Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Ujian Sebelum Pernikahan


__ADS_3

"aku juga tidak tau karena kan yang aku lihat hanya bunganya aja jadi aku tidak tau kalau ada secarik kertas suratnya juga" ucap yaya jujur.


Yaya sama sekali tidak menyadari bahwa terdapat secarik kertas yang di selipkan di sela-sela bunga itu, jae nampak sedih karena mantannya masih mengingat dirinya ia berfikir apakah wanita yang selama ini aku cintai masih mencintaiku?


*Surat di buka*


"apa-apaan ini?" tanya jae sembari sedikit meninggikan suaranya.


"apanya gimana sayang?" tanya yaya lagi.


"kata kamu ini surat buat ucapan biasa aja kan? But look this ini apa?" tanya jae kembali pada yaya yang kini menatap penuh pada yaya.


"aku sama sekali belum buka surat itu sama sekali kok jae, jangan salah paham dulu kan kamu yang bilang sendiri harus percaya sama kamu kan? Makanya aku percaya sama kamu terus kenapa buket bunga itu enggak aku sentuh sama sekali karena aku sangat menjaga perasaan kamu dengan tidak mengutak atik buket bunganya, suratnya aja belum aku baca" jawab yaya jujur.


"iya udah aku minta maaf ya" ucap jae pada yaya.


"ya udah tidak apa-apa kok jae" jawab yaya.


Jae segera menggenggam tangan yaya seketika itu juga ia berucap "kita bisa lewatin ini, aku tau ini adalah ujian dari Tuhan dan maaf aku tadi terlalu terbawa emosi jadi aku tidak melihat dari sudut pandang kamu"


"iya sayang aku memaafkan kamu, kita harus bisa melewati ujian dari Tuhan ini" ucap yaya sembari menatap mata jae.


Setelah yaya dan jae keluar dari restoran seafood mereka segera menuju salon untuk medipedi, seketika itu juga jae teringat sesuatu dan membicarakannya pada yaya selama perjalanan.


"yay"


"iya, kenapa?" tanya yaya yang dari tadi asik menatap jalanan.


"aku bersyukur sekarang" ucap jae terus terang.


"bersyukur kenapa jae?" tanya yaya pada jae.


"aku bersyukur punya wanita seperti kamu"

__ADS_1


"kamu sudah menerima aku, kamu sudah sayang dan cinta sama aku, kamu sudah sayang juga sama mama aku, kamu juga sudah menerima pekerjaan aku" ucap jae terus terang pada yaya.


Yaya menoleh melihat wajah jae ia berharap itulah yang ia rasakan selama ini dan inilah moment ketika ia merasakan perasaan yang benar-benar ia rasakan pada yaya.


"aku juga bersyukur jae bisa kenal laki-laki seperti kamu" ucap yaya.


Salah satu tangan jae menggenggam tangan kanan yaya sembari berkata "makasih ya udah mau bersamaku, aku harap kita bisa seperti ini selamanya"


"iya, aku berharap kita masih bisa bareng-bareng seperti ini" ucap yaya yang sedikit terharu dengan ucapan jae sampai akhirnya yaya meneteskan airmata.


Tiba-tiba jae ingin mengambil tisue yang ada di sampingnya karena ia melihat yaya meneteskan air mata yang membuat pipinya basah dan ia langsung memberikannya pada yaya.


"ini apa?" tanya yaya heran.


"pipi kamu basah, kamu nangis ya?" tanya jae pada yaya.


"terimakasih, hmm iya terharu aja sama ucapan kamu" jawab yaya sembari mengeringkan pipi dan matanya dengan tisue.


"silahkan turun tuan putri" ucap jae sembari membukakan pintu mobil untuk yaya.


"terimakasih" sahut yaya.


setelah mereka turun dari mobil mereka berdua langsung masuk menuju salon untuk melakukan medipedi.


"selamat datang di salon kami ada yang bisa kami bantu?" jawab penjaga salon.


"mbak istri saya mau perawatan disini tolong kasih yang paling bagus ya" ucap jae.


"say itu kan mahal yang biasa ajalah" lanjut yaya.


"tidak apa-apa kan buat kamu, kalau kamu cantik kan aku senang itu berarti aku berhasil bikin kamu bahagia" jelas jae.


"baik silahkan mbak duduk dulu kami siapkan peralatannya dulu" ucap penjaga salon.

__ADS_1


"baik" jawab yaya.


"aku beli minuman sama snack dulu ya di toko sebrang jalan" ucap jae pada yaya.


"iya jangan lama-lama ya"


"iya"


"maaf mbak ini mau di lulur dulu atau rambutnya di potong dulu?" tanya pegawai salon.


"di lulur dulu sepertinya mbak, menurut mbak prosedurenya bagaimana heehe duh saya agak kurang paham mbak biasanya saya kalau potong rambut ya potong rambut saja paling sama krimbat aja" jelas yaya pada pegawai salon.


"oke baik mbak, tunggu sebentar" ucap pegawai salon.


"loh yaya bukan?" tanya yudha.


"eh yudha kim kan? Kamu ngapain disini?" tanya yaya.


"ya perawatanlah memangnya ngapain aku ke sini" jelas yudha.


"kamu sama siapa ke sini?" tanya yudha.


"sama jae tapi dia baru beli minuman katanya" ucap yaya.


"oh gitu"


Sementara itu


"aku udah beliin yaya makanan kesukaannya dia pasti dia lapar selama perawatan" ucap jae sembari melihat isi belanjaan yang dibawanya.


"loh itu siapa yang bicara sama yaya"


"siapa laki-laki itu, kok dekat banget sama yaya"

__ADS_1


__ADS_2