
Sementara bagus sedang asik dengan pekerjaan barunya sebagai penjaga stand dan sering menghadiri acara-acara penting lainnya berbeda dengan kakaknya yakni yaya ia kini sedang membereskan masalah rekan kerjanya yakni winda.
Masalah Winda dan Daril sudah diselesaikan oleh Yaya dengan begitu mudahnya meskipun ia tidak banyak membantu, tapi hatinya sudah sangat tenang saat ini. Setibanya di rumah ia mencari suaminya karena tiba-tiba ia merasa merindukan pria manis itu.
"Jae mana ya?" Gumamnya saat ia sudah sampai rumah.
"hmmm mungkin lagi tidur, kan biasanya dia mah kalau udah pulang kerja tu kalau enggak nge game dulu ya langsung pergi ke kamar. Mungkin tu orang kecapean kali ya" lanjutnya sembari pergi ke dapur.
"Hari ini mau masak apa ya?" Ocehnya sembari membuka lemari dapurnya.
"Hmmm cuman ada mie goreng sama mie rebus, eh ini ada mie telur juga, sama ada telur 1kg"
"Btw ini kertas apa ya di meja makan gini, apa ini ceknya Jae ya?" gumamnya sembari memegang kertas yang ada di meja makannya.
"Mantap ini surat cuy, surat buat siapa ya? Jangan-jangan ini surat buat aku kali. Coba deh aku baca siapa tau memang bener si jae mau memberi tahu aku sesuatu tapi gengsi" gumamnya sembari membuka perlahan suat yang berada di meja makan.
' To : yaya
by : jae
"sayangku, maaf kalau aku tidak memberitahumu langsung karena aku ada pemotretan untuk profile grub wonderboys dan persiapannya pagi-pagi dan mungkin aku akan pulang lebih awal hari ini. Oh iya nanti malam kita dinner ke luar ya, aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat, persiapkan gaun yang bagus ya sayangku
Salam cinta
Jae Kim"
'Eh makan malam di kuar?'
'disini juga enggak ada tulisan mau di ajak dinner ke mana, di anak diem-diem romantis juga'
Setelah yaya membaca seluruh isi suratnya, iapun langsung segera memasak untuk makan siangnya mumpung hari ini ia pulang lebih cepat dari biasanya karena hari ini hanya meeting saja bersama dengan perusahaan yang penting, yaya mengambil mie instan dan memasaknya dengan campuran sayuran yang ada di kulkasnya. Setelah ia puas untuk makan makanan favoritnya itu ia langsung pergi ke kamarnya.
Kamar
"Heleh..... ternyata tidur rupanya" gumam Yaya melihat Jae tidur pulas diranjangnya.
Yaya mengamati wajah tenang suaminya itu dengan dekat.
"Kamu tu ya mas kalau tidur ganteng banget ya wajar lah ya kamu kan popular mas tetep harus se-sempurna mungkin di depan kamera bahkan sampai tidur seperti sekarang juga gantengnya gak main-main, tapi kalau mas bangun ya beuh udah kayak kucing oren apalagi kalau udah ngereog beuh susah" gumam Yaya pelan agar Jae tidak terbangun dari tidurnya.
Yaya berjalan ke kamar mandi yang ada dikamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah seperti kucing yang asik bermain di selokan ya tubuhnya yang bau dan pliket harus segera Yaya bersihkan karena kebanyakan gerak saat berada dirumah Winda.
Jam sudah menunjukan pukul 17.00 wib tapi Jae belum juga bangun dari tidurnya.
"Ini Jae belum bangun-bangun juga ya mana udah mau sore" gumam Yaya.
'Enaknya bangunin enggak ya'
Tanpa berpikir panjang Yaya langsung mencoba membangunkan Jae dari tidurnya karena hari sudah menuju sore, mamanya pernah bilang kalau tidur disore hari itu tidak baik dan bisa menyebabkan banyak penyakit.
"Jae" panggil Yaya sembari menepuk bahu Jae.
"Jar, udah sore ih bangun ntar ada setan lewat baru tau" ucap Yaya.
Tidak ada respond dari Jae.
"Astaga ni orang ternyata sudah juga ya buat bangun tidur" ucap Yaya sedikit kesal.
"Jae!!!" Yaya membangunkan Jae sedikit lebih keras sambil mengguncang-guncangkan pahanya.
"Engghhh" lenguh Jae, ia merasa tidurnya terganggu oleh suara Yaya.
"Ya, bangun woy dah mau sore ini gak baik tidur banyak setan!!!" Teriak Yaya frustasi.
"Kenapa sih?" Tanya Jae dengan suara seraknya.
