Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Cobaan setelah menikah untuk yaya (mama siti sakit)


__ADS_3

Rumah 22.45


Jae memasuki rumahnya, terlihat yaya sedang menonton boygrub starykidz di ruang tengah. Ia berjalan menghampiri istri manis tercintanya itu lalu dudu disamipingnya sembari merebahkan tubunya dipangkuan yaya lalu menutup matanya.


Yaya menatap Jae sekilas yang nampak begitu lelah lalu menatap lagi kearah layar tv.


"Astaga Jae, mandi dulu lah sana bau tau, baju gantinya di atas kasur" ujar Yaya tanpa menatap Jae.


Jae membuka matanya dan mencium aroma badannya sendiri, hanya wangi yang ada dipikirannya.


"Heh aku? Memangnya aku sebau itu ya?" Tanya Jae.


Yaya melirik Jae dengan ekor matanya.


"No, tu kucing tetangga yang biasanya lewat di depan rumah kita tiap pagi" jawab Yaya. "Ya kamu lah Jae astaga keringat kamu aja udah kecium sebelum kamu rebahan disini" lanjutnya.


"Kamu nyamain aku sama kucing Yay?" Tanya Jae lagi.


"Lah kamu ke sindir ya Jae? Kalau iya maaf deh" Balas Yaya.


Jae menghela nafas, dia tidak mau lagi meladeni ucapan istrinya itu ujung-ujungnya malah tambah panjang nantinya. Ia memilih untuk memejamkan matanya kembali.


"Aku capek sayang" ucap Jae pelan tapi masih bisa didengar Yaya.


"Ya kalau capek, ya mandi habis itu makan malam kalau udah makan malam makan snack tu habis itu baru tidur, tapi sebelum tidur meditasi dulu" omel Yaya.


"Enggak ah males" jawab Jae singkat.


Yaya membuang nafasnya kasar, disuruh mandi sama tidur aja mager.


"Terserah kamu aja lah Jae, terserah" ujar Yaya menahan kesal lalu memindahkan kepala Jae yang masih berada dipangkuannya ke sofa lalu pergi ke kamarnya untuk tidur meninggalkan Jae yang sekarang tertidur di sofa.


Keesokan harinya, Yaya menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Jae, sekarang dan seterusnya yang akan memasak adalah Yaya, ia akan mencoba belajar mandiri, sedangkan Jae yang akan mencuci piring dan menyapu.


Selang beberapa menit Jae keluar dari kamar menemui Yaya dimeja makan.


"Mornig" Sapa Jae pada Yaya yang sedang menyiapkan alat makan. Sembari duduk di kursi.


"Morning too" sapa Yaya balik.


"Jae, kamu nanti enggak berangkat bareng aku kan?" Tanya Yaya karena ia melihat Jae menggunakan pakaian agak santai yang biasanya dipakai untuk latihan vokal.


"Enggak ya yay, karena hari ini aku sibuk di kantor agency jadi aku enggak ke kantor" jawab Jae.


Sontak Yaya tersenyum senang.


'Yuhu.... akhirnya berangkat sendiri deh, ini bisa mampir ke resto dulu nih minimal beli kopi atau teh lah'


Jae melirik Yaya yang ada di sampingnya dengan satu alis terangkat. "memangnya kenapa?" Tanya Jae yang melihat Yaya senyum-senyum sendiri.


Yaya kaget gelagapan. "Eh, nggak papa" jawab Yaya cengengesan.


"Kamu seneng aku enggak berangkat bareng sama kamu?" Tanya Jae lagi.


'Yap  banget pake buanget !!!'


"Eh, gak gitu juga. Maksudnya ya nanti bisa pulang lebih awal gitu." Jawab Yaya dengan senyuman.


Jae geleng-geleng kepala heran.


"Awas ya kalau kamu kumat lagi"


Kantor


Yaya memasuki lingkungan kantor dengan semangat. "Pagi" sapa Yaya tersenyum ke arah dewi yang sibuk dengan komputer dan laptopnya.


"Pagi juga" sapa dewi balik. Ia mengalihkan pandangannya dari laptop lalu menatap Yaya.


"Kok senyum-senyum gitu, kenapa?" Tanya dewi.


"Enggak kok enggak papa" jawab Yaya acuh lalu duduk disamping dewi.


"Kayak habis menang give away aja sih" ucap Dewi.


"Eh kamu sendiri aja?" Tanya Yaya pada bestinya itu, mengabaikan gumaman Dewi barusan.


"Berdua" jawab dewi santai.


"Lah iya tapi sama siapa?"

