
Pukul 21.00 Yaya dan Dewi akan pergi ke rumah Winda untuk membantu mempersiapkan pernikahannya dengan Daril, setelah mereka berdua sampai dirumah Winda mereka langsung menuju ke kamar Winda yang berada di lantai 2,.
"Semuanya udah beres belum?" Tanya Yaya.
"Udah Yay, udah lengkap juga" jawab Winda antusias.
"Heh beneran? Cepet banget tumben" ujar Winda.
"Iyalah orang dia ngebet banget pengen nikah" cibir Yaya.
"Ngawur ya nggak lah" jawab Winda malu-malu.
"Terus kita disini ngapain?" Tanya Dewi.
"Nggak ngapa-ngapain hehe" ucap Winda.
"Tau gitu gue tadi ngelanjutin maraton aja dah nonton serial drama dirumah sambil rebahan" ucap Dewi.
"Hooh ya kalau gitu mending tadi gua ikut suami deh" ucap Yaya.
"What? Mau kemana kamu sama suami lo?" Tanya Dewi dan Winda.
"Ya pergi hangout berdua lah" jawab Yaya.
Winda dan Dewi memutar bola matanya malas.
Kemarin malam Jae ingin sekali mengajak Yaya untuk pergi keluar, bukan untuk liburan apa lagi jalan-jalan romantis tapi Jae ingin mengajak ke cafe untuk bertemu dengan kliennya karena jae sekarang bekerja sampingan sebagai pegawai kantoran sementara kemarin adalah waktu yang tepat untuk berbicara dengan istri tercintanya akan tetapi yaya memilih untuk pergi ke rumah Winda.
Yaya sudah berjanji pada winda untuk datang ke rumahnya kalaupun ia bisa pasti dia tidak akan mau menemaninya karena sudah pasti ia akan menjadi obat nyamuk disana dan ia juga tidak tahu harus berbuat apa disana.
"okay, bagaimana kalau kita pergi ke caffe aja kebetulan ada caffe bagus di deket rumah aku jadi kita bisa hangout ke sana" usul winda.
"lah kan dirimu mau nikah kok malah keluyuran, kan pamali wind" kata yaya.
"ya gak kenapa kali sekali-kali aja yay, ya siapa tau juga kan ini terakhir kalinya kita hangout" ucap winda.
"horok, kok gitu sih, kita tu besties kok malah ngomong gitu" ucap yaya.
"bay the way, semakin kita beranjak dewasa yay kita pasti punya kesibukan masing-masing entah kamu yay yang punya suami terkenal plus pekerja kantoran plus penyiar radio juga pasti ribet dan suami kamu pasti butuh bantuan kamu, kamu juga wi kalau kamu udah kuliah jauh pasti kita sudah beda negara kan dan jam sekolah disana itu berbeda dengan jadwal sekolah disini, sedangkan aku yang sebentar lagi menikah dan entah kapan anak ku ini akan lahir ke dunia aku juga harus sibuk ke karier aku sendiri. jadi meskipun kita satu kantor tapi pasti kita jarang bisa kumpul lagi kayak gini" jawab winda.
"ya ada benarnya juga" gumam dewi.
"yaudah deh yuk dari pada kita disini cuman bengong aja nanti yang ada malah bosan kan. Yuk kita ke caffe" lanjutnya.
Caffe
Yaya, winda dan dewi memasuki caffe yang cukup mewah cocok untuk dinner dan tongkrongan remaja saat ini sudah pasti kalau yang berbau insetegurameble, free wifi, dan live concert sudah pasti banyak orang yang datang ke sini dari mulai mahasiswa pekerja kantoran bahkan sesering kali ada idol yang mampir ke sini hanya untuk kulineran.
Mereka bertiga duduk di salah satu kursi yang cukup luas dengan meja panjang yang cukup untuk mereka bertiga serta ada tambahan stop kontak untuk charger ponsel semakin yahud mereka betah hangout disana. Baru beberapa menit mereka duduk seorang waitters menghampiri mereka.
"mau pesan apa?" tanya waitters itu ramah.
(buku menu)
"aku mau pesan satu es milk tea sama satu jjajangmyeon" ucap yaya.
"aku es teh sama nasi goreng khimchi" ucap dewi.
"aku jus mangga sama kentang goreng" ucap winda.