"Bangun mas" Yaya menggeram.
Jae masih saja menutup matanya.
"Astaga, ni orang ya lama-lama bikin aku naik darah juga" gumam Yaya yang sudah kesal.
Yaya berpikir mencari cara untuk membangunkan Jae dari tidur pulasnya.
Tiba-tiba sebuah ide gila muncul melintas dikepalanya.
"Oppa bangun dah mau sore"
Kisss
Udap Yaya terdengar lembut lalu mencium bibir Jae yang posisinya berada di hadapannya sekarang. Sontak Jae membuka matanya kaget.
"Apa, tadi mimpi bukan sih?"
__ADS_1
Jae menatap Yaya yang ditatap menampilkan senyuman manisnya yang cute.
"Bentar kalau aku tadi mimpi dicium sama kamu, tapi ini diciumnya tu bukan di pipi" gumam Jae dengan suara seraknya.
Yaya memejamkan matanya sejenak sembari menarik nafasnya.
"Ngimpi mu tu ketinggian bambang, dih ngarep bat minta di cium" cibir Yaya.
Lalu beranjak dari kasur ke kursi.
"Mas sana mandi cepetan udah sore ini" perintah Yaya.
"Udah jam berapa sih ini?" Tanya Jae.
"Udah mau jam 6, tadi pas bangunin kamu jam 4.30 an kamu sih bangunnya susah" jawab Yaya cuek.
Sontak Jae membelalakan matanya.
"Heh jam setengah 6?" Beo Jae.
"Hmmm ya cepetan sono mandi" jawab Yaya dengan gumaman.
Jae langsung pergi ke kamar mandi membuat Yaya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Selang beberapa menit Jae keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer kesayangannya, Yaya tak sengaja melihat Jae yang hanya mengenakan boxer dihadapannya. Ia tidak munafik perut kotak-kotak suaminya itu mempu membuat Yaya menelan ludahnya sendiri.
"Heh ngapain liat-liat?" Tanya Jae saat Yaya menatapnya tanpa berkedip.
Sontak Yaya langsung mengalihkan pandangannya menuju hpnya yang sempat ia taruh meja sehabis melihat video taktak.
"heleh siapa juga yang liat geer banget sih jadi cowok" jawab Yaya, pipinya mulai memerah karena malu.
Jae tersenyum. "Kamu tu sudah punya hak untuk melihat, jadi tidak usah malu bukankah kamu sudah tau ya kan aku juga bias kamu kan hehe" ucap Jae.
'Horok mulai deh ni orang'
"Udah sana cepat pakai baju" titah Yaya yang masih tidak melihat Jae.
"Kamu juga ganti baju dulu sana" titah Jae balik ke Yaya.
"Weh ngapain? Aku juga suruh ganti baju?" Tanya Yaya.
"Kita akan pergi keluar, jadi tu aku dapet undangan dari teman aku dia lagi ulang tahun" jelas Jae.
"terus pas aku nulis surat buat kamu yang aku taruh di meja makan tu aku lupa jelasin detailnya ke kamu karena aku buru-buru ke kantor agency aku makanya ini baru aku mau bilang ke kamu" lanjutnya.
Yaya memutuskan untuk menggunakan gaun yang senada dengan jas Jae saja gaunnya merah darah dengan perpaduan aksesoris di kepala dan di tangannya tak lupa juga sepatu high heels berwarna hitam.
(Gaun Yaya)
Setelah beberapa menit bersiap-siap Yaya keluar dari kamarnya segera menemui Jae yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Jae kamu udah siap belum? kalau udah ayo kita berangkat" panggil Yaya mengalihkan pandangannya pada Jae, ia tertegun sesaat sembari melihat Yaya yang tampil modis dan elegant. 'cantik banget dah' pikirnya.
"Mas" ucap Yaya sambil melambaikan tangannya didepan wajah Jae beberpa kali.
Jae tersadar dari lamunannya ia gelagapan.
"Udah selesai?" Tanyanya.
"Udah, yuk" jawab Yaya sambil menggandeng tangan Jae dan berjalan ke luar.
Yaya berjalan bergandengan dengan Jae memasuki pesta itu, semua mata tertuju pada mereka berdua. Ada yang nampak iri, kesal dan bahkan memuji mereka sebagai pasangan serasi bak di negeri dongeng.
"Selamat datang Jae" ucap teman Jae sebelum ia memutuskan untuk terjun didunia entertaint yang bernama pak jamal menyambut kedatangan Jae dan Yaya.
"Terimakasih pak" jawab Jae.
"Selamat ulang tahun ya pak" ucap Jae pada temannya itu lalu berpelukan ala laki-laki.
