Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
The first 2


__ADS_3

"Loh kalian sudah saling kenal?" Tanya papa yudi.


"Ia pa dia itu rapper favorit aku yang waktu itu aku nonton konsernya wonder boys dan dia waktu itu pernah DM aku." Jawab yaya was-was.


"Wah bagus dong, berarti kita lebih mudah untuk mendekatkan kalian berdua" Ucap papa yudi antusias.


"Duduk sini sayang" Titah mama siti menepuk sofa menyuruh yaya duduk disampingnya.


Yaya mendekat ia duduk di antara jae dan kedua orang tuanya.


"Kamu cantik banget sayang, cantik kan pah" Puji mamanya jae lalu bertanya kepada suaminya. Papanya jae pun tersenyum sembari mengangguk menyetujui.


"Makasih tante." Ucap yaya malu-malu.


Entah kenapa tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak.


"Tuh kan bener apa kata aku, cantik banget coba aja dari dulu ketemunya enggak harus tunggu boygrub kamu adain konser seperti tadi" Celetuk sifa kakak jae.


Semua yang disana tersenyum begitupun dengan Yaya ia tersenyum malu dibilang cantik Padahal ia sendiri mengakui kalau ia hanya seekor kucing kecil, Mungkin sahabatnya menyetujui itu.


Jae mengakui jika yaya sangat cantik di matanya. Tapi hanya dia yang mengetahui isi hatinya, namun sayang kecantikannya tertutupi oleh sifat pendiamnya.


"Ada-ada aja kamu sifa" Ucap mama siti.

__ADS_1


"Jadi bagaimana, apa bisa kita mulai?" Tanya papa yudi.


"Yes of course." Jawab papa shofian.


"Ekhm." Papa shofian berdeham sejenak.


"Jadi sebenarnya kedatangan kami kemari hanya ingin mengantarkan anak saya yang ingin menyatakan perasaannya pada wanita yang ia cintai, karena kami sangat sibuk kami mencoba menyempatkan waktu untuk menemani anak saya bertemu dengan wanita yang sangat di cintai anak saya" ucap papa shofian kepada papa yudi.


'Nah kan bener kan, duh dasar jae kalau udah suka langsung bawa sepaket'


"Jadi apa kalian beneran saling mencintai?" Tanya papa yudi.


Tidak ada jawaban dari yaya dan jae, mereka sama-sama terdiam, didalam hati yaya menolak keras kalau pekerjaan calon suaminya itu adalah rapper dan tidak tau bagaimana kenyataannya apakah ia juga memiliki pekerjaan sampingan juga seperti dirinya.


"Kalau jae terserah yaya aja ma, pa yang penting jae sudah bilang sama papa dan mama kalau yaya adalah wanita yang bikin aku jatuh cinta" jawab jae.


Yaya mendongak.


'Lah kok jadi aku, gimana sih'


'Kalau bisa aku bakal nolak, tapi kalau sudah jujur begini itu tandanya beneran dong jae suka sama aku'


Yaya menatap satu-satu dari orang tua yang ada diruang tamu itu, raut wajah mereka tampak tegang berharap yaya segera menjawab.

__ADS_1


Yaya mengehembuskan nafasnya, ia harus yakin dengan jawabannya jika tidak ia akan membuat orang tuanya kecewa tidak hanya orang tuanya juga tapi juga kedua orang tuanya jae dan kakaknya.


"Ma, pa, sebenarnya yaya juga suka sama jae. Dari pertama kali yaya bertemu jae pertama kali dan yaya juga tidak tau bahwa jae yang suka sama yaya. Jadi jika jae yang terbaik untuk yaya, yaya terima." Ucapan yaya terdengar begitu pasrah membuat orang yang ada disana bisa bernafas lega.


"Kamu gimana jae?" Tanya papa yudi menatap jae.


"Iya om, saya juga saat pertama kali bertemu dengan yaya saya juga tidak paham perasaan apa yang saya rasaan sekarang sehingga saya tidak berpaling dari yaya, di mata saya yaya sempurna jika grub saya tidak mengadakan konser mungkin saya tidak bisa bertemu dengan yaya. mungkin ini jalan Tuhan untuk mempertemukan saya dengan anak om yaya. Saya terima om, tante." Ucap jae dengan wajah ramahnya.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana kita langsung gelar acara, untuk acara pernikahannya kita gelar 1 bulan lagi bagaimana" usul papa yudi.


"Heh? 1 bulan lagi? Pa kan aku baru pertama kali bertemu sama jae apa enggak terlalu cepet pa?" Tanya yaya protes.


"Enggak dong yaya om malah setuju, semakin cepat semakin baik anak om kan sudah berkata yang sejujurnya dan anggap saja hari ini kalian lamaran ya" jawab papa shofian.


"Wah kalau gitu kita juga setuju" ucap mama siti sedangkan mamanya jae hanya mengangguk.


'Lah ini yang nikah kan aku ya kenapa yang ngebet dan ribet mereka sih, heran deh'


Setelah acara lamar melamar dan makan bersama selesai, yaya langsung masuk kedalam kamarnya, keluarga jae sudah pulang beberapa menit yang lalu.


yaya merebahkan dirinya diatas kasur empuk sembari meraung-raung tidak jelas.


"kesel banget dah, kenapa hidup aku tu berasa kek megic mulu dari kemarin!!" Teriak yaya di kamarnya. Untung tidak ada yang mendengarnya karena ia membekap wajahnya menggunakan bantal.

__ADS_1


"Kenapa baru tau kalau tamu itu adalah jae mana dia sedikit nyebelin lagi. sepertinya aku tidak menulis scripting soal kriteria cowok yang aku suka yang pekerjaannya penyanyi atau rapper deh, auk ah" gumam yaya merengek.


__ADS_2