
"iya aku hanya ambil job ini sebagai sambilan saja, aku kan juga bisa makeup dari pada ilmu makeup aku tidak aku salurkan dengan baik lebih baik kalau sekalian saja aku kerja sebagai penatarias bukankah itu hal yang bagus" jelas yaya pada lingga sembari memakaikan setting spray ke wajah pengantin.
"oh jadi begitu, ya udah semangat ya kerjanya aku mau ke sana dulu mau bilang ke rekan kerjaku dulu untuk sesi berikutnya" ucap lingga sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tempat yaya merias wajah clientnya.
"yaya tadi itu siapa kok kalian berdua akrab banget?" tanya jae pada yaya.
"dia itu temen SMP aku jae dia beda kelas sama aku dan kita berdua berpisah setelah hari perpisahan sekolah sampai detik inipun aku juga tidak tahu kalau dia adalah seorang fofografer" jelas yaya dengan singkat asal mula ia dan lingga bertemu.
"oh jadi begitu"
"iya"
"nah sudah selesai makeupnya, gimana kak? Apa kakak suka sama makeupnya?" tanya yaya pada clientnya.
"wah suka banget kak apalagi hiasan henna nya aku suka banget, makasih ya kak semoga kakak yang cantik ini dengan kakak yang ganteng disebelah kakaknya bisa duduk disini juga" ucap tulus sang client sembari berdoa pada yaya dan jae.
"iya kak sama-sama, bagi saya adalah kepuasan client nomor satu hehe" ucap yaya singkat.
"hmm yaudah ya kak selamat menempuh hidup baru semoga segera di berikan momongan dan semoga pemberkatannya hari ini lancar" lanjutnya sembari meminta izin untuk pulang karena tugasnya sudah selesai.
"aaammmiiieeennn terimakasih ya kak, hati hati di jalan"
"iya"
Setelah yaya selesai dengan jobnya yang pertama yaya segera menyelesaikan jobnya hingga job terakhir, beberapa jam kemudian hari sudah menunjukan pukul 6.00 dan job kerjaannya sudah diselesaikannya dengan lancar meskipun fotografernya kali ini temannya sendiri yakni lingga tapi yang ada di fikiran yaya sekarang hanyalah kerja makan dan pulang.
"akhirnya job kerjaan aku selesai juga" ucap yaya dengan senangnya karena semua kerjaannya kelar tepat waktu.
"iya, btw kita cari tempat ibadah dulu yuk udah mau malam juga" ucap jae sembari membuka maps di handphonenya untuk mencari tempat ibadah di sekitar mereka berdua.
"wah iya tuh ayuk kebertulan juga aku mau cuci muka juga" ucap yaya singkat.
"sepertinya di sekitar sini ada seperti mushola gitu, kita kesana yuk" ajak jae sembari membukakan pintu mobilnya untuk yaya.
__ADS_1
"ha kita naik mobil? Jalan kaki memangnya tidak bisa ya jae?" tanya yaya pada jae.
"kamu mau jalan kaki sampai mushola dengan kamu yang dari tadi pakai sepatu heels? Apa kamu bawa sandal atau sepatu lain yang lebih nyaman untuk kamu? Dari tempat kita ke mushola itu jauh yaya kaki kamu bisa lecet-lecet kalau kamu jalan pakai heels kalau kita pakai mobil kita jadi sedikit ngehemat tenaga dan kaki kamu baik-baik saja" tanya jae sembari memberikan solusi agar sampai ke mushola.
"yaudah yang penting sampai ke musholanya" jawab yaya pasrah akan keputusan yang jae buat.
20 menit kemudian
"nah kan sampai, yaudah aku langsung ke tempat cowok dulu ya nanti kalau kamu sudah selesai sholatnya nanti call aja" ucap jae sembari menutup pintu mobil.
"iya"
'ternyata jae orangnya baik ya, udah tinggi pinter putih humble wanita mana sih yang tidak suka sama laki-laki seperti jae, duh apaan sih yaya mending sholat dari pada mikirin jae' gumamnya sembari melihat jae melangkah menuju mushola.
Setelah mereka selesai menunaikan kewajiban mereka berdua, mereka langsung mencari warung pinggir jalan untuk makan malam. Seketika yaya tersadar akan sesuatu ketika mereka sedang makan berdua.
"yaya, boleh aku bicara sesuatu sama kamu?" tanya jae pada yaya. Yayapun segera menghentikan makannya dan mendengarkan apa yang akan jae bicarakan.
