Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Akhirnya terbongkar


__ADS_3

Waktu sudah meunjukan pukul 05.00 pagi, jae bangun dari tidurnya dan hendak melaksanakan sholat subuh ia berjalan ke kamar mandi untuk mensucikan diri sebelum beribadah.


Selesai mensucikan diri dan memakai pakaian yang bersih, jae segera membangunkan istrinya yang masih dalam keadaan tidur untuk melaksanakan sholat.


"Yay.... yaya" jae membangunkan yaya dengan menggoyang-goyangkan kakinya sebelah kanan.


"Say" panggil jae kali ini sedikit lebih keras karena tidak ada respond sedikitpun dari yaya, sontak jae menjadi takut kepada Tuhan kalau sampai yaya tidak melaksanakan ibadah wajibnya itu karena sudah kewajiban seorang suami untuk menuntun istrinya ke arah yang benar sesuai dengan syariat agamanya.


"Apa...." yaya mengeluh karena merasa tidurnya terusik dan mimpinya buyar akibat suaminya.


"Ay, bangun ini udah subuh, kamu enggak shalat?" Tanya jae sembari mengajaknya untuk beribadah bersama.


"lagi datang bulan" jawab yaya dengan suara seraknya.


"Bener? Nanti kalau aku di tanya sama malaikat aku jawab apa adanya loh ya karena aku kan udah bangunin dirimu buat sholat" tanya jae merasa kurang yakin dengan jawaban yaya karena yaya ialah ratunya alasan, sedikit mager, dan pelupa kalau sudah berubungan dengan ibadah.


"Iye"


Untuk saat ini memang yaya lagi mendapat kalender bulanannya karena ucapan batinnya sendiri tadi malam.


"Okey" jawab jae.


Jae beranjak dari kasur lalu langsung melaksanakan ibadah.


3 jam kemudian


"Yay bangun udah pagi, kamu enggak kerja?" Ujar jae sembari menggoyang-goyangkan kaki yaya yang masih tertutup selimut.


Jae sudah siap dengan pakaiannya seperti biasa menuju kantor agencynya sedangkan istrinya sama sekali belum beranjak dari kasurnya.


"Hmmm" gumam yaya.


"Bangun yay udah siang ini, jangan salahkan aku ya kalau dirimu telat ke kantor, aku ke kantor agency dulu ada project" ucap jae lalu berangkat ke kantor agency meninggalkan yaya yang masih asik dengan mimpinya.


Jam 07.00


"Hmm..." yaya meregangkan otot-ototnya.


"Panas bener, jam berapa ini?" Gumam yaya sembari mencari ponselnya yang ada di meja sebelah kasurnya.


Matanya melihat kearah layar ponselnya, beberapa menit kemudiaan yaya mulai membuka matanya.


"Mampus telat gua mana ini mana hari ini hari pertama aku gantiin papa di kantor lagi, mateng gua" ucap yaya sedikit berteriak.


Yaya segera bergegas menuju kamar mandi lalu bersiap-siap dengan seragam kantornya.


Kantor


Yaya berlari menuju ke ruangannya dengan terengah-engah, beberapa karyawan masih ada yang berada di luar kantor dan di sekitaran ruang lobbi


Beberapa karyawan pun ada yang masih berada di dapur, dan beberapa karyawan lain pun ada yang menatap yaya dengan tatapan aneh dan saling bergosip ria.


'Bukannya itu yaya ya, anaknya pak bos'


'Iya bener'


'Kira-kira hubungannya dengan jae apa ya?'


'Mana aku tau bambang, coba kamu cari di informasi seputar musik atau kpop pasti dirimu nanti menemukaan sesuatu'


'Sepertinya mereka lagi deket'


'Ada hubungan apa sih mereka berdua'


Yaya memang bisa mendengar orang yang sedang membicarakannya tetapi sekarang ia harus segera ke ruangannya dan mulai kerja kalau enggak suaminya pasti sudah tau kalau hari ini ia terlambat dan pasti ia harus ke kantor agency suaminya karena jae sudah menaruh gps di ponselnya jadi suaminya tau kapan istrinya berada di kantor.


Akhirnya yaya sampai di depan ruangannya dan segera mulai bekerja, beberapa karyawan lain merasa kaget dibuatnya. Semua mata tertuju pada yaya dengan tatapan bingung, ada yang merasa aneh.