__ADS_1


"Ya sama kamu kan Yay kan, emangnya sama siapa lagi"


"Heleh, maksud aku satunya mana?" Tumben ke kantor telat, biasanya itu orang kan paling awal datengnya" ujar Yaya celingak-celinguk kantor berharap dapat menemukan satu besti kantornya itu.


"Nggak masuk dia" jawab Dewi.


"Hah kenapa?" Tanya Dewi.


"Nggak tau, dia izin sama aku"


Yaya manggut-manggut lalu tidak melanjutkan pembicaraan lagi.


Bersamaan dengan itu, pelajaran pun dimulai karena sudah pukul 7.30.


Istirahat


"Eh hari ini kamu tidak di anter itu siapa namanya Jae?" Tanya Dewi pada Yaya saat berjalan menuju kantin.


"Enggak dianya lagi sibuk, grubnya mau konser katanya" jawab Yaya.


"Wih serius?" Sahut karyawan lain yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Iya, makanya aku agak seneng hari ini" ucap Yaya diselingi senyuman.


"Aneh banget kamu Yay sama suami sendiri loh mana ganteng lagi" cibir Dewi.


"Enggak kenapa lah mumpung dia enggak lagi disini kan, santai aja" balas Yaya.


"Bener juga ya" ucap Dewi.


"Hai Yaya" sapa Jonni berjalan didepan Dewi dan Yaya.


Yaya dan Dewi memutar bola matanya malas.


'Dan terjadi lagi'


"Mau kemana nih? Ikut dong" tanya Jonni tersenyum ke arah Yaya.


"Kepo ya!" Jawab Yaya.


Jonni memanyunkan bibirnya pura-pura sedih.


"Apaan sih, gua enggak ada urusannya sama lu, mending ya sekarang lu pergi karena gua mau ngobrol sama Yaya berdua" balas Jonni tak kalah sengit.


"Asem kamu ngusir aku? Sorry bluberry strobery ye aku ini bestinya Yaya so aku harus selalu di samping Yaya paham?" Ucap Dewi sangat tidak santai.


"Uwes tah, malu-maluin ae kae lo di delok i wong akeh" lerai Yaya.


"Nih Yaya dia duluan yang ganggu kita" ujar Dewi kesal.


"Ues tah gak usah mbok ladeni" ucap Yaya berbisik pada Dewi.


"Hei Jonni mending lo pergi deh, gua nggak mood ngomong sama kamu" ucap Yaya.


"Ayo len kita pergi aja dari sini" Yaya menarik tangan Dewi pergi meninggalkan Jonni yang terdiam.


Entah kenapa Yaya sangat kesal dan risih dengan Jonni karena cowok itu yang selalu mengganggu hidupnya dan sering sekali menyatakan cintanya pada Yaya sudah seperti ninja, hal itu mampu membuat Yaya sama sekali tidak nyaman.


Yaya mengajak helen ke parkiran.


"Btw ngapain ngajak kesini?" Tanya Dewi heran.


"Pulang" jawab Yaya to the point.


"Hah pulang? Sekarang? Nggak mau makan dulu?" Tanya Dewi lagi.


"Nggak mood makan" jawab Yaya datar.


"Okey, gimana kalau kita makan di luar aja" usul Dewi.


"Sorry kali ini nggak dulu ya, gua mau ke rumah mama aku, kangen soalnya" Tolak Yaya.


"Mama mertua apa mama siti nih?" Goda Dewi menarik turunkan alisnya.


"Hey ya mama aku lah siapa lagi" jawab Yaya, Dewi manggut-manggut.


"Nggak usah bete gitu dong mukanya nanti cepet tua lo, tadi aja seneng-seneng kayak ketiban rejeki nomplok" ujar Dewi mencolek dagu Yaya.


"Terserah" ucap Yaya lalu masuk ke dalam mobilnya begitupun dengan Dewi ia masuk ke dalam mobil Yaya tanpa disuruh.

__ADS_1


"Heeh ngapain?" Tanya Yaya melihat teman kantornya masuk ke dalam mobilnya.


"Hehe nebeng ya, lagi enggak bawa mobil atau motor nih" jawab Dewi santai sambil terseyum.


Yaya tidak mempermasalahkannya karena Dewi memang seperti itu lalu ia menjalankan mobilnya keluar dari parkiran sekolah.


Sesampainya dirumah mama siti ia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. Tadi ia mengantar Dewi dulu pulang kerumahnya.


"Assalamaualaikum" ucap Yaya sambil berjalan menuju dapur, karena ia yakin jam segini pasti mamanya sudah ada di dapur.


