Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Pernikahan Winda dan Daril


__ADS_3

Saat ini yaya dan jae sudah berada didalam rumah mereka, setekah kejadian tadi malam yaya benar-benar sangat malu karena tingkah anehnya yang random didepan jae dan semua pengunjung cafe, untungnya para pengunjung cafe itu tidak ada yang memperhatikan tingkah randomnya itu, sementara itu jae masih saja marah sama yaya karena......


"Dah lah jangan marah nanti cepet tua loh, lagian kan aku udah jujurkan sama kamu" ucap yaya memasang sedihnya.


Jae tidak menanggapinya ia malah melangkah menuju ke kamarnya dari pada duduk disofa sambil menonton tv bersama yaya.


Sejak didalam mobil tadi sepanjang jalan jae  hanya diam ia tidak menanggapi ucapan yaya, sesampainya dirumah pun jae masih dengan sifat diamnya sedangkan yaya yang berusaha  menjelaskan dan minta maaf ke jae.


"Yuhu...... cangcimen, cangcimen, kacang candy temen" gumam yaya karena dari tadi jae tidak meresponnya,


Yaya berjalan menuju ke kamarnya menyusul jae saat membuka pintu tampaklah jae sedang mengganti pakaiannya.


Yaya sebenarnya ingin segera berbaring ke kamar tapi ia tahan karena kondisinya yang tidak memungkinkan, ia berpura-pura sedih agar ia dapat meluluhkan hati suaminya.


"Jae.... jangan marah lah, kan cuman masalah se-jentik nyamuk doang ya masak kamu marah sih" ucap yaya dihadapan jae yang mulai memakai piamanya.


And ya jae sama sekali tidak meresponnya untuk yang kesekian kalinya, setelah jae selesai memakai piamanya ia berjalan menuju ranjangnya lalu mengecek notive ponselnya sebelum ia pergi tidur,


'Aisshh'


Yaya pun masih tetap mengikuti kemana Jae melangkah seperti anak ayam yang sedang mengikuti induknya, kini yaya sudah naik ke ranjang tidurnya lalu memosisikan diri duduk berhadapan dengan suaminya.


"Jae, jujur ya seharusnya tu aku yang marah sama kamu tau, karena kamu udah selingkuh dari aku" ujar yaya yang menatap jae.


Mendengar ucapan yaya jae  pun akhirnya menoleh kearah yaya dengan tatapan binggung.


"heh tunggu, aku enggak selingkuh ya" elak jae yang tidak mau disalahkan oleh yaya.


"nye nye nye nye nnye, halah pembohong" beo yaya yang mengejek dengan menirukan ucapan jae barusan.


"tadi itu apa mas? aku enggak salah lihat kan? kamu ke cafe sama seorang perempuan, makan berdua gitu" cibir yaya yang sudah mulai angkat bendera peperangan debat dengan jae.


"Dia itu bukan selingkuhan aku tapi justru ia itu klien aku, paham? bukannya kamu sudah tau kalau aku baru akan ketemu sama klien" jawab jae.


"Lagian tu aku kan udah bilang sama kamu kemarin kalau kamu tu mau aku ajak karena klien aku cewek maemunah makanya aku ajak kamu, eh ngalamat kamunya malah udah ada janji, so ini salah siapa coba?" jelas jae.


Skakmat


Seri


Akhirnya yaya terdiam ditempatnya ia tidak tau lagi apa yang harus diucapkannnya jadi kini ia belum bisa memastikan ini salah dirinya salah jae atau salah semua.


Yaya masih tidak mau kalah ia masih mencari jawaban untuk memenangkan perdebatan gabut ini.


"K-kamu harusnya bilang dulu bambang dari awal kalau klien baru kamu itu cewek untung belum aku ajak buat silahturahmi" jawab yaya.


"Sayang, kan aku udah bilang sama kamu tapi kamunya malah asik nyerocos, yaudah" balas jae.


Yaya sangat geram malam ini karena perdebatan gabut ini, kini ia tidak taulagi apa yang harus ia ucapkan, and than yah ia kalah dalam perdebatan gabut ini.


"TERSERAH" hanya itu yang bisa Yaya ucapkan saat ini.


"okey" jawab jae cuek.


"okhey" balas yaya lagi sembari menatap jae.


"ngapain kamu lihatin saya seperti itu?" tanya jae.


Sontak yaya gelagapan. "enggak" jawab yaya ketus lalu ia merebahkan tubuhnya ke kasur dan pergi tidur.