Beberapa langkah dari ruangannya ia membuka notivikasi yang ada di ponselnya, ia melihat pesan dari suaminya yang sudah tau kalau dirinya akan kena marah karena telat dan ia kini harus ke kantor agencynya.


'Dasar cenayang, ngapain juga sih mantau aku lewat gps kurang kerjaan banget deh, terlalu posesif'


Dapur kantor


"eh yaya, yay bikinin aku teh angetnya satu dong, sama biskuitnya ini 2 aja" ucap dewi minta tolong pada yaya untuk di bikinkan minuman.


"Siap" balas yaya, lalu membuatkan pesanan untuk dewi.


Yaya mengambil dua gelas dan teh celup serta es batu sedangkan dewi menunggu pesanannya, ia senang karena sebentar lagi akan menjadi pengganti ayahnya di kantor karena ayahnya masih berada di rumah sakit jadi yaya lah yang akan menggantikan posisi ayahnya saat ini. Yah karena ia sendirian sekarang lagi menunggu tesnya jadi dari pada ngelamun yang tidak berharga dia memutuskan untuk bermain dengan ponselnya, ia membuka aplikasi instageruem dan xtwieture lalu menscroll semua postingan di berandanya dan melihat hastag trending di xtwieture.


"Horok opo neh iki" gumam yaya kesal karena ia melihat salah satu postingan dari akun prediksi kpop dan hastag yang sedang trending di twieture yang memperlihatkan dirinya sedang tercyiduk berduaan bersama jae entah itu di mall, parkiran, cafe dan tempat lainnya dengan caption. "Salah satu idol kpop generasi ke 2 sedang berkencan dengan seorang wanita yang bukan seorang artis, agency TG entertaintmen belum buka suara terkait hal ini.


Braaakkk.

__ADS_1


Yaya menggebrak meja dapur kantor saking kesalnya melihat berita itu bersliweran di beranda medsosnya yang membuat dewi yang berada di dekatnya dan para karyawan lain terlonjak kaget.


"astaga yay bikin kaget aja kenapa sih" ucap dewi sembari menatap ke arah yaya, untung saja teh angetnya tidak tumpah.


Yaya segera menoleh, "hmm, eh maaf ya wi aku tidak sengaja" ucap yaya yang merasa bersalah.


"Lagi ada masalah ya?" Tanya dewi.


"nggak ada masalah" jawab yaya berbohong.


"makasih ya yay" ucap dewi sembari mengambil tes hangat buatan yaya.


yaya tersenyum. "iya wi" ucap yaya tersenyum ramah.


Dewi mengangguk.


Setelah dewi pergi yaya kembali melihat ponselnya dengan masih ada rasa kesal di hatinya, banyak yang mengomentari postingan itu dengan mencibir yaya sampai mengkata-katai yaya dengan perkataan yang sangat tidak sopan.


Mereka belum tau kebenarannya, tetapi mereka masih mencap yaya dengan tidak pantas.


'Nggak bisa di biarin nih, gua harus pergi ke kantor agencynya jae sekarang'


Akhirnya yaya berangkat menuju kantor agency jae


Brraaakkk


Untuk yang ke dua kalinya yaya membuat orang kaget dengan kelakuannya, kali ini ia membuka pintu dengan sedikit kasar yang membuat member grub wonderboys dan manager yang berada di ruangan itu terlonjak kaget.


Jae sebagai suaminya menatap yaya dengan tatapan tajamnya. "Bisa enggak kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu, ketuk pintu masih bisa kan?" Tanya jae datar.


"Mas,,, ini gawat" ucap yaya dengan nafas naik turun.


Ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu disusul dengan manager, kru, dan semua orang yang berada di ruangan itu.


Kini tidak hanya jae saja yang bingung tetapi seluruh ruangan juga bingung.


"Ada apa?" Tanyanya.


Yaya segera mengambil ponselnya lalu memperlihatkan postingan tadi pada jae.


Jae dan seluruh orang yang berada di ruangan itu menatap postingan itu.


"Terus kenapa?"


Manager TG entertaintmen pun mulai buka suara terkait berita ini kepada yaya terlebih dahulu.


"Tenang saja, urusan ini biar kami yang tanggung karena suami kamu masih tanggung jawab kami karena kami yang sudah mengenal suami kamu, nanti perlahan lahan semua pasti akan terbongkar dengan sendirinya dan seluruh dunia akan tau, kamu percayalah sama kami berita ini akan aman sampai kami dari TG entertaintmen menjelaskan yang sebenarnya" ucap manager wonderboys dengan entengnya menjelaskan pada yaya.


