
"Yaya.... wih selamat ya atas jabatan barunya, eh ya btw yay selamat ya atas bahasa lanjutannya, sekarang yaya mah arabian nih" ucap winda disebrang telfon sembari melambai-lambaikan tangannya di layar ponsel.
Dewi dan yaya memutuskan untuk menghubungi winda lewat video call karena ingin memberi tahu sahabatnya itu tentang keberangkatan dewi.
"Makasih wind, tapi nggak seru tau kalau nggak ada kamu ke marin di kantor!" seru yaya.
"Iya wind, kita nggak jadi lihat yaya diangkat jabatannya deh" Sahut dewi sedih.
Winda tersenyum di layar ponsel dewi.
“Nggk papa kok, aku bisa lihat yaya sahabat kita ini naik jabatan aja aku udah seneng" jawab winda.
"Oh ya wind, aku mau ngomong sesuatu nih" ucap dewi tiba-tiba.
"Apa? "
"Hmm ..... minggu depan aku mau ke dubai" jawab dewi.
"Hah? Kok tiba-tiba sih ke dubai?"
"Yaa mau gimana lagi, aku mau kerja disana karena keinginan aku sendiri sih" jawab dewi lagi.
"Yah, terus aku sama yaya nggak bakal ketemu kamu lagi dong" ucap winda sedih.
"Tenang aja, kalau libur kerja aku pasti pulang ke indonesia, orang kedua orangtua juga sudah setuju kok dan orang yang bakal aku temuin pertama kali pas balik ke indonesia itu kalian berdua" ucap dewi.
"Iya deh, kamu harus jaga diri di sana ya, jangan makan yang aneh-aneh, jangan sampai lupain kita” winda memberi nasihat.
"Iya bumil, Tenang aja gue bakal irit kok di sana" jawab dewi terkekeh pelan begitupun yaya dan winda.
"Haha .."
"Udah dulu ya wind, nanti kapan-kapan kita video call lagi" ucap dewi.
"Iya ... sekali lagi selamat ya buat yaya.
"Bye"
"Bye" dewi menutup panggilannya.
"Udah yuk kita kesana, Keluarga aku pasti udah nungguin buat poto-poto, Secara cuman kan hari ini diriku jadi seleb” sombong dewi lalu terkekeh.
"Bisa aja kamu tu ya" balas yaya juga ikut terkekeh melihat tingkah dewi temannya.
Yaya dan dewi berjalan keluar mencari keberadaan keluarganya.
"Eh, itu keluarga aku disana, kalau gitu aku duluan ya yay" ucap dewi menunjuk keberadaan keluarganya.
Yaya mengangguk sembari tersenyum.
"Iya"
Setelah dewi pergi, yaya juga ikut pergi mencari keberadaan keluarganya.
"Woy kak !!." Panggil bagus sedikit berteriak di sebrang yaya berdiri.
Yaya mencari keberadaan suara itu, setelah ketemu ia langsung tersenyum lebar dan berjalan mendekati keluarganya yang sedang duduk disalah satu bangku taman depan.
Disana tidak hanya ada mama siti, papa shofyan dan bagus, di sana juga ada mama muti, dan kakak iparnya, Tapi dari tadi ia tidak menemukan keberadaan suaminya jae. Kemana dia pergi?
"Selamat ya sayang, akhirnya kamu berhasil menjadi karyawan tetap yang hebat dan kamu juga sudah bisa menghendel tugas ayah kamu di kantor ini" ucap mama siti sembari memeluk anak gadisnya.
"Makasih mah"
"Selamat ya yay..semoga kamu bisa menjadi karyawan yang lebih hebat dan bisa jadi contoh bagi karyawan baru nantinya dan selamat atas kelulusan bahasa lanjutannya juga ya sayang" Sahut papa shofyan.
"Amiin ... makasih pah" Semua yang ada disana mengucapkan selamat untuk yaya lalu mereka melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.
__ADS_1
"Eh, kakak jae kemana? kok dia nggak nemuin kita?" tanya bagus sembari celingak-celinguk.
"Nggak tau juga tu orang kemana" jawab yaya.
"Jae tadi ke kantor agencynya dulu, nanti dia nyusul kok kesini" jawab sang papa.
Mereka yang mendengar hanya manggut-manggut.
