakai mobil" tanya jae sembari menyalimi punggung tangan istrinya.


"Iya" jawab yaya dingin.


'Heleh di jawab kek gitu, ya kali jawabannya cuman iya' gumam jae.


Yaya segera melangkah menuju kamarnya disusul jae yang masih ingin tau ada apa dengan istrinya itu.


Sesampainya dikamar sikap yaya masih sama, apa mungkin lingga mengatakan hal yang membikin istrinya sakit hati, atau kecewa, atau juga marah? Jae masih mengintip dari luar menunggu saat yang tepat untuk jae bertanya pada istrinya itu.


Karena jae sudah terlanjur ingin tau ada apa dengan istrinya itu, jae langsung masuk ke kamar dan duduk disamping yaya.


"Sayang.." panggil jae sembari memandang wajah yaya yang tampak lelah.


"Iya" jawab yaya dingin.


"Kamu kenapa sih? Kamu ada masalah ya? Kalau boleh tau masalah apa, siapa tau aku bisa bantu" ucap jae.


"Hanya masalah lingga aja kok, kenapa?" Jawab yaya sembari memperhatikan berkas dokumen yang ada di mejanya.


'Sudah ku duga' gumam jae sambil melirik yaya dengan tajam.


"Kenapa kamu melirik aku seperti itu?" Tanya yaya yang mempergoki jae sedang meliriknya.


"Enggak kok, cuman heran aja tu dedemit ada masalah apa sih kok sampai kamu yang harus turun tangan segala?" Tanya jae sembari mengambil snack yang ada di meja kamarnya.


"Gini, jadi ternyata itu dia itu pernah nelfon aku terus enggak aku angkat saat itu karena aku ada rapat di kantor dan kebetulan jadwal aku waktu itu sedang padat-padatnya sampai akhirnya aku udah mau naik pangkat dia tiba-tiba kirim aku pesan SNS kalau dia minta putus hubungan sama aku" jawab yaya.


"Terus?" Tanya jae.


"Ya terus aku coba hubungin lagi but not respond, ya i think dia juga sudah memutuskan keputusan ini dan dia pasti sudah ada ganti nomor" lanjut yaya.


"Oh gitu" balas jae.


Setelah mendengar penjelasan dari yaya, jae pun langsung mengambil minumannya sembari berfikir seribet itu masalah yaya kalau sudah ada rapat dan jadwal free yang tidak sebanyak dulu.


Sehabis meminum minumannya jae langsung membaringkan badannya ke tempat tidur disusul yaya yang lebih dulu sudah tertidur di sofa yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.


Pagi hari menunjukan pukul 5 subuh, yaya segera bangun dan mandi karena hari ini adalah hari dimana ia ada tes untuk kelancaran bahasa asingnya yaitu bahasa arab untuk keperluan kantornya. Ia mencoba membangunkan suaminya itu yang masih tertidur di sofa, namun reaksi jae diluar pikiran dhaya.


"Mas... dah subuh, mas enggak sholat?" Tanya yaya sembari berusaha membangunkan jae dengan menggoyangkan bahunya.


"Eggh, sayang jangan kecapean ya nanti kasihan dedek bayinya" gunam jae yang masih terpejam namun suaranya dapat di dengar yaya.


'Ngelindur nih, kasihan juga kecapean kali ya, aku kasih selimut aja deh, aku harus siap-siap buat tes'


Pukul 06.00


"Eggh... yay bangu-"


"Hmm .. eh selimut? Siapa yang kasih selimut di paha?" Tanya jae bingung sembari melihat ke arah jam.


"Mas.. udah bangun? Aku pergi dulu ya, aku enggak lama kok perginya," tanya yaya.


"Ini kamu yang kasih selimut ke saya?" Tanya jae balik.


"Iya habisnya cuacanya lagi dingin, dah ya aku berangkat dulu" ucap yaya sembari menyalimi punggung tangan jae.


'Mau kemana tu pagi-pagi udah pakai baju rapi, dia juga bukan trainee idol kan? Atau jangan-jangan' gumam jae sembari memikirkan yaya yang belum semestinya terjadi.