Yaya yang terlihat cengo karena ia tidak tau kehidupan artis atau idol tiba-tiba mendengar jawaban manager wonderboys yang terlalu santuy.


Bukannya jawaban itu yang diharapkannya, manager wonderboys dan seluruh tim TG entertaint malah memikin yaya semakin panik.


Masalahnya, fans wonderboys belum bisa menerima yaya dengan seutuhnya sebagai istri dari jae kim atau jae karena yaya bukan berasal dari kalangan artis, actriss, ataupun idol.


"Ya saya tau pak manager dan tim TG entertaint, kalau sampai mereka yang diluaran sana mikirin yang macam-macam tentang saya dan jae bagaimana? Sudah ada beberapa orang yang menyebarkan berita ini kemana-mana sampai ke luar negeri pun berita ini sudah tersebar, dan mereka memandang saya sebelah mata karena tidak pantas menjadi pasangannya jae karena saya bukan berasal dari orang terpandang ataupun pekerjaan saya yang bertolak belakang dengan jae, saya hanyalah seorang karyawan biasa sedang jae seorang rapper yang sukses dengan grubnya bahkan solo pun ia juga bisa menjadi seorang penyanyi yang sukses, dari situ mereka memandang saya dengan sebelah mata" cerocos yaya.


Tok.tok.tok


Pintu agency TG diketuk dari luar, sontak manager sunset dan semua orang yang berada di ruangan itu menoleh.


"Masuk" titah salah satu tim TG entertain sedangkan dhaya masih duduk disofa mendadak overthinking karena tim agencynya menyuruh orang itu untuk masuk dan tanpa tau itu siapa, jika orang itu tau kalau dhaya berada di kantor TG orang itu pasti akan berfikiran yang bukan-bukan.


Pintu ruangan itu dibuka cepat


"Kamu lagi, ngapain kamu disini?" Tanya Rilak sedikit curiga di ikuti juno yang berada di belakangnya.


Yaya menunduk sembari memainkan roknya.


"Eeee-"


"Jadi benar ya berita yang sedang bersliweran itu?" Tanya Rilak yang memandang jae dan yaya bergantian.


Sontak yaya terbelalak, jadi kabar itu sudah sampai ke rilak teman siaran radionya.


"Dia lagi ingin bertemu dengan teman lamanya alex makanya dia ada disini" jawab manager wonderboys yang kini menyelamatkan yaya.


"Maaf, jadi ini bener , enggak bener kan berita itu, yaya dan jae enggak ada hubungan apa-apa kan?" Tanya rilak beruntun.


'Kepo banget sih' yaya membatin, mendelik tak suka pada rilak, jika yaya dan jae ada hubungannya dengan kabar itu, bukan urusan rilak juga untuk ikut campur.


"Rilak bukan urusan anda juga kan ikut campur masalah mereka?" Balas manager wonderboys.


"Iya nggak juga sih, tapi kan saya hanya-"

__ADS_1


"Anda kan hanya temannya jae, jadi anda seharusnya lebih paham dari saya manager wonderboys kalau ada berita semacam ini jangan terlalu cepat memutuskan yang tidak-tidak sebelum adanya klarifikasi dari kami agency grub wonderboys" ucap manager wonderboys yang kedua kalinya menyelamatkan yaya dan jae.


"Ee. Iya saya minta maaf" ucap rilak menunduk.


Yaya hembuskan nafasnya lega karena untuk yang kedua kalinya manager suaminya menyelamatkannya dan suaminya dari kabar itu.


"Saya ingin bertanya pada anda karena anda tidak izin terlebih dahulu kepada tim kami, anda ada keperluan anda datang ke kantor kami?" Tanya manager wonderboys.


"Eeeh... itu tadi saya niatnya mau ngajak jae buat ke restoran yang lagi hits dan ada yang harus saya bicarakan sama jae empat mata, jae kamu mau nggak?" Ajak rilak sembari malu-malu.


Sontak jae dan yaya membelalakan matanya malas.


'oh berani juga ya ngajakin pergi suami orang tanpa minta izin juga ke istrinya, awas aja lo'


"Jadi, gimana jae?" Tanya rilak lagi untuk memastikan.


Jae melirik yaya dan managernya dengan sorotan matanya, yaya memberi kode pada jae dengan melototkan matanya sambil menggeleng pelan dan menaruh tangannya ke belakang lalu mengepalkan tangannya menghadap wajah jae sedangkan managernya memberi kode terserah kepada jae dan yaya, ini semua tanpa diketahui rilak.


