
07.00
"ma, ini kucing siapa?" tanya Bagus pada mama Siti.
"enggak tau, biarin makan di sini kasihan sia laper" ucap mama Siti.
"kasih ikan mentah aja ma" ucap Bagus.
(ikan mentah)
"ma, kita pelihara aja ya boleh kan?" tanya Bagus.
"kamu inget enggak waktu ada kucing liar yang berkeliaran di sekitar sini, mis kaka enggak suka sama kucing, jadi kalau ada kucing masuk ke komplek ini di suruh usir apalagi kalau dia sampai tau ada kucing di rumah kita" jelas mama Siti.
"apa iya ma?" tanya Bagus.
"coba di inget-inget lagi"
Flashback
20.00
"ma ada kucing item, ih lucu ma kasih makan ma dia laper" ucap yaya pada mama siti.
(ikan goreng)
"tuh kan ma dia laper" ucap yaya.
"makannya lahap banget ma, lucu banget" lanjutnya.
"iya" ucap mama siti.
Yaya pun tersenyum dan bahagia dengan kehadiran kucing hitam entah siapakah pemilik kucing itu, namun tidak dengan tetangganya mis kaka yang tidak suka akan kehadiran kucing di rumah keluarga yaya.
07.00
"lagi ngapain miss?' tanya mama siti.
"ini loh bu ada kucing berak disini, kan jadi kotor. Bu kalau njenengan ada kucing masuk ke rumah suruh di usir aja bu biar enggak berak sembarangan" jelas miss kaka.
"iya miss"
Seiring berjalannya waktu kucing itu masih datang ke rumah keluarga yaya, tanpa disadari yaya pun bersuara ketika ada kucing yang datang ke kediamannya.
20.00
"ma ada kucing, ih lucu" ucap yaya dengan suara khasnya yang jelas dan agak besar.
"ssstttt jangan keras-keras ndok nanti miss kaka bisa denger" ucap mama siti memberi tahu.
__ADS_1
"memangnya kenapa sih ma?" tanya yaya.
"miss kaka tidak suka kucing" ucap mama siti.
"lah kan kucingnya di rumah kita kan bukan di rumah dia" ucap yaya.
"pokoknya miss kaka tu enggak suka sama kucing nduk karena kemarin ada kucing yang berak di deoan rumahnya, jadi kalau ada kucing yang ke rumah diam aja jangan berisik biar enggak di plerok i miss kaka" jelas mama siti.
"heleh mbok uwes gen ma la kucing nya aja suka disini ngapain diusir sih?" tanya yaya yang makin tambah penasaran.
"ya mama enggak tau, pokoknya kalau ada kucing yang kesini jangan sampai berisik biar taunya kita enggak melihara kucing, kan miss kaka bisa lihat dari rumahnya yang lantai 2" jelas mama siti.
"terserah ma" ucap mama yaya.
Sejak saat itu setiap kucing yang datang ke kediaman keluarga yaya akan selalu jadi bahan perguncingan karena mulainya ketidak sukaan miss kaka pada anabul yang menggemaskan itu.
Flashback off
"oalah gitu ma" ucap Bagus.
"ya mulai dari miss kaka makanya mama hati-hati kalau mau ada kucing di rumah kita" ucap mama siti.
"coba tanya kakak kamu, dia yang selama ini kasih makan kucing yang setiap hari ke rumah" lanjut mama siti.
"nanti deh ma bagus tanya sama kak yaya" ucap bagus.
Tidak hanya kejadian itu saja, kekisruhan perumahan yang di huni oleh keluarga yaya memiliki perdebatan lain seperti....
"gus, nanti arisan bapak-bapak jadi kamu nanti yang kesana ya" ucap mama siti pada bagus.
"la memang papa kemana ma?" tanya bagus.
"papa kan pulang malem jadi kamu yang gantiin papa ya, sama bayarin uang arisan bapak-bapaknya ya buat bulan ini jadinya 30.000" jelas mama siti.
"iya ma, besok jam berapa?" tanya bagus.
"jam 19.30 habis isya'"
"oke ma"
19.30
"gus kok belum berangkat emangnya belum dimulai?" tanya mama siti.
"arisannya di A4 kan ma? Sebelah kan?" tanya bagus.
"orang belum bukakan" lanjutnya.
"iya le di A4, ya kalau belum bukaan ya di tunggu dulu" ucap mama siti.
__ADS_1
Di kediaman rumah A4
"oke jadi kita mulai ya, untuk bulan ke depannya arisan bapak-bapak bayarnya jadi 50.000 perorang" ucap pak Sagus.
"ini sudah mencakup seluruh kegiatan ya dari mulai 17an dll" lanjutnya.
"ini masih rencana ya belum fiks" ucap pak gasi.
"siap" ucap pak ridhlo.
"oke"
Rumah
"dek sudah di bayarin arisan bapak-bapaknya?" tanya mama siti.
"belum ma hehe" ucap bagus.
"loh bayarin, lah tadi arisannya ngapain?" tanya mama siti.
"ngobrol biasa ma sama ini bagi snack" ucap bagus.
"sek ma tak bayarin dulu" lanjutnya.
"ealah ini anak"
3 menit kemudian.
"ma mulai bulan depan arisan bapak-bapaknya jadi 50.000 perorang" jelas bagus.
"weh kok banyak banget" ucap mama siti.
"yang usul pak sagus ma" ucap bagus.
"ya tidak bisa gitu dong kasihan yang tidak bekerja atau cuman menunggu uang tabungan saja to dek" jelas mama siti.
"mungkin bu jifran setuju karena dia punya kontrakan 10 pintu di semarang, bu tita mungkin juga setuju karena dia bisa kerja di rumah pak gasi lah kita mau gimana gus" jelas mama siti.
"enggak tau tu ma" ucap bagus.
"ya enggak bisa gitu dong, yang kaya mah setuju-setuju saja enggak lihat yang ekonominya standar ke bawah" ucap mama siti.
"nanti kalau arisan bapak-bapak lagi coba usul dek suruh kurangi, kamu bilang saja yang sejujurnya dan bilang kami tidak butuh bantuan tapi butuh di ringankan biayanya" jelas mama siti.
"iya ma nanti tak bilang, la wong yang bilang pak sagus" ucap bagus.
"olah pak guru kok asal ngomong enggak lihat dulu ekonomi sekomplek ini gimana, main asal bikin peraturan aja. Besok kalau arisan bapak-bapak lagi usul aja dek enggak papa" ucap mama siti.
"iya ma" ucap bagus.
__ADS_1
Begitulah delimanya tinggal di komplek perumahan mulai dari kecemburuan sosial, merasa paling kaya, merasa anaknya paling pinter, merasa dirinya paling suci karena anaknya masuk pesantren dan masih banyak lagi problem-problem yang ada di komplek tempat tinggal keluarga yaya. Untung saja yaya kini sudah menikah dan tinggal jauh dari tempat komplek tempat tinggalnya dulu akan tetapi ia masih memikirkan nasib mama adik dan ayahnya yang masih tinggal di komplek perumahan toxic itu. Entah siapa yang toxic di sini yang pasti yaya sudah tidak nyaman tinggal di perum citra raya regency entah yaya dulu berkeinginan menikah dengan pria bule hanya karena ingin menjauh dari komplek perumahan yang sudah memberikan banyak sekali pelajaran baik pelajaran berharga maupun pelajaran yang tidak berguna untuk dirinya. Setelah yaya menikah barulah ia berniat ingin membelikan hunian yang layak untuk mamanya dengan orang-orang penghuni perum komplek yang positif vibe juga.