Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Yaya cemburu pada Kate


__ADS_3

Seketika Yaya menahan kagetnya karena yang mengguyurnya adalah Kate? Apa sebenarnya masalah orang itu padanya, padahal ia tidak melakukan apa-apa ke wanita itu.


Ia sangat kesal saat ini Tapi ia harus menahannya karena banyak orang yang menatapnya disini dan Yaya teringat pada ilmu spiritual yang ia dapat kalau ia harus bisa menstabilkan vibrationnya dan membenarkan innerworknya terutama saat Yaya merasa kesal dan serasa ingin emosi, Yaya juga tidak ingin berniat untuk menghancurkan acara teman suaminya itu.


'Haduh ini orang lagi, sepertinya ni orang adalah ujian dari Tuhan buat Ku, okey kita lihat siapa yang bakal menang'


"Yaya, kamu enggak papa kan?" Tanya Jae sedikit khawatir karena baju yang dikenakan Yaya basah.


Sepertinya Yaya harus mengeluarkan sisi femininnya disini, karena ia tau Kate sengaja menumpahkan air minumnya karena Kate merasa cemburu pada Yaya saat ini.


Yaya bukan tipe cewek yang selalu mengalah, Yaya tidak akan tinggal diam ia akan buktikan siapa yang salah sebenarnya tanpa ada perasaan dendam.


Yaya menatap Jae dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya.


"Mas gaunku basah kena air ..... dingin mas" ucap Yaya yang mengeluarkan sisi feminimnya di depan Jae seperti anak yang mengadu pada bapaknya sehabis berantem sama temen.


Seketika Jae menatap Kate tajam sedangkan yang di tatap hanya bisa diam membisu sembari menelan salivanya.


Jae melangkah menuju Kate.


"Kate, apa yang kamu lakukan? Kamu sudah menyiram istri saya dengan air minuman kamu itu, kamu sengaja?" Tanya Jae pada Kate.


"A-aku ..... kan enggak sengaja je. Aku hanya-"


"Hanya apa? Dugaan aku benar kan kamu pasti sengaja ngelakuin ini? Ini rencana kamu kan?" Potong Jae cepat.


"Jae, aku-" ucapannya kembali terpotong.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya pak Jamal sembari berjalan menuju ke tempat kerumunan.


"Loh Yaya, gaun kamu kenapa bisa sampai basah begini?" Tanya Bu Nila menatap Aya sedikit khawatir karena hampir 70% gaunnya basah terkena air .


"Kena guyuran air minum mbak, sama tu dedemit" ucapan Yaya.


"Kate apa yang kamu sudah lakukan?" Tanya pak Jamal menatap tajam ke arah Kate.


"Saya nggak sengaja pak" ucap Kate yang sudah mulai gelagapan.


"Apa nggak sengaja kamu bilang? Orang saya lihat tadi" ucap Yaya memasang wajah sedih.


Kate menatap tajam pada Yaya, ingin sekali ia menghabisi gadis itu, sedangkan Yaya hanya tersenyum.

__ADS_1


"Benar itu kate?" Tanya pak Jamal.


"Nggak pak, sumpah saya beneran tidak sengaja" ucap Kate yang masih mengelak dengan apa yang ia perbuat.


"Maaf pak bukannya saya mau ikut campur, tapi saya melihat sendiri kalau mbak yang pakai gaun ungu itu dengan sengaja menyiram mbak yang pakai gaun merah" celetuk salah satu karyawan pak Jamal yang berada di belakang.


Semua orang menoleh ke arah asal suara, Yaya merasa sangat bersyukur karena masih ada yang membela dirinya, dan kini kebenaran sudah terungkap berkat salah satu karyawan pak Jamal.


"Apa benar seperti itu kejadiannya?" Tanya pak Jamal pada karyawan yang menjadi saksi dari ributnya Kate dan Yaya.


"Ia pak betul, saya tidak sengaja melihat mbak gaun ungu itu menumpahkan minuman ke arah mbak gaun merah saat saya akan kembali menuju dapur" jawabnya.


Kate menatap tajam karyawan itu, Saat ini Kate kenal sekali dengan karyawan itu, ialah karyawan yang selalu jujur dan tidak suka dengan Kate karena gayanya yang sok elegan, tukang ngebosi dan ia terlalu obses dengan Jae


"Kate, kamu sudah keterlaluan dengan tamu saya dan kamu sudah membuat acara saya menjadi berantakan dengan sifat kamu yang masih juga tidak berubah" ucap pak Jamal sembari menunjuk Kate.


Kate terbelalak "pak, taa-pi-"


"Silahkan keluar dari pesta saya" potong pak Jamal cepat.


