Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Finnal ujian sebelum menikah


__ADS_3

"surat ini seperti bukan surat biasa, apa lebih baik aku baca aja ya terus aku cari jalan keluarnya biar jae tidak cemburu dan salah paham lagi" gumam yaya sembari membuka surat yang ada di buket bunga miliknya.


SURAT DI BUKA


*To : yaya


   by : dika


Hi yaya, lama ya kita tidak bertemu jika aku hitung sudah lebih dari 4bulan kita tidak bertemu. Ketika aku ingin menghubungimu aku tidak memiliki nomor ponselmu ataupun nomor watseup kamu jadi aku hanya memiliki instageruem yang kamu follback.


yaya sebenarnya aku suka sama kamu, aku tidak berani untuk mengungkapkannya padamu maka dari itu surat ini akan mewakili aku untuk mengungkapkan perasaan aku padamu. Aku harap kamu bisa mengerti kenapa aku melakukan ini dan aku tidak akan menyuruhmu untuk memberikan jawaban padaku terkait perasaan aku padamu. Kalau kamu sudah siap dengan jawaban kamu, kamu bisa menghubungi aku dan kita bisa menyelesaikan ini secepatnya. Oh iya semoga kamu suka sama bunganya.*


"apa jadi selama ini dika suka sama ak-"


"yaya... Kamu mau makan malam gak?" teriak bagus yang berada di luar kamarnya.


"buset deh, ini anak ganggu aja" gumamnya.


"iya bentar" ucap yaya sedikit teriak.


"tak tunggu bawah kalo enggak makan malam bagianmu aku makan" ucap bagus sembari sedikit mengancam yaya.


"lah kok gitu, itu curang namanya"


"biarin sapa suruh makan telat" ucap bagus.


"iya iya kamu ke meja makan dulu nanti aku susul" ucap yaya.


Yaya segera melipat surat dari dika dan segera keluar kamar dan melangkah menuju meja makan untuk makan malam. Sesampainya di meja makan yaya pun tidak seperti akan menyantap makanannya tersebut ia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"yaya, itu makanannya dimakan jangan di mainin" ucap mama siti yang melihat yaya yang hanya mengaduk-aduk makanannya.


"eh iya ma"


"kamu kenapa sih nak, cerita dong sama mama atau papa siapa tau papa dan mama bisa bantu" ucap mama pada yaya.


"sebenarnya gini ma, dika tadi kan ketemu sama yaya terus ngasih buket bunga gitu dan ternyata di buket bunga yang di kasih sama yudha itu ada suratnya ter-"


"terus jae tau surat itu?" potong mama siti sembari bertanya pada yaya.


"iya ma, jadi jae tau surat itu tapi jae belum membaca surat itu ma hanya melihat surat itu aja dan tadi yaya sudah menjelaskan yang sebenarnya kok sama jae" jelas yaya pada mama siti.


"baguslah kalau jae mau mengerti, hmm terus sampai dimana proses pernikahan kalian berdua?" tanya mama siti lagi.


"gini ma yaya mau menyelesaikan masalah yaya sama dika dulu ya biar semuanya clear terus juga jae bilang kalau ia mau cari pekerjaan tambahan karena penghasilannya menurutnya kurang cukup" jelas yaya.


"ya sudah kalau memang itu sudah keputusan kamu" ucap mama.


"jae mau cari kerjaan tambahan? Loh memangnya kerjaan yang sekarang kenapa kurang cukup?" lanjut mama siti sembari bertanya pada yaya.


"menurut jae pendapatannya bersama grub wonderboys kurang cukup ma jadi jae memutuskan untuk cari kerjaan tambahan, lagi pula ini sudah jae pikirkan baik-baik kok ma, jadi besok yaya tanyain juga ke jae soal ini" jelas yaya.


"bagus itu jadi jae beneran laki-laki yang bertanggung jawab papa sudah tidak ragu lagi sama jae" ucap papa yudi.


"iya nak bagus itu, besok tanyain lagi ya" lanjut mama.


"iya ma" ucap yaya.