"oke, semua satu ya pesanannya?" tanya waitters.
__ADS_1
"iya semuanya satu" ucap yaya.
"baik silahkan di tunggu pesannannya" ucap waitters itu lalu pergi untuk membuatkan pesanannya untuk mereka bertiga.
Selang beberapa menit pesanan mereka bertiga pun jadi dan waitters itu datang dengan membawa pesanan mereka bertiga, setelah meletakannya ke meja mereka bertiga waitters itu langsung pergi meninggalkan meja yaya, dewi dan winda.
"wind berarti nanti kamu resigh dong?" tanya yaya.
"entah lah yay aku bingung, kantor itu sudah menjadi rumahku yang ke dua dan pekerjaan aku sekarang sudah menjadi sumber bankku" jawab winda.
"yah temen-temen sekantor aku udah pada nikah, ya kan aku masih jomblo sendiri sedih deh rasanya" ujar dewi dengan tampang sedih.
"makanya dirimu tu jangan judes-judes sama cowok habisnya setiao ketemu cowok langsung di musuhin semua udah kayak mau perang aja" cibir yaya terkekeh pelan.
Winda menahan tawanya sementara dewi cemberut.
"horok comblangin kek gitu sekali aja kalian tu bantuin aku cariin pacar kek atau temen dulu lah gak kenapa, ya kali aku jomblo terus" ucap dewi pada kedua sahabatnya.
"oh apa sama anak baru aja wi sapa tu namanya jensen, mau? Tanya yaya.
"ih nggak ah, mending jomblo aja deh tapi kaya raya jadi crazyrich dari pada aku nikah sama jensen udah belum tau kan asal usulnya kalau keuangannya masih seret mah ogah" jawab dewi taksuka.
yaya dan winda tertawa melihat raut wajah kesal dewi.
"horok jangan ketawa dong" ucap dewi.
"adududu ada yang ngambek nih ceritanya" ledek winda.
Karena tidak ada obrolan lagi diantara mereka bertiga mereka segera melanjutkan makan makanan yang sudah mereka pesan. Ketika mereka asik menyantap makanan mereka tiba-tiba...
"woy itu jae bukan sih?" kaya dewi yang dari tadi celingak celinguk seperti sedang melihat seseorang yang ia kenal.
Yaya menoleh dengan cepat ke arah tangan dewi, yap benar ternyata jae juga berada di caffe ini tapi dengan seorang wanita.
Yaya tidak mendengarkan ucapan kedua sahabatnya itu melainkan ia menunduk mukanya dengan tasnya.
Dewi dan winda menatap yaya aneh karena bersikap seperti orang yang hampir kepergok sama dispats.
"ssstttt ..... Jangan ada yang bilang kalau aku ada di sini, kalau dia lihat aku udah pasti uang bulanan aku di potong 4 juta" cicit yaya berbisik.
"loh kenapa sih, bukannya bagus kalau suamimu tu tau kalau kamu tu ada disini juga?" tanya dewi dan winda.
"heh maemun, dari awal tu aku ijinnya mau ke rumah dirimu wind kalau sampai dia lihat aku ada disini benar-benar bisa gawat yang ada nanti di kiranya aku malah yang bohong dan bisa kena omel deh" jelas yaya sambil memelankan suaranya agar tidak terdengar suaminya.
Ya memang benar ia meminta izin kepada suaminya hanya pergi ke rumah winda dan jae juga tidak mau istri kesayangannya nongkrong apalagi di jam yang sudah malam ini, jae takut yaya terjadi hal yang tidak di inginkannya.
Dewi dan winda hanya berho oh ria sembari mengangguk-anggukkan kepalanya lalu mereka menahan tawanya.
"horok kalian mau ngetawain aku ya?" tanya yaya sedikit kesal.
"ppfffttt habisnya kamu lucu sih yay" jawab dewi.
"nggak ada yang lucu ya bambang disini, aku bukan pelawak" ketus yaya.
"ini gimana ceritanya sih yang selingkuh siapa yang takut ke grebek siapa, unik sekali" jelas winda sambil menahan tawanya.
"udah lah diem aja" ujar yaya.
"suami mu udah berubah menjadi buaya darat tu yay, nggak ada niatan buat silahturahmi atau apa gitu?" tanya dewi.
"nggah ih enggak penting" jawab yaya.