"Maaf semuanya saya telat ..." ucap jae tiba-tiba datang dihadapan keluarganya.
"Nah, kalau udah pada kumpul gini mending kita foto bareng disana" kakak iparnya menunjuk pada sebuah tempat yang dikhususkan untuk berfoto lewat fotografer.
"Boleh juga lagian juga bagroundnya instagramnable cocok banget sama kakak jae yang terkenal, ayook cus kita foto .." ujar bagus semangat.
Yang lain tersenyum lalu mengiyakan ucapan bagus.
Saat acara sesi foto dilakukan, banyak pasang mata menatap heran pada dua keluarga ini, karena melihat jae juga ada disana, membuat mereka bertanya-tanya ada apa sebenarnya diantara mereka.
'Eh, itukan jae dari grub wonderboys ngapain dia disana?'
'Kok jae juga ikutan foto bareng yaya. 'Tau tuh, ada hubungan apa sih mereka sebenarnya? '
Yaya dan jae yang mendengarnya tak ambil pusing, mereka mengabaikan ucapan dari orang lain yang terlihat heran itu hanya mereka anggap sebagai angin lewat dan Diujung sana terlihat ada kate menatap mereka curiga sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
Merasa lelah, dua keluarga itu memutuskan beristirahat sebentar di ruangan tempat mereka selesai berfoto, mereka masih malas untuk pulang karena acara yang mereka rencanakan belum selesai sepenuhnya.
"Yay jadi ini tempat kamu kerja ya, lumayan juga dan luas juga" Puji papa shofiyan menatap seluruh penjuru ruangan tempat kerja yaya selama ini.
"Iya gitu lah pah jadi kalau yaya tiap kali ada meeting yaya selalu disini, dan kalau kerja juga ruangannya seperti ini" jawab yaya.
Disana mereka duduk sembari berbincang-bincang, sedangkan bagus sudah sibuk dengan game dihandphonenya sendiri.
"Setelah ini rencana kalian kedepannya apa? Kalian mau bagaimana?" tanya mama siti tiba-tiba.
"Hmm?" cengo yaya dan jae kompak.
Jar dan yaya sama-sama diam, mereka tidak tahu harus menjawab apa.
'Kenapa malah jadi nanyain rencana mulu sih, serasa jadi idol dah gua di tanyain rencananya rencananya, huft'
"Kok pada diam?" sahut papa shofiyan
"Ee ... sebenernya sih, yaya pengen kerja dan ikut audisi idol pa tapi kalau di izinin sama jae"Jawab yaya sembari melirik jae yang duduk disampingnya.
"Kan aku udah bilang, kamu nggak boleh kerja biar aku aja kamu cukup di rumah lagipula penghasilan aku itu aku rasa sudah mencukupi kebutuhan kita berdua bahkan sampai ke anak kita nanti sudah ada sendiri, tapi kalau kamu masih kekeh juga mau kerja aku bakal izinin dan kalau kamu mau ikut audisi idol juga aku izinin kalau itu yang bisa bikin kamu bahagia" sahut jae menatap yaya sepenuhnya.
"Nah ... benar-benar suami idaman banget ini yang banget sama istrinya" Ucap mama siti tersenyum menggoda.
"Tuh yay, kamu denger kan? Berarti nanti kalau kamu enggak jadi idol kamunya dirumah aja ngasuh anak, kalau kamu lolos ya tunda dulu juga enggak papa tergantung kalian, yang penting kalau kalian berdua bekerja jangan sampai lupa sama anak kalian” Ucapnya lagi.
Yaya memutar bola matanya malas.
'Horok ih.... kenapa jadi bahas anak sih, kan gua juga pengen ngerasain kayak si jae itu'
'Sudah bisa gua tebak pasti ujung-ujungnya tentang anak, nih sebenernya mama pengen nanya tentang anak apa nanya tentang karier gua sih'
"Eh iya, kalian kapan mau kasih mama cucu?" tanya mama siti.
'Nahkan mak jreng, anak lagi'
'Ah the power of nyokap gua dong yang lain nyokapnya pada nanyain mau kerja dimana nak, ini malah kapan kalian mau kasih mama cucu?'
"Secepatnya ma"Jawab yaya dan jae bersamaan.
Mereka saling pandang, tidak percaya apa yang sudah mereka katakan, sebenarnya yaya mengatakan itu hanya untuk menenangkan sang mama agar tidak bertanya lagi, tidak tau kalau jae.