"Terimakasih Jar" jawab pak Jamal.
"Jadi ini istri kamu jae?" Tanya pak Jamal.
"Iya pak, ini istri saya namanya Yaya" jawab Jae memperkenalkan Yaya.
Yaya tersenyum. "Yaya" ucap Yaya bersalaman dengan pak Jamal.
"Saya Jamal dulu saya yang ajari suami kamu dance dan rapper, nah ini istri saya Nila dan ini anak saya zulfa panggil aja panggil aja Ulfa" ucap pak Jamal memperkenalkan keluarganya yang memang berada di sampingnya.
"Hai Yaya" sapa Bu Nila ramah.
"Hai" sapa Yaya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Hai tante cantik" sapa Ulfa yang berada dalam gendongan Nila.
"Hai juga cantik" sapa Yaya tersenyum manis kearah Zulfa.
Mereka yang melihat itu tersenyum.
"Silahkan Jae Yaya nikmati pestanya" ucap pak Jamal.
"Iya pak terimakasih" jawab mereka kompak.
Setelah itu pak Jamal dan istrinya pergi menuju tempat lain tempat untuk menyambut kedatangan tamu yang lain.
Jae dan Yaya mengambil duduk di sebuah meja makan yang masih kosong sembari memakan hidangan yang sudah tersedia.
Yaya celingak-celinguk memperhatikan sekitar, sepertinya ia merasa risih di tempat ini karena tidak ada seorangpun yang sebaya dengannya. Semuanya rata-rata sudah berumur ataupun seusia dengan Jae.
"Hey, Jae ya" sapa seorang wanita yang berdiri dihadapan Jae dan Yaya.
Wanita dengan pakaian ketat berwarna ungu itu tersenyum manis pada Jae
Jae dan Yaya mengerinyit bingung.
"Kamu siapa?" Tanya Jae.
"Ih kamu udah lupa ya sama aku?" Tanya wanita itu, Jae menikan satu alisnya.
"Aku Kate kim temen kerja siaran kamu, kita sering siaran bareng, masih inget enggak?" Ucapnya mengingatkan.
Yaya memutar bola matanya
'Yah malah caper nih bocil'
Jae berpikir dia lupa
"Oh" jawab Jae acuh.
Yaya berusaha menahan ketawanya, sedangkan Kate mengerucut bibirnya kesal.
"Jadi bener nih kamu enggak inget lagi sama aku?" Tanya Kate lagi dengan wajah sendu.
Jae menggeleng.
"Okay kalau kamu lupa sama aku, penting aku nggak akan pernah lupa sama kamu" ucap Kate sambil tersenyum.
'hidih'
"Ini siapa? Adik kamu ya apa ponaan kamu?" Tanya Kate mengalihkan pandangannya sekarang pada Yaya.
'Asal ngomong tu orang'
"Bukan" jawab Jae singkat.
"Terus siapa dong? Kakak kamu?" Tanyanya lagi.
'Guendeng ya gak setua itu kali'
"Dia ini istri saya" jawab Jae datar.
Kate menahan kagetnya, sedangkan Yaya hanya tersenyum smirk.
"Oh jadi istrinya jae?" Ucap Kate seraya tertawa hambar.
'Napa kagak percaya ya?'
Kate menatap Yaya dengan tatapan tak sukanya yang melebih.
"Yaudah aku kesana dulu ya bentar kok, jangan pernah lupain aku lagi ya... bye bye" ucap Kate seraya tersenyum kearah Jae.
Yaya tak mau kalah ia menatap tajam pada Kate yang sudah mulai jauh.
"Nyebelin banget tu ye, dasar mak-mak" gumam Yaya kesal.
Jae menoleh kearah Yaya. "Sssttt gak boleh gitu dih sama orang nggak baik" ucap Jae memperingati Yaya.
"Biarin, cewek nggak tau diri gatel pula tu" jawab Yaya judes.
Beberapa menit kemudian mereka memakan hidangan sembari menikmati pesta yang terus berjalan, hingga tiba-tiba tragedi tanpa diminta pun terjadi.....
Byyyyurrr.......
Sontak Yaya berdiri dari duduknya, ia ternganga melihat gaunnya basah karena tersiram minuman, Jae pun juga kaget dan berdiri menatap Yaya panik.
"Ups sory ya aku nggak sengaja, nggak lihat tadi" ucap seseorang yang pura-pura bersalah.
__ADS_1
Yaya mendongak ke atas untuk memastikan siapa yang telah menyiramnya dengan minuman sirup itu. Seketika ia menahan kaget karena yang mengguyurnya adalah Kate.
'Wah ngajak perang dunia ni anak'