Setelah yaya selesai makan malam yaya segera membereskan bekas makan malamnya dan segera pergi tidur. Sebelum ia pergi tidur ia melihat notive di handphonenya ternyata jae mengirimkan sebuah pesan kakakakao


Kakakakao jae


"malam sayang, aku punya kabar gembira coba tebak"


'heh malam-malam di suruh main tebak-tebakan yang bener aja sih jae' gumamnya sembari membaca pesan kakakakao dari jae.


Kakakakao yaya


"memangnya kabar gembira apa?"


Kakakakao jae


"aku sudah punya pekerjaan sekarang, besok aku interview dan hari besoknya lagi aku sudah boleh kerja"


Kakakakao yaya


"wah.... Selamat ya sayang, sekarang kamu kerja dimana?"

__ADS_1


Kakakakao jae


"hanya kerja di perusahaan keuangan sih, enggak papa kan?"


Kakakakao yaya


"ya nggak papa lah jae, kenapa sih? Kamu malu?"


Kakakakao jae


"iya, aku pikir kamu pasti malu karena kerjaan aku yang baru jauh banget dari kerjaan aku yang pertama"


Kakakakao yaya


"jae jangan bilang gitu deh, coba untuk lebih bersyukur ya dengan itu nanti kan penghasilannya bisa di kumpulin iya kan?"


Kakakakao jae


"iya, makasih ya udah bersamaku, udah menghiburku, dan sudah mau menerimaku dengan kondisi apapun"


Kakakao yaya


"sssttt jae yang namanya pasangan itu seharusnya begitu mau tetap bersama dalam kondisi apapun, banyak diluaran sana yang tidak setia pada pasangannya karena ekonomi, tapi lihat kita berdua kita masih bisa berusaha kita masih bisa mencoba mencari jalan tengah dari masalah ini iya kan? Jadi sebisa mungkin apapun yang Allah kasih ke kita, kita wajib untuk bersyukur ya sekecil apapun kita harus bersyukur"


Kakakakao jae


"iya sayangku, yaudah deh udah malam tidur gih sana besok aku mau interview nanti takut bangunnya kesiangan"


Kakakakao yaya


"aku juga mau tidur tapi kamu message ya gagal lah tidurnya"


Kakakakao jae


"yaudah gih tidur"


"Send Sticker"


Kakakakako yaya


"Send Sticker"


Hari ini yaya berniat untuk membereskan masalahnya dengan yudha, tiba-tiba bagus meminta tolong pada yaya secara tiba-tiba


"woy" teriak bagus yang nadanya sangat tidak ramah.


"apaan, pagi-pagi teriak-teriak" ucap yaya santai.


"tolongin aku" ucap bagus.


"tolongin apaan?" tanya yaya pada bagus.


"anterin aku sampe sekolah" ucap bagus dengan santainya sembari memberikan senyum manisnya pada yaya.


"hmmm sudah ku duga, cepetan kamu ke mobil dulu aku mau ambil laptop" ucap yaya pada bagus sembari membukakan kunci pada pintu mobilnya.


"woke" ucap bagus santai.


Yaya kembali lagi menuju kamarnya untuk mengambil laptop miliknya dan mengambil surat beserta buket bunga yang di berikan yudha padanya. Ketika ia selesai mengambil barang yang tertinggal ia langsung berpamitan pada mama dan papanya.


"ma pa, yaya langsung berangkat ke kantor ya, soal bagus yaya yang antar ke sekolahnya" ucap yaya sembari berpamitan dan menyium punggung tangan kedua orang tuanya.


"iya hati-hati di jalan" ucap sang papa pada yaya.


DI Mobil


"itu apa? Buket bunga? Buat siapa?" tanya bagus pada yaya dengan nada introgasinya.


"ini bukan punya aku dan mau aku kembalikan ke yang punya, dah pasang sabuk pengamannya belum?" jawab yayaa sembari bertanya pada bagus.


"oh... Udah" jawab bagus.


"yaudah"


Sepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak berbicara apapun karena termakan oleh waktu, tidak lebih dari 40 menit mereka sudah sampai di sekolah bagus.