Kantor agency


"Tumben datang pagi" ucap ilham.


"Pasti dong, dah yuk latihan" ucap jae.


Jam sudah menunjukan pukul 10.00, yaya sudah selesai dengan ujiannya dan hanya tinggal menunggu hasil ujiannya keluar sebentar lagi, karena pengoreksiannya menggunakan sistem digital maka hasil tes yaya bisa keluar hari ini juga.

__ADS_1


Selama di lokasi tempat yaya melaksanakan tes, yaya melihat banyak pasangan yang sedang menunggu untuk melihat hasil tes bahasa mereka dan hanya yaya yang menunggu seorang diri tampa di temani siapapun, ya karena dewi sedang pergi berlibur dan winda masih mengandung anak pertamanya dengan daril dan suaminya juga sedang sibuk, jadi yaya memutuskan untuk mengikuti tes bahasa seorang diri.


'Semoga hasilnya bagus deh biar aku bisa kasih ke jae mungkin dengan cara ini dia bisa luluh lagi karena tahun ini aku bisa menambah keahlian bahasaku' gumamnya.


Hasil tes


'Eh hasil tesnya sudah ada notive nih'


'Woaa.... aku lulus, skornya juga lumayan bagus'


'Aku pulang aja deh biar ini jadi suprise buat jae' gumam yaya saat hasil tesnya keluar.


Rumah


'Aku ganti baju dulu kali ya terus istirahat sebentar' gumam yaya sembari berjalan menuju kamar. Dan pas sekali jae yang baru pulang setelah selesai latihan untuk mini konsernya, jae langsung menuju kamarnya.


Selang beberapa menit setelah yaya mengganti pakaiannya terderngar suara bel dari pintu rumahnya, ia tidak tau siapa yang bertamu disaat ia sudah berada dirumah, lantas ia pun berteriak sembari berjalan menuju pintu.


Bel....


"Iya..... bentar" jawab yaya.


Ceklek ..


"Kak yaya .." teriak bagus senang lalu memeluk tubuh mungil yaya.


“iya ..” sapa yaya.


"Selamat ya kak, atas lulus ujian bahasanya" ucap bagus.


"Selamat ya sayang"


"Iya, makasih semuanya."Jawab yaya tersenyum bahagia.


"Ayo semuanya masuk" ajak yaya pada dua keluarganya.


Secara tidak sengaja keluarga yaya dan jae datang secara bersamaan. Setelah diajak masuk, dua keluarga itu pun duduk diruang tv.


"Nggk mau makan dulu? Yaya tadi udah masak banyak loh" tawar yaya pada keluarga.


"Nanti aja deh yay, kita istirahat dulu sebentar, jam buat makan juga bentar lagi" jawab papa shofyan.


"Oh ya, jae mana?” tanya papa shofyan celingak-celinguk mencari keberadaan anaknya.


"Ada dikamar yaya panggilin dulu ya" Jawab yaya,


papa shofyan mengangguk saja.


"Mas, papa nyariin kamu tuh dibawah. Mereka udah pada datang" ucap yaya saat sudah sampai dikamar.


"Iya" jawab jae singkat.


Ia melipat laptopnya lalu berjalan kebawah menemui keluarganya.


Yaya melirik sejenak tugas-tugas suaminya, banyak sekali berserakan dia tas meja.


Yaya yang hanya melihatnya saja sudah pusing, apalagi jae yang harus meminum obat sakit kepala setiap malam dan meminum vitamin setiap hari.


Jae berjalan menuju ruang tv dimana keluarganya sudah ada disana. Sedangkan yaya berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam, ternyata mama siti sudah ada disana.


"Horok, mama lagi apa?” tanya yaya basa-basi.


"Ini, lagi mindahin makanan ke piring" jawab mama siti.


Yaya mengangguk.


"Oh ya, kapan kamu lulus bahasa lanjutannya? " tanya mama siti sembari memindahkan makanan kedalam piring


"Baru aja ma tadi pagi” jawab yaya. Mama mengangguk.


