
Yaya keluar dari kamarnya, sebelum itu ia sempat menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk pekerjaannya. Yaya berdecak kagum karena tempat kerjanya yang sekarang gedungnya sangat besar dan view disekitar gedungnya yang bagus.
Yaya yakin pasti jae akan memperkenalkan teman satu grubnya padanya suatu saat nanti.
"Pa ma yaya mau berangkat dulu ya Assalamualaikum" ucap yaya saat keluar dari kamarnya sembari menyalami punggung kedua orang tuanya.
"Waalaikum sallam" jawab yang ada dalam rumah.
"Lo, pa kok tumben jam segini belum berangkat ke kantor?" Tanya dhaya saat melihat ayahnya membaca koran di teras.
"Iya, yaya bukannya nanti jae itu suka itu mau jemput kamu ya" jawab sang papa.
yaya ber ohh ria menanggapinya, dia tau siapa yang akan datang ke rumahnya, ia memilih diam dari pada banyak bertanya, lalu ia berjalan menuju meja makan.
"Weh, makanannya banyak sekali" ujar yaya sambil menoleh ke meja makan dengan senangnya.
"Iya dong sayang, kan nanti ada yang mau berkunjung ke rumah" jawab mama siti.
"Hmm"
"Yaudah nanti setelah pulang kerja kamu siap-siap dulu nanti malam tamunya sampai" ucap mama siti.
"Iya iya, kalau gitu yaya berangkat kerja dulu."
yaya mematuhi perintah sang mama lalu pergi ke kamarnya untuk menyiapkan baju untuk nanti malam dan segera berangkat kerja.
Hari ini adalah hari pertama yaya bekerja di sebuah gedung yang mewah, ia kini menjadi pegawai kantoran dengan gaya yang simple dan modis. Jangan lupa di setiap pekerjaannya yaya selalu fokus dengan apa yang ia kerjakan tidak untuk hari ini, seketika ucapan papa mamanya membuatnya bingung kira-kira siapa yang akan bertamu ke rumahnya nanti malam.
di tengah lamunanya seketika rekan kerjanya pun mengejutkannya.
"yaya!!!" ucap dewi rekan kerja baru yaya.
"astaga, kamu wi aku kirain siapa" jawab yaya sembari mengelus-elus dadanya karena kaget.
"kamunya sih melamun terus dari tadi, ada apa sih kamu ada masalah?" tanya dewi pada yaya.
__ADS_1
"tidak sih wi, cuman hari ini tu papa mama aku bilang kalau ada yang ingin berkunjung ke rumahku tapi aku sama sekali tidak tau orang yang ingin bertamu" jelas yaya pada dewi sembari tangannya yang masih mengetik dan pandangannya masih menatap layar laptop dan komputer.
"yaudah di tunggu aja kali siapa tau yang berkunjung itu jodoh kamu kan" ucap dewi sembari sedikit menggoda yaya.
"apaan sih jodoh-jodoh pacar aja kagak punya, aku itu masih pengen fokus kerja ya walaupun masih paruh waktu yang penting kan aku happy dewi" jelas yaya singkat sembari menatap wajah dewi sebentar.
"oke deh kalau begitu ayo kita lanjut kerja lagi" ucap dewi sembari menyemangati yaya dan dirinya sendiri.
"ayo semangat cepat kerja cepat pulang cepat tidur di kasur yang empuk yang di penuhi dengan snack di meja" ucap yaya.
"idih makanan terus olahraga sono" cibir dewi pada yaya.
"huft perut aku sudah kotak-kotak, tangan aku juga sudah berotot, kalau olahraga ya olahraga tapi beda tidak seperti tahun lalu yang terlalu over" jelas yaya sembari menggulungkan lengan bajunya sembari memperlihatkan otot lengannya pada dewi.
"wih kamu ya yaya seperti cewek idol dah body apa itu body goals banget sih, ternyata teman kantor kita ada yang body goals seperti idol ya" goda dewi sesudah melihat otot yaya yang cukup membentuk.
"huft sudah sana kerja" perintah yaya pada dewi.
"siap" jawab dewi.
"yaya kamu tumben kamu jam segini sudah pulang?" tanya mama siti.
"ya mama tidak ingat ya kan nanti mau ada tamu kan? Ya yaya pulang cepetlah" jelas yaya pada mama siti.
"hehe mama lupa, dah cepetan nanti kamu dandan yang cantik pakai baju yang bagus ya" ucap mama siti pada yaya.
"iya iya"
Pukul 19.00
Setelah beribadah sholat magrib yaya bersiap untuk menemui tamunya yang akan segera datang, Butuh waktu lama untuk yaya merias wajahnya dikamar dan akhirnya selesai.
Sebenarnya ia tidak mau untuk berdandan terlalu cantik didepan tamu yang akan datang ke rumahnya, tapi ini paksaan dari dari orang tuanya agar terlihat lebih cantik.
sementara itu yaya duduk di pinggir kasur sembari membayangkan siapa tamunya.
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 20.00 wib dimana sebentar lagi tamunya akan datang ke rumah. Sedari tadi ia gelisah karena jae mengatakan bahwa saat ini dia dan temannya sedang ada keperluan disaat itu juga yaya merasa gugup dan takut.
Ckrek
Pintu kamar yaya terbuka tanpa disuruh masuk bagus masuk ke dalam kamar kakaknya.
"Ngagetin aja sih woy, ketuk dulu kek salan gitu" ucap yaya kesal.
"Sorry, aku disuruh buat manggil kakak, buruan ke depan." Ucap bagus memberitahu.
yaya berdiri dari duduknya. "Apa? Udah dateng ya tamunya?" Beo yaya raut wajahnya tampak panik.
Bagus mengangguk "buruan udah ditungguin tuh" ucapnya.
"Iya iya" balas dhaya pasrah sebelum melangkah ke luar, ia lebih dulu menarik nafas beberapa kali guna menurunkan rasa gugupnya.
"Cie tamunya cowok, ini pasti calonnya kakak, calonnya ganteng lagi. Tapi gentengan aku kali kemana-mana" goda bagus.
yaya mencebikkan bibirnya kesal pede sekali adiknya ini. "Gantengan juga kevin woo" yaya berjalan keluar diikuti bagus dibelakangnya.
Ia berjalan menuju ruang tamu dengan menundukan kepalanya.
Dimana disana sudah terdapat beberapa orang seperti mama siti, papa yudi, dan sepasang pasutri paruh baya yang usianya setara dengan usia kedua orang tua yaya, dan satu laki-laki dewasa dan satu kakak perempuan.
"Nah ini anak saya bu lala namanya yaya" ucap mama siti memperkenalkan putri sulungnya.
Mendengar nama yaya disebut, laki-laki yang sibuk melihat dekorasi rumah yaya pun mendongak matanya menatap yaya, ia menahan kaget begitupun dengan yaya ia tak sengaja melirik laki-laki yang sepertinya ia kenal. Kedua bola mata yaya membulat sempurna saat melihat laki-laki itu.
"J-j-jae?" Ucapannya kaget.
"K-k-kamu ngapain disini?" Tanya yaya terlihat tambah panik.
Jae hanya bisa diam
'Astaga jangan bilang deh kalau dia itu-'
__ADS_1