
Hari ini adalah hari jumat dan sudah hampir sebulan yaya bekerja di sekolah tempatnya mengajar saat ini, jumat pagi ini tidak seperti hari pada umumnya karena perasaannya tidak enak sedari tadi sekaan-akan semesta ingin memberitahu yaya sesuatu yang sangat penting dan benar saja karena yaya tidak mendengarkan feelingnya ia pun sadar akan hal yang akan terjadi hari ini.
"pagi ini kok dingin ya apa cuacanya masih cuaca pancaroba ya?"
"tunggu sebentar kok perasaan aku tidak enak ya ada apa sih ini? Ah tidak-tidak yaya paling cuman perasaan biasa dah lah lagian nanti mama kamu malah ngomel-ngomel lagi kalau kamu tidak bekerja apalagi papa deh tambah marah nanti, dah lah aku mandi dulu habis itu sarapan" ucap yaya bermonolog ria sembari berfikir perasaan apakah yang yaya rasakan apakah ini ada hubungannya tentang spiritual.
"ma pa yaya berangkat dulu ya"
"iya hati-hati ya" ucap papa yudi yang sedikit menasehati anak tercintanya.
"loh bagus mana kok tidak kelihatan? Masih tidur ya pa ma bagus?" tanya yaya sambil bertanya keberadaan bagus.
"bagus udah ke semarang tadi pagi biar sampai di semarangnya tidak tempuk sama jumatan" jawab mama siti.
"oalah aku kira masih tidur" ucap yaya.
"yaudah ya pa ma yaya berangkat dulu nanti telat" lanjutnya sambil menyalimi punggung tangan kedua orang tuanya.
Yaya melangkah menuju parkiran montornya seketika ia bimbang ia ingin memakai montor atau jalan kaki menuju ke sekolah, akan tetapi yaya memilih untuk jalan kaki dengan niatan ingin agar ia lebih sehat.
sesampainya di sekolah yaya pun beraktivitas seperti biasa dengan mengajar seperti guru pada umumnya hingga akhirnya kejadian itu datang pada yaya di siang hari itu juga.
"mbak kita mau makan-makan di vila steak mau ikut?" tanya ibu kepala sekolah.
"enggak aja bu" jawab yaya.
"lak mbak yaya tidak ada acara kan?" tanya ibu kepala sekali lagi untuk memastikan yaya benar-benar tidak ada acara.
"tidak bu, saya tidak ada acara"
__ADS_1
"kalau gitu ikut saja mbak tidak apa-apa" ucap ibu kepala sekolah.
"mbak nggonceng saya saja" ucap ibu titik.
"oh iya bu" jawab yaya.
'waduh mana aku bawa uang dikit lagi, dan ini siapa yang bakal bayar aku kan masih kerja paruh waktu di gaji saja belum. Duh bagaimana ini?' gumam yaya di setiap perjalanan.
Sesampainya di vila steak yaya pun segera masuk dengan langkah perlahan sembari memikirkan siapa yang akan membayar bill makanan yang sudah di pesan, yaya mencoba untuk berpikiran positif selama di dalam vila steak.
"mbak yaya mau pesan apa?" tanya bu titik.
"saya pesan ikan lele saja" jawab yaya spontan.
"yang bakar apa yang goreng mbak yaya?" tanya bu titik lagi.
'waduh mana mahal-mahal makanan disini, ini aja lele ada yang 14.000 ada yang 13.000 duh pilih yang bakar apa yang goreng ya, dah lah yang bakar aja sekali-sekali kan untung harganya tidak mahal'
"minumannya apa mbak?" tanya bu isna.
"es teh biasa saja bu" jawab yaya.
"tidak es teh jumbo saja mbak, enggak nyesel lo ya" jawab bu dina.
"enggak bu es teh biasa saja" jawab yaya.
Setelah semua pesanan di tulis di secarik kertas barulah pesanan itu berikan kepada karyawan yang ada disana, tidak lebih dari setengah menit pesanan punya bu isna pun sudah matang dan siap untuk di makan, bu isna pesan steak ya jelaslah cepat matangnya selanjutnya giliran pesanannya yaya selanjutnya pesanan ibu kepala sekolah dan mbak cici, setelah semua pesanan sudah tersedia di meja barulah bisa menyantap pesanannya masing-masing.
'waduh lelenya dua ya? Mana kecapnya banyak banget lagi ya jarang sih makan yang bakar-bakar kecuali bakso bakar sama tahu bakar kalau lele baru ini dan kecapnya banyak banget' gumam yaya saat pesanannya sudah sampai di sajikan di atas meja.
__ADS_1
Semua guru yang ada di situ sangat menikmati makanan yang sudah dipesan hingga saat yang di khawatirkan yayapun akhirnya terjawab.
"mbak mamanya sudah tau kan kalau di ajak ke sini dulu?" ucap ibu kepala sekolah.
"iya bu sudah" jawab yaya.
Seketika suasana hening sebentar sampai akhirnya tidak ada angin tidak ada hujan ternyata mamanya yaya pun menghubungi kepala sekolah tempat yaya mengajar.
"mbak yaya ini mamanya nyariin tadi sampai ke sekolah katanya" ucap ibu kepala sekolah.
'ngapain juga sih mama nyariin aku sampai hubungi kepala sekolah tempat aku kerja pula, gimana nanti kalau aku nikah riwayat panggilanku pasti isinya nomornya mama semua'
"iya bu"
"tadi udah bilang ke mama kalau mbak yaya di ajak ke sini dulu?" tanya ibu kepala sekolah.
"sudah bu" jawab yaya.
Akhirnya semua guru bersiap-siap untuk pulang ke rumah termaksud yaya yang ikut boncengan bu titik, dan sesampainya di rumah yaya menjelaskan semuanya kepada mamanya.
"ma tadi mama kirim pesan ya ke bu kepala?" tanya yaya pada sang mama.
"iya, la jam segini kamu belum pulang mana mama kirim pesan ke kamu tidak masuk-masuk" jawab mama siti.
"la kan enggak ada sinyal ma" jawab yaya.
"ya mama minta maaf ya, tapi kamu tidak malu kan kalau mama tanya ke bu kepala?" tanya mama siti.
"hmmm"
__ADS_1
"yaudah mama minta maaf" ucap mama siti sekali lagi.
Yaya pun segera melangkah menuju kamarnya dan segera mengganti pakaiannya dan segera pergi tidur, entah kenapa perasaannya tadi pagi bisa terjadi di siang hari tadi yaya tidak ingin terus-terusan memikirkan hal itu.