
Ketika yaya sedang asik membeli es teh ia merasa ia kenal, yaya mencoba untuk menyapanya akan tetapi takut ia akan salah orang untuk yang kedua kalinya. Akhirnya yaya memutuskan untuk menyapanya, ketika ia menyapa laki-laki itu ia baru teringat bahwa laki-laki yang ia sapa kali ini adalah temannya semasa sekolah menengah pertama (SMP).
"mas"
"eh loh, kamu kan lingga?" ucap yaya.
"iya, mbak siapa ya?" ucap lingga.
"aku yaya teman sekolah kamu, kita memang beda kelas tapi kan kelas kita berdampingan, kamu masih ingat aku kan?" tanya yaya.
"oh yaya, kelas D ya? oh iya iya aku baru ingat kamu yang pendek itu kan?" tanya lingga.
"kamu tu ya ngejek aku terus, aku tu bukan pendek tapi kurang tinggi aja" ucap yaya sembari memalingkan wajahnya karena malu.
"kamu mau beli apa?" tanya lingga.
"aku mau beli es teh lah terus mau beli apa lagi selain es teh" jawab yaya.
"ya kali kamu mau beli jajanan yang lain gitu apa beli mie goreng kek apa beli bakso kek apa beli mie ayam kek gitu" ucap yaya.
"ye kalo itu mah udah ada aku tadi udah masak jadi aku tidak perlu beli sayur lagi apa lagi bakso lah nanti siapa dong yang makan baksonya, terus juga nanti masakan aku yang makan siapa dong selain aku?" tanya yaya.
"hmmmm..... Aku?" tanya lingga.
"heh kamu mau makan makanan yang aku masak? Yang bener?" tanya yaya sekali lagi untuk memastikan ucapan lingga pada yaya.
"ya kalau kamu izinin aku buat makan masakan kamu ya kenapa tidak, ya kan?" ucap lingga.
"iya juga sih"
__ADS_1
"ini mbak es tehnya" ucap ibu penjual es teh.
"oh iya bu, makasih ya" ucap yaya sembari mengambil esteh pesanannya dan membayar uang es tehnya.
"sama-sama mbak" jawab ibu penjual es teh.
"aku pulang dulu ya capek habis kerja mau tidur" ucap yaya sembari melangkahkan langkahnya menjauh dari lokasi warung tempat ia membeli es teh.
"eh tunggu dulu aku masih mau bicara sama kamu" ucap lingga.
Yaya terus melanjutkan langkah kakinya menjauh dari warung tempat ia membeli es teh tampa mendengarkan ucapan dari lingga, setelah lingga melihat langkah yaya menghilang diantara perempatan barulah ia menyadari bahwa rumahnya tidak jauh dari lokasi tempatnya bertemu dengan yaya, linggapun segera pulang karena hari sudah semakin panas dan waktu juga sudah mau menunjukan pukul 12.00.
sesampainya dirumah yaya memikirkan sesuatu yang ia fikirkan sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dan ia merasa lingga telah lupa dengan dirinya dan pindah rumah di daerah yang jauh dari lokasi lingkungan rumah yaya, akan tetapi itu tidak terjadi lingga tetap tidak meninggalkan kota kesayanganya karena adiknya lingga bersekolah di kota tempat tinggalnya hanya saja lingga pindah rumah sedikit lebih jauh dari rumah lamanya.
karena yaya keasikan memikirkan hal itu yayapun akhirnya tertidur sampai sore harinya ketika yaya bangun dari tidurnya yaya merasa itu semua hanyalah sebuah mimpi saja akan tetapi tidak dalam kenyataannya ia benar-benar merasa lingga masih mengingat dirinya.
"aduh kok sudah sore sih mana belum sholat ashar lagi untung tadi sudah sholat dzuhur jadi plong rasanya, sholat dulu kali ya habis itu masak" ucap yaya bermonolog ria di dalam kamarnya.
Setelah sholat ashar, yaya langsung berjalan menuju ke dapur untuk menemui mamanya dan bertanya sesuatu yang sedari tadi yaya ingin tahu jawabannya, sebelum yaya bertanya kepada mamanya sontak mamanya pun merasa bingung tentang apa yang yaya tanyakan
"ma, mama hari ini mau masak apa?" tanya yaya sembari memegang satu buah wortel berukuran sedang.
"mama lagi mau masak soup nak, hmm yaya tolong sayuran ini di cuci dulu nak" ucap mama siti sembari memberikan baskom berisi sayuran yang akan di cuci oleh yaya.
"iya ma, ma.. Yaya boleh tanya sesuatu enggak? Tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya ma" tanya yaya sembari membersihkan sayuran yang ada di baskom dengan alir mengalir.
"boleh nak, kamu mau tanya soal apa?" tanya mama siti.
"ma kerjaan aku sekarang kan itu adalah rekomendasi dari bu ika ya ma tapi kenapa sih bu ika itu seperti maksa banget supaya aku bekerja di sana" tanya yaya sembari meletakkan baskom berisi sayuran di atas meja.
__ADS_1
"kemarin bu ika bilang kalau suruh menggantikan satu guru siapa ya namanya nana apa dina gitu nama gurunya" jawab mama siti sembari meletakan panci berisi air ke atas kompor yang sudah di nyalakan.
"oalah, tapi kok kenyataannya beda ya ma, kenapa sih bu ika itu kok yaya jadi bingung eh tapi ya ma kan jumlah gurunya sudah maksud yaya guru yang mau yaya gantiin itu masuk bukannya yaya nyumpahin yang jelek-jelek loh ma tapi ini agak sedikit ambigu aja sih kalau menurut yaya" ucap yaya.
