
Sesampainya yaya di restoran, ternyata Tari juga berada di restoran yang sama. Ia ke restoran itu bersama partner kerjanya, Tari akan menghujani banyak pertanyaan yang sudah ia siapkan pada bestinya itu.
"Hey... Yaya" panggil Tari saat melihat Yaya mulai masuk ke dalam restoran.
"Apa?" Tukas Yaya.
"Hayo semalem gimana nih?" tanya Tari sembari senyum butuh penjelasan 18+++ dari Yaya.
"Apaan dah kagak ngarti aku tu?" tanya Yaya tak mengerti.
"Itu loh malam pertama kamu sama jae, gimana" jawab Tari sembari menaik turunkan alisnya.
"Oalah, ya rebahanlah emangnya ngapain lagi kalo bukan rebahan" jawab Yaya santai lalu mencari tempat yang kosong untuk bertemu dengan claennya.
Tari mendengus kesal begitupun teman Tari yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua tapi tidak tau apa yang mereka bicarakan. Pertanyaan uang sudah menempel bak lem tikus di otaknya hanguslah sudah karena jawaban simple dari Yaya.
"Duh serius ini, ini temen gua juga ikut penasaran juga" ucap Tari menahan kesal.
"Eh aku juga udah di seriusin sama orang" balas Yaya acuh.
Tari benar-benar jengkel dibuatnya begitu juga dengan temannya Tari.
"Mbuh lah, ribet ngomongnya" ujar Tari yang sudah mulai tampak lebih kesal.
Dalam hatinya Yaya bersorak karena baru membuat Tari kesal lagian siapa suruh urusan pribadi orang ikut campur. Setelah 20 menit mereka bertemu akhirnya yaya memutuskan untuk menuju kantornya karena jam sudah menunjukan pukul 8.30.
Restoran
Saat jam istirahat, Winda, Yaya dan Dewi teman kantornya langsung menuju restoran yang tidak jauh dari cafe yang mereka kunjungi untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Mereka duduk paling belakang dekat jendela sembari menunggu pesanannya datang.
"Hai" sapa seorang cowok lalu duduk di samping Yaya tanpa izin gadis itu. Yaya menoleh dengan dahi berkerut begitu juga dengan winda dan dewi.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Yaya
"Jangan galak-galak dong Yaya sayang. Abang jon boleh duduk sini?" Ucap laki-laki bernama Jonni itu.
Jonni adalah karyawan lama di kantor tempat Yaya bekerja, disaat semua guru cowok lain mengagumi dalam diam, dia malah justru terang-terangan mengungkapkan isi hatinya ke Yaya. Yaps tentu saja Yaya menolak and than walaupun sudah ditolak berkali-kali dia tidak pantang menyerah. Menurut dirinya sebelum janur kuning belum melengkung ia masih punya kesempatan tapi sayangnya Jonni belum tau kalau Yaya sudah menikah.
Yaya, Winda, dan Dewi bergidik geli mendengarnya. "Ya ya sini duduk" ucap Yaya dengan nada tidak suka.
"Yah jangan gitu dong dedek Yaya. Mas Jonni kan mau duduk barang dedek Yaya sayang" ujar Jonni terdengar menggelikan ditelinga dua gadis dan satu cowok yang ada dihadapannya.
"Heh valak, bisa jauh-jauh enggak tempat lain masih banyak" ujar Winda yang sudah mulai kesal. Ia mulai menggebrak meja lalu menatap Jonni dengan tatapan tajam.
Jonnipun juga menatap Winda tajam.
"Sembarangan lo ngomong gua apa tadi, lo tu siapa kok jadi lo yang sewot, siapa lu" balas Jonni pada Winda.
"Lo nanya siapa? Ya jelas-jelas gua bestinya napa, kagak terima. Hah" Balas Winda ketus.
"Cuman besti kan, heh bangga ya lo"
"Iyalah napa kagak terima lagi"
Perdebatan ketat masih berlanjut antara Jonni dan Winda. Yaya dan Dewi hanya bisa menonton bereka berdua adu mulut dan tidak ada niatan untuk memisahkan mereka berdua karena akan membuang waktu yang sia-sia ya nanti paling ujung-ujungnya nanti mereka juga yang kena.
Disaat perdebatan mereka, ponsel milik Yaya berdering menandakan satu pesan di ponselnya.
