Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Kisah cinta Winda & Deril berujung nikah muda


__ADS_3

Hari ini Winda tidak masuk ke kantornya, ia berniat untuk pergi traveling bersama kekasihnya Deril. Ya Deril adalah laki-laki yang mencintainya dan mereka berdua berkenalan dari dating apps, suatu ketika hal tidak menyenangkanpun terjadi padanya.


09.00


"ma, pa, winda mau pergi sebentar ya" ucap winda sembari menyalami punggung mama dan papanya.


"kamu enggak pergi ke kantor?" tanya mamanya sembari melihat koper yang di bawa winda.


"enggak dulu ma, Winda mau cuti kerja dulu ya mau healing ma. Kerjaan kantor banyak banget Winda bisa pusing kalau hanya mengerjakan kerjaan kantor saja" jelas Winda pada sang mama.


"baiklah yang penting kalau sudah sampai tempatnya bilang sama mama dan papa ya nak, jangan bikin kami khawatir disini" jawab mama Yanti.


"iya nak, jangan lupa kabarin kami kalau sudah sampai" lanjut papa Hanif.


"iya pa, Winda pergi dulu ya" ucap Winda.


"iya nak hati-hati" sahut papa Hanif dan mama Yanti.


'aku harus menghubungi Deril apa nanti aja ya'


Kring.. Kring...


"hallo"


"iya"


"Win kamu sudah sampai mana?"


"aku di depan rumah, kenapa?"


"aku jemput ya"


"oke baiklah"


'nah gitu kek, dari tadi. Oke sekarang fokus ke hari ini saja win jangan fokus ke hal lain'


15 menit kemudian


"winda" seru Deril saat memanggil Winda dan melambaikan tangannya untuk Winda.


"iya" jawab Winda.


Deril segera membukakkan pintu mobil untuk winda, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan segera akan memulai perjalanan mereka menuju vila yang sudah di persiapkan oleh Deril.


"kamu bawa apa aja Win?" tanya Deril.


"hanya makanan, handuk, makeup, sandal dan beberapa baju saja" jawab Winda singkat.


"ini berarti kita travelingnya di sekitar vila kamu ya?" lanjutnya sembari bertanya tentang trip mereka berdua hari ini.


"iya, karena di dekat vila aku ada ya semacam pasar malam gitu dan aku harap kamu akan menyukainya makanya itu aku ingin mengajakmu kesana" jelas Deril.


"wah pasar malam ya? Sudah lama tidak lihat pasar malam jadi tidak sabar nih" ucap Winda sembari membayangkan betapa indah dan serunya pasar malam itu.


"iya" jawab Deril singkat.


40 menit kemudian


"yuk turun kita sudah sampai" ucap Darel.


"ini vila kamu Rel?" tanya Winda sembari melihat betapa bagusnya vila Darel.


"iya, gimana kamu suka?" tanya Darel pada Winda.


"ya sudah pasti lah rel bahkan semua cewek juga pasti akan suka vila sebagus ini" ucap Winda.


"yuk masuk ke dalam, barang-barang kamu langsung bawa ke kamar aja ya" sahut Darel sembari mengeluarkan barang-barangnya dari bagasi mobil untuk di pindahkan ke lemari yang ada di kamar vila tempat mereka berdua menginap.


Haripun berganti siang mereka berdua memutuskan untuk mencari kuliner di sekitar vila, seketika itu juga Winda menemukan makanan kesukaannya ketika masih kecil

__ADS_1


"kamu mau pesan apa Win?" tanya Darel pada winda sembari mengambil kertas dan bolpoin yang sudah ia ambil di meja depan restoran.


"aku ini aja deh Rel" jawab Winda sembari menunjuk menu yang ia pesan yakni steak daging dan soup.


"beneran kamu pesan ini?" tanya Darel pada Winda untuk memastikan pesanannya tidak salah.


"iya rel itu makanan kesukaan aku, kalau aku lagi pergi sama teman aku pasti aku akan pesan menu itu beda lagi kalau beneran tidak ada menu itu baru aku pesan menu yang lain" jawab Winda dengan jelas sedangkan Darel pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"kalau aku pesan steak daging aja" ucap Daril.


Darel segera mengantarkan catatan pesanannya menuju kasir dan akan segera di proses pesanan mereka berdua.


"kamu nanti mau kemana habis dari pasar malam?" tanya Deril pada Winda.


"langsung pulang aja ke vila" jawab Winda singkat.


"oh"


Pesanan merekapun akhirnya jadi mereka berdua langsung melahap habis makanan mereka hingga tidak sadar hari sudah menuju siang.


"restorannya selalu rame ya?" tanya Winda pada Deril.


"iyalah karena makanan disini itu enak dan harganya murah" jawab Deril sembari membayar bill makanan mereka berdua.


"iya ya udah makanannya enak, harganya bersahabat, ada spot fotonya lagi, pasti restonya viral ya" ucap Winda.


"hehe iya, sempat viral beberapa hari yang lalu dan setiap ke sini itu selalu penuh jadi aku reservasi dulu biar bisa makan disini" jelas Deril.


"oh gitu"


Setelah membayar bill mereka langsung kembali ke dalam mobil dan segera pulang, karena jaraknya cukup jauh Winda akhirnya tertidur di dalam mobil entah apa yang ada di pikiran Deril saat melihat Winda yang tidur di dalam mobil, pandangannya tidak pernah tergoyahkan karena ia sedang menyetir jadi ia tidak boleh meleng sedetikpun.


