
Pagi harinya pukul 06.00 wib Yaya langsung berangkat dari rumahnya menuju rumah Winda ia menghindari Jae untuk saat ini, kemarin malam ia tertidur di sofa tanpa sepengetahuan Jae karena suaminya juga sudah terlanjut tertidur.
Sekarang sudah menunjukan pukul 07.30 wib Jae sudah siap dengan pakaiannya hendak menuju kantor agencynya. Tadi ia sempat bingung karena Yaya tidak ada disampingnya, dia pikir mungkin istrinya sudah bangun lebih dulu.
Jae keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan, tapi ia juga tidak mendapati Yaya ada disana.
"Sayang..... Yang....... Yay...." Teriak Jae dari satu ruangan ke ruangan lain di rumahnya dan hanya tersedia sedikit sarapan yang porsinya hanya untuk Jae.
"Apa yaya sudah pergi duluan?" Beo Jae.
Jae segera melihat CCTV yang berada di rumahnya untuk melihat keberadaan istrinya, betapa terkejutnya jae melihat bahwa istrinya tertidur di sofa semalaman.
'Tadi malam ternyata yaya ketiduran di sofa' gumam Jae sembari melihat video di CCTV miliknya.
William terdiam, ia berfikir apa dia terlalu keras membentak Yaya semalam? Sampai dia tertidur di sofa dan ada kemungkinan ia menangis dalam tidurnya? Jae jadi sangat bersalah saat ini.
Ketika Jae sedang meratapi rasa bersalahnya dengan istrinya sembari berangkat menuju kantor agencynya Sementara itu Yaya sudah berada dirumah Dewi. Mereka duduk diruang tamu dengan Yaya terlihat tidak semangat.
"Yay kenapa? Pagi-pagi buta udah ke rumah gue, lo ada masalah?" Tanya Dewi sedikit khawatir.
"Nggak papa kok" jawab Yaya sedikit lesu.
"Eh maemun jangan gitu ih, cerita aja, kenapa sih? Ada apa?" Tanya Dewi lagi.
Yaya menghela nafas sebentar
"Habis berantem sama Jae, makanya aku ngehindar dulu dari tu orang" jawab Yaya pelan.
"Heh? Kenapa? Kok bisa weh?"
"Ya biasa dimarahin gegara kemarin"
"La bujug, kok lo sih yang kena marah?"
"Hufftt gua bolos kerja wi"
"lah horok aku juga winda juga, tapi kok bisa kamu yang kena marah seharusnya kita bertiga dong"
"Iya aku tau tapi masalahnya aku kan serumah sama dia, makanya dia marahin aku numpahin ceramah rohani ke aku, aku juga nggak tau dah nanti dia bakal marah ke kalian apa enggak"
Dewi menatap Yaya iba.
"Yang sabar ya Yay, nanti kalau dirimu masih kena marah sama tu mas-mas ganteng, nanti aku sama Winda bakal bantuin kamu" ucap Dewi menenagkan.
Yaya tersenyum lalu memeluk tubuh Dewi dari samping. "Thanks ya Wi, kamu tu memang bener-bener besti yang paling baek" ucap Yaya.
Dewi terkikik, "heleh, ya udah yok ke kantor bareng, seperti biasa aku nebeng mobil kamu ya" ucap Dewi cengengesan.
"Tapi nanti kalau gua disuruh ketemu sama tu orang aku males" kata Yaya.
__ADS_1
"Heleh males, alesan aja nih, tiap hari aja dirimu tinggal serumah 24 jam masa sih bosen " ucap Dewi meledek. "Dirimh mau tambah kena marah lagi kalau kamu ketauan bolos lagi? kamu tau sendiri kan suami kamu tu udah kek cenayang, tiba-tiba bisa tau kalau kita bolos kerja dan kalau kamu mau kena marah lagi ya silahkan" tanya Dewi. Yaya menggeleng kepala pelan.
"Ya udah kuy hayuk berangkat. hwaiting" ucap Dewi menarik tangan Yaya.
Kerjaan hari ini adalah hanya mengoreksi dokumen untuk meeting dan meminta tanda tangan ayahnya saja, entah kenapa Yaya merasa hari ini terlalu malas untuk pergi kerja, entah kenapa sangat malas melihat wajah Jae kalau ia datang ke kantornya secara tiba-tiba.
Ingin tidur, tapi nanti ayahnya menelfon dirusuh untuk di buatkan kopi lah suruh bawain dokumen lah. Ingin baca reverensi buat proyek berikutnya juga sama bawaannya perasan cemas sering muncul di saat seperti ini.
Jadi Yaya lebih memilih memantau telfon kantornya saja dengan tatapan kosong sembari menopang dagu.
"Udah pukul 09.30 aku laper, sepertinya kalau ke dapur kantor seru kali ya ambil roti sama bikin es teh susu" gumam Yaya sembari keluar dari ruangannya.
Setelah ia sampai ke dapur kantor tiba-tiba ia di kejutkan oleh Message Kakakakao yang berdering dari saku roknya.
Kring....
Kakakakao Jae
"Lagi apa?" Tanya Jae.