"maksudnya bagaimana ya?" tanya mama siti.
"maksud yaya itu gini kemarin saat yaya kerja itu ada satu orang yang melamar kerja perempuan sih ma dia pakai cadar eh besoknya dia enggak jadi ke sekolah, terus ya ma waktu guru yang katanya bu ika yang mau aku gantiin itu siapa bu ana apa bu dina itu kan tidak masuk ya ma eh masak malah di oper sama orang lain maksud yaya mereka mencari orang lain lagi untuk gantiin guru bu siapa tu namanya nana apa bu dina dina itu ma, bukannya ini semakin ambigu ya. Ini sebenarnya yaya disana itu di suruh bantuin siapa kok enggak jelas banget gitu loh, kalau yaya disana suruh bantuin guru kelas B oke lah yaya kan bisa belajar lagi materi untuk tk kelas B kan ma dan kalau yaya di suruh bantuin guru kelas A kan yaya tinggal mempertebal kesabaran yaya aja karena kan tk kelas A kan masih dalam tahap bermain kan ma meskipun umur untuk kelas A3 sudah mau memasuki usia anak kelas B kan setidaknya itu pekerjaan yaya itu jelas gitu loh ma enggak ambigu seperti ini" jelas yaya sembari menuangkan bawang goreng yang di beli mamanya ke dalam wadah khurus bawang goreng.
"kalau itu mama juga tidak tau sayang, mama kan hanya menyampaikan lowongan pekerjaan dari bu ika sama yaya ya mama pikir sambil menunggu dosen pembimbing kamu pulang ibadah haji lebih baik kamu kerja paruh waktu aja dulu" jawab mama siti dengan nada santainya.
"ya tapi tidak pakai paksaan juga dong ma, ya kali sebelum bu ika pindah rumah tu bu ika kan sering nanyain mama kan gimana keadaan aku, gimana apa aku mau mengajar disana apa enggak bukannya itu adalah sebuah pemaksaan, sekarang waktu mama di beritahu lowongan kerja ngajar di tk yang aku tempati mengajar itu katanya bu ika di suruh bantuin bu nana apa bu dina terus sebelum anak-anak masuk sekolah aku juga di tanyain dulu aku pernah mengajar di kelas apa kan langsung aku jawab lah ma aku kan pernah mengajar kelas B dan setiap hari kan dulu memang mengajar di kelas B kan ma, mama aja tau sendiri kan? Terus sekarang bagaimana? Semuanya tidak sesuai ekspetasi ma, ya memang di dunia ini itu tidak semuanya 100% sesuai dengan ekspetasi tapi setidaknya jelas gitu loh seperti aku kerja paruh waktu di sekolah yang dulu itu dan itu benar-benar saat guru itu izin aku yang gantiin bukannya malah cari orang lain buat gantiin sedangkan yaya di puter-puter" jelas yaya.
"ya udah kamu yang sabar saja ya, yaya itu kan pintar pasti banyak yang akan butuh yaya" jelas mama siti sembari menenangkan yaya yang sedikit emosional.
"iya ma yaya sabar kok ya setidaknya yaya sudah tahu terlebih dahulu kalau akan terjadi hal seperti ini dan yaya tinggal mengambil jalan seterusnya sembari mencari pekerjaan paruh waktu yang lain, yaya percaya kok ma pasti ada perusahaan yang benar-benar butuh orang seperti yaya dan akan di pekerjakan sebagai pegawai tetap dan bukan alasan dan oper-operan seperti ini lagi" ucap yaya dengan percaya dirinya dan keyakinannya yang kuat agar mama siti percaya bahwa yaya bisa membuktikan itu semua.
"iya yaya, mama minta maaf ya mama tidak tau kalau akan menjadi hal seperti ini" ucap mama siti.
"udah lah ma tidak usah minta maaf ini kan sudah terjadi dan tidak bisa di ulang lagi, kalau waktu bisa di ulang pasti aku sudah bilang ke mama aku tidak akan ambil tawaran dari bu ika meskipun bu ika adalah tetangga sendiri dan yaya lebih baik bekerja di perusahaan dan di pekerjaan yang yaya benar-benar mampu dan bukan saran dari teman saudara apa lagi tetangga karena itu menyakitkan ma" jelas yaya.
"iya deh, dah sekarang sayur soupnya ini di taruh di meja makan ya nak" ucap mama siti membari meminta tolong pada yaya agar menaruh sayur soup yang sudah matang di meja makan.
"iya ma"
Setelah yaya menaruh sayur soup yang sudah matang itu di atas meja yaya berjalan menuju ruang tamu ia ingin mengistirahatkan pikirannya dengan melihat tanaman yang ada di sekitar garasi rumahnya, di rumah yaya ada beberapa jenis tanaman diantaranya ada tanaman lidah mertua, tanaman lidah buaya, tanaman daun bidara dan masih ada jenis tanaman lain yang menghiasi rumahnya. 30 menit sudah berlalu yaya melakukan meditasi sembari mendengarkan lagu sublimental untuk menenangkan dirinya tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di handphonenya.
INSTAGUREM
kamu punya satu notifikasi yang belum terbaca
__ADS_1
'lah ada DM instagurem ternyata kira-kira dari siapa ya kok aku bisa enggak tau sih kalau ada DM instagurem'
'eh tunggu dulu ini akun instaguremnya kok seperti tidak asing ya-'