Kakakakao Jae
"Kamu bisa ke gedung agencyku sekarang enggak? Sekalian ya jangan lupa bawa makanan."
'Jae? apaan dah ni orang untung ganteng'
Kakakakao yaya
"Ngapain kamu suruh aku ke sana? aku kan bukan telent di agency kamu"
Kakakakao Jae
__ADS_1
"Ngevlog sayang...."
'Mulai abstuk ni orang'
Kakakakao Yaya
"Ntar otw kecepatan maksimum"
Kakakakao Jae
Read
Yaya beranjak dari duduknya lalu pergi membeli makanan untuk suami tercintanya itu tak lupa ia juga membelikan makanan untuk beberapa staff dan teman suaminya yang berada di kantor tersebut.
"Yaya mau kemana?" Tanya Winda melihat Yaya sudah beranjak dari tempat duduknya.
"Ada tugas rahasia, aku duluan ya" jawab Yaya lalu pergi meninggalkan Dewi, Winda dan Jonni yang masih adu mulut.
45 menit kemudian
Tok.tok.tok
Yaya mengetuk pintu kantor agency Jae sembari menenteng tobag berisi makanan.
"Ya, masuk aja" titah Jae dari dalam.
Yaya membuka pintu itu lalu duduk dikursi kosong disebelah Jae.
"Nih makan dulu" Yaya meletakan totebagnya yang berisi makanan diatas meja.
"Apaan?" Tanya Jae sembari mulai membuka totebag miliknya.
"Ini ada nasi oseng campur khimchi, dan makanan lainnya enggak mungkin kan aku beberkan satu-satu" jawab Yaya.
"Ini pedas banget enggak?" Tanyanya lagi membuat Yaya mengagguk.
"Kasih ke orang aja" suruh Jae.
"Njirr kenapa di buang bambang?"
"Astaga ini tu enak mas"
"But i'm not like that Yay"
"Okay, kalau kamu enggak suka pedas kan bisa aku yang makan" ucap dhaya lalu berdiri sambil membuka totebag dan membagikan makanan yang sudah disiapkannya untuk semua teman-teman grub Jae yang ada disana.
"Mau kemana?" Tanya Jae memegang tangan Yaya bak di drama koreya.
"Ya pulanglah, kan aku udah anterin makaman buat kamu staff dan temen kamu" jawab Yaya.
"Sini aja" ujar Jae.
"Heh ngapain? debut idol, gah ah udah menuju tua gua buat debut idol, lagian kalo pun gua debut idol apa agency kamu mau nerima aku?" Tanya Yaya.
Jae tersenyum dengan jawaban nyeleneh Yaya.
"Ya pasti nerima lah, hadeh tadi laper kan mau makan kan? Yaudah makan disini aja bareng-bareng" jawab Jae.
"No no" ucap Yaya spontan.
"Kenapa, nemein suaminya makan kok enggak mau lagian kamu habis ini kan tidak ada kerjaan kan dari atasan kamu?" Ujar Jae membuat Yaya memutar bola matanya mager.
"Kan ada temen-temen kamu, aku malu"
"Temen-temen aku udah pada nikah kok walaupun baru 2 yang nikah, temen aku yang satunya juga udah duda anak satu, jadi enggak papa"
Dengan sangat terpaksa ia menuruti perkataan suaminya, ia duduk kembali di samping suaminya itu.
"Aku suapin ya" ucap Jae yang menyodorkan sesendok yang berisi nasi dan oseng khimci ke mulut Yaya.
Dengan refleksnya Yaya memundurkan kepalanya kebelakang seakan menolak. "Apaan?" Tanyanya.
__ADS_1
"Tadi katanya mau makan iya kan? Yaudah aku suapin, ayo buka mulutnya, aaa" titah Jae.
"Kamu makan aja duluan bentar lagi kan kamu latihan kan" jawab Yaya dengan gengsinya yang setinggi harapan orang tua.
"Loh emang kamu enggak laper?"
"Enggak jae" jawab Yaya.
Dia terpaksa berbohong demi tidak menjadi bahan tontonan semua teman Jae, sudah tentu perutnya lapar. Nasi yang di bawanya ia masak sendiri dari warung yang di hampirinya demi membawakan william makanan ia rela berjam-jam di kompor warung orang untuk masak.
Jae sangat paham bagaimana Yaya dan tingkat level kegengsiannya yang sudah akut. Jae tidak akan segampang itu menyerah dia akan menyuruh istrinya itu untuk makan atau ia akan jatuh sakit.