Hari H pun telah tiba dimana tepat hari ini adalah pernikahan Winda dan Daril.


pagi harinya ia juga menghadiri akad sahabatnya itu seorang diri karena suaminya harus pergi ke kantor sedangkan Yaya sedang bersiap untuk pergi ke kondangan sahabatnya, ia tampak cantik hari ini menggunakan gaun biru laut yang dipadukan dengan tas merek terkenal hadiah dari sang suami dan dipadukan dengan high heels hitamnya.


(gaunnya)


(tasnya)

__ADS_1


Yaya sedang melihat dirinya di pantulan cermin, sesekali ia memuji dirinya sendiri.


"I'm boss, i'm rich girl, I'm perfect, I'm superstar" gumam yaya sembari berberkacak pinggang lalu ia tersenyum melihat dirinya sendiri.


"Mau kemana?" tanya jae.


setelah kejadian semalam mereka jadi saling diam dan masih mencari kesalahan satu sama lain, Seperti yaya yang menyalahkan jae ataupun sebaliknya. dan ini masih menjadi misteri untuk keduanya.


Yaya mendengus "Mau cari bias baru yang lebih kalem" jawab yaya dengan ketus.


Jae melirik yaya tajam. "kali ini saya serius ya yaya" ucap jae sembari berusaha menahan amarahnya.


Yaya menghela nafasnya dan beusaha mengontrol emosinya dan berusaha memaksakan diri untuk tersenyum.


"Sayang lupa ya kan hari ini sahabat aku nikah, ya aku pergi ke kondangannya lah, ikut enggak?" ujar yaya selembut mungkin sambil berusaha menahan emosinya saat ini.


Jae seketika terdiam dan entah kenapa rasanya jantung jae saat ini sudah diambang batas kebaperannya karena yaya memanggilnya dengan ucapan 'sayang',


Sudah ke sekian kalinya yaya menanggil jae dengan kata itu padanya.


'nah lo baper.......'


"Dah lah aku pergi dulu ya" ucap yaya  sambil melangkah menuju depan rumah.


"Tunggu........ , aku mau ikut" jawab jae cepat.


Jae dengan cepatnya mengganti pakaian sedangkan yaya menunggu diruang tamu.


Butuh waktu 7 menit untuk jae  bersiap-siap membuat yaya gelisah ia takut akan telat sampai ke acara kondangannya.


Setelah yaya melihat jae selesai bersiap yaya menarik nafanya lega, dengan cepat ia menarik tangan suaminya untuk segera berangkat ke acara kondangannya winda.


Selang hampir 20 menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai ke tempat acara kondangan Winda dan Daril.


Dengan jae yang menggandeng tangan yaya sebenarnya yaya tidak mau digandeng jae, tapi ini inisiatif jae biar tambah romantis padahal juga setiap hari mereka itu romantis ya terkadang juga seperti kucing dan anjing dikit-dikit berantem.


Saat mereka berjalan banyak sekali pasangan yang menatap kagum ke arah mereka berdua, sedangkan para gadis memandang iri pada yaya karena bisa menggandeng laki-laki tampan yang notabenenya adalah seorang rapper seperti jae, tapi yaya tetap berjalan tatapannya sekarang hanyalah ke arah depan yakni jalan yang ia lewati.


"Eh yaya.....!!!!!" panggil winda dengan mata berbinar lalu mereka berdua saling berpelukan.


"selamat ya besti ku paling bontot, aku  seneng deh akhirnya lo udah slotout juga" ucap yaya antusias.


"iya thanks ya yay" balas Winda.


"eh ya si dewi kemana?" tanya yaya celingak-celinguk mencari dimana keberadaan dewi saat ini.


"tu dia lagi makan" jawab winda.


Yaya manggut-manggut ia sangat paham dengan sifat salah satu bestinya itu yang suka banget makan apalagi yang bebau gratisan ia pasti semangat 45.


"Makan mulu, cari cogan kek, ikut biro jodoh kek, main dating apps kek gitu" gumam yaya, winda yang mendengarnya pun hanya bisa tertawa pelan.


"Btw selamat ya buat kamu, jagain besti ku, jangan bikin dia nangis, kalau sampai ada apa-apa sama besti aku, dirimu yang berhadapan langsung sama aku" ucap yaya yang kini menatap daril sedikit kesal.


Masih ada perasaan tidak ikhlas kalau cowok bedebah itu menikah dengan gadis baik seperti winda.


"Ealah santuy aja, aku bakal jagain winda sebaik mungkin, aku  janji mulai hari ini aku akan berubah menjadi laki-laki yang lebih baik lagi" jawab Daril.


"okay aku peganng janji kamu" ujar Yaya.