"hmm iya boleh memangnya kamu mau bicara apa jae sepertinya penting ya?" tanya yaya sembari meminum es teh yang berada disebelahnya.
"wow, apa itu jae?" tanya yaya dengan wajah bingungnya.
"yaya, besok aku mau ke rumah kamu" ucap jae pada yaya.
"hah... K-k-kamu mau ke rumahku? Ngapain mau ke rumahku?" tanya yaya sembari menatap wajah jae.
"udah nanti juga kamu bakalan tau sendiri" ucap jae singkat sembari membersihkan tangannya dengan tisue basah.
"udah makannya? Kalau udah ayo kita pulang sebelum pulang kita ke mushola dulu ya biar nanti bisa langsung tidur" ucap jae sembari bertanya pada yaya.
"heeh jae" jawab yaya.
20 menit kemudian mereka berdua akhirnya selesai makan malam dan melaksanakan kewajibannya, saatnya mereka bersiap untuk pulang, seperti biasa di perjalanan mereka berdua tidak berkutip sama sekali dan sesekali jae menatap wajah yaya yang terlihat sangat kelelahan akhibat 4 job yang ia kerjakan dalam satu hari, sontak ia membayangkan jika yaya menjadi dirinya akan selelah apa yaya sekarang.
__ADS_1
Lampu merah mulai menyala dan yaya sudah terlelap dalam tidurnya seketika itu juga jae menunjukan sisi romantisnya dia pada yaya dengan meletakan bantal kecil yang ada di kursi belakang ke sisi kanan yaya yang hampir sekali kepalanya terkena pintu mobil lalu jae melepaskan jaket yang dikenakan lalu memakaikannya ke tubuh yaya sebagai selimut.
Seketika lampu hijau sudah mulai menyala dan jae segera menginjak pegal gasnya dengan kecepatan sedang ia takut yaya akan bagun jika ia menambah kecepatan laju mobilnya. 10 menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai di rumah yaya, yaya yang masih tertidur di dalam mobilnya jae masih saja belum bangun sepertinya yaya terlalu lelah hari ini.
"yaya kita sudah sampai di rumah kamu, yuk turun" ajak jae sembari membangunkan yaya secara perlahan.
'tenyata yaya kalau tidur manis juga ya padahal aku banyak ketemu cewek cantik dan manis juga karena aku bekerja di dunia entertain tapi setelah melihat yaya kenapa sedikit berbeda' gumamnya sembari melihat wajah yaya yang sedari tadi masih belum membukakan matanya.
Jae segera turun dari mobil dan segera membuka pintu mobilnya lalu berniat menggendong yaya masuk ke dalam rumahnya, sebelum jae sempat masuk ke dalam rumah yaya tiba-tiba ayah yudi sudah berdiri di depan pintu.
"eh eh eh itu anak saya kenapa?" tanya ayah yudi sedikit panik melihat anaknya tertidur pulas dengan jaket jae yang masih menyelimuti tubuhnya.
"sssttttt, om mau tanya kamarnya yaya dimana? Soal yaya nanti saya jelasin" ucap jae perlahan sembari bertanya lokasi kamar yaya pada ayah yudi.
"mari ikut saya" ucap ayah yudi.
Setelah mengantarkan yaya ke kamarnya barulah jae menjelaskan pada ayahnya yaya yang sebenarnya terjadi.
"maaf ya om tadi anak om kecapean jadi anak om tertidur di mobil saya, sudah saya bangunin belum juga bangun maka dari itu saya antar sampai sini" jelas jae dengan singkat pada ayah yudi.
"ya udah, kamu tidak minum dulu?" tanya ayah yudi sembari menawarkan minum pada jae.
"makasih om tapi ini sudah malam dan saya harus pulang karena besok masih ada kerjaan" ucap jae.
"nak besok datang lah lagi ke sini ada saya mau bicara sesuatu sama kamu" ucap ayah yudi pada jae yang tiba-tiba menyuruhnya untuk datang lagi.
"memangnya kenapa om?" tanya jae yang merasa bingung dengan pertanyaan dari ayah yudi.
"sudah kamu datang saja dulu ke sini" ucap ayah yudi.
"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu om" ucap jae sembari menyalami punggung tangan ayah yaya.
"iya hati-hati" ucap ayah yudi.
__ADS_1
'sepertinya dia cowok yang baik dan cocok untuk yaya, besok saya akan bicarakan ini dengan istri dan anak saya' gumam ayah yudi sembari memandang jae yang perlahan mobilnya sudah pergi dari halaman rumahnya.