"Waalaikumsallam" jawab salah satu art di rumahnya.


"Loh bi, mama mana?" Tanya Yaya pada bi tina karena ia tidak melihat mamanya di dapur.


"Pak bos masih di kantor non tapi bu bos ada dikamarnya dek bagus masih sekolah" jawab bi tina secara detil menjelaskan apa yang terjadi.


"Ya Allah, aku kan cuman tanya mama kok sampai kemana-mana udah kayak Jae aja, yaudah Yaya ke kamar mama dulu" ucap Yaya.


"Baik non, non yaya.." ucap bi tina yang seketika menghentikan langkah Yaya.


"Kenapa bi?" Tanya Yaya kembali menatap bi tina.


"Itu non soal bu bos" ucap bi Tina.


"Emang mama kenapa bi?" Tanya Yaya yang sudah mulai khawatir.


"Bu bos sakit non, makanya pak bos manggil saya suruh jaga rumah dan jaga bu bos selama pak bos pergi dan den bagus sekolah" jawab bi tina, Yaya tercengang.


"Heeh mama sakit apa bi?" Tanya Yaya lagi kali ini dengan nada khawatir.


"Kata dokter sih cuman demam biasa non, tapi menurut bibi dan menurut pengetahuan bibi demamnya bu bos lumayan agak parah non, bu bos juga susah makan" jawab bi tina.


"Ya udah bi kalo gitu aku ke kamar mama dulu" ucap Yaya lalu bergegas pergi ke kamar mamanya.


Tok.tok.tok


Yaya mengetuk pintu kamar mamanya berkali-kali dan memanggil mamanya itu.


Tidak ada sautan dari dalam, karena cemas Yaya langsung membuka pintu kamar itu, terlihat sang mama sedang tertidur pulas di ranjangnya.


Yaya bernafas lega, setidaknya mamanya baik-baik saja. Yaya duduk di tepi kasur disamping mamanya lalu ia mengusap rambut mamanya pelan.


Meras ada pergerakan yang mengenai rambutnya mama siti terusik dari tidurnya, ia membuka matanya pelan, samar-samar melihat anaknya duduk disampingnya.


"Nak" panggil sang mama.


"Eh, mama keganggu ya tidurnya sama Yaya? Maaf ya ma" ucap Yaya.


Mama siti menggeleng kepala pelan "enggak kok" ujar mama siti.


"Udah jam berapa?" Tanya mama siti pada Yaya.


Yaya melihat jam dinding yang ada di kamar sang mama. "Jam 1 siang ma"


"Tumben pulang jam segini?"


"Tugas yaya sudah selesai ma dan yaya juga udah bilang ke papa jadinya ya udah deh dhaya bisa pulang cepet, eh begitu aku sampai rumah mama malah sakit" jelas Yaya dengan wajah sendu.


"Tau dari mana kalau mama sakit?" Tanya mama.


"Tadi ketemu bi tina dibawah, bi tina yang bilang kalau mama sakit" jawab Yaya, mama siti manggut-manggut.


"Lagian mama sakit kok enggak bilang-bilang, kok enggak hubungin aku atau Jae juga sih ma?" Tanya Yaya.


"Mama takut kamu khawatir aja, mama enggak mau ngerepotin kamu apalagi Jae" ucap sang mama lembut.


"Ya setidaknya kabarin Yaya lah ma atau kabarin Jae jadi Yaya merasa enggak becus jadi anak kalau kayak gini ceritanya ma" ucap Yaya sedih.


"Enggak kok sayang, kamu tu anak kesayangan mama, anak baik jadi jangan salahin diri kamu sendiri. Lagian sakit mama enggak parah kok ini juga proses mau sembuh" balas mama siti.


"Udah berapa hari ma? Udah dibawa ke dokter? Terus obatnya udah diminum?" Tanya Yaya beruntun, ia sangat mencemaskan mamanya.


Mama siti tersenyum ia bersyukur memiliki anak yang selalu peduli padanya.


"Udah kok, mama sakit cuma tiga hari" jawab sang mama.


"Pokoknya besok mama harus sehat, Yaya jadi enggak tega lihat mama sakit kayak gini, jangankan Yaya Jaepun pasti juga mengucapkan hal yang sama jika berada di posisi Yaya sekarang" ucap Yayay sembari menggenggam jari tangan sang mama.


"Iya, mama juga maunya gitu, kamu dan Jae doain ya" ujar mama.

__ADS_1


"Kalo itu mah udah pasti, anak yang baik pasti akan selalu mendoakan orangtuanya" ucap Yaya sembari melihat wajah mamanya.


__ADS_2