"hati-hati, jangan godain anak orang" ucap yaya sembari memberikan sedikit nasehat pada bagus.

__ADS_1


"ye gak lah" jawab bagus santai.


"buset tu anak nutup pintu mobil kek nutup pintu kamar, bisa-bisa pintu mobil aku bermasalah lagi" gumamnya sembari mengunci semua pintu mobilnya.


"oke sekarang waktunya untuk ketemu sama yudha" gumamnya lagi.


Yaya pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kantornya, setelah sampai ke kantor ia melakukan finger terlebih dahulu untuk cek kehadiran, setelah itu ia meminta izin pada bosnya 20 menit untuk menemui dika seketika itu juga winda pun terheran-heran melihat yaya yang terburu-buru.


"yaya, kamu kenapa sih dari tadi gerusah-gerusuh?" tanya winda.


"aku mau izin sebentar"


"kemana woy?" tanya winda.


"nyelesein masalah sama temen cowok aku"


"wedeh ini nih ujian sebelum menikah" ucap winda.


"udah tau kenapa nanya" ucap yaya.


"dah lah aku pergi dulu" lanjutnya.


"woke" jawab winda.


Setelah yaya keluar dari kantor ia menuju restoran seafood yang berada tidak jauh dari kantornya, dan tidak sengaja ia melihat jae sedang di sana bersama seseorang namun ia hiraukan karena ia juga ingin bertemu seseorang juga disini dan semoga saja jae tidak sadar kalau dirinya juga ada di restoran yang sama.


"aku telfon dika lewat instageruem kali ya" gumamnya sembari membuka instageruem.


Telfon Instageruem berdering


"halo dika kamu dimana, apa kita bisa bertemu?"


"halo, iya, ehhh aku baru aja lewat depan kantor kamu, kenapa?"


"bisa mampir ke restoran yang kemarin kita ketemu tidak?"


"bisa sih tapi tidak lama ya yaya"


"oke oke"


"aku kesana ya"


"siap"


Panggilan Telfon Instageruem berakhir.


"akhirnya dia bisa juga diajak ke sini, setelah itu masalah akan selesai" gumamnya sembari membuka menu yang ada di meja.


"yaya" ucap dika sembari melambaikan tangannya pada yaya.


"aduh yaya kamu mau ngomongin apa sih?" tanya yudha pada yaya sembari ia memposisikan untuk duduk di kursi.


Yaya langsung menyerahkan buket bunga yang di kasih oleh dika beserta suratnya.


"loh kok di balikin buket bunganya kenapa?" tanya dika pada yaya.


"maaf dika aku enggak bisa menerima ini, dan maaf aku tidak bisa membalas cinta kamu" jelas yaya.


"loh kenapa?" tanya dika.


"aku sudah menikah" ucap yaya.


"oh jadi begitu, kamu nikahnya kapan?" tanya dika pada yaya.


"sebentar lagi, jadi maaf ya aku tidak bisa menerima semua ini lagi, tapi aku menghargai perjuangan kamu sebagai laki-laki karena kamu sudah berani mengungkapkan perasaan kamu secara jujur meskipun melalui buket bunga ini" jelas yaya.


"ya, huft... Sudah lama sekali kita tidak berkomunikasi eh ternyata kamu sudah mau menikah" ucap yaya.


"iya, maaf banget ya" ucap yaya.


"eh... Kalau gitu aku masuk kantor dulu ya soalnya sebentar lagi aku ada meeting" ucap yaya pada yudha.


"yaudah, sukses ya buat kamu, jaga diri kamu baik-baik ya" ucap yudha pada yaya.


"iya, kalau gitu aku masuk kantor dulu ya" ucap yaya.


"ternyata yaya sudah menikah, oke dika kamu harus bisa moveon, cari cewek lain dan lupain yaya" gumamnya sembari melangkah pergi dengan membawa buket bunga yang ia kasih kemarin untuk yaya.

__ADS_1


Sesampainya ia kembali ke kantor yaya merasa lega akhirnya masalahnya dengan dika telah berakhir dan ia berharap tidak ada masalah lagi setelah ini.


__ADS_2