
Minggu
Hari dimana acara pertunangan jae dan yaya pun tiba, disana mereka hanya mengundang tetangga dekat, anggota boygrub wonderboys, kerabat kantor yaya dan jae, papa yudi, dan teman dan sahabat dekat yaya, dewi dan winda serta staff dari agency jae.
Yaya tampak cantik menggunakan dress berwarna biru untuk acara pertunangan itu sementara jae yang sedari tadi memandangi yaya tidak bisa membohongi isi hatinya bahwa calon istrinya benar-benar cantik.
Banyak yang memuji yaya saat ini, ia begitu anggun bak putri dari negeri dongeng.
Acara pertunangannya pun dimulai, mulai dari pembukaan dari mc, memasangkan cincin, makan-makan dan lainnya.
Selang beberapa jam, acarapun selesai dengan lancar. Para tamu pamit untuk pulang, kini yang tinggal hanyalah keluarga yaya dan keluarga jae yang kini sedang berkumpul dirumah yaya.
Rumah yaya
"Alhamdulillah acaranya lancar ya tadi" ucapan mama Muti.
"Iya, selamat ya buat kalian" ucap mama Siti menatap putrinya dan calon mantunya.
"Makasih ma" jawab Yaya dan Jae kompak.
__ADS_1
"Ini kakak ipar luna ya? cantik banget sih kok luna jadi iri ya." puji Luna adik perempuan Jae sembari duduk disebelah yaya dan mengamati wajah cantiknya.
"Kamu ni datang-datang bukannya puji aku kek, kamu mah enggak cantik, cantikan juga aku dan yaya lah" ledek Sifa pada ponaannya.
"Ho o aku enggak cantik, fine hubungan kakak dengan si itu-"
"Eheh ponaan aku yang paling cantik, kakak ralat ya kamu juga cantik kok" ucap Sifa memotong ucapan Luna sembari cengengesan karena takut nanti ponaannya akan menyebarkan hubungannya dengan laki-laki lebih tua darinya yang sampai saat ini belum di klarifikasi.
"pffftttt"
Luna mendengus sedangkan yang lain menahan tawanya melihat pertengkaran mereka.
"Luna, nana kalian kan saudara walaupun bukan saudara kandung ya jangan bertengkar gitu dong." tegur mama Muti memperingati.
Suasana dimalam hari ini sangat terasa kebersamaan kekeluargaannya, karena mereka berkumpul bersama dengan suasana hangat dan tertawa lepas bersama. Seperti tidak ada tanggungan beban.
Pagi harinya yaya menjalankan aktivitasnya seperti biasa yakni berangkat ke kantor, karena Jae hari ini ada jadwal penting dengan grubnya jadi Yaya berangkat menuju kantornya seorang diri menggunakan ojek online, sebelum berangkat ke kantor seperti biasa ia berpamitan pada mamanya dan bosnya yakni ayahnya sendiri.
meskipun kantor itu milik ayahnya setidaknya ia bisa membuktikan bahwa yaya bisa mandiri dengan berangkat ke kantor sendiri tetapi tidak untuk ayahnya yaya...
__ADS_1
"pa ma yaya berangkat ke kantor dulu ya nanti telat" ucap yaya sembar menyalami punggung ayah dan ibunya.
"enggak barang papa aja yay?" tanya ayah Yudi.
"heleh pa sini ke kantor lumayan jauh, kalau aku bareng papa nanti telat" jawab Yaya dengan alasannya.
"kan tidak tiap hari yay" ucap ayah Yudi.
"enggak usah pa, aku pengen jadi karyawan yang baik yang tidak memanfaatkan previlage yang aku punya" ucap Yaya singkat.
"previlage?"
"iya previlage yaya kan dari papa" ucap Yaya.
"yaudah terserah kamu, yaudah sekarang siap-siap berangkat sana nanti telat" ucap ayah Yudi.
"siap pa, nih juga mau berangkat" ucap Yaya sembari menciumi punggung tangan ke dus orang tuanya.
"aku berangkat dulu ya" ucap Yaya.
__ADS_1
"hati-hati ya nak" ucap sang mama pada Yaya.
"iya ma pa pasti"