Jae mengerti kode yang diberikan managernya dan yaya .


"Maaf tapi saya tidak bisa, saya sibuk dan saya juga harus latihan koreografi sama anak-anak yang lain" jawab jae datar. Yaya tertawa senang dalam hatinya karena melihat rilak baru saja ditolak ajakannya.


Rikak yang tadinya tersenyum kini raut wajahnya berubah sangat kecewa, benar-benar diluar dari ekspetasinya.


"Hmmm.... begitu ya, yaudah nggak papa, mungkin lain kali ya" ucap Rilak.


"Oh ya ini tadi aku beli kopi dua tapi yang ini terlalu manis untukku karena aku tidak lihat tulisan di capnya, so yang satunya ini buat kamu, ini jae" ucapnya lagi sembari menyodorkan kopi .


Saat ini yaya sudah hampir kehilangan kesabarannya, berani sekali rilak menggoda suaminya didepan istrinya dan teman-teman suaminya di kantor agency suaminya sendiri.


Dengan secepat kilat yaya langsung mengambil kopi itu dari tangan rilak.


"Asik ada kopi nih, aish tau aja ya saya tu juga suka kopi tau mana cuacanya lagi panas pula, rilak makasih ya..." ucap yaya tersenyum polos tanpa ada rasa berdosa sedikitpun.


Melihat kelakuan yaya, rilak melotot tak percaya.


"Hey, itu bukan buat kamu tapi buat jae, benar-benar ya kamu ini dimana sopan santun kamu" ujar rilak kesal, bisa-bisanya ada seorang wanita yang bertingkah laku tidak sopan dihadapan orang yang lebih tua dan pangkatnya lebih tinggi darinya.


"Hehehe saya haus ril... jaenya aja enggak keberatan kan kalau kopinya saya minum" jawab yaya dengan santuinya dia meminum kopi itu dan mengabaikan delikan rilak padanya.


"Maaf ya jae lain kali aku bawain lagi"


"Nggak papa kok ril, nggak usah repot-repot, lagian saya sudah mengurangi minum kopi" jawab jae.


"Oh gitu ya, sekali lagi aku minta maaf ya, kalau gitu saya pergi dulu ya semuanya" ucap rilak, ia memandang yaya dengan tatapan tidak sukanya lalu pergi.


'Jadi cewek kok genit, genitnya sama suami orang lagi'


Jae menatap yaya dengan menggelengkan kepala di ikuti managernya dan member wonderboys yang lain saat melihat tingkah yaya yang seperti anak-anak.


"Kamu tu jangan terlalu deket sama tu siapa namanya rilak, aku enggak suka kamu kerja ya kerja saja" ucap yaya sembari minum kopi.


"Emangnya kenapa? Kamu cemburu ya?" Tanya jae sedikit menggoda.


Pffftt


Tiba-tiba air kopi yang diminumnya mengalir menuju hidung seperti orang tenggelam, cepat-cepat ia mengambil tisu dari dalam tasnya.


"Horok, ya enggak lah" bantah yaya.


"Ya aku enggak suka aja sama rilak dia tu cewek genit" ucapnya lagi.


"Apa iya?"


"Iyalah emangnya enggak percaya"


"Kalau gitu nanti atau lusa aku pergi ke restoran sama rilak enggak papa nih?"


"nggak boleh" jawab yaya melotot.


Sontak jae dan semua orang yang ada diruangan itu tersenyum mendengarnya, sekarang mereka semua tau bahwa yaya pasti akan cemburu namun gengsinya terlalu tinggi sama seperti dulu selama yaya membiaskan jae.


"Itu tandanya kamu cemburu yayaku sayang" ledek jae.


"Bodo amat"


Setelah mengatakan itu yaya berdiri dari duduknya hendak pergi dari kantor agencynya, tapi langkahnya terhenti karena jae memegang tangan yaya.


"Bentar, kamu mau kemana?" Tanya jae.


"Mau pulang lah"


"Kamu lupa kalau aku tadi mantau kamu lewat gps dan kamu telat sampai tempat kerja kamu, kamu hari ini saya hukum seharian di kantor TG sampai saya selesai latihan"

__ADS_1


'Mampus.... tu orang masih inget ternyata kalau gua telat masuk kerja tadi, hedeh'


__ADS_2