Perhatian kan saya? Rapper juga bisa romantis loh
"Kamu jangan bohong ya, nanti tu perutmu sakit dan aku masih dilokasi konser siapa yang akan gendong kamu ke IGD?" Tanya Jae menatap Yaya penuh harap agar istrinya makan, tapi Yaya menggeleng pelan yap tentu saja tidak mau.
"Sayang.. ayolah makan dulu" ucap Jae lagi masih berusaha membujuk istri tercintanya untuk makan.
Karena sudah tidak tahan lagi melihat suaminya yang sedari tadi merayunya hanya untuk makan, Yaya makan sesendok nasi oseng khimci yang disuapkan Jae untuknya. Melihat itu Jae tersenyum sangat tipis, sampai Yaya tidak bisa melihatnya.
Di rumah
Yaya merebahkan tubuhnya keatas kasur, dirinya sangat lelah hari ini karena banyaknya aktivitas kantornya tadi.
Sementara itu Jae belum pulang, katanya dia ada rapat untuk konser bersama grubnya.
Di kantor agency, Jae duduk di kursi sebelah Eko, sembari menatap member lainnya yang duduk tak jauh dari dirinya.
"Ini konsepnya gimana, jelasin" ucap Shony tanpa basa basi.
Semua orang yang berada diruangan itu terdiam, leader Shony membuang nafas.
"Gini loh, nanti tu kita rencananya ot5 tapi kalau Alex, Jae dan Eko jadi join lagi jadi kita masih pakai koreografi ot6 dan untuk koreografinya ada kemungkinan sudah disiapkan sama agensi kita" temannya Shony angkat bicara, umurnya lebih muda 1 tahun dari Jae.
Jae menatap sebentar pada temannya yang lain bernama Shony, Yuno, Alex, Eko dan Kevin.
"Kenapa sih kamu enggak langsung join aja, masalalu ya masa lalu sedangkan masa depan kamu ada disini di grub ini, ada yang mau ditanyakan?" Tanya Jae.
Seketika hening kembali sedang mencari jawaban yang pas, rasanya agak sungkan untuk menjawab, lebih tepatnya salah untuk menjawab.
"Kenapa semuanya pada diam?" Tanya Shony lagi.
"Untuk selanjutnya aku masih akan join kok shon begitu juga dengan Eko dan Alex" jawab Jae dengan sedikit percaya diri meskipun sebenarnya ia belum sedikit yakin dengan keputusannya itu.
"Ini beneran ya?" Tanya Shony menuntut jawbaan yang pasti.
"Iya, karena aku masih mau membikin lirik lagu lagi di grub ini jika kamu mengizinkan aku untuk membuat lirik lagu lagi seperti dulu" jawab Jae.
"Ok welcomeback Jae, Eko, Alex" ucap Shony.
Suasana di ruangan itu kembali hening, semua orang yang berada disana pun benar-benar takut jika benar hal itu akan terjadi. Karena jaman sekarang banyak grub yang anggotanya keluar tidak secara sepihak dengan agencynya alias out dengan tanpa alasan yang jelas.
"Oke" jawab mereka kompak.
"Yasudah, kita lihat persiapan apa yang masih kurang untuk konser kita nanti" ucap Shony. Semuanya pun mulai kerja di bagiannya masing-masing.
"Hyung udahlah kita masih bisa bertahan kok" jawab Eko lalu juga ikut membatu Jae mempersiapakan acara comeback.
Tok.tok.tok
Pintu kantor ruangan itu terbuka dari luar "ada pengumuman penting" ucap manager mereka.
Pintunya terbuka, menampakan nindi salah satu staff mereka menuju meja kerja grubnya.
"Guys ini jadwal untuk konser kalian" ucap dani.
"Wah udah ada ya" ucap Alex.
Mengerti, Dani pun menjelaskan jadwal mereka dari pagi hingga malam.
"Paginya kalian harus latihan untuk vocal, terus kalau waktunya masih cukup kalian juga harus mempersiapkan koreografer dancenya" ucap Dani.
__ADS_1
Jae semakin bertambah pusing, kepalanya seakan ingin meledak saat ini juga.
Sebenarnya ia ingin sekali tidak gabung lagi di grub itu sejak grubnya comeback tapi sayangnya grub itu sudah sangat melekat dalam tubuh jae singga sekarang.