
Yaya barjalan sembari menunduk, ia benci melihat tatapan para karyawan disana untuk dirinya.
"Tadi bener yay, kamu berangkat dianter sama jae rapper grub wonder boys itu? Aku serius nanya ini" Tanya Winda kepada yaya.
"Hm" jawab yaya malas.
"Ciee, yang berangkat sama calon suami." Goda Dewi sambil mencolek bahu Yaya.
"Apaan sih orang ini tu aku bareng sama dia aja juga dia yang ajak" jawab Yaya ketus.
Tak mau meladeni godaan temannya lagi, yaya lebih memilih menyibukan diri dengan melihat pekerjaan yang ada di mejanya.
Sepulang dari kantor ternyata jae sudah menunggu dihalaman kantornya bersama Lingga.
"Eh, ngagetin aja sih" gumam Yaya sambil mengelus dadanya.
"Ayok" ajak Jae.
Yaya mengeryit bingung "ayo, kemana?"
"Kebutik, fitting baju" jawab jae santai
"sebelum ke butik baju lingga-"
Yaya melotot kaget untung tidak ada yang mendengarnya karena karyawan yang lain sudah pada pulang duluan begitupun dengan dewi dan winda, lingga pun pandangannya masih tertuju pada game online yang sedang di mainkannya. Tadi yaya sempat balik lagi ke ruangan karena ada barang yang tertinggal untuk mengerjakan dokumen pemberian dari Ayahnya. Jadi dia harus mengambilnya dulu sebelum pulang.
Tapi dari mana penyanyi ini tau kalau aku masih di kantor?
"Mas, kok bisa tau kalau saya masih di kantor?" Tanya Yaya penasaran.
"Tadi saya tanya sama lingga kebetulan dia di sekitar kantor kamu." Jawab Jae.
"jae maaf sebentar ya aku mau bicara dulu sama yaya" ucap Lingga yang seketika memotong pembicaraan Yaya dan Jae.
"oke tenang saja tidak apa-apa kok" jawab Jae santai.
__ADS_1
"yay, aku cuman mau ngucapin aja selamat ya kamu ternyata sudah akan menikah dengan pilihan kamu, oh iya aku punya ini buat kamu" ucap Lingga pada yaya.
"ini apa?" tanya yaya binggung sembari membolak balik kotak yang di pegangnya.
"ini hadiah buat kamu, dulu aku sempat mau kasih ini ke kamu tapi kamu terlanjur pulang dan hadiah ini masih aku simpan buat aku kasih ke kamu" ucap Lingga pada Yaya.
"semoga kamu suka ya hadiahnya" lanjutnya.
"kenapa repot-repot kasih hadiah ini ke aku sih, makasih ya lingga" ucap yaya sembari tangannya yang masih bersalaman dengan Lingga.
"iya sama-sama, kalau gitu aku duluan ya masih ada kerjaan" ucap Lingga sembari meminta izin untuk pergi lebih dulu.
"okey, hati-hati ya, oh ya sampein salam aku buat mama kamu ya" ucap Yaya.
"bro hati-hati ya" ucap jae pada Lingga.
"yoi bro" ucap Jae.
"Ayo, mama saya sama mama kamu sudah nungguin." Lanjut Jae sambil menarik sebelah tangan yaya.
Sesampainya di butik, yaya dan jae dapat melihat mama siti dan mama Muti sudah menunggu mereka disana.
"Akhirnya datang juga, kita sudah menunggu dari tadi loh" ucap mama Muti.
"Maaf ya ma kalau telat." Ucap Yaya.
"Udah enggak papa, ayo masuk. Mama udah pilihin gaun yang bagus buat kamu yaya" ucap mama Siti.
Mereka mengangguk lalu masuk kedalam butik itu.
"Wah jadi ini pengantinnya. Cakep-cakep ya." Puji tante pemilik butik.
"Iya tante makasih" jawab Yaya sopan.
"Yaudah ayo cobain gaunnya, tante sudah siapin di dalam." Titah tante menyuruh Yaya dan Jae.
__ADS_1
"Gaunnya ada dua ya dha yang satu buat resepsi satu buat lamaran resmi." ujar mama Muti memberitahu.
"Iya tan." jawab Yaya.
"Kok tante sih manggilnya, mama dong" ucap sang mama mengoreksi.
Yaya meringis dalam hati, masih agak canggung memanggil mama jae dengan sebutan mama.
"Eh i-iya ma" ucap Yaya kikuk, mama tersenyum manis.
"Yaudah cobain sana." titah mama Siti.
Yaya mengangguk lalu pergi ke sebuah ruangan untuk mencoba gaunnya.
(Gaun resepsinya Yaya)
(Gaun pertunangannya Yaya)
"Ya ampun calon mantu mama cantik banget."
"Kamu cantik banget yay." Puji mama Siti dan mama Muti.
Jae? Dia terpana dengan kecantikan yaya saat memakai gaun itu namun ia bisa menyembunyikan ekspresinya.
"Cantik kan jae?" Ujar mamanya kepada Jae.
Jae mengangguk sembari tersenyum tipis sedangkan yaya menunduk malu.
Sesampainya dirumah yaya menanyakan perihal fitting gaun pengantin yang dipercepat.
Lantas mamanya hanya menjawab.
"Lebih cepat lebih baik bahkan sebelum sebulan hari pernikahan kalian gaun pengantinnya harus sudah siap"
Membuat yaya menghela nafas lelah. Kenapa lelah? Karena para orang tua mereka ingin sekali anak-anaknya itu cepat menikah. Dan acara pertunangan resminya dilaksanakan hari minggu besok.
__ADS_1