Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Winda speakup ke Dewi dan Yaya


__ADS_3

"Jadi waktu itu" ucap Winda menahan tangisnya, ia menghembuskan nafasnya dan melanjutkan omongannya.


"Pagi itu aku emang tidak masuk kerja karena aku pergi berdua sama Deril terus Deril bilang kalau tidak jauh dari Vilanya ada pasar malam jadi kita memutuskan untuk ke pasar maalmnya malam itu juga Yay, sehabis dari pasar malam itu kan aku mau beli snack dan Deril di vila setelah kembali dari beli snack aku melihat bungkusan di kamar, di vila aku memang pisah kamar yay sama deril tapi tidak dengan koper aku, ketika aku mau ambil baju tidur tiba-tiba deril datang yay dan suruh aku duduk di sebelahnya aku sudah menolaknya karena ia memaksa dan pintu kamar itu di kunci yay sama dia...." Winda menggantungkan ucapannya dan Winda kembali menarik nafas sekilas agar tidak kembali menangis.


"Dan ternyata itu cowok aku sendiri Yay, gue di.... nodai sama cowok aku sendiri yay..... hiks.... hiks..."


Yaya dan Dewi membulatkan mata mereka berdua. "Heh siapa orang yang berani ngelakuin kelakuan bejat itu ke kamu?" Tanya Yaya.


"Iya woy siapa namanya biar kita yang ngomong sama dia. Kalo bisa biar gue dan dhaya hajar sekalian tu cowok brengsek itu sampai dia berkata jujur" ucap Dewi sedikit emosi.


"Gue juga tidak tau lampu penerangan jalan sangat minim dan itu sudah dekat dengan appart gue, lo kan tau di daerah situ belum ada bel darurat yang terhubung langsung dengan kantor polisi jadi gue langsung masuk appart gue.... hiks.... gue baru tau setelah gue dari dapur ternyata cowok gue sendiri, cowok gue mabok parah dan gue enggak tau juga harus menghubungi siapa" ucap Winda mulai terisak tangis lagi.


"Setelah kejadian itu, gue langsung kabur dari appart, gue juga kagak bilang nyokap dan bokap kalau gue kabur dari appart gue takut dan binggung buat ngomong sama nyokap dan bokap gue" ucap Winda lagi.


"Njirrrr la terus lo kemana, lo kerumah siapa lo ke appart siapa?" Tanya Dewi.


"Sebelumnya sorry ya dhay gue bilang ke ortu gue kalau gue nginep beberapa hari dirumah lo but sebenarnya gue nginep di appartnya ponakan gue" jawab Winda lalu menunjuk Dewi.

__ADS_1


Helen terbelalak. "Njirrr gendeng , eh ntar kalo ortu lo nyariin lo ke rumah gue gimana maemunah gue harus jawab apaan?" Tanya Dewi seketika panik.


"Ya lo tinggal bilang aja kalau gue emang dirumah lo, gue takut Dew" jawab Winda pelan dengan suara parau. Ia berusaha mengelap air matanya yang berjatuhan dengan tisu yang ada di tangannya.


"Kalau mereka pengen ketemu lo? Terus mereka pengen lo pulang ke appart or ke rumah ortu lo gimana? Gue harus gimana Wind?" Tanya Dewi lagi sembari menahan emosinya yang sudah memuncak.


"Tenang enggak akan, paling cuma nanyain keadaan gue aja kok karena mereka lebih milih pekerjaan mereka dari pada keadaan gue anaknya sendiri" jawab Winda.


Dewi menghembuskan nafasnya jengah.


"Kita harus ngomong sama pacar lo itu secepatnya, gua nggak terima besti gua diginiin sama cowok brengsek itu" sahut Yaya.


"Yaps betul pokoknya dia harus tanggung jawab" tambah Dewi.


"Tapi.... aku kan enggak hamil, lebih baik nggak usah aja ya" ucap Winda menolak.


"Heh ya nggak bisa dong pokoknya dia harus tanggung jawab, kalau misalnya kamu hamil gimana tau-tau usia kandungan lo udah 3 hari?" Ujar Dewi menakut-nakuti.

__ADS_1


"Ih amit-amit enggak mau gue" jawab Winda bergidik.


"Pokoknya sekarang lo harus anterin kita ke rumah ato appartnya tu cowok lo, gua mau protes kalau bisa gua bakal minta bantuan suami gua buat bikin cowok lo untuk nikahin lo dihari itu juga" ucap Yaya enteng.


Dewi terbelalak kaget. "Loh kok lo mau nikahin gue sih Yaya, nggak mau gue gak mau, gue udah benci sama dia gua nggak mau nikah sama dia Yay" kata Dewi menolak.


"Aissss, heh dengerin aku kamu tu udah kagak perawan gegara cowok brengsek itu dia udah nyentuh kamu so kamu udah jadi milik dia seutuhnya, jadi mau gak mau dia harus nikahin kamu atau....." Yaya menggantungkan ucapannya membuat Dewi dan Winda penasaran.


"Atau apa Yay?" Tanya Winda.


"Atau aku kasih tau ke ortu kamu kalau kamu sudah kagak perawan lagi" lanjut Yaya berhasil membuat Winda dan Dewi terkejut dengan perkataan Yaya.


"Anjjiirrr jangan plisss, aku mohon jangan bilangin ini ke ortu aku" ucap Winda memohon.


"Yaudah kalo gitu kamu harus terima dengan pilihan barusan" ujar Yaya lagi dengan entengnya.


Yaya memang sangat suka pemaksaan karena bawaan energi tubuhnya yang sabarnya setipis tisu, namun itu untuk kebaikan dan keselamatan sahabatnya juga.

__ADS_1


"Terus nanti kalau misalnya dia ngelamar aku secara mendadak gimana respon ortu aku?" Tanya Winda.


Yaya tersenyum smirk. "Itu gampang udah kamu enggak usah khawatir"


__ADS_2