"Pak saya kan-"


Kate membuang nafasnya ia merasa kesal , dengan perasaannya yang masih kesal dan penuh rasa emosi ia melangkah pergi meninggalkan pesta itu.


"Maafkan mc radio saya ya" ucap pak Jamal kepada Yaya dan Jae karena merasa tidak enak.


'Heleh cuman mc radio aja kok kelakuan dan gayanya udah melebihi ratu'


"Nggak papa kok, bapak nggak perlu minta maaf, saya nggak papa kok gaunnya sudah saya lap pakai tisu jadi sudah lebih baik dan tidak sedingin tadi" ucap Yaya.


"Sekali lagi saya minta maaf ya, saya jadi merasa tidak enak nih sama kamu dan kevin" ucap pak Jamal lagi.


Yaya mengangguk.


"Yaudah pak saya dan istri saya izin pulang dulu nggak papa kan?" Pamit Jae.


"Loh kok pulang, kan acaranya belum selesai, sayang dong mas aku kan belum coba semua makanannya" ucap Yaya protes hanya merasa tidak enak pada pak Jamal karena acaranya telah dirusak dan mereka berdua pamit disaat acaranya belum selesai, meskipun dalam hatinya ingin sekali cepat-cepat pulang walaupun hanya untuk rebahan.


"Tidak apa mungkin kamu dan istri kamu perlu istirahat" ucap pak Jamal.


"Yaudah kalau begitu kami permisi dulu ya pak mbak Nila, maaf tadi udah merusak pestanya" ujar Yaya.

__ADS_1


"Iya nggak papa bukan seutuhnya salah kamu, hati-hati dijalan ya kalian" ucap pak Jamal.


Jae dan Yaya berjalan menuju parkiran lalu memasuki mobil bmw milik Jae. Di perjalanan mereka hanya diam seribu bahasa, Jae fokus menyetir mobil sedangkan Yaya melamun menatap kearah jendela mobilnya dengan tatapan kosongnya.


"Ekhm" Jae berdeham singkat agar bisa memulai percakapan.


"Kamu enggak papa?" Tanya Jae sembari menoleh sebentar ke arah dhaya.


"Nggak papa" jawab Yaya cuek.


Yaya berusaha menahan kesalnya agar emosinya tidak meledak-ledak karena itu mengganggunya dalam mewujudkan sesuatu yang ia inginkan, jika membayangkan wajah Kate tadi ia ingin sekali langsung menghabisi wanita genit itu.


Biasanya jika ia sedang kesal atau emosinya tidak bisa di kontrol, pasti barang yang didekatnya sudah melayang dalam hitungan menit, tapi setelah ia menikah dan belajar ilmu deflopment ia belajar menjadi wanita yang semakin dewasa semakin bisa mengatur energi di dalam tubuhnya agar bisa balance dan agar energi di dalam tubuhnya tidak menjadi low.


"Maaf ya" ucap Jae secara tiba-tiba pada Yaya.


Yaya menatap Jae dengan tatapan bingung "kenapa harus minta maaf, lagipula kamu kan nggak salah apa-apa jadi ngapain kamu minta maaf?" Tanya Yaya mengernyit.


"Kalau aja aku enggak ngajak kamu ke pesta itu mungkin kejadian tadi tidak akan terjadi" jawab Jae.


"Nggak papa kok mas namanya juga kodarullah, ya mau gimana lagi kalau udah terjadi ya sudah" ucap Yaya santai.


"Lagi pula nih ya ada bagusnya tau aku ikut kamu malam ini, jadi ****** itu nggak akan deket-deket sama kamu" lanjutnya lagi sambil memainkan ponselnya.


Jae terkekeh.


"Sepertinya dia suka ya sama kamu?" Tanya Yaya.


Jae mengangkat kedua bahunya memberi isyarat tidak tahu.


"Iya tahu, nih ya ciri-ciri cowok yang tidak peka sama kode cewek" ujar Yaya.


"Tau dari mana kamu?" Tanya Jae.


"Yaelah dari matanya lah, sorotan mata tu ****** tidak bisa berbohong, lagi pula nih ya gerak geriknya tu sudah membuktikan sekali bahwa ia suka sama kamu, bukan suka lagi tapi udah obses sama kamu" jawab Yaya.


"Perasaan tatapannya biasa aja tuh" ucap Jae pelan.


Yaya mendengus. "Heleh mbuh lah dasar nggak peka" cibir Yaya sembari bersekap dada.


Sepanjang jalan mereka hanya berdiskusi tentang kejadian malam ini, entah apa yang akan dilakukan Kate selanjutnya Yaya kini menyikapinya dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2