"ekhm" Jae tiba-tiba berdeham untuk menyadarkan ketiga orang itu karena keasikan jadi mereka lupa akan keberasaan dirinya,


ketiga orang itu langsung menoleh ke arah Jae.


"Selamat ya buat kalian" ucap Jae datar.


"I-ya terimakasih ya" jawab Winda sedikit canggung.

__ADS_1


karena salah satu member idol favoritnya tau kalau ia sudah menikah, member yang lain tidak tau.


"Eh, jae ya?" tunjuk daril pada jae.


Jae mengangguk pelan, dunia ini memang benar-benar sangat sempit bagaimana bisa Jae bisa mengenal cowok ini.


"apa kabar Je?" tanya Daril sembari memeluk Jae ala cowok.


Sontak Jae pun melepaskan pelukannya dari Daril, karena ia masih merasa sedikit risih dipeluk sama orang asing, meskipun ia sering sekali dipeluk oleh orang asing yang notabenenya ialah fansnya sendiri akan tetapi jika dipeluk oleh daril entah kenapa feell yang dirasakan jae masih kurang nyaman.


"Baik" jawab Jae singkat.


"Je masih ingat gue kan?" tanya Daril lagi karena ia mendapat respon yang tidak memuaskan dari Jae.


Jae menggeleng menandakan bahwa ia tidak mengenal sosok daril.


"Saya Daril, anaknya pak Dono yang dulu sempat bekerja di perusahaan ayah kamu sebelum orang tua saya bercerai, kamu masih ingat saya?" jelas daril.


Jae mencoba berfikir dan mengingat-ingat kembali memorinya dizaman itu.


1


2


3


Setelah 3 menit kemudia barulah ia ingat siapa daril dan tentang orang tuanya yang bercerai sekaligus sekarang status daril juga adalah calon rekan bisnisnya.


"OH iya-iya saya baru ingat, kamu daril anaknya pak dono yang dulu sempat kasih ilmu ke saya bagaimana cara bekerja di perusahaan besar kan?" tanya Jae untuk memastikan, daril mengangguk sembari tersenyum.


"Gimana keadaan kamu dan keluarga kamu?" tanya jae  lagi dan seketika wajah daril  berubah menjadi sedih.


"Saya baik je but mama dan papa saya sudah bercerai sekarang mama saya sudah menikah lagi dan ayah saya juga sudah menikah lagi saat sebelum mereka cerai dan sudah mempunyai satu orang anak laki- laki" jawab daril sedih.


Jae terkejut ia sama sekali tidak mengetahui tentang itu.


"Sorry saya seharusnya tidak menanyakan itu kepada anda, dan kenapa anda tidak memberitahukan itu pada saya?" tanya Jae.


"waktu itu anda pergi konser ke osaka dan tokyo, pas papa saya telfon nomornya masih diluar jangkauan" jawab daril.


"Sorry saya benar-benar tidak tau soal itu tapi saya janji saya akan segera silahturahmi ke rumah mama papa kamu yang sekarang" ucap Jae sembari menepuk pundak Daril pelan.


"iiya tidak kenapa jae" jawab Daril.


Tanpa disadari winda dan yaya hanya diam mendengarkan para suami mereka yang asik mengobrol.


"loh kalian berdua sudah saling kenal ya ternyata?" sahut yaya tiba-tiba.


Jae dan Daril mengangguk bersamaan, yaya hanya diam sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"itu istri kamu ya jae?" tanya daril.


Jae mengangguk. "ya, ini istri saya"


"kenapa kamu tanya itu ke suami ku, masih kagak percaya ya?" tukas yaya mendelik.


karena melihat raut wajah daril yang sedang meledek yaya.


"enggak soalnya kamu masih keliatan kek bocil" jawab daril terkekeh.


Yaya mendengus. "wind liat nih kelakuan suamimu, jangan kasih jatah ntar malem biarin aja dia biar puasa" adu yaya pada winda sedangkan winda hanya bisa tertawa.


"Yaya" tegur Jae memperingati untuk menjaga sikapnya.


"mbuh lah capek, mending madang" ucapnya lalu pergi begitu saja.


"Tu kan jae, bocilmu tu" ledek daril berbisik ke telinga jae, namun bisa terdengar oleh winda, alhasil ia mendapat cubitan yang super sakit di bagian lengannya dari sang istri.

__ADS_1


Sedangkan Jae hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah yaya dan daril yang menurutnya masih sama-sama masih patut dijuluki bocil.


Setelah berpamitan kepada pengantin baru itu Jae juga pergi menyusul istrinya yang sudah pergi duluan untuk memakan makanan yang sudah tesedia.


__ADS_2