Villa


"Win aku mau mandi dulu ya" ucap Deril.


"iya"


'aku heran kenapa Deril bawa kresek hitam ya dan pasti kalau aku buka kreseknya tidak boleh'


"Win kalau mau mandi, mandi dulu sana nanti kita berangkatnya jam 7 malam aja ya" ucap Deril saat menjemur handuknya yang basah.


"nanti aja Ril" jawab Winda singkat.


"baiklah"


'Winda kalau tidur cantik juga'


'tenang Ril, tenang, huft'


18.00


"Win bangun, katanya mau ke pasar malam?" penggil Deril sembari menggoyangkan kaki kanan Winda.


"huam.... Jam berapa ini ril?" tanya Winda pada Deril.


"udah jam 6 sore , cepetan mandi terus nanti kita bisa langsung berangkat" ucap Deril.


"oke"


5 menit Winda bersiap dengan baju pink lengan pendeknya yang berpaduan dengan celana pendek biru miliknya serta sepatu putih ketsnya membuat Deril semakin terpana melihat Winda saat itu juga.


"kamu cantik banget Win" ucap Deril sembari melihat Winda dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"hehe makasih"


"sebentar ya, aku siap-siap dulu" ucap Deril pada Winda.


Tak perlu waktu lama bagi Deril untuk bersiap dan mereka berdua segera berangkat ke pasar malam.

__ADS_1


setelah mereka sampai di pasar malam mereka berduapun mencoba berbagai wahana dan mencoba berbagai macam kuliner yang ada disana sampai akhirnya mereka tidak sadar waktu sudah mulai sangat malam.


"Win gimana pasar malamnya, seru kan?" tanya Deril pada Winda sembari memakan makaruni telur yang sudah ia pesan.


"seru banget ril, jarang-jarang ada pasar malam kayak gini" ucap Winda.


"ialah"


"aku mau ke warung sebentar ya" ucap Winda.


"beli apa?" tanya Deril pada Winda.


"beli pembalut, hari ini aku datang bulan ril" ucap Winda singkat.


"aku titip snack dong apa aja deh" ucap Deril sembari memberikan secarik kertas pada Winda.


"oke aku beli dulu ya" ucap Winda sembari melangkahkan kaki keluar dari kamar vila.


"oke"


'aku mau kasih kejutan ah sama Winda, botol sprite sudah siap makanan juga sudah, lebih baik aku coba dulu kali ya takut Winda kenapa-napa nanti aku juga yang salah'


Sementara Winda pergi membeli barang kebutuhannya dan snack ringan Deril mempersiapkan sedikit kejutan untuk Winda karena tepat hari ini adalah hari anive mereka yang ke 1 tahun, tak disangka perayaan anive mereka memberikan petaka untuk Winda.


"Deril ini snacknya sud-"


"eh Winda sudah pulang, sini sayang" ucap Deril yang seketika memotong ucapan Winda.


"kamu kenapa ril?" tanya Winda yang panik melihat tingkah Deril yang bikin Windah resah.


"enggak kenapa-napa kok sini duduk" perintah Deril.


"aku mau ganti baju dulu" jawab Winda singkat.


"enggak perlu sayang" ucap Deril.


"sini" ucap Deril sembari memegang tangan Winda dan menariknya sehingga kini mereka berdua duduk bersebelahan.


"D-d-d-deril... kamu mau ngapain?" tanya Winda yang kini semakin mengkhawatirkan keselamatan dirinya karena di vila hanya dirinya dan Deril yang tinggal disana.


"sudahlah sini, jangan jauh jauh" ucap Deril yang melantur sembari memegang paha mulus Winda.


Ya kini Winda masih memakai celana jeans pendek berwarna biru miliknya, seketika itu juga ia merasa panik ketika Deril menyurunya untuk duduk di sampingnya sementara Deril yang masih melantur seperti sedang mengiggo.


"apa-apaan sih ril" bentak Winda sembari membuang tangan Deril menjauh dari paha mulusnya.


"kenapa? Kamu tidak suka ya?" tanya Deril pada Winda.


"k-k-kita kan belum sah secara umum ril kamu tidak boleh seperti ini" jelas Winda pada Deril.


"sebentar lagi juga sah kok sayang" bisik Deril pelan di kuping Winda membuat Winda kini makin takut di buatnya.


"Deril kamu jangan macam-macam ya" ucap Winda pada Deril.


"sekali aja ya"


"ril jangan ril"


"sebentar lagi kita sah kok Win"


'ini orang kenapa ya, kok perasaan aku tidak enak'


'aku tidak bisa lari karena pintu kamar sudah di kunci sama Deril'


'bodoh kamu Win, kenapa kamu taruh barang bawaan kamu di kamar Deril'


Malam yang sunyi itu menjadi malam yang sangat gelap bagi Winda, karena dimalam itu juga Deril sudah menjadi milik Winda begitupun sebaliknya. Winda kini merasa senang berujung cemas setelah apa yang Deril lakukan padanya di malam hari.


*Pesan untuk semuanya beranilah untuk menolak ajakan seseorang apalagi yang bukan mahramnya atau tidak ada ikatan darah. Kejadian yang menimpa Winda bisa menjadi pelajaran untuk kita sebagai perempuan untuk lebih hati-hati dalam bergaul jangan sampai masa depan kita hancur karena ulah satu orang yang telah merebut semua kebahagiaan kita*

__ADS_1


__ADS_2