Hening beberapa saat.


"Yay .." panggil mama muti.


"Iya, kenapa mah" jawab yaya.


"Kamu ... nggk lagi ada masalah kan sama jae? Kamu engggak berantemkan?" tanya mama siti memelankan suaranya.

__ADS_1


Yaya menghela nafasnya.


“Kan yaya udah cerita kan ke mama" jawab yaya.


"Masih belum kelar juga?”


Yaya menggeleng lemah.


"Kenapa sih?"


"Yaya juga nggak tahu mah.”


"Jangan lama-lama dong berantemnya. Emang kamu nggak nanya? "


"Nggak berani ah ma”


“Kamu ini gimana sih.”


"Abis yaya lulus bahasa lanjutan rencananya kalian mau kemana?" tanya papa disela-sela makannya.


Uhuk..uhuk


Seketika yaya tersedak, cepat-cepat ia mengambil minum.


"M-maksud Papa?" tanya yaya.


"Maksud papa ya ... honeymoon gitu" jawab papa shofyan santai.


Yaya gelagapan, tidak tau harus menjawab apa kenapa tiba-tiba harus membahas ini.


'Nih kembarannya D.O exo diem aja bantuin ngomong kek paling enggak bilang iya atau enggak kek gitu'


"Katanya kakak mau ke korea ya, mau ke mana tu kak busan apa seoul" celetuk bagus tiba-tiba.


Ia menaik-turunkan alisnya menggoda sang kakak, Semua mata tertuju pada bagus, yaya menatap adiknya tajam.


Sedangkan yang ditatap tersenyum menggoda.


"Apaan" Gumam yaya menatap sang adik tajam.


"Yee, emang bener kan, dulu lo kepengen banget ke korea kalau udah nikah” ucap bagus lagi membocorkan angan-angan sang kakak.


Yaya menutup matanya sekilas, karena malu, Sedangkan keluarganya yang lain tersenyum geli mendengarnya.


"Bagus itu kalau emang kamu sama jae mau kesana, Papa setuju" Sahut papa shofyan yang diangguki mama siti.


Yaya tersenyum canggung.


"Kita belum tahu pah soalnya kan jae masih ngurusin mini konsernya grub wonderboys" jawab jae.


Yaya benafas lega, karena jae akhirnya bersuara.


"Jangan ditunda-tunda lagi, lebih cepat kan lebih baik pekerjaan mah bisa belakangan, atau bisa ambil cuti dulu bilang ke manager kamu" ucap papa shofyan.


'Horok, ini kok kenapa jadi mereka yang ngebet ya'


"Iya pah, tapi pekerjaan jae di akhir bulan ini tuh masih banyak, belum lagi harus ke kantor juga kan jae juga sekarang bekerja di kantor keuangan ma" ujar jae.


"yah, terserah kalian saja”


Keadaan kembali hening. Mereka kembali memakan makanan mereka.


Hingga kejadian membanggongkan pun terjadi ...


"Eits..gus, nggak boleh makan steak" celetuk yaya melarang bagus untuk jangan mengambil steak daging panggang dimeja.


"Ck..apaan sih" elak bagus.


"nggak inget apa? Kalau dirimu tu belum boleh makan-makanan enak dulu apalagi danging" Ucap yaya mengingatkan bagus.


"Bener tuh kata yaya, kamu makan sayur sama buah itu aja tuh" Sahut jae.


Bagus mendengus, benar-benar tidak adil, yang lain pada makan enak malah dia sendiri yang harus makan sayur-sayuran.


"Yaelah kak ... kali ini libur dulu deh. Lagi banyak makanan enak nih. Yah plis..." pinta bagus memelas.


"No" Bantah jae cepat.

__ADS_1


Bagus berdecak pelan, mau tak mau ia harus makan sayur saja.


Keluarga jae mengernyit bingung karena tidak mengerti keadaan entah ada apa dengan bagus mereka tidak tau.


__ADS_2