Kakakakao Yayaok
"baru ke dapur bikin es teh susu, kenapa?" Tanya Yaya bingung sembari memasukan teh celup ke dalam gelas yang sudah berisi air panas.
Kakakakao Jae
"kamu bisa ke kantor agency aku sekarang? saya sudah bicara dengan tim aku bahwa kamu akan ke sini"
"Iya"
Read
Yaya benar-benar tidak mood melihat Jae saat ini, dan kenapa sekarang ia harus datang ke kantor agencynya itu padahal dirinya saat ini sedang bekerja dan ia juga belum izin ke ayahnya.
Dewi yang masuk ke dapur kantor tiba-tiba menyenggol tangan Yaya. "Ciee yang disuruh pergi ke kantornya, selesein dulu masalah keluarga kalian secara kekeluargaan" Dewi berbisik.
"Horok" jawab Yaya ketus.
Dengan ogah-ogahan Yaya berangkat menuju kantor agency Jae, dan sebelum yaya pergi ke kantor agency jae iapun izin terlebih dahulu pada sang ayah sebagai bos di kantornya untuk bekerja setengah hari demi masalah keluarga kecilnya selesai.
Whatssap yayaya
"yah, aku izin kerja setengah hari ya soalnya yaya berantem sama jae pa, yaya mau nyelesein dulu"
'papa mungkin sibuk kali ya, penting sudah aku kasih info deh sebagai karyawan yang baik sekaligus sebagai anak yang baik' gumamnya.
"Btw Yaya kenapa?" Tanya Winda pada Dewi.
"Tau paling juga urusan rumah tangga" jawabnya mencibir. "noh kamu nanti kalau udah nikah tu harus extra sabar kayak yaya, harus jadi strong girl okey" ujar Dewi tersenyum manis kepada Winda lalu menurun naikan alisnya.
__ADS_1
"Heleh" jawab Winda lalu kembali membereskan gelas yang berserakan.
Saat ini yaya sudah berada di kantor suaminya sekarang dan sedang duduk di kursi yang ada disalah satu ruangan kantor Jae.
Jae sembari menaruh hpnya dan melipat tangannya didepan dada lalu kaki kanannya ia naikan diatas kaki kiri menghadap Yaya.
"Mau ngomong apa? Saya tidak bisa lama-lama, saya banyak urusan" ujar Yaya dengan ketus.
Jae mengehela nafas panjang, ia tau bahwa istrinya sedang marah padanya.
"Aku cuma mau minta maaf sama kamu soal kemarin malam" ucap Jae to the point.
Yaya menatap Jar dengan tatapan datar lalu berucap. "Cuman itu aja kan? Okey saya permisi"
Yaya berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruangan, seketika suasana diruangan itu menjadi canggung semua teman-teman Jae seperti melihat drama korea saat ini karena permintaan maaf Jae diabaikan oleh istrinya sendiri. Belum sempat keluar dari ruangan baru melangkahkan kakinya, tangannya sudah dicekal oleh Jae dengan cepat.
"Apalagi sih jae?" Tanya Yaya lagi.
"Aku serius, aku kemarin cuma kebawa emosi sayang aku takut kamu kenapa-napa karena seharian kamu tidak ada kabar" ucap Jae menatap lekat manik mata Yaya.
"Yay-" panggil Jae melihat Yaya yang terdiam.
"YAYA" panggilnya sekali lagi, barulah setelah itu Yaya kembali menarik tangan yang dicekal Jae.
Yaya berbalik, namun lagi-lagi tangannya dicekal dan ditarik mengahadap Jae membuat tak sengaja menubruk dada bidang sang Rapper yang notabennya adalah suaminya sendiri.
Jae memeluk pinggang Yaya, ia mengusap rambut hitam Yaya yang terurai panjang lalu mencium pucuk kepalanya dengan sayang.
"Sayang, maafin aku ya karena aku yang salah" ucap Jae terdengar tulus.
Yaya gelagapan, matanya mengerjab beberapa kali, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
'Muampus detak jantung ini seperti detak jantung saat pertama kali gua pergi ke konser wonderboys'
"Yay maafin aku ya, aku tau kok ini salah aku, aku tau aku salah, maafin aku ya" ucapnya lagi.
Yaya hendak melepaskan pelukannya dengan Jae sampai satu ruangan melongo melihat mereka berdua, namun Jae kembali menahannya.
"Yay plisss maafin aku"
"Huft, iya aku maafin, tapi lepasin dulu ini pelukannya ngap ini woy" ucap Yaya berusaha melepaskan diri dari Jae.
Jae melepaskan pelukannya dari Yaya lalu menatapnya lekat. "Seriously?" Tanya Jae lagi untuk memastikan.
"Hooh aayang" jawab Yaya dengan gumaman. Jae tersenyum.
Kisss
Refleks ia mencium bibir Yaya sekilas, membuat Yaya melotot kaget. Pipinya memerah, dengan cepat ia melarikan diri dari ruangan itu agar Jae tidak tau bahwa pipinya bersemu merah karena ulahnya. Sedangkan teman-teman Jae melotot melihat kelakuan Jae hari ini.
__ADS_1
'bener-bener ye tu orang, bikin ni jantung udah hampir mau copot aja'