Sontak mama siti, papa shofyan dan mama muti tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Beneran? Kalian nggak ada rencana ngeprank kami kan?" tanya mereka kompak sembari memajukan wajahnya menatap yaya dan jae.
Yaya dan jae meringis melihat ekspresi bahagia orang tua mereka. Sesenang itukah mereka ingin menantikan kehadiran cucu?
Terpaksa jae dan yaya mengangguk pelan, mereka juga belum tahu kapan itu akan terjadi.
Tok..tok..tok.
Semua yang ada di ruangan kerja yaya mengalihkan pandangan kearah pintu.
"Masuk" Ucap jae dari dalam.
Setelah diizinkan masuk, pintu itu terbuka memperlihatkan manager wonderboys dan ... kate? berdiri didepan pintu.
'Horok, itu si kate. ngapain ikut-ikutan?'
"Maaf jae, Maaf mengganggu waktu kalian yang ada disini" ucap salah satu manager wonderboys.
"Eh, kim seon nim, ada apa?" tanya jae.
"Kebetulan tadi saya lewat sini, jadi sekalian saja mampir untuk mengatakan
kalau besok kita ada rapat tentang mini konser wonderboys di osaka dan tokyo" ucap Dani.
"Ooh, iya makasih infonya ya dani" ucap jae.
"Kate, ada apa?" tanya jae menatap kate berada dibelakang dani.
Kate yang tadinya menatap yaya curiga jadi menatap jae gelagapan.
"Ee ... saya Cuma bantuin dani bawa semua berkas ini ke kamu dan kebetulan aku juga lewat sini ya nggak salahnya dani aku bantu" Jawab kate.
"Oh iya, ini ada beberapa berkas setelah dari mini konser di osaka dan tokyo sampai nanti merencanakan tour dunia dan meet and greet" Ujar dani memberikan beberapa lembaran kertas pada jae.
"Iya terima kasih”
"Loh, yaya kamu kok bisa ada disini juga?" tanya dani tak sengaja melihat yaya juga berada ditengah-tengah keluarga jae.
"Ee .."
"Dia kan istrinya jae pasti dani lupa makanya dia ada disini untuk nemenin yaya atas jabatannya" jawab papa shofyan
Sontak kate mematung di tempat, beberapa tumpukan kertas terjatuh dari tangannya ia merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan papanya jae barusan.
"Kenapa kate?" tanya seon kim melihat kate menjatuhkan berkas itu.
"Ee ... ma-maaf" Ucap kate.
Yaya tersenyum smirk melihat ekspresi kaget kate, jika statusnya sudah terbongkar tidak apa karena dia masih mengingat apa kata manager grub suaminya itu bahwa lama kelamaan pasti akan terbongkar yang artinya ia tak perlu canggung lagi jika ia berada di sisi jae dimanapun.
"Wait, Ja-jadi rumor itu bener? Kalau jae kim sama yaya itu ada hubungan?" Tanya kate yang masih tak percaya.
"Iya" jawab jae singkat.
"Kenapa sih nggak bilang dari awal?" Tanyanya lagi.
"Untuk apa harus diumbar-umbar, nggak penting juga saya informasiin ke media masa terkecuali manager saya atau tim dari agency wonderboys yang mengumumkan pernikahan saya secara resmi di akun official grub wonderboys" jawab jae santai.
Kate mengatup mulutnya, memang benar ucapan jae status seseorang itu tidak perlu di umbar-umbar gembor-gemboran apalagi di umbar di media sosial, meskipun jae adalah seorang publik figur kecintaan remaja jaman sekarang, cukup satu foto saja yang menandakan jae dan yaya sudah menikah di akun media sosial mereka masing-masing atas izin dari agency dan manager.
"Okey kalau begitu, saya permisi dulu ya" ucap dani pada jae.
“Bapak, ibu kami berdua permisi dulu ya" ucapnya lagi pada keluarga jae.
"Iya" jawab mereka kompak.
Akhirnya dani dan kate pergi meninggalkan ruangan kerja yaya sementara yaya yang sedari tadi senyum tipis pun merasa lega akhirnya hubungan ini bisa terbongkar meskipun entah kapan kate akan berulah untuk menghancurkan keluarga kecilnya.
__ADS_1