Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Fitnes


__ADS_3

Setelah jae menunggu yaya selesai beribadah akhirnya ia mencoba masuk karena dari tadi tidak ada suara yaya yang menyatakan sudah selesai. Betapa terkejutnya jae melihat ternyata istrinya tertidur usai selesai sholat.


Kreeekk .....


'lah malah tidur'


'aku lepas saja mukenanya mungkin yaya kecapean sampai tertidur gitu habis sholat'


(mukena dan sajadah yaya)


'kamu itu ya kalau sedih atau kecewa pasti gini'


Jam 07.00


"mas, aku mau keluar rumah sebentar ya" ucap yaya sembari membawa tas fitnesnya.


"kamu mau kemana?" tanya jae.


"cuman mau olahraga kok mas"


"yaudah, kalau habis olahraga langsung pulang ya aku takut kamu terjadi apa-apa"


"hadeh tumben mas kamu perhatian gini sama aku"


"iya yay aku takut kalau kamu ternyata hamil terus kamu kecapean kan kasihan sama anak kita"


'heh anak?'


'hamil... Aku?'


"iya deh jae, yaudah ya aku berangkat dulu" ucap yaya sembari mencium pungung tangan suaminya.


"hati-hati di jalan ya" ucap jae pada yaya sembari mengecup kening istrinya.


Yaya kali ini memutuskan untuk pergi ke gym terdekat karena ia ingin melupakan semua kesedihannya selama ini, ia memilih untuk berolahraga untuk mengurangi rasa sedihnya dari pada harus pergi keluar rumah malam-malam atau melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat untuk dirinya.


Di dampingi dengan wili coachnya yang belum lama ini membantunya dalam membentuk tubuh yang di idamkannya, ya.. Kini ia sedang menjalani program pembentukan otot lengan dan perut, baginya langsing saja tidak cukup dan karena sudah terlalu langsing jadi ia memutuskan untuk memilih membentuk otot lengan dan perutnya.


"pagi yay, tumben sendiri? Oh iya aku dengar kamu sudah menikah ya?" sapa wili pada yaya.


"pagi juga, iya makasih ya wil. kamu tau dari mana kalau aku sudah menikah?"


"berita kamu sudah menyebar kemana-mana jadi ya akhirnya berita itu sampai ke aku"


"oh gitu"


"bagaimana perkembangannya apa kamu sudah ikut prosedur yang aku kasih di buku?"


"belum, ya mau gimana lagi sih wil aku mau diet seketat apapun ya pastinya juga aku akan makan tu makanan, apalagi ini diet gula dan aku sangat suka banget makan nasi jangankan nasi es teh aja aku suka"

__ADS_1


"di coba dong yay, sayang loh itu otot kamu sudah mau terbentuk dan untuk menunjang itu kamu harus makan makanan yang cukup seperti sayuran hijau, terus makanan berprotein"


"kalau minum seperti minuman pencepat masa otot gitu gimana wil soalnya aku lihat tu beberapa orang suka banget minum minuman itu"


"kamu minum itu?"


"enggak woy bambang, aku kan cuman tanya sama kamu wil apa boleh minum minuman itu, ya sebagai pemula aku kan juga bingung dan karena kamu laki-laki dan sebagian laki-laki itu suka banget minum minuman yang buat menunjang masa otot itu makanya itu aku tanya kamu"


"oh begitu"


"sebenarnya ya yay kalau itu mah gampang, ada baik dan buruknya. Baiknya adalah otot kita jadi cepat terbentuk nah kalau buruknya kita jadi seperti ketergantungan jadi kalau enggak minum itu enggak srek atau tidak lengkap gitu yay. Jadi aku saranin sama kamu karena kamu masih pemula kamu cukup perbaiki pola makan kamu saja dan sering-seringlah olahraga"


"ribet juga ya ternyata mau bentuk otot aja pakai ada yang minum minuman itu segala ya mana minumannya mirip banget seperti susu bubuk lagi, dan ternyata aku baru tau kalau itu ada baik dan buruknya minum itu"


"astaga yaya kamu itu udah menikah tapi kepolosan kamu tu nyata ya, ya memang jelas lah minuman itu ada baik dan buruknya makanya itu sebelum kamu beli dan minum aku kasih tau terlebih dahulu sama kamu. Karena kamu kan sudah tau ya kalau sebenarnya mengkonsumsi minuman penunjang masa otot itu ada baik dan buruknya cepat-cepat deh kamu bilang sama suami kamu"


"iya nanti aku bilang, btw thanks ya infonya"


"sama-sama"


"yuk kita pemanasan dulu sebelum olahraga"


Setelah obrolan yang cukup lama dan sedikit memakan waktu akhirnya yaya memulai olahraganya, di samping itu jae sedang berusaha mencari resep makanan supaya istrinya sehat kalau bisa sehat bersama janin yang di kandungnya, meskipun yaya belum positif mengandung tapi jae adalah suami yang perhatian ia tidak hanya memasak makanan untuk dirinya dan yaya tapi ia juga memasak makanan untuk calon bayinya juga.


Jam sudah menunjukan pukul 11.00 saatnya yaya untuk pulang, tapi entah kenapa sikap jae begitu dingin


Rumah


'sama siapa dia?'


'dih berani banget tu cowok pegang-pegang istri aku'


Jae merasa sangat terkejut mendapati istrinya pulang di antar laki-laki yang seumuran dengannya, yaya memang sengaja berangkat tidak membawa kendaraan pribadinya karena ia sedang berhemat lain tidak malah mengundang masalah baru di keluarga mereka...


"assalamualaikum"


"waalaikum sallam"


"kamu pakai apa ini?" tanya yaya pada jae. Ia melihat ada celemek di lehernya tanda ia sudah selesai memasak.


"kamu habis masak ya?" lanjutnya.


"Hmmm..." jawab jae singkat.


'aduh ini orang kenapa lagi'


"sudah olahraganya?"


"sudah kok"

__ADS_1


"kenapa kamu tadi enggak mau aku antar kalau mau olahraga?"


"kan kamu enggak nawarin"


"kan bisa bilang"


"atau kamu cemburu ya?"


"cemburu? Siapa? Aku?"


"iyalah kamu jae, kamu lihat kan kalau aku di antar sama wili"


"mana ada aku cemburu"


"wili? Siapa wili?"


"tuh kan, apa aku bilang kamu cemburu ya?"


"enggak"


"mengakulah wahai jae kim bahwa sebenarnya dirimu itu cemburu sama wili"


"apaan sih"


"dah kamu tu ya lebih baik mandi tu otot kamu di dinginin dulu habis itu sarapan, aku bikin telur rebus sama sayur oseng sawi"


"menurut yang aku baca di internet kalau telur itu juga bagus untuk mementuk masa otot"


"wih kamu masak jae? Tumben?"


"memangnya enggak boleh ya aku masak?"


"ya boleh bukannya gitu tapi kan jarang kamu masak baru kali ini kan kamu masak"


"iya juga sih, yaudah woy sana mandi"


"hehe jangan bentak-bentak kenapa sih jae"


"ya maaf ya yay, habisnya kamu tu ya nyebelin banget sih"


"enggak kebalik tuh"


"enggak"


"yang bener?"


"Mandi!!"


"iyaiya"

__ADS_1


Yaya menyadari bahwa suaminya cemburu karena ia melihat wili mengantarnya sampai depan rumahnya, tapi yang lebih membuat ia heran saat ini adalah kebiasaan jae akhir-akhir ini yang lebih suka memasak, apa kali ini firasat jae benar bahwa ia akan mengandung atau ini hanya bentuk perhatian kecil jae. Apapun itu yang pasti hari ini ia merasa sangat senang dan ia juga harus membicarakan tentang wili pada jae sebelum cemburunya memuncak menjadi posesif.


__ADS_2