__ADS_1
"loh enggak cemburu kamu yay?" tanya dewi.
"ngapain cemburu sih nggak ada gunanya juga cemburu, dia sama aku masih mending aku lah" jawab yaya dengan entengnya membanggakan dirinya sendiri.
"kamu boleh yay bilang gitu, nanti kalau udah tau yang sebenarnya nangis" ledek dewi.
"horok malah gibah" balas yaya sedikit sengit.
"leh orang kenyataan kok" ucap dewi lagi.
"serius ?" tanya yaya yang masih menutupi wajahnya dengan tasnya.
"eh sepertinya suamimu mau menuju ke sini deh" cicit dewi pelan.
"horok, serius? Dia menuju ke sini?" tanya yaya berbisik.
"iya yay dia mulai berjalan kemari" jawab dewi pelan.
Yaya tambah panik dan segera menutupi wajahnya sebisa mungkin dengan tasnya sementara di tempat jae berada saat ini ia hendak keluar dari caffe itu, ia melihat dua orang perempuan yang sepertinya ia kenal.
Ia melangkah menuju ke meja yaya, semakin mendekat ke meja yaya, dewi dan winda untuk memastikan apakah perempuan yang ia lihat adalah perempuan yang ia kenal.
Ketika ia sampai di samping meja ke tiga wanita itu tampak salah satu wanita yang masih menutupi wajahnya dengan tas, dewi dan winda mulai panik ketika jae semakin mendekat dengan meja mereka bertiga.
"woy gimana ini? Dia udah pergi belum?" cicit yaya berbisik sembari memejamkan matanya sembentar.
Dewi dan winda tidak menjawab dan mata mereka melirik jae sembari tersenyum kikuk bingung harus berbuat apa sedangkan jae memberi kode untuk menuruh mereka beranjak dari sana.
Dewi dan winda mengerti kode yang diberikan oleh jae, lantas winda dan dewi segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan perlahan meninggalkan caffe.
"ehem" jae berdehem singkat untuk memanggil istrinya.
Yaya tida mendengar suara itu malah semakin menutupi wajahnya dengan tasnya sembari menutup mata.
'ini orang enggak ada tempat lain ya, kenapa harus ke caffe ini si jadi senam jantungkan'
"sayang" panggil jae pelan.
'horok suara itu kek kenal, seperti suara suamiku , walah mampus sepertinya ketahuan nih'
Karena rasa ingin tahunya tinggi, yaya mendongakkan kepalanya lalu perlahan membuka matanya dan menurunkan tasnya yang menutupi wajahnya.
'nah kan mampus jatah bualanku lenyap 4 juta'
Yaya menahan kagetnya yang saat ini sudah berada dihadapannya seperti saat pertemuan pertamanya di acara konser wonderboys, semenit kemudian yaya tersenyum kearah jae sedangkan jae sendiri hanya diam melihat kepanikan dan melihat wajah terkejut istrinya.
"heeh kok ada jae , udah lama bro? Makan disini juga ya?" tanya yaya basa basi dan senyumannya pun hilang dari bibir manisnya.
Jae tidak berbicara sama sekali, ia hanya melihat raut wajah istrinya yang kini telah terciduk olehnya, ia bersidekap dada sedangkan yaya menggigit bibirnya karena takut.
'horok berasa jadi idol deh kalau kayak gini, seolah-olah aku yang kena scandal'
'horok tu bocil dua malah ninggalin? kan harusnya bantuin kek gitu' gumam yaya.
"emmm mas kita pulang yuk dah malam, banyak nyamuk mau tidur" ucap yaya dengan nada lembut.
"aku mau tanya sama kamu sebentar, kamu ngapain kesini?" tanya jae.
"ya makan lah, menurut kamu aku kesini ngapain coba kalau ke caffe?" tanya yaya dengan polosnya.
"okay, terus tadi janjinya sama aku kamu mau pergi ke mana?" tanya jae lagi dengan tenang.
__ADS_1
'ALLAHUAKBAR YA ALLAH YA RABBIKU YA MALIK, KENAPA JADI BEGINI PADAHAL JUGA AKU TIDAK SELINGKUH, CUMAN PERGI SAMA TEMAN AJA MANA TEMAN PEREMPUAN LAGI'
'suamiku unik sekali'