Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
The Wedding


__ADS_3

Satu hari lagi adalah hari menuju hari pernikahan yaya dan jae. Sebelumnya banyak sekali cobaan-cobaan yang terjadi, Seperti mantan yaya kembali, jae cemburu sama yaya, perkara finansial yang bikin jae ragu untuk menikah, serta perdebatan jae dengan yaya yang tidak berguna dan tidak berhak untuk di tunjukan dan di contoh. Hampir saja pernikahan mereka berdua batal akan tetapi mereka berdua telah menyelesaikannya dengan bantuan dan saran dari kedua orang tua.


Hari kebahagiaan yang ditunggu-tunggu telah datang para orang tua pun tiba tak lupa dengan para teman kantor yaya, jae dan member wonderboys pun datang ke pernikahan jae dan yaya, tapi tidak dengan yaya ataupun jae.


Yaya sedang berada dikamarnya yang sedang didandani oleh MUA ditemani oleh sahabat dan teman kerjanya winda dan dewi.


Yaya merasa sangat gugup hari ini dimana orang yang tidak di kenalnya akan menjadi suaminya. Ia... merasa belum siap.


"Jangan cemberut terus dong yay, senyum dong" tegur winda melihat wajah masam yaya.


"Hmmm." Jawab yaya bergumam walaupun ucapan winda tidak ia ladeni, ia tetap memasang wajah masamnya.


Selang beberapa menit kemudian, yaya sudah selesai didandani dengan begitu cantiknya memmbuat sahabat dan teman kerjanya iri melihat kecantikan yaya, kini giliran winda dan dewi yang juga ingin pakai makeup agar terlihat lebih perfect.


Ceklek


Pintu kamar yaya dibuka tanpa diketuk.


"Yaya!!" Panggil seorang wanita memasuki kamar yaya kegirangan.


Yaya menatap wanita itu lambat-lambat sedetik kemudian ia merubah raut wajahnya.


"Kak maya?" Panggil yaya dengan mata berbinar.


Yaya memeluk maya erat begitupun dengan yaya. Fyi, Maya adalah kakak keponakan yaya yang kini tinggal di jakarta bersama suami dan dua anak laki-lakinya.


"Kakak kapan ke sini?" Tanya yaya sembari melepaskan pelukannya dari maya.


"Kakak sampai tadi malam" jawab maya.


"Kok enggak ngabarin yaya sih?" ucap yaya pura-pura ngambek.


"Maaf deh soalnya biar suprise gitu dek. Papa, mama kamu sama bagus udah tau" ucap maya terdengar santai.


"Heleh enggak adil"


Maya tertawa. "Yang pentingkan kakak udah ada disini kan?" Ucapnya.


"Iya sih. Kangen juga" ucap yaya kembali memeluk kakaknya.


"Sama kakak juga, udah lama enggak ketemu. Sekalinya ketemu eh kamunya udah nikah" ucap maya tersenyum menggoda.


"Heleh apaan sih"


"Saya terima nikah dan kawinnya Cahaya Nurhidayah binti Yudi Yuwono dengan seperangkat alat shalat di bayar tunai!"


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAH!"


"Alhamdulillah"


Acara akad dan pembacaan ijab qobulnya berjalan dengan lancar. Jae membacanya dengan lanacar dan lantang. Setelah semua saksi mengucapkan sah, barulah jae memasangkan cincin berlian kepada yaya dan mencium keningnya. Begitupun dengan yaya memasangkan cincin di jari jae lalu mencium punggung tangan suaminya.


Kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Yaya benar-benar tidak menyangka, bahwa hari ini ia telah sah menjadi istri dari rapper terkenal itu.


Barulah setelah itu mereka menyalimi punggung tangan kedua orang tua mereka dan meminta doa restu.


Yaya menitikkan air matanya haru, saat berjongkok dihadapan sang mama.

__ADS_1


"Selamat ya sayang. Semoga kamu jadi perempuan yang lebih dewasa lagi" ucap sang mama sambil mengusap punggung anaknya.


"Iya mah, makasih selama ini udah jagain yaya dan maaf karena banyak nyusahin mama maupun papa" ucap yaya lirih dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Enggak kok sayang, kamu enggak pernah nyusahin. Kamu anak kesayangan mama dan papa" jawab mama Siti.


"Selalu bahagia ya nak" ucap papa Yudi yang berada di samping mama Siti.


"Iya pa, maafin yaya juga ya pa, maafin yaya juga jika selama yaya kerja di kantor papa yaya banyak nyusahin papa juga" ucap yaya yang kini beralih dihadapan papanya.


Resepsi


Acara resepsinya digelar pada malam hari di sebuah hotel mewah yang sudah disiapkan oleh para orang tua.


Tamu yang di undang hanya kerabat kerja dan member wonderboys beserta tim agensi dari jae, kerabat kerja dari papa yudi, dan papa Shofian serta beberapa teman dekat mama Siti dan mama Muti. Serta dua teman yaya sahabat Yaya dan para sepupu serta keponakan dua keluarga.


Tapi banyaknya minta ampun.


Yaya sudah mengganti gaunnya yang dipilihkan mamanya beberapa hari lalu.


Kini ia berjalan ke pelaminan bersama jae disampingnya.


Kerjaan mereka hanya duduk, berdiri sembari menyalimi orang-orang yang memberi selamat, sesi foto bersama, dan mengisi perutnya jika lapar. Hanya itu saja di ulang berkali-kali sampai yaya lelah di buatnya.


"Selamat ya kalian berdua. Semoga bahagia terus" ucap mama Muti tak bisa menyembunyikan raut wajah senangnya.


"Selamat ya anak manjanya mama" ucap mama siti pada yaya.


"Iya makasih ya mah" balas yaya tersenyum kaku.


Lalu mereka melakukan sesi foto bersama keluarga.


"Makasih" jawab mereka bersamaan.


"Cie besti gue udah nikah ya sekarang" goda Tisa berbicara pelan.


"Jangan lupa ponakan buat gue" goda Tisa berbisik pada yaya.


"Heleh apaan sih" Tisa terkikik geli.


"Happy wedding ya yay jae" ucap winda dan dewi.


"Iya, makasih ya" jawab mereka.


Setelah beberapa jam duduk, berdiri menyalimi orang yang datang, kini acara besar itu sudah selesai.


Beberapa tamu sudah pulang. Yang tersisa hanya para keluarga Besar dari yaya dan jae yang masih berbincang-bincang.


Dan jae yang juga sedang ngobrol dengan beberapa rekan kerja dan member wonderboys yang belum pulang.


"Ma, aku ke kamar dulu nggak papa kan. Aku capek banget nih, mana kaki aku sakit lagi" ucap yaya mengeluh pada mama Siti.


"Ya udah kamu istirahat dulu sana. Nanti mama bilangin jae" ucap sang mama.


Yaya mengangguk lalu berjalan ke sebuah kamar hotel yang disiapkan untuk pengantin.


Sesampainya dikamar yaya mengganti pakaiannya menggunakan piyama lalu merebahkan tubuhnya keatas kasur.


Huft lega banget sih" gumam yaya karena sudah terbebas dari acara yang membuatnya kelelahan dan gaun yang dipakainya itu sangat berat serta sepatu high heels yang tingginya sekitar 7 membuat kakinya mati rasa.

__ADS_1


Karena kelelahan yaya pun langsung tertidur di kasur nya dengan nyaman.


Beberapa menit kemudian jae masuk ke kamar itu mendapati istrinya sudah tertidur pulas di ranjang. Refleks jae mendekati lantas menyelimuti yaya sebatas dada lalu mengecup dahinya singkat.


Jae mengganti pakaiannya lalu juga ikut berbaring di samping yaya dan mulai tertidur di samping istrinya.


Pagi harinya yaya terbangun dari tidurnya hendak melakukan kewajibannya untuk beribadah sholat. Yaya memang seperti itu jika sudah mengengar adzan subuh pasti dia terbangun dari tidurnya setelah shalat barulah ia tidur kembali dan rasanya malas untuk bangun kembali.


Yaya mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan. Ia merasa asing dengan kamar ini, barulah sepersekian detik ia tersadar bahwa ini bukan di kamarnya sendiri melainkan di kamar hotel.


Ia juga menahan kaget karena mendapati seorang laki-laki tidur disampingnya.


'Astaga kamu lupa yay, itukan suami sendiri'


"Jae" panggil yaya sembari menepuk pundak jae pelan.


"Hmmm" jawab jae gumaman.


"Bangun sayang, udah subuh, shalat dulu yuk" ajak yaya membangunkan jae.


Dengan cepat jae membuka matanya lalu beranjak dari kasur dan bergegas ke kamar mandi.


'Njirr cepet banget bangunnya, beda bet nggak kayak aku ya butuh 1 jam untuk bangun'


Hingga beberapa menit yaya dan jae beribadah sholat berjamaah, ini adalah pengalaman pertama bagi yaya maupun jae.


Entah kenapa sekarang yaya tidak ingin melanjutkan tidurnya lagi, ia harus ingat kata kata mamanya jika dia sudah menjadi seorang istri tidak boleh jadi pemalas lagi. Jadi mulai sekarang yaya akan mencoba menjadi lebih dewasa lagi. Tidak boleh malas-malasan, jangan bangun kesiangan, dan harus bisa menjaga dan melayani suaminya dengan baik.


Apakah hal itu akan ingat? Entahlah.


Sedangkan jae kembali bergelut dengan selimutnya lagi dan melanjutkan mimpi indahnya yang sempat terjeda.


Waktu sudah menunjukan pukul 7.20 wib


Kini jae dan yaya turun kebawah menemui keluarganya yang sudah berada di sebuah meja makan yang disediakan di hotel sana.


"Pagi semua" sapa yaya dan jae.


"Pagi!!" Sapa keluarga mereka balik dengan begitu semangatnya.


"Bagaimana semalam?" Goda Maya saat yaya mengambil duduk disampingnya.


Yaya menautkan kedua alisnya bingung. "Apaan?" tanya yaya tidak mengerti.


"Halah ituloh" ucap Maya sambil menarik turunkan alisnya.


Yaya tau sekarang apa yang dimaksud kakak keponaannya ini, karena dia perempuan yang peka. Tapi sekarang dia pura-pura tidak tahu demi membuat kakak keponakannya kesal.


"Apaan sih, acara semalem? Ya lancar, kan kemarin kakak ada disana juga" jawab yaya.


Maya berdecak kesal. "tau ah" ujar Maya lalu kembali menyuapi anaknya makan yang masih berusia 2 tahun.


Yaya terkikik geli. Baru begitu saja kakaknya sudah kesal. Memang hobi yaya begitu sejak kecil membuat Maya kesal.


"Oh ya yay, setelah ini mama sama papa balik duluan ya, soalnya papa kamu ada kerjaan mendadak di kantornya dan karena kamunya cuti jadi papa mau cari orang buat hendel kerjaan kamu untuk sementara waktu" celetuk mama siti disela-sela sarapan.


"Oh ya udah enggak papa kok ma" jawab yaya sambil senyum tipis. Ia juga tidak ingin merepotkan kedua orangtuanya.


"Mama sama papa juga yay, jae. Soalnya ada urusan lain, maaf enggak bisa bantu beres-beres" sahut mama Muti.

__ADS_1


"Iya ma enggak papa" jawab jae dan yaya